
" Ibu serius?" Tanya ku hampir tidak percaya dengan ucapannya tadi. Ibu ku tersenyum.
" Iya Yo, ini yang bapak tunggu dari dulu, dan sekarang atas keinginan nya sendiri!" ucap Bapak ku dan Ibu ku tersenyum lagi.
" Lebih cepat lebih baik Bu, jangan di tunda besok!" Ucap ku dengan semangat. dan 2 kakak ku pun setuju.
Kami berangkat menuju Mesjid Besar di dekat rumah kami, karna Bapak ku adalah satu satu tokoh Masyarakat, jadi kedatangan kami di sambut baik oleh para DKM Masjid. apalagi pada Saat bapak mengutarakan Maksud kedatangan nya. Semua orang mengucapkan Hamdalah dan bersiap kami Saat ini. Dengan mengunakan mukena putih nya, di saksikan oleh Imam, beberapa anggota DKM dan Jamaah Mesjid, Ibu ku mengucapkan 2 kalimat Syahadat dengan Lancar. semua orang yang menjadi saksi peristiwa penting dalam hidup ku mengucapkan Alhamdulillah dan di lanjutkan dengan Doa yang di pimpin oleh Imam masjid.
Air Mata ku menetes, dan ku rangkul bahu ibu ku.
" Laki laki itu menanggung Dosa Istri nya, Ibu nya, Anak nya, dan saudara perempuan nya!" ucapku dalam hati, dan Alhamdulillah kami saat ini adalah keluarga yang utuh, seiman dan InsyaAllah kedepannya lebih baik.
Ibu ku menjadi Mualaf di usia nya yang sudah sepuh, Hidayah nya baru di dapat tahun ini tepat pada bulan Ramadhan, dan aku bapak ku adalah orang yang berbahagia malam ini.
" Ndak usah di bahas yang sudah sudah, bapak menikahi ibu mu karna cinta, dan dia ibu kandung kalian!" ucap Bapak ku dan acara malam ini di akhiri dengan malam keluarga kami. hadir semua anak, menantu dan cucu cucu ibu ku.
" Besok Aryo pulang ke Jakarta lagi ya!" Ucap ku dan semua orang melihat ke arahku, termasuk Istriku yang sudah memasang wajah kesalnya.
" Lebaran di sini Yo!" Ucap Bapak ku
" Ocha mau lahiran Pak, harus banyak istirahat!" jawab ku
" Emang di sini di suruh nyapu halaman!" keluh ibu ku dan aku tersenyum.
Mereka semua memasang wajah kesalnya atas keputusan ku. dan ku tarik tubuh istriku.
" Mama sama ibu pengen kita lebaran di sini, bingung kan! better kita pulang ke Sentul, jadi ga ada yang iri irian!" Ucap ku dan Istriku Tersenyum
" Bingung ya Mas!" Jawab nya
" Pegangan Ma aku, jadi ga akan bingung!" dan cubitan mendarat tepat di perut ku.
Malam ini kami kembali ke rumah Mama, kami juga sangat sulit untuk bisa pulang dari rumah ibu, dan saat kami pulang ke rumah Mama yang di tunggu hanya lah Rizki anak ku, di bawanya anak ku ke kamar Mama, dan aku....aku hanya duduk di balkon kamar Istriku, mengobrol dan aku memijat kaki nya yang sudah bengkak.
" Kamu kenapa ga belanja keperluan Baby kita Cha?" Tanya ku pada istri ku
" Masih 2 Minggu lagi Mas, lagian aku masih banyak stock baju baju baby Rizki yang belom di pake!"
" Ya ampun Cha.... Sempatin buat belanja ya Cha, Masa anak ku dapet lungsuran!" Keluh ku dan Istriku tertawa
" Kaya Rissa ya Mas, Lungsuran aku semua!" Jawab Istriku dengan tertawa.
" Gak boleh terlalu sadis ke Rissa, Cha, dia dah punya suami, nanti suami nya ke singgung!" aku coba menasehati Istriku yang cantik ini
" Tapi emang dia pantes di sadisin sih Mas, masa iya dah punya laki, masih minta THR Ama aku, ada juga dia yang ngasih THR Ama aku, klinik nya kan rame sekarang, Mas!"
" Uang mu kurang Cha?" tanya ku serius
" Ga sih, cuma pengen aja nyobain duit gaji dia!" Jawab Istriku dan pernyataan model apa ini. Aneh pikir ku.
