
Amira bingung harus bagaimana ia tak ingin melihat pamannya dalam kesulitan ia ingin sekali membantu tapi tidak untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal.
Amira juga bingung mau bilang apa pada Rizki kekasihnya yang baru 2 Minggu ini pacaran dengannya.
Amira dan Rizki memang baru 2 Minggu pacaran tapi ia sudah saling kenal sejak kelas dua SMA kebetulan Rizki adalah teman sebangkunya.
Rizki laki-laki tampan tinggi dan pintar dan paling penting bagi Amira Rizki laki-laki yg baik selalu menghargainya, banyak wanita yang suka padanya tapi dia tidak memperdulikannya karena bagi Rizki hanya Amira lah perempuan yang pantas untuknya.
Rizki menyukai Amira sejak pertama bertemu, sudah empat kali dia menyatakan cinta pada Amira tapi selalu ditolak, karna Amira tidak mau pacaran sebelum lulus SMA.
setelah lulus Rizki mencoba menyatakan cintanya lagi dan kali ini Amira menerimanya, sebenarnya Amira juga menyukai Rizki, ia tersentuh dengan kesabaran Rizki menunggu jawaban cintanya.
masalah ini membuat Amira bingung tak dapat menentukan pilihan karena mereka berdua adalah orang yang berharga bagi Amira
" apa yang harus aku lakukan? disatu sisi orang yg sudah aku anggap sebagai ayah ku sendiri orang yg selama ini merawat ku dan adik ku,,, disisi lain orang yang aku cintai dan bermimpi bisa bersama dengannya sampai maut memisahkan kami." Amira tak bisa menahan air matanya dia begitu tertekan dengan keadaan ini.
karna tak mau pamannya melihat keadaannya sekarang ia pamit untuk naik ke kamarnya
" paman aku masuk kamar dulu soal tadi aku pikir-pikir dulu" ucap Amira.
" iya sayang " jawab Hendra
Amira bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tangga.
saat sampai di kamar Amira menangis sejadi-jadinya.
" kenapa begini, kenapa harus aku? dan bagaimana nasib hubungan ku dengan Rizki? baru saja aku merasakan bahagia dicintai dan mencintai seseorang sekarang aku harus menikah dengan pria yang tidak aku kenal bahkan dia mencintai Kaka sepupu ku sendiri." Amira terus menangis dan tak terima dengan keadaan ini.
ia terus memikirkan masalah yg ditinggalkan Kaka sepupunya padanya dan tanpa ia sadari sudah tengah malam.
" ini sudah pukul 12:30, lebih baik aku tidur dan semoga semua ini hanya mimpi" ia berharap kejadian tersebut hanya mimpi dan saat ia terbangun besok semua masalah akan hilang.
pagi harinya
cuaca pagi begitu cerah berbanding terbalik dengan suasana hati Amira yg sedang mendung karna masalah yg tak ia temukan jalan keluarnya.
Amira bangun dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi, selesai mandi Amira turun untuk untuk sarapan sesampainya di meja makan Amira melihat Aldo dan pamannya sedang sarapan.
" pagi Aldo pagi paman " sapa Amira
__ADS_1
" pagi ka" Jawab Aldo
" pagi sayang, hari ini kamu ada urusan tidak?" tanya Hendra
" tidak ada," jawab Amira singkat
" hari ini akan ada tamu penting yang datang untuk melihat kamu " ucapan Hendra membuat Aldo dan Amira kaget, adik Kaka itu saling berpandangan.
" tamu penting, siapa paman? " tanya Amira
" Radit dan keluarganya akan datang hari ini sayang" Amira yg mendengar ucapan Hendra langsung tersedak susu yg diminumnya.
"uhuk uhuk bukankah mereka akan datang satu Minggu lagi" tanya Amira
" seharusnya, tapi mereka memajukan kedatangan mereka karena ada beberapa urusan penting dikota A " jawab Hendra.
" sayang kamu mau kan membantu paman menyelesaikan masalah ini " pertanyaan Hendra membuat Amira bingung harus jawab apa Amira hanya diam sedangkan Hendra menunggu jawaban Amira. berbicara dalam hati " apa yg harus aku katakan, aku belum menemukan cara yang tepat untuk menolak pernikahan ini, dan kenapa paman terus melihat ku? apa dia menunggu jawaban dari ku" sadar pamannya selalu melihat kearahnya Amira pun hanya menganggukkan kepalanya.
