
Aku kembali ke rumah setelah puas mengobrol dengan Sahabat Sahabat ku. Sore ini aku menunggu suami ku pulang, hampir jam 5 sore, anak ku sudah mandi, sudah ganteng dan aku juga sudah cantik dan hanya memakai legging panjang warna hitam dan kaos putih nya milik suami ku.
" Sexy ih!" Mas Aryo memeluk aku dengan satu paper bag di tangannya
" Masa?" tanya ku sedikit menggodanya dan meraih paper bag nya
" Coklat buat kamu sayang, istri ku yang paling cantik!"
" Maacihhh ya suamiku" dan cup ku cium sudut bibir suamiku. Mas Aryo Tersenyum dan mengusap rambutku.
" kopi enak nih Cha!"
" siaappp, wait A Minute ya Mas!" jawab ku
Aku membuat kan kopi untuk suamiku, perhatian kecil dari Suamiku dengan beberapa kotak coklat membuat semangat sore ini. lalu kami duduk di sofa dan aku mulai bercerita mengenai Vero sahabat ku, dan aku terus menikmati coklat coklat yang dibawa suamiku.
" Oh ya Mas, Boy bisa bantu tuh, sedotan besok kirim ke hotel nya Boy!" ucap ku setelah selesai membahas Vero, aku mulai membantunya membuka kancing kancing kemejanya, membiarkan nya hanya dengan koas dalam putih nya saja.
" Serius Cha?"
" Serius Mas, dia ga ada masalah Ama harga, boy bilang itung itung bantu anak anak pondok!" Jawab ku.
" thanks ya Cha....malem ini aku mau undang ustadz Zakie Ama anak anak pondok boleh ga?"
" Boleh....Tapi besok aja jalan lagi Ama Vero ya mas!"
" kemana Cha?" Tanya nya Suamiku sedikit cemas
" ke dokter Rahma, aku mau pasang KB!"
" Serius mau pasang Cha?"
" Serius lah, aku nih di pake tiap malem, ngeri aja ada yang nyangkut, Belom aku KB loh!" Jawab ku dan suami ku tertawa
" Cha....ih, Bahasa nya Pake Pake mlulu, kita nih dah punya anak Cha, malu tau denger nya!" jawab suami ku dan aku tertawa.
ARYO STORIES
Malam ini 15 anak pondok, Ustadz Zakie, Ustadz Khoer datang atas undangan ku ke rumah. Istriku sudah memesan banyak makanan untuk di hidangkan, dan kami berkumpul di teras rumah sesuai permintaan dari para santri, mereka nyaman duduk di lantai, jadi Aku hanya menyiapkan karpet karpet lebar saja.
Setelah obrolan obrolan awal, aku mulai menginformasikan mengenai pesanan dari hotel Boy,
" Hotel nya punya temen saya, besok siapa yang mau ikut belajar buat belajar pemasaran produk nya?"
Kami berdiskusi dan akhirnya 3 orang anak santri besok akan pergi ke hotel nya Boy, untuk membawa stock yang ada.
Setelah selesai itu, aku mengajak ustadz Zakie dan Ustadz Khoer untuk masuk ke dalam rumah, Sedangkan anak anak santri sedang makan dan mengobrol di teras rumah, saat ini aku sedang membahas CSR pabrik nya Koh Felix, dan istri ku duduk di samping ku.o
" 15 anak ini lulus taun ini Cha, mereka dah ada hasil UN nya"
" Aku dan ustadz ustadz lainnya pengen mereka bisa kuliah semua!" Ucap ku
" Tapi kuliah ini biaya nya Mahal Mas Aryo!" Ucap Ustad Zakie
" Mungkin ibu ada saran?" Tanya ustadz Khoer pada istri ku
" 15 belas orang ya pak!" tanya Istriku
" Iya Bu, 15 orang, dengan kemampuan yang berbeda!" Jawab Ustadz Zakie
" Kalo menurut aku, di pisah dulu Mas, Yang udah keliatan di atas rata rata, kirim ke koh Felix, yang punya bakat lain, coba lihat lagi, dia Fak nya dimana! suruh mereka liat kemampuan nya apa, mau jadi apa?" Jawab Istriku, aku tersenyum, Istriku juara, tapi karna anak ku menangis dia meninggalkan kami.
Aku, dan ustadz lainnya langsung semangat, meminta semua anak santri untuk menulis apa yang menjadi cita cita nya. dalam 20 menit kami sudah mendapatkan hasil dari 15 anak santri ini.