" Kamu ga minta THR Ama aku Cha?" tanya ku mengalihkan soal Rissa
" Buat apa? kan semua uang Mas Aryo masuk rekening ku!" Jawab Istriku
" ya udah, kamu mau bonus ga? lumayan lah, uang tambahan, buat beli lipstik mu!" ucap ku terus menggoda nya tangan ku masih memijat kakinya
" Pasti ada mau nya?"
" Ya gitu deh! mau ga Cha, Lipstik, parfum, Maskara?" Tanya ku lagi. Istriku Tersenyum mengusap lengan ku.
" Boleh, kita bikin jalan lahir ya Mas, biar gampang lahiran kaya di Melbourne dulu!" Jawab Istriku dan aku tertawa.
aku dengan cepat Mencium pipinya, Jalan lahir yang sudah ku garap malam ini, semoga saja memperlancar proses kelahiran anak ku nanti, Istriku begitu bergairah dan selalu ganas, mungkin karna hormon nya, jadi aku harus mengimbangi nya, menjaga stamina tubuh dan tidak boleh kalah dengan kekuatan Istriku.
"Perut ku gerak Mas!" Ucap nya sambil tertawa, dia masih Naked saat ini
" Iya, seneng kali Cha, aku visit mlulu!" Jawab ku dan Istriku tertawa
" Yang seneng tuh Mamih nya Mas, aku tuh ga bisa deh, Deket Deket Ama kamu, bawaannya pengen mlulu!" Jawab Istriku dan aku tertawa.
" kasih tau aku kalo kamu mau, Iam ready for you!" jawab ku dan istri ku menyimpan kepala nya di dada ku. aku mengusap punggung nya, memeluk nya erat
" Udah lahiran aku langsung mau pasang KB Mas!"
" Kok Gitu?"
" Takut khilaf lagi, nanti jadi lagi!" jawab Istriku
" Emang kamu ga mau punya banyak anak dari aku Cha?" Tanya ku sedikit serius
" Emang banyak nya berapa sih Mas?" Tanya nya menantang aku
" Tujuh Cha!" Jawab ku
__ADS_1
" Busyeettt kenapa ga 11 aja Mas!" Jawab Istriku dan kami tertawa
" Ya udah 4 ya Cha, jadi pada saat aku Meninggal nanti, ada 4 anak yang bawa keranda Mayat ku!" Jawab ku dan istri ku Langsung memukul bahu ku
" Ngomong nya ih, Bikin BT, udah ah! tidur sendiri, aku mau mandi!" Ucap Istriku, dia kesal dengan ku, dan mu tarik lagi tubuh nya.
" Yang bernyawa pasti akan mati Cha!"
" Jangan bahas itu, aku takut, kamu ga pernah jadi aku sih!" keluh Istriku dan dia menangis saat ini.
" Maaf ya Cha, aku bikin kamu nangis, tapi itu hal nyata Cha!" Ucap ku
" Aku Paham...!" jawab nya
" Kangen ya bikin aku nangis?" Tanya nya dengan mata yang basah
" Mana ada begitu Cha?"
" Iyaaaa....bilang aja Mas Aryo tuh seneng banget liat aku nangis kan!" Ucap nya sinis pada ku
" Ochaaaaaa......!" Ucap ku, dan ku cium lagi kening nya.
" Apa?" jawab nya ketus
" Kamu jelek kalo nangis, ayo naek, dah bangun lagi tuh punya aku!" Ucap ku dan istri ku tertawa
" Malesssss!"
" Chaaaaa!"
" Males ih, dah Ilfil banget banget ma kamu, Mas" Jawab nya lagi, dan aku tertawa, salah satu merubah mood adalah dengan sex, dan akan aku lakukan kali ini.
" Ayo Cha sekali lagi, besok pagi pagi aku ke bank deh, aku tuker uang baru, kan Sodara mu banyak yang bocah tuh, nanti pasti girang di kasih uang uang baru!"
" Amppuuunnn punya laki gini banget sih, Pamrih mlulu!" Jawab nya dan aku tertawa, bagaimana aku tidak tertawa, dia menolak dengan kata katanya, tapi tubuh nya sudah naik dan menguasai tubuhku.
" Gini?" Tanya nya
" tau ah!" jawab ku dengan pura pura kesal, sudah masuk tapi tidak gerak.
" Gini?" Tanya nya lagi dengan mulai mengerakkan pinggang nya
" ga tau!" jawab ku lagi
" Kalo gini?" Tanya nya dengan mengurai rambutnya yang panjang, dan aku tersenyum
Aku mengimbangi permainan nya, Istriku memang juara, dan aku sangat mencintai nya.