" makasih sayang " senyum yang terlihat jelas di wajah Hendra menandakan masalahnya sudah berkurang.
" iya paman" Jawab Amira sambil melanjutkan sarapannya
" nanti kau akan tau " jawab Hendra.
mendengar jawaban Hendra Aldo diam dan berharap tamu penting itu akan segera datang agar dia bisa menemukan jawaban dari masalah yg dibicarakan paman dan Kakaknya itu .
" sayang selesai sarapan kamu pergilah ke salon kecantikan lakukan lah perawatan disana dan ajak teman-teman mu juga" Hendra mengerti keponakan tersayangnya itu sedang dalam masa sulit dia sengaja menyuruh Amira pergi ke salon untuk perawatan dan berkumpul dengan teman-temannya berharap agar Amira bisa sedikit bahagia hari ini.
Amira hanya menganggukkan kepalanya dan mengambil ponsel didalam saku celananya ia mengirim pesan ke grup WhatsApp yg hanya terdiri dari empat orang saja yaitu Mega, Gina, Nadia dan Amira.
sesampainya di salon kecantikan Amira melihat teman-temannya sudah menunggunya di depan salon ia pun menghampiri mereka.
" Hay maaf aku terlambat apa kalian sudah dari tadi" tanya Amira
" engga ko kami juga baru sampai " Jawab Mega
" oh iya ada masalah apa kamu menyuruh kami datang kesini " tanya Gina dan Nadia
karna mereka tau kalau temannya itu pasti dalam masalah dengan melihat wajahnya saja sudah bisa ditebak
__ADS_1
" nanti akan ku ceritakan kita masuk saja dulu" jawab Amira sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam salon
" baiklah " ucap Mega, Gina dan Nadia bersamaan.
setelah dua jam melakukan perawatan keempat gadis cantik itu keluar dari salon dan langsung menuju ke kafe dekat salon, saat memasuki kafe semua mata tertuju pada mereka berempat mereka pun tak menghiraukan pandangan tersebut karna sdh biasa mereka dilihat seperti itu.
mereka pun duduk dan memesan makanan mereka masing-masing, tak lama pesanan pun datang sambil melahap makanannya Mega pun bertanya lagi pada Amira tentang masalahnya.
" Ra sekarang ceritakan apa masalah mu? " tanya Mega penasaran
" iya Ra jangan dipendam sendiri siapa tau kami bisa bantu," ucap Nadia.
Amira pun mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya dengan kasar
" fuhh baik lah, sebenarnya Paman ku meminta ku untuk menggantikan Ka Anggun untuk menikahi ka Radit orang yang dijodohkan dengannya sejak kecil" ia menjawab dengan mata yang berkaca-kaca.
" apa terus bagaimana dengan Rizki? " mereka kaget dan bertanya dengan nada suara yang besar
" entahlah aku belum bilang padanya "terlihat jelas ia sangat tertekan dengan masalah ini
" dan bagaimana caraku mengatakan padanya? dia sudah menunggu ku dua tahun ini untuk menjadi pacarku dan sekarang kita baru saja jadian, darimana aku harus mengatakannya? "
ia terus melamun memikirkan Rizki sampai saat suara Mega memecahkan lamunannya
"astaga sudah pukul 01: 45 bukannya kamu ada tamu hari ini" Amira pun melihat ponselnya benar saja ada dua panggilan telepon tak terjawab dari pamannya.
" aku harus pulang sekarang, " ia pun pergi meninggalkan teman-temannya.
dikediaman Hendra
" astaga dimana anak itu, kenapa belum juga datang semoga tidak terjadi apa-apa padanya" ucap Hendra dalam hati
tak lama Amira pun sampai iya bersyukur karna tamunya belum datang, dan tak lama setelah Amira sampai ada 2 mobil mewah diluar pagar rumah Hendra, Hendra pun menyuruh pembantu membuka pagar
" Bu tolong buka pagar dan persilahkan tamu kita masuk" pinta ya
" baik tuan"
setelah mobil mewah terparkir di halaman rumah, Hendra datang dan menghampiri tamunya dengan senyum lebar di wajah.
__ADS_1