KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Aciel Hantu Kak,Jadi bisa tau


__ADS_3

Seketika Aciel pergi hilang entah kemana.


"Om wowo, Aciel sayang kakak semuanya. Kakak tidak percaya ke Aciel. Mobil itu akan meledak om wowo.Aciel harus bagaimana? Aciel gak mau kakak menjadi seperti Aciel. " Adu Aciel pada Om Wowo atau sosok makhluk astral yang tinggi besar.


"Om wowo akan bantu Aciel, Sekarang Aciel panggil Kak Vina ya." Pinta om wowo.


Aciel lalu menghapus air mata. Namun air mata Aciel bukan air melainkan darah yang keluar.


"Ciel kamu dimana sayang, maaf bukan kakak bentak Aciel. Kasih tau kakak alasan yang jelas Ciel." Pinta Heri.


Davira yang awalnya diam kini sekarang beranjak dari duduknya dan berlari ke samping rumah. Davira mencium bau nasi hangus. Itu pertanada Om Wowo datang. Om Wowo akan datang jika ada keadaan yang sangat genting. Bukan tanpa sebab om Wowo bisa ada disana. Ketika satu komplek anak menebang pohon di samping rumah. Yang katanya sering menggangu pendatang. Suatu ketika ada orang yang akan membeli pekarangan itu dan akan menebang pohon itu. Justru penebang pohon yang mental dan tidak kuat. Dan pada akhirnya Ayah Davira lah yang membeli Pekaranagn itu. Warga protes pohon agar ditebang karena ada didepan.


Davira yang awalnya tidak tau itu sosok apa. Davira justru senang bermain dibawah pohon itu. Berbagi macam cara makhluk itu menakuti Davira, justru Davira tertawa terbahak bahak.Dan Davira kasih nama nama teman besarnya itu Om Wowo.


"Om Wowo." Guman Davira lirih.


"Ada apa Vir? Apa ada sesuatu? Kenapa Om Wowo datang? " Tanya Putra.


"Vir, tolong jangan ke pesta itu, ada sesuatu yang akan terjadi pada kalian jika kalian pergi dan datang ke pesta itu." Pinta Om Wowo.


"Iya om, tapi kasih kami penjelasan."Kata Sasa.


"Om Wowo tidak bisa kasih penjelasan. Yang jelas om Wowo sudah melarang kalian. Percaya atau tidak monggo." Kata om Wowo langsung pergi begitu saja.


"Aciel,,, Aciel,,, Aciel sayang gak sama kakak? " Tanya Davira dan Heri bersamaan.


satu detik


dua detik


tiga detik


sepuluh menit, tidak ada jawaban dari Aciel.


Namun tiba-tiba Davina datang membawa Aciel yang nangis sesenggukan.


"Kalu kalian ini bagaimana hah?Kenpa buat Aciel bersedih dan menangis? " Tanya Sosok Davina dengan nada tinggi dan sorot mata susah diartikan.


"Bukan begitu kak, kita hanya minta penjelasan saja kenpa kita tidak boleh naik dan ke pesta itu. " Jawab Davira tak kalah sedihnya ketika melihat kakak kembarannya marah pada Davira.

__ADS_1


"Aciel sini sayang sama kak Vira, kita minta maaf ya. Kita janji tidak naik mobil itu. " Bujuk Davira.


"Kakak janji? " Tanya Aciel memastikan.


"Iya kakak janji. " Jawab Putra dan Sasa.


"Dimobil itu ada asap hitam kak, Aciel tidak bisa melihat. Aciel melihat bayangan Bunda dan Ayah kak Vira menangis, begitupun dengan kak Putra, kak Sasa dan Kak Heri. Semua menangis kak.Aciel hantu kak, Aciel merasakan itu kak."Kata Aciel.


"Oke kaka percaya, tetapi kita akan kesana memakai kendaraan lain. Apa boleh?" Tanya Heri.


"Boleh, tapi Aciel ikut." Pinta Aciel.


Di perjalanan mereka merasa was-was. Sopir yang menjemput Davira and the gank melaju dengan kecepatan sedang. Mobil Davira and the gank tepat di belakang mobil itu.