" Ada mau jadi polisi Mas Aryo!" ucap Ustadz Khoer
" Mahal...pasti nya!" Jawab ustadz Zakie dan aku tersenyum
" Ada yang Mau jadi guru, ada yang pengen jadi ahli bangunan dan macam macam 15 anak ini cita cita nya!" ucap ku sambil tersenyum, andai aku sangat kaya raya, aku biayai semua anak anak santri ini.
Istriku kembali datang setelah anak kami di jaga bi Sum kali ini, aku memberikan hasil coretan anak anak santri ini. lalu Istriku membacanya, dan mengembalikan pada ku
" yang nilai akademis tinggi yang mana Mas?" tanya Istriku.
aku dibantu ustadz Khoer memisahkan 4 orang yang nilai ujian akhir nya tinggi. dan memberikan pada istri ku lagi.
__ADS_1
" Yang ini bikin proposal buat ke Koh Felix Mas!" ucap nya, aku langsung memisahkan 4 kertas ini.
" yang lain Cha?" tanya ku
" Yang lain ikut UMPTN aja dulu, nanti uang tes nya Insya Allah aku siapin!" jawab Istriku dan para ustadz mengucapkan Alhamdulillah.
" Cha...yang ini pengen jadi polisi, aku kan ga ada keluarga polisi'!" Ucap ku sedikit kecewa,
" Coba Bang Andi, Mas!"
" Nyogok?" tanya ku Membulatkan mata
" Gak lah, ga ada dalam kamus ku!...minta di bantu buat tau prosesnya gimana, karna biasanya itu rada ribet!" Jawab Istriku dan aku bersyukur, Istriku memang hebat.
" Yang Pengen jadi Arsitek, bisa belajar Ama Si David!" jawab Istriku dengan Tertawa kecil.
Aku sangat bersyukur, Istri ku mau membantu untuk anak anak pondok, anak anak pondok harus maju dan berkembang.
" Mas...ini cuma saran!" Ucap nya sedikit pelan
" Gimana kalo anak anak yang bisa kuliah ini di kontrak!" Ucap Istriku
" Maksud nya Cha!"
" Kita bisa biayain anak anak itu Mas, tapi kita minta feedback, begitu mereka selesai kuliah dan berhasil, mereka harus mau ngabdi ke pondok minimal 3 bulan buat mereka menurunkan ilmu ilmu yang mereka dapet ke adik kelas nya!" Ucap Istriku,
" yahhh...kalo gitu jatoh nya ga iklhas dong Cha, minta balas Budi namanya!" ucap ku
" bukan balas Budi Mas, aku ga begitu, aku cuma pengen program ini berlanjut, Ga berenti di mereka aja!" jawab Istriku
" Iya Bu, karna kita ga mungkin selama nya ada di pondok, umur mana ada yang tau, sedangkan kita berharap pondok bisa bertahan dan terus hidup!" Ucap Ustad Zakie
" Dan manusia itu sifatnya lupa dan khilaf!" Ucap Istriku, " dalem banget tuh kata kata!" ucap ku dalam hati.
" Betul Bu, kalo ga di kontrak, khawatir mereka lupa diri, lupa dari mana mereka berasal, apalagi mereka biasa di pondok, kuliah nanti mereka berhadapan dengan dunia luar!" ucap Ustad Khoer.
" Pabrik gula, aku rasa bisa biayain 6 anak ini Mas, Bilang Bapak, aku yang minta tolong, sisa nya dari kantor mu, atau kalo kamu berat, kamu bisa sharing Ama Mbak Ayu, Minta Dana CSR dari pabrik nya Mas Haris" Ucap Istriku. Istriku memang pintar, pintar memberikan solusi dan sarannya itu masuk akal.
" Alhamdulillah !" Ucap Ustad Khoer dan Ustadz Zakie
" InsyaAllah semua anak anak bisa kuliah, Pak!" Ucap Istriku, aku mengusap punggung istriku, sebagai rasa bangga ku.
" Cha...!"
" iya Mas?"
" Makasih buat yang tadi!"
" hemmhh aku apa sih Mas?, tapi beneran deh aku doain semua anak anak pondok bisa sukses!" Jawab Istriku dan itu sangat menyentuh hati ku dia bangun dan duduk bersama ku.
" Anak anak itu hebat ya Mas, aku lihat nilai nilai bagus bagus loh! Ucap Istriku lagi.
" Mereka para penghafal Al