
"Kakak,,,!"Teriak Aciel ketika Heri menyentil telinga Aciel.
" Diem, jangan ngoceh terus, Kak Vira sedang istirahat."Kata Heri.
"Ya kan gak usah sentil Aciel. Sakit tauk." Grutu Aciel.
"Mana ada hantu sakit Ciel? " Tanya Heri.
"Ada." Jawab Aciel.
"Sapa? mana? " Tanya Heri.
"Mau tau aja atau mau tau banget? " Goda Aciel.
"Aciel,,, katakan tidak usah berbelit belit." Ucap Heru sedikit meninggikan suaranya.
"Dia adalah Aciel hantu cilik yang tampan kak, masak tidak tau sih. " Grutu Aciel.
"Hah,,, kau sombong sekali Bocil."Jawab Heri tak kalah sengit.
" Aciel kak Aciel bukan bocil. "Amuk Aciel menyerang Heri.
Davira yang terusik tidurnya pun terbangun. Memandang Heri dan Aciel berantem adu mulut tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Helaian nafas kasar dari mulut Davira.
"Kalian bisa akur sedikit tidak sih, ganggu gua aja." Kata Davira.
Jangan tanya lagi dimana Putra dan Sasa. Mereka capek mendengar adu mulut dari dua makhluk beda dunia itu. Sampai-sampai tertidur.
"Itu tuh kak Heri dari tadi nyilot terus."Kata Aciel.
__ADS_1
"Lu yang nyolot bocil. " Ucap Heri.
"Aciel kak bukan bocil. Nama ku Aciel hantu cilik yang tampan. Bukan bocil." Marah Aciel pada Heri.
Davira yang lemas akhirnya angkat bicara. Sudah saking bisingnya mendengar dan melihat tingkah absrut Heri dan Aciel.
"Aciel Heri sudah berhenti." Pinta Davira.
"Gak mau. " Jawab serempak.
"Terserah kalian, gua dah ngantuk." Ucap Davira.
Ocehan demi ocehan dari kedua makhluk beda dunia itu. Seakan tidak ada henti-hentinya yang diperdebatkan. Ketika salah satu penghuni rumah sakit yang lain pada ngintip di jendela depan. Aciel dan heri pura-pura tidur.
Jika sudah tidak ada yang mengintip baru dilanjut lagi hingga jam 2 pagi. Heri yang sudah mengantuk pun menyudahi perdebatan absrut itu.
"Aciel juga capek kak, kakak gak mau ngalah sama Aciel." Jawab Aciel.
"Udah ahh ciel ngantuk ini." Kata Heri.
"Yaudah kita tidur tampan kak, jangan ileran ya. Kasihan banyaknya nanti jadi bau busuk, habis bau busuk sobek tidak bisa digunakan lagi. " Celotehan Aciel sambil merem melek tahan kantuk.
"Apanya Ciel yang busuk? " Tanya Heri.
"Itu kak sofanya." Jawab Aciel.
"Lha mana ada begitu? " Tanya Heri.
"Ada kakak." Jawab Aciel.
__ADS_1
"Gak ada Aciel." Kata Heri.
"Ahh kakak mah ngeyel kalau dibilangin tar Aciel aduin ke om Wowo. Biar kena sentil om Wowo." Kata Aciel.
"Lha bisanya ngancem." Kata Heri.
"Gini ya kak Aciel kasih tau. Kan kakak tidur nih, nah ilernya keluar kak, terus netes ke sofa deh. Kan jadi bauk.Jadi sofanya bauk dan robek. " Jelas Aciel.
"Dan lagi iler kakak itu racun yang sangat-sangat tidak enak." Kata Aciel lagi.
"Aciel,,,! " Teriak Heri.
Tiba-tiba Putra bangun dan melempar bantal tepat dimuka Heri.
"Berisik,,,! " Kata Putra.
Heri dan Aciel langsung terdiam. Heri memutuskan untuk tidur di karpet bulu. Sedangkan Aciel bingung mau tidur dimana. Hantu bebas itu yang dipikirkan Aciel. Aciel ikut berbaring di samping Heri. Tepatnya tidur kepala beralaskan tangan Heri.
Mereka tertidur lelap.Acuel yang pun begitu. Tidur di samping Heri dan kaki nangkring diperut Heri. Posisi mereka sama. Kaki Heri nangkring disofa.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Jika kalian penasaran hantu itu tidur atau tidak. Jawabannya bisa tidur bisa tidak. Karena dikehidupan mereka mungkin sama dengan kehiduoan kita.
Sekian dari author. selamat malam jangan lupa mampir ya.
Like, comen, gift, vote juga boleh.
Papayoπππππ
__ADS_1