Ketika akan sampai, mobil itu terlihat hilang kendali. Davira and the genk baru sadar, inikah yang dimaksud Aciel hantu cilik yang selalu mengekor kemanapun Davira and the gank pergi.


Saat mobil sudah dekat dengan gerbang rumah teman Davira and the gank mobil itu berbelok masuk halaman rumah dan mobil sudah tidak bisa dikendalikan,pagar rumah sudah tertabrak mobil terus melaju,Teman-teman berteriak. Sedangkan Davira and the gank memarkirkan mobil di luar pagar. Davira berlari mencari masuk disusul oleh Heri.


"Semuanya lari masuk kedalam, Mobil kemungkinan rem blong. Masuk rumah kumohon." Pinta Davira.


Sedangkan mobil sudah berputar putar di halaman.


" Iya non dengar. "Kata bapak sopir itu.


" Bapak arahkan mobil ke kolam renang ya, lalu bapak loncat kekuar. "Pinta Davira.


" Maksut neng, bapak muter lagi ke depan ketika sampai dekat kolam renang bapak loncat? "Tanya bapak sopir.


" Iya Pak, Vira hitung ya pak.Dengarkan Aba-aba dari Vira.


"Iya neng." Jawab bapak sopir itu.


Heri, Putra sudah berada di dekat kolam renang membawa busa berukuran kecil sekitar satu merer.


Sedangkan Davira memakai spiker untuk memberi Aba-aba.


"Satu, dua, tiga. Lompat Pak, sekarang. " Pinta Davira.


Bapak sopir itu menendang pintu mobil hingga terlepas.Mobil masih berputar, bapak sopir itu memutar kendali agar ke dekat kolam renang lagi.

__ADS_1


"Sekarang pak lompat. " Teriak Davira.


Bapak sopir itu lompat.Sudah ada Putra dan Heri disana siap siaga memegang busa dan melempar ke dalam kolam renang agar tidak terluka atau pun terbentur.


Dan tepat, bapak itu terjatuh di atas busa dan dilempar ke kolam renang. Bapak itu selamat. Namun mobil itu mengenai pemanggang di dekat pohon mangga.


"Duarrr." Suara ledakan pun terdengar.


Semua menjerit ketakutan. Namun nas, salah satu pekerja teman Davira itu terkena ledakan serpihan kaca.Bagian tangan sebelah kiri terluka.


"Nevan,,,!" Triak Davira sambil berlari.


"Vir, awas jangan mendekat. " Teriak Heri.


Sedangkan Nevan sudah terpental ke belakang memegangi tangan yang sebagian melepuh sebagian berdarah.Nevan pingsan seketika, karena saking syoknya.


"Nevan, hey bangun Van. " Pinta Davira memangku kepala Nevan.


Davira tidak memperdulikan panas dipunggung nya karena efek dari api ledakan. Yang lain mencari ember benda apapun itu yang bisa digunakan untuk memadamkan api.


"Uhuk uhuk uhuk. " Suara batuk Davira terkena asap.


"Van bangun Van bangun." Kata Davira semakin lirih suaranya dan tidak sadarkan diri karena sesak nafas.


Semua orang panik, Heri langsung membawa lari Davira di gendongannya. Putra yang sigap lalu membuka kan mobil. Teman-teman yang lain ada yang mengangkat Nevan dan masuk ke mobil lain.


Seperti kesetanan Putra membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


"Kan udah Aciel katakan ada asap hitam tebal kak. " Teriak Aciel yang tiba-tiba muncul.


Sasa jangan tanya menangis sejadi-jadinya. Heri terus mengumpat pada Putra.


"Vir kumohon bangun, hey bangun Vira. Kita jadi kan jalan-jalan ke Paris." Kata Heri menangis sambil memeluk Davira.


Bersambung...


......Kanan lupa mampir ya. Like,komen, gift. ......


Papayo semuanya. Hari ini up dua episode ya.InsaAllah besok up 2 episode lagi.

__ADS_1


👋👋👋


__ADS_2