********
Rencana kembali pulang ke Jakarta di tolak mentah-mentah oleh Mama Mertuaku.
" lebaran hari pertama boleh di Rumah Ibu mertua mu, ini lebaran pertama nya, lebaran hari ke dua, kamu disini!" Perintah Mama Mertuaku dengan ketus nya. dan aku tersenyum
" Ocha, terserah Mas Aryo, Mah!" jawab Istriku dan aku mati kutu, mana mungkin aku bisa menolaknya, terlalu banyak aku membuat keluarga istri ku kecewa, masa iya hal seperti ini aku harus membuat nya kecewa lagi.
" iya Mah!" Jawab ku
Dan Istriku tertawa
" kamu takut Ama Mama Mas? kemaren kayanya dah yakin banget pengen pulang ke Sentul!" istriku menggoda aku kali ini, di depan Papa Mertua ku lagi.
" Takut lah Cha!" Jawab ku Jujur dan Papa Mertua ku tertawa
" Lagian kamu Yo, punya ide macem macem aja!" seru papah ku
" Niat nya ga pengen Mama Ama ibu saling cemburu Pah!" Jawab ku
" Wajar lah Yo, harus sabar ngadepin nya" ucap Papa ku, dan aku tersenyum.
" Makanya cepet lahiran Mbak Ocha, jadi Ade bayi kirim ke rumah Ibu nya Mas Aryo, Rizki disini!" ucap Rizal adik ipar ku
" Terussss Gw?" jawab Istriku
" Bikin anak lagi Mbak, Gampang kan!" jawab Rizal dan aku tertawa
" Siap Zal, Laksanakan!" jawab ku, istri ku langsung mengkerucutkan bibir nya.
" Sini di ketok Pala nya Biar encer!" Ucap Istriku dan kami tertawa.
Jam 10 Pagi, aku mengajak istri ku untuk pergi ke Bank, Bank di Dekat kampus, bank rekanan pabrik gula ku, jadi pada saat datang sebagai nasabah prioritas aku di layani dengan cepat.
Aku banyak menukar uang baru, untuk hadiah lebaran anak anak kecil yang puasa nya bisa full satu bulan. dan istriku begitu bersemangat saat memasukan uang ke dalam amplop amplop kecil.
__ADS_1
" Dulu kalo lebaran, uang aku lebih banyak Rissa!" Cerita Istri ku, entah lah... istri ku ini. Rissa lagi Rissa lagi.
" Oh Yah?" jawab ku dan duduk di lantai, istriku duduk di sofa, sofa sudah penuh dengan amplop amplop dan uang uang baru.
" Pakde Eko pasti kasih aku dua amplop, Mas!" ceritanya dengan semangat
" Rissa tau?"
" Aku nya yang gak tau, Rissa itu tau atau gak!" Jawab Istriku ku, dia terus memasukkan uang uang ke dalam amplop, aku memijat kaki nya.
" Trus Cha?"
" Aku tuh ga pernah pake Jajan uang uang itu, aku simpen!" Jawab Istriku dan aku tersenyum
" Kenapa senyum gitu!" tanya nya ketus dan memukul bahu ku.
" Irit!" Jawab Ku dan Istriku tertawa
" iya bener Massss....aku nih irit dari kecil, Papa ga biasain aku Jajan kaya anak anak orang, Mama ku bikin makanan tiap Hari, es es gitu aku ga pernah beli Mas!" jawab Istriku dan aku tertawa.
" Ya ampun Cha...kamu nih, kaya gitu di ceritain!" Ucap ku malu hati mendengar nya.
" Seriusss Mas, Tapi lumayan berhasil lah didikan Papa ku itu, saat sepupu ku yang lain, harus pusing bayar tagihan ini itu, aku ga seperti itu!" Jawab nya dan aku tersenyum. Alhamdulillah kami seperti ini, kami tidak ada cicilan bulanan, tidak ada hutang, dan tentu semua karna Istriku yang pintar mengatur dan teguh untuk tidak berhutang sama sekali.
" Wati, Deri, Santi tuh setiap bulan speak nya pinjem uang ke aku!"cerita nya lagi
" Bayar cicilan mobil, sekolah anak, anak sakit!" ceritanya tentang sepupunya
" Ih ngomongin orang!" Keluh ku dan terus ku usap jari jemari kaki nya.
" Cerita ke kamu aja!" Jawab nya
" Kamu kasih Cha?"
" Kasih lah...kasian, anak dia anak aku juga, cuma buat apa maksain punya mobil kalo Emang ga sanggup, nyiksa diri sendiri kalo kata papa!"
