KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Mimpi itu Benar bagian 2


__ADS_3

Davira dan Heri pulang dan melanjutkan tidurnya. Namun lagi-lagi tidak bisa terpejam.Mimpi itu seperti nyata dan sebuah gambaran kisah tragis kematian David.


"David, kau sedang apa? Kau pasti kedinginan kan disana? Aku berjanji besok akan memecahkan semua ini," guman Davira.


"Vid sungguh tragis kepergianmu, aku dan kawan-kawan akan membantumu. Selamat malam Vid, berteduhlah di rumahku," Guman Heri.


Davira dan Heri terlelap hingga pagi menyapa mereka.


Seberkas sinar mentari mengiringi Davira and the gank pergi ke sekolah. Putra dan Sasa nampak heran kenapa Sahabatnya Davira dan Heri ini terlihat bermurung.


Putra yang mengkode Sasa untuk bertanya.


"Kalian kenapa sih? Ada masalah apa lagi?tanya Sasa.


" Gak ada, nanti siang sepulang sekolah kita jadi detektif hantu,"kata Davira.


"Hahh Detektif hantu? " tanya Putra.


"Kita bongkar misteri kepergian David." kata Heri.


"Siap," jawab Putra dan Sasa.


Mereka telah memasuki gerbang sekolah.Disetiap langkah mereka menuju kelas disertai canda tawa.


Mereka belajar hingga siang hari. Yang ada dalam pikiran mereka cepat selesai dan bertemu dengan David.


"Kak, Aciel mau jalan-jalan ya." pinta Aciel.


"Iya tapi jangan jauh-jauh." jawab Davira.


Jam terakhir terasa lama, mereka sudah memikirkan bagaimana caranya membongkar kepergian David. Apakah mamanya tau atau tidak.


"Teng teng teng." suara bel tanda belajar sudah usai.


Davira and the gank lalu bergegas pulang dan melaju dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Vira,,,!pelan -pelan kenapa?" Kata Sasa.


"Diem biar cepat sampai. Nikmati aja perjalanannya." Kata Davira santai.


Sedangkan Putra dan Heri sudah tak heran lagi jika Davira yang mengendarai, pasti sangat tinggi dengan alasan biar cepat sampai tujuan.


Davira and the gank sudah berada di rumah Putra. Davira bergegas menyebrang jalan sambil berlari. Heri juga demikian. Sedangkan Sasa hanya bisa mendelik kesal karena sudah dibuat mulal perut seperti diaduk-aduk.


Setelah jam Lima sore Davira berjalan kerumah Heri. Ternyata disana sudah ada Sasa dan Heri.


"Lama amat neng? Amat aja tidak lama. " Kata Putra.


"Nungguin om poci sama Aciel. " jawab Davira.


"Lha mereka bisa hilang dalam kedipan mata Vira, lha kamunya kayak siput. " Grutu Heri.


"Mana ada kakak nungguin Aciel. Lha Aciel saja sudah dari tiga menit yang lalu sampai." Kata Aciel.


"Iya tiga menit yang lalu itu bareng kakak. " Grutu Davira.


"Iya sebentar. " Kata orang itu.


Setelah orang itu membuka pintu, orang itu terkejut sekaligus heran. Siapa mereka dan mau apa? Begitulah yang ada di pikiran orang itu.


"Sore Ibu, mohon maaf jika mengganggu waktunya.Saya Davira dan mereka teman-teman ku, Putra, Sasa, Heri. Kami teman dari David bu. " Kata Davira.


"Mari nak silahkan masuk, Davidnya belum pulang. " Kata Ibu itu sendu.


Davira and the gank tercengang mendengar ucapan itu. Heri memberanikan diri untuk bertanya.


"Nama ibu siapa ya, biar lebih enak panggilnya. " Kata Heri.


"Daya Mila nak, saya tinggal berdua dengan anak saya Elvina. David sudah Sebulan ini tidak pulang. Dan saya baru dua minggu disini. " Kata bu Mila.


Davira and the gank hanya mengangguk dan langsung berteriak kaget ketika mendengar jika David belum pulang sebulan. Dalam pikiran mereka apakah ibu Mila belum tau jika David sudah tiada.

__ADS_1


"Kenapa nak, ada yang salah dengan ucapan tante. Kalian panggil ibu tante saja biar enak. " Kata tante Mila.


"Iya tan, Jadi tante tidak tau dimana David tan? "tanya Putra.


Hanya gelengan yang tante Mila berikan.


" Tan, emm gimana ya ngomongnya, nanti tante marah dengan kita dan menganggap kita ini gila. "Kata Davira sambil menunduk.


" Bicara saja nak, tante tidak apa-apa. "kata tante Mila.


" Jadi begini tan, beberapa hari yang lalu kita melihat David dan Saya dan Heri bermimpi tentang David. "Kata Davira.


Davira menjeda ceritanya dengan menarik napas dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan.


"Apa tante percaya dengan anak yang bisa melihat dunia lain? " tanya Davira.


"Tante percaya David pun sama, ia juga demikian. " jawab tante Mila.


"Jadi begini tan, apakah kita bisa menuju halaman depan tan,terutama di dekat pohon rambutan itu? " tanya Davira.


👻👻👻👻👻👻👻


"David,,,!!!


Bersambung...


Like


Coment


Vote


Gift


Dukung ya...

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2