
Malam ini Mbak Ayu dan Mas Haris pulang setelah makan malam, anak anak nya menginap di rumah ibu, Ibu terus memaksa agar Rizki anak ku tidur bersama nya, padahal Istriku sudah berusaha untuk menolak nya, bukan tidak boleh tidur bersama Eyang dan semua sepupu nya, tapi Istriku khawatir Anak ku membuat ibu kecapean atau harus terbangun di tengah malam.
" Kamu tau, berapa orang yang kerja di sini, mereka itu bisa ngelayanin anak mu Yo!" Ucap bapak ku, bapak juga ikut memaksa agar Rizki bisa tidur bersama Eyang nya.
" Ya udah pak, tapi kalo nangis panggil Ocha yah!" Jawab Istriku dan bapak tersenyum
" Sudah kalian sana istrihat, nanti kalo Rizki bangun, bapak Panggil!" Jawab Bapak ku, dan aku tersenyum, bapak ku pengertian sekali, ini hari terakhir aku puasa, setelah 35 aku puasa sunah dan 40 hari selesai masa nifas Istriku.
" Mandi Ga Mas?" Tanya Istriku
" Mandi dong, biar wangi!" jawab ku dengan semangat
" Ya udah aku siapin bentar!" Jawab Istriku.
" Mandi bareng ga Cha?" tanya ku dengan melepaskan kaos yang aku pakai
" aku dah mandi!" Jawab nya.
" Iya bener....wangi deh!" Jawab ku dan mencium lehernya
Setelah air mandi ku siap, aku segera mandi, Mandi dengan semangat 45. Dengan berbalut handuk istriku membantu mengeringkan tubuhku, dan lagi lagi dia membalur kayu putih pada punggung dan dada ku, dan karna istri ku merawat aku dengan sangat baik, berat badan ku kembali normal bahkan mungkin sedikit lebih berisi dari sebelum aku kecelakaan.
" Pake kaos nya Mas, dah selesai aku Balur nya!"
" Ga usah, bentar juga mau tidur!" Jawab ku dan naik tempat tidur, aku masuk ke dalam bed cover dan menunggu nya. tidak lama kemudian Istriku pun naik ke tempat tidur.
" Mas...!"
" Apa sayang?" jawab ku dengan memeluk nya
" Anak ku nangis ga yah?"
" belum, nanti kalo nangis pasti bapak kasih tau kita!" Jawab ku dan mencium lehernya.
" ih ga enak rasanya!"
" Bentar aku bikin enak sayang!" Ucap ku, tangan ku segera masuk ke dalam baju tidurnya.
" ya ampun Mas, bukan ini maksud nya, maksud ku ga enak tidurnya, ga bareng Rizki!" Jawab Istriku dan aku tertawa.
" Sesekali ga apa apa Cha, kita juga perlu waktu buat kita berdua!" Jawab ku dengan tangan yang sudah melepaskan kancing kancing baju tidurnya,
" Tangannya ih aktif banget!"
" Aku kangen Cha, udah selesai kan 40 hari nya!" ucap ku mengingatkan nya, aku terus mencium apa yang bisa aku cium
" Belom, baru besok deh!"
" Mana bisa besok, hari ini pas 40 hari!" Jawab ku keukeuh. aku melepaskan baju tidurnya, aku mulai mengusap payuda** nya tapi dia sedikit menghalangi nya, " Jangan di pegang, air susu nya keluar ini Mas", ucap Istriku, aku sedikit kecewa saat Istriku melarang aku untuk menyentuh salah satu bagian favorit ku di tubuhnya, tapi karna memang air susu nya keluar, aku berhenti merabanya dan beralih pada yang lain.
" Baca doa dulu cha, aku pengen!" Jawab ku, istri ku tersenyum, dan aku terus mencium lehernya, menjilati lehernya dan mulai menggigit kecil lehernya,
" Mas, pelan ih ..!" suaranya sudah terdengar seperti desahan, aku semakin bergairah mendengar suaranya tadi. aku segera melepaskan handukku, dan segera menguasai tubuh nya, ku cium perut nya dan semakin turun ke bawah, aku terus mencium nya dan sesekali aku berikan ciuman yang kuat sehingga menimbulkan tanda merah di sekitar bawah perut nya. aku melebarkan paha nya dan terus ku cium, istri ku semakin mendesah dan menggerakkan paha nya, ke kiri dan ke kanan.
" Geli!" ucap nya
" Biarin!" Jawab ku dan terus ku jilati tubuh nya.
" Masssss!"
" Iya iya...!" Jawab ku, aku segera naik ke atas tubuh nya, lalu kami berciuman dan aku mulai mencoba memasukkan senjata ku yang sudah lama tidak di pergunakan.
" Mas...!" ucap Istriku suaranya sedikit meringis
" Bentar sayang, ini ga masuk!"
" Sakit!" ucap nya
Aku segera menghentikan senjata yang sedang on, aku mencumbu lagi bagian Vag*** nya, seharusnya istri ku tidak merasakan sakit.
