KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
ROSSA 161


__ADS_3

20 menit kemudian, suara klakson mobil Arga sudah terdengar ku, aku yang sedang duduk di sofa Langsung berdiri, sementara Arga berlari masuk ke dalam rumah.


" Gimana kejadian nya?"


" Gw ga tau!"


" Ayo kita ke sana!" ajak Arga, dia membantu aku berjalan, dan membukakan pintu mobil untuk ku.


" Sorry gw repotin lagi!" ucap ku ketika kami sudah mobil sudah mulai keluar dari halaman rumah ku.


" Gw benci denger nya!"


Dan aku diam


" Rumah sakit mana Cha?"


" Rumah sakit daerah Leuwiliang!" jawab ku


" Yang jelas dong Cha, RSUD Leuwiliang atau rumah sakit di daerah Leuwiliang?" tanya Arga.


" Gw dah panik, gw dah ga jelas pas tadi telphone!" Jawab ku dengan lemas yang masih sangat terasa saat ini.


" Tadi loe bisa ngehubungi siapa?" tanya Arga, saat ini suaranya lebih lembut, dia tau aku sedang kalut saat ini.


" Handphone nya Mas Aryo!"


" Ok, gw yang telphone, mana handphone loe?"


dan aku memberikan Handphone yang sudah aku dial ke kontak nya Mas Aryo. aku dengar Arga sudah mulai berbicara, mungkin dengan orang yang tadi menjawab telphone ku.


" Ok, baik, terima kasih!" suara Arga mengakhiri Sambungan telphone itu.


" Yang bener dimana Arg?" tanya ku


" Rumah Sakit di daerah Leuwiliang, bukan rumah sakit daerah Leuwiliang!" jawab Arga. Arga mulai menjalankan aplikasi map di Handpone nya.


" Loe dah kabarin keluarganya?"


" ini lagi chat Ama Mbak Laras!"


Cukup jauh kami menuju rumah sakit itu. aku dan Arga banyak diam di mobil, sibuk dengan pikirannya masing masing, setelah hampir 50 menit akhirnya kami sampai di rumah sakit kecil di daerah Leuwiliang.


"Ngapain sih dia jauh bener maen nya!" Tanya Arga pada ku, ya ini memang sangat jauh, jauh dari kota Bogor, apalagi dari rumah kami di Sentul.


" Ga tau, tadi jalan dia ga bilang apa apa Ma gw!" Jawab ku lalu keluar dari mobil, berpegangan pada lengan Arga dan mulai masuk ke dalam rumah sakit.


Arga Menghubungi Handphone nya Mas Aryo lagi, dan seorang laki laki menghampiri kami.


" Keluarga nya Mas Aryo yah?"


" Iya, ini Istri nya!" Arga yang menjawab dan aku hanya bisa diam, aku ingin segera tau bagaimana kondisi suami ku saat ini.


" Gimana kondisi nya Pak?" tanya Arga


" Mas Aryo Masih belum sadar, Pak!" jawab nya dan


Kami masuk ke dalam ruangan UGD, ramai orang di sini, semua korban kecelakaan sudah di dampingi keluarga nya, dan Laki laki itu menuntun langkah kaki kami ke satu tempat tidur di sebelah pojok kanan.


Arga merangkul bahu ku, dan akhirnya kami berdiri di depan tubuh yang terbaring, dengan selang oksigen, dan infusan, satu layar terpasang dan terhubung dengan dada nya suami ku.


" Ini aku Mas!" ku dekati wajah nya, dan ku kecup pipi nya, dia hanya dia diam tanpa ekspresi dan air mata ku mulai menetes.


" Keluarga Pasien?" Tanya Seorang Dokter laki laki yang masih sangat muda


" Iya...!" jawab Arga


" Sepertinya kami harus segera merujuk pasien ke rumah sakit umum di Bogor, sudah lebih 2 jam pasien tidak sadarkan diri, peralatan rumah sakit kami juga tidak lengkap"


" Iya dokt!" Jawab ku dengan tidak melepaskan tangan suami ku yang diam dan diam.


ARGA Stories


Aku menghubungi Puput, aku photo kondisi si Aryo yang sedang terbaring dengan alat alat kesehatan seadanya. cukup panik melihat nya terbaring diam seperti itu, tapi aku mencoba tenang, saat ini pun Ocha hanya diam dan menangis kecil, aku tau dia sedang terluka. hati nya pasti berantakan dan entah apa yang dia pikirkan.


Me


Apa yang harus gw lakuin Put, Ocha ga bisa gw ajak ngobrol


Puput


tanya dokter, liat status pasien, photoin ke aku, nanti aku coba baca Bang,

__ADS_1


Aku melakukan apa yang Puput bilang.


Puput


Itu rumah sakit atau klinik sih bang?


Me


Plang nya rumah sakit, Napa sih?