" tiap orang pikiran nya beda Cha!" Jawab ku
" Tapi aku ga akan kaya gitu mas, kalo suami ku ga mampu punya mobil, ya nikmatin aja jalan kaki!" celoteh Istriku
" Iya...aku percaya Cha, bahkan saat suami mu ada uang lebih, kamu masih aja sederhana!" Jawab ku dengan Bangga
Tangis Rizki yang di gendong Mama mertua menghentikan pembicaraan kami berdua, aku langsung mengendong anak ku.
" Ca ca!" Cuit nya, anak ku masih saja terus ber Ca Ca pada saat ingin ke Mamih nya.
" Iya kita ke Mamih sayang!" dan ku dudukan anak ku di sofa bersama istri ku. anak ku ikut sibuk dengan amplop amplop.
" Yang ini bukan buat Mas Iki, yang Mas Iki ada di Tas Mamih !" Ucap Istriku, dia merapihkan amplop amplop nya dengan cepat.
" Kasih kenapa sih Cha, pegang doang!" Celoteh Mama Mertua ku, dia tidak suka cucu nya di larang. dan aku tertawa
" Kotor Mah!" Ucap Istriku,
" Anak ku cash less Mah, TF maenannya!" ucap ku pelahan dan istri ku tertawa. mendengar Istriku tertawa itu rasanya bahagia sekali.
" Mah...Mama Ga ke pasar, belanja buat lebaran?" Tanya Ku melihat Mama ku yang santai santai saja, di rumah ibu ku, dari kemarin malam para pekerja sudah sibuk memasak.
" Catering kali Mas...ga musim masak masak, Mama ku dah jadi Nene, bentar lagi Jadi nenek nenek!" jawab Istriku dengan tawa nya
" Nenek nenek gimana?" Tanya Mama Mertua ku
" Kalo cucu nya satu Nenek, kalo dua Nenek nenek!" Jawab Istriku dan dia tertawa lagi. Mertua ku tertawa dan mengendong Anak ku lagi.
" kamu tau Yo! Rasanya punya cucu itu Bangga Banget Loh, Jadi kebanggaan tersendiri!" Ucap Mama Mertua ku, dia terus menciumi wajah Anak ku, dan aku tersenyum.
****
Hari Lebaran pertama, setelah Sholat Idul Fitri, Rumah Ibu seperti biasa open House dan ini sudah jadi tradisi keluarga besar ku.
4 keponakan ku ribut dengan Amplop dari Tante Ocha nya, dan David yang tidak tau malu, meminta amplop THR pada istri ku. aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Terkesan David ini kaum duafa, padahal gaji dia besar di kantor ku, belum lagi tunjangan nya, tapi bukan David namanya, bila dia tidak memeras aku.
Abi anak nya Melly yang sudah dianggap cucu oleh ibu ku pun ikut hadir hari ini, Abi Masih memanggil aku Papa, karna yang Abi Tau, aku lah Papa nya. Dan tidak ada penolakan dari Istriku. Bahkan Ocha Istriku terlihat akrab dengan Abi.
" Abi kenapa ga pernah ke rumah Tante Ocha sih?" tanya Istriku, dia duduk dan menyuapi Abi yang memang susah makan dari kecil nya dulu.
" Jauuuhhh Tan!" Jawab nya dan aku tersenyum.
Lebaran Hari Kedua di rumah Ibu Mertua. Suasana tidak kalah ramai nya, keluarga besar Istriku kumpul semua di rumah Mamah, Catering yang di pesan istri ku, lebih dari cukup untuk menjamu semua keluarga. Dan aku baru tau yang nama nya, Wati, Deri, dan Santi yang kemarin Istri ku ceritakan. Mereka Sepupu Istriku, aku hanya bisa senyum, beda sekali penampilan mereka dengan Istriku, mereka terlihat dengan Baju baju baru nya, sedang istri ku, dia nyaman dengan pakaian yang tidak baru.
" sorry ya Mas!" ucap Istriku, ketika kami sedang duduk di kursi belakang, aku menikmati kopi dan mengipasi istri ku yang sedang kegerahan
" Sorry buat apa Cha?" tanya ku dengan Terus mengipasi nya
__ADS_1
" keluarga ku extrem minta THR nya, terkesan maksa banget, aku malu jadi nya!"
" Gak apa apa Cha, kasih lah, ada rezeki mereka yang dititipin lewat kita!" Jawab ku, aku bersyukur bisa berbagi dengan keluarga istri ku.