" udah basah sih Cha, tapi kenapa kamu ngerasa sakit!"
" Ga tau aku juga!"
" Aku coba lagi yah!" ucap ku.
Aku mencoba senjata ku lagi, agar bisa tepat sasaran, dan memang ini agak sulit, wajar saja istri ku merasa sakit, aku saja kesulitan memasuki nya.
" kamu nya rileks sayang, ga usah pikirin anak dulu, fokus ke aku dulu!" Pinta ku sedikit memohon
__ADS_1
" Iya Mas...aku fokus, ayo coba lagi!"
Aku terus mencobanya, pelan pelan aku mencobanya dan istri ku sedikit meringis. meringis namun sesekali mendesah, sedikit demi sedikit Akhirnya senjata ku bisa masuk, dan satu gigitan di bibir ku, aku dapat kan ketika aku sedikit memaksa senjata ku agar senjata ku masuk full.
" Sakit Masss!" Ucap istri ku, dia mengeluh kesakitan tapi masih terdengar manja suaranya.
" Maaf ya Cha!" jawab ku, aku mengusap wajahnya dan membiarkan senjata ku berada di dalam sarang nya.
" Kasih tau aku, kalo kamu dah siap!" ucap ku lagi
" Ntar dulu Mas, ini sakit!" Jawab nya, dan aku terus menahan nya, bahkan aku sedikit tidak sabar untuk mengerakkan nya.
" Cha....aku coba ya!"
" Pelan pelan tapi!"
" Iya sayang, aku coba pelan pelan!"
dengan lembut aku mengerakkan senjata ku, memaju mundur kan nya dan ini sangat luar biasa, lebih rapat rasanya dan istri ku sudah mulai mendesah kali ini.
" Mas...!"
" Iya sayang!" jawab ku, dan istri ku berhenti bicara, dia aktif mendesah dan tangan nya ikut aktif mengusap punggungku.
" aku udah pengen keluar Cha!"
" Bentar Mas, aku lagi nikmatin!" jawab nya,
" Nanti kita bisa lanjutin, ini mau keluar dulu!" Jawab ku cepat, aku menaikan tempo gerakannya, istriku semakin mendesah dan menjerit kecil ketika aku menyemburkan cairan cairan hangat di rahim nya.
" thanks Cha!" ucap ku dengan mencium bibir nya, lalu aku memiringkan tubuh kami berdua, aku usap wajah nya.
" kok bisa ya Cha!"
" Angel pernah cerita, kalo lahiran normal itu di jait, Mas!"
" Serem juga dengernya, tapi enak Cha mirip pertama kita bercinta!" jawab ku dan dia Tertawa kecil.
" Tapi itu beneran sakit Cha?"
" sakit Mas, tapi enak!" Jawab Istriku,
Untungnya aku sudah puas bercinta dengan istri ku, tepat ketika aku membantunya memakai baju, suara tangis anak ku sudah berada di depan pintu kamar ku.
" anak mu!" ucap Istriku dan kami tertawa.
" biar aku aja!" Jawab ku dengan cepat aku turun dari tempat tidur.
" Ga bisa ibu Yo, Rizki nangis nya tambah kenceng, kasian ibu liat nya!" Ucap ibu ku dan aku tersenyum. aku mengendong nya dan mencium keningnya.
" Gerah Rizki nya Bu, Kamar di Bogor kan lebih dingin!" Jawab ku dan ibu menepuk bahu ku.
" kamu ga Bilang!!"
" lupa aku Bu!" Jawab ku, ibu ku masih berdiri saja di depan pintu, memperhatikan aku dan anak ku, aku mendekati istri ku, dia bisa bisa nya pura pura tidur.
" Cha....Anak mu mau susu!" ucap ku pelan, bertingkah membangunkan nya, dan dia tersenyum
" Nangis ya, Maaaf ya Bu jadi repotin ibu deh!" Jawab nya, dia bangun dari rebahan nya dan duduk, ingin rasanya aku tertawa, sayang ibu ku masih menunggu cucu nya untuk di bawa ke kamar nya lagi.
" Siapa yang repot? ibu yang mau, ayo ibu tunggu Cha, susuin cucu ibu sampe kenyang!" Jawab ibu ku, dan Istriku Tersenyum.
" Nanti Ocha anterin Rizki ke kamar ibu, Ocha susuin dulu ya Bu!" Ucap istriku dan mulai mengendong anak ku
" Iya...ibu tunggu di kursi saja, bapak juga nunggu tuh!" Jawab ibu ku dan berjalan meninggalkan kamar kami. aku tertawa bersama istri ku, aku memeluk bahu nya dan mengusap punggung istri ku, yang saat ini sedang menyusui anak ku.
" Laper ih Mas?"
" Ya udah abis ini kita makan, sekalian sahur trus aku mandi!" Jawab ku
" Mau puasa lagi?"
" Nanggung lah Cha, kalo bisa yang 40 hari mau aku genapin aja, siapa tau jadi kebiasaan!"
" Bagus tuh Mas!"
" Tapi aku mau buka nya pake yang manis ya Cha!"