Puput


Status kondisi pasien nya cuma soal denyut nadi doang. suhu tubuh, dan nama infusan yang di berikan, ada luka yang kelihatan besar ga?


Me


sekilas gw liat cuma baret, luka gores doang di kulit. tapi kenapa dokter sini mau ngerujuk ke Bogor.


Puput


Rujuk ke rumah sakit kita aja Bang, kayanya itu ada trauma, 2 jam lebih ga sadar itu bukan situasi yang baik.


Me


Ok put, tolong siapin di sana ya put. begitu gw siap otw gw Kabarin.


********


" kita bawa Laki loe ke Jakarta ya!" ucap Arga dengan memeluk bahu ku


" Kata dokternya mau di rujuk ke Bogor, Arg!"


" PLEASSEEE....kita bawa ke Jakarta, peralatan kesehatan disana lebih lengkap, Deket juga ke rumah loe, ada Mama, ada Papa, mereka bisa ikut pantau kondisi laki loe"


" Laki gw punya nama Arg!" ucap ku dengan menatap mata Arga, entah kenapa saat ini, kata kata itu tidak nyaman di telinga ku.


" Iya...Aryo...kita bawa Aryo ke Jakarta ya Cha, kita rawat Aryo disana!" Jawab Arga dengan suara yang lembut kali ini.


" Iya...gw ikut apa kata loe Arg!" ucap ku.


Air mata ini tidak berhenti menetes. Arga pergi meninggalkan ku, aku hanya bisa menangis, memegang tangan suami ku, dan terus menatap wajah nya.


" Pelan pelan Angkat Suami Saya, Dia tidur!" teriak ku pada 2 perawat itu.


ARGA Stories


" Ada apa Cha?" aku berlari ketika aku mendengar Ocha berteriak, dia sedang memaki orang orang.


" Laki gw argggg....laki gw.....bilang ke dia....pelan Pelan angkat laki gw nya, dia lagi tidurrrr argg, kasian Mas Aryo, Arg!"


Aku memeluk nya, dan Ocha menangis.


" Mas Aryo kenapa Arg, gw dah bangunin dia dari tadi, gw dah Dateng, kenapa dia masih tidur aja Arg!"


" sabar Cha, Istighfar ya"


" kita Bawa Aryo ke Jakarta, Cha!"


" Kita rawatin Aryo di Jakarta!" ucap ku tanpa jeda.


" Mas Aryo kenapa Arg...!" Halaaahhh dia masih bertanya kenapa suami nya!


" Aryo kecelakaan Cha, dia dan temannya lagi nunggu ujan, mereka minum kopi, dan orang orang di warung kopi itu, ketabrak truk, sopir truk nya ngantuk!" jelas ku pada Ocha sesuai informasi dari Orang yang bernama Zakie dan beberapa pasien korban tabrakan saat itu.


" Trus Arg?" tanya nya, suara nya pelan dan aku panik saat ini


" Cha...Cha"


" Ya Allah, Cha!"


Aku yang menangis saat ini. ku Panggil orang untuk membantu aku saat ini. orang itu bernama Zakie. orang yang bersama Aryo pada saat kecelakaan itu terjadi. dan dia selalu berdiri tak jauh dari Aryo berbaring tadi.


Aku dan Zakie membawa nya ke mobil ku, aku baringkan dia di kursi depan, aku coba merebahkan nya agar dia bisa lebih nyaman.


" Tolong titip dulu pak, saya urus Aryo dulu!" ucap ku pada Zakie, aku harus segera menemui dokter, Aryo sudah siap di ambulans.


Aku berikan id card ku, " Saya bekerja disini, segala administrasi pasien akan saya urus segera, tolong tulis nomor handphone bapak, rumah sakit saya akan menghubungi bapak, untuk status awal pasien!" ucap ku dengan jelas.


Setelah nomor handphone dokter itu aku dapat, dokter itu memberikan aba aba pada driver ambulance untuk Segera pergi ke rumah sakit tempat ku bekerja, rumah sakit yang lebih dari 60 % dari saham kepemilikan nya, adalah milik keluarga besar Papa ku.


Aku menghubungi Puput, meminta nya untuk bersiap, dan dia mengatakan sudah berada di rumah sakit saat ini. aku berlari ke mobil, ku ajak Zakie untuk ikut bersama ku dalam mobil. Ocha...aku harap dia hanya pingsan atau dia kelelahan saat ini, aku biar kan dia terbaring di samping aku yang mengemudikan mobil mengikuti kecepatan ambulance di depan mobil ku.

__ADS_1


Jam 2.30 pagi tepat, mobil ku sudah masuk ke halaman rumah sakit, ambulans yang di depan ku, tiba lebih dulu, di depan pintu UGD, aku sudah mulai melihat beberapa dokter dan perawat berkumpul mendekati ambulance yang membawa Aryo.


" Puuuttt....Ocha Pingsan!" teriak ku masih di dalam mobil dengan membuka pintu kaca mobil ku.


