KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Boleh Pulang.


__ADS_3

"Selamat pagi.Jauhi rasa malasmu di hari yang carah ini


Demi menggapai sebuah cita yang sedari dulu kau impikan


Hanya satu kata yang bisa ku lantunkan kepadamu


Selamat pagi


Selamat beraktifitas untukmu disana yang sedang memandang tinggi sebuah asa. Asa yang tinggi setinggi langit.


Dan awali pagimu dengan sarapan. Jika hanya dengan senyuman siangnya pingsan gimana."Kata Davira.


"Pagi juga Vir,Udah bangun aja kau ini. Jam berapa sih ini? " Tanya Sasa yang masih belum membuka mata.


"Jam empat Sa." Jawab Davira.


Sasa langsung terbangun, Sasa bergegas ke kamar mandi. Sedangkan Davira menarik sudut bibirnya ketika melihat Putra, Heri dan Aciel tidur tak beraturan.Kaki Aciel di perut Putra. Dan Kepala Aciel di perut Heri.Sedangkan Bunda dan Ayah sudah bangun dan menuju mushola rumah sakit.


"Tidur macam apa ini. Jika di dunia nyata sudah kena jitak mereka berdua El." Guman Davira.


Setelah Sasa selesai bersih-bersih Sasa membangunkan Putra dan Heri. Putra dan Heri langsung bangkit dari tidurnya. Dan tidak memperhatikan Aciel. Ketika Putra dan Heri bangkit dari tidurnya, Aciel kaget.


"Dukk,,,!Aww sakit kak."Kata Aciel.


"Lha ciel kau kenapa? " Tanya Heri.

__ADS_1


"Kepentok lantai kak kepala ku. Kakak sih mau bangun tidak kasih tau Aciel.


" Lha lu kan hantu ciel emang bisa kepentok dan sakit? "Tanya Putra.


"Gak tau ahh, Aciel mau pulang dulu." Pamit Aciel.


"Vit, kita ke sekolah dulu.Nanti kesini lagi. " Kata Heri.


"Iya, makasih ya." Jawab Davira.


Putra,Sasa dan Heri berangkat ke sekolah. Ayah pun demikian, pergi ke kantor.Bunda membereskan barang-barang karena sore sudah boleh pulang.


"Dek, bunda boleh bertanya? " Tanya bunda.


"Boleh bun, mau bertanya saja. " Jawab Davira.


"Tidak bun, jarang sekali bisa melihat kakak.Vira rindu bun." Jawab Davira menunduk.


"Huft,,, " Helauan napas kasar dari bunda.


"Ya sudah, sarapan dulu ya. Nanti kita jalan kedeoan." Kata bunda.


"Iya bun." Jawab Davira.


Davira selesai mandi dan sarapan. Setelah sarapan Davira duduk di dekat jendela. Memandang keluar pikiran menerawang jauh kedepan. Mengingat saudara kembarnya. Dulu selalu bersama, dan kini sudah berbeda dunia. Davira tidak yakin yang selalu menemuinya itu sang kakak atau hanya halusinasi Davira saja, hanya mahluk lain yang menyerupai Kakaknya.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼


Menjelang sore. Suasana di rumah sakit tepatnya di ruang rawat inap Davira penuh dengan teman-teman Davira. Mereka baru saja dari tempat Nevan dan berpindah ke tempat Davira.


Suara riuh canda tawa disana. Bunda dan Ayah Davira menyelesaikan administrasi dan langsung pulang membawa barang-barang. Sedangkan Davira pulang menunggu jam 5.


"Hadehh Vir Vir andai kejadian kemarin itu gua rekam, gua viralkan sudah pasti jadi trending topik no 1." Celetuk Bagas.


"Superhiro kesasar itu mah, Tapi gua salut sama lu Vir, Lu berhasil selamatkan bapak sopir itu." Kata Wulan.


"Andai kalian tahu, ada asap hitam yang dilihat Aciel. Dan gua sempat tidak percaya. Ternyata asap hitam itu berasal dari ledakan mobil karena benturan. Tangis yang dimaksud Aciel adalah ketika gua terluka." Batin Davira.


"Udah, Siap-siap pulang yuk. " Kata Sasa.


"Kuat jalan gak, kalau gak kuat gua gendong." Kata Putra.


"Emang gua separah itu kah Put? " Jawab Davira ketus.


"Ya kali aja manja lu kumat kan." Kata Putra.


Semua tertawa di ruangan itu. Mereka sangat-sangat bersyukur tidak ada yang parah dalam kejadian itu.


Semua ada pelajaran dan hikmahnya. Kita kudu teliti dan waspada dalam segala hal.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Papayo semuanya, Selamat membaca jangan lupa like komen dan gift. Bye πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2