" Iya, nanti aku naked!" Jawab Istriku
__ADS_1
" Kok tau sih Cha?" jawab ku dan tertawa
" Dah apal aku!" jawab Ocha Istriku dia tersenyum sinis pada padaku,
" Gendong dulu anak mu, aku pengen ke kamar mandi!" ucap nya kemudian
Aku membawa anak ku keluar dari kamar, ibu, bapak dan 2 orang pekerja sudah menunggu aku.
" Bobo nya harus pake AC pak, cucu ku ini!" Ucap ibu ku yang terlihat bangga dengan cucu laki-laki nya
" Besok pagi pagi, bapak pasang AC, Bu!" jawab bapak ku, dan aku tersenyum. Istriku ikut bergabung dengan kami, dia sudah dengan hijab panjang nya lagi.
" Ocha makan lagi ya Bu!" pinta nya malu malu, lagi lagi aku hanya bisa tersenyum, dan kontan ibu ku meminta para pekerja untuk menyiapkan makanan untuk memantu perempuan satu satu nya ini.
Aku menemaninya makan, sekaligus makan sahur ku,
" Disini enak banyak yang layanin!" Ucap nya terkekeh
Pagi jam 8 aku pergi ke pabrik gula, bertemu dengan beberapa klien untuk tender tahun ini, dan aku sangat bersyukur proyek itu di menangkan oleh pabrik gula ku, mungkin karna kami selalu menjaga kwalitas Dan mutu, klien kami tidak ragu untuk bekerjasama dengan pabrik ku.
Tepat jam 10, Koko Alex Felixia atau yang biasa di panggil koh Felix oleh semua Sahabat Istriku, memberitahukan tentang pembayaran termin pertama jual beli tanah di Bandung. untuk pembayaran selanjutnya akan di lakukan di depan notaris, untuk hal ini juga aku harus berucap syukur, tanah di Bandung di beli oleh Koh Felix dengan nilai sesuai, padahal saat aku kemarin kemarin ingin menjualnya, beberapa calon buyer, menawar setengah harga dari harga normal, mungkin karna calon buyer tau, aku sedang sulit keuangan.
Aku men forward percakapan ku dengan koh Felix pada istri ku, bukan menjawab atau berkomentar soal uang masuk dari Koh Felix, istri ku malah bercerita, Mama nya sudah 10 kali menelpon, meminta cucu nya untuk segera datang.
Rossa
" Buruan pulang Mas, Aku ga enak pamit Ama Ibu, Mama ku dah nungguin dari pagi!"
Me
Siapa yang di tunggu?
Rossa
Anak ku lah, mamah dan bosen Ama aku kali, aku ngomong baik baik, Mama tetep ngomel
Me
Ok
Rossa
Ok apa? Mas Aryo bisa pulang?
Me
Ok, bilang Mama nanti aku bikinin cucu lagi, biar ga rebutan Ama ibu ku.
Rossa
GAK LUCU
aku tertawa membaca chat nya, aku segera merapikan meminta sekertaris di pabrik ini untuk merapikan meja ku, besok aku kembali untuk memeriksa laporan laporan yang belum sempat aku periksa.
35 menit kemudian, aku sudah sampai di rumah ibu, aku pikir istri ku akan menekuk wajah nya, tapi dia malah sedang mengobrol dan tertawa dengan Mbak Ayu.
" Look it Mas, Punya dong!" ucap istriku dengan menunjukkan Tas wanita branded
" Beli, Kapan jalannya?" tanya ku dengan melihat tas yang masih sangat baru
" Mbak Ayu yang beliin!" Jawab Istriku
" Tumben?" Tanya ku, dan melirik Mbak ku yang sudah memasang wajah ketus nya
" Aku tuh kalo belanja, pasti inget punya Ade 2 biji, dia aja yang kalo aku tanya pasti jawab nya ga mau!" Jawab Mbak Ayu,
" Besok besok ga usah nanya Mbak, beliin aja langsung!" Suara Mbak Laras yang tiba tiba muncul dari dalam rumah
" Ga kerja Lagi?" Tanya ku sambil tersenyum pada Mbak laras
" Males ah jawab nya!" Jawab Mbak Laras yang sudah kesal padaku.
" Si Tomi mau Dateng Yo, Bapak nyuruh mereka nikah aja besok, mumpung kamu juga di sini!" Jawab Mbak Ayu, dan aku tertawa
" Yaaahhh Cha, masa iya aku manggil nya Mas Tomi!" keluh ku pada Ocha istri ku dan Mbak Laras Tertawa
" Harus, ga boleh Panggil nama mulai besok!" Jawab Mbak Ayu, dia memang sedikit kaku untuk hal hal seperti itu, Mirip bapak dan ibu ku banget.
Setelah istriku makan siang lagi, aku pamit dulu pada keluarga ku, Keluarga Ocha istri ku sudah menunggu kami, dan akhirnya kami bisa pergi, setelah berhasil menyakinkan ibu, bahwa kami akan kembali ke rumah ibu malam ini.
__ADS_1