Puput langsung mendekati ku dan melihat sekilas kondisi Ocha.


" Ya Allah.... Bang!" ucap Puput dengan nafas yang berat nya.


aku keluar mobil, Puput sudah berteriak pada perawat untuk membantu mengeluarkan Ocha dari Mobil ku, Aku sudah tidak ada tenaga, lemas semua kaki ku, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi mengikuti ambulance di depan ku, di tambah seorang wanita yang sangat aku cintai terdiam dalam pingsan nya, sungguh membuat aku tertekan sepanjang perjalanan. bahkan aku lupa ada pak Zakie yang ikut duduk di kursi penumpang belakang.


Tidak lama kemudian Didit sudah datang bersama istri nya, Putri dan juga Mbak Laras.


" Mereka di UGD" ucap ku sambil duduk di lantai.


" Ayo bangun, Arg! Ocha butuh loe!" ucap Putri menarik tangan ku, putri Sahabat nya Ocha di kampus U* dulu, Putri juga teman satu angkatan ku di kampus. Dia tau bagaimana aku sangat mencintai dan menyayangi gadis bernama ROSSALIA, aku bangun dan Putri memeluk ku.


" Semangat Yuk"


" Thanks Put!" ucap ku dengan memeluk nya.


" Gw sedih!" ucap ku pelan,


" Gw paham, ayo kita liat lagi, kondisi mereka!" Ucap Putri, dan kami masuk ke dalam ruangan UGD.


Aku sudah melihat Ocha terbaring di tempat tidur pasien, sementara beberapa dokter sedang memeriksa Kondisi Aryo.


" Ini nomor telepon dokter yang ngerawat pasien ini di Bogor!" Ucap ku pada Dokter Andi


" Thanks Pak Arga, saya telphone sekarang!"


" Minum dulu Arg!" Didit memberikan aku botol air mineral dan aku meminumnya. perlu 10 menit untuk aku bisa kembali tenang dan berpikir jernih lagi.


Aku mendekati dokter Andi yang sedang menelepon, mendengar kan pembicaraan mereka dari kata kata yang keluar dari mulut nya dokter Andi.


" Gimana Dokt!"


" Langkah awal CT scan dan ronxen dulu, kami sepakat dengan ada nya trauma"


" Tolong lakuin yang terbaik dok!" pinta ku memohon padanya.


" Kami akan lakukan yang terbaik, Pak Arga!"


Dan saat ini mereka bersiap membawa Aryo ke ruang CT scan, ronxen dan radiologi.


aku kembali menemui Ocha, Puput sedang memegang tangan Ocha. terpasang infus di tangan kiri nya, tabung oksigen sudah terpasang dan dia mulai menatap ku.


" Gw dimana Arg?"


" Rumah sakit Cha!"


" Mas Aryo kecelakaan Arg!" dia menangis lagi.


" iya Cha! sabar yah, loe kuat dulu, nanti kita liat kondisi Aryo, Ok!"


" Put...Mas Aryo kecelakaan, tadi gw ke Bogor Ama Arga!" ucap Ocha, terdengar bodoh untuk ku, aku menarik nafas ku, dan ku lihat lagi, Putri sedang mengeratkan pegangan tangan nya pada tangan Ocha.


kemudian Dia hanya diam, mungkin terlalu berat untuk nya menerima semua ini, ditambah kehamilan membuat nya semakin lemah.


" Mbak Laras lagi nemenin Aryo!" ucap ku lagi.


" Arg...." Panggil Ocha pada ku


" Makasih!"


" Siaaall!" aku memaki dalam diri ku.


Aku mendekati nya, aku usap kepalanya yang terhalang oleh hijab panjang nya.


" Sama sama Cha, ayo kita rawatin Aryo, loe harus kuat dulu!"


dan dia menangis. aku benci ini.


" gw titip ya Put, gw mau nyusul Didit dulu!"


Aku pergi...aku pergi ke belakang rumah sakit, tempat para karyawan nakal merokok, aku harus tenang, Ocha sedang sangat sedih saat ini, dan aku tidak ingin membuat keadaan semakin buruk, dia harus bangkit, dan aku mulai membakar rokok ku.


Begitu sakit melihat kondisi Ocha sekarang ini. ini lebih sakit dari pada saat dia tidak memilih aku sebagai pasangan nya.


ini berat, ini berat untuk ku. aku terus menghisap rokok ku, dan ini adalah final dari semua rasa sayang ku pada Ocha, aku bahagia pada saat melihat dia bahagia, dan aku merasa sakit, saat dia dalam keadaan terpuruk.


Mencintai tidak harus memiliki, mencintai hanya soal rasa hati, Menyayangi tidak harus terikat dalam satu hubungan, dan membahagiakan orang yang kita sayangi adalah kebutuhan diri pribadi.

__ADS_1


__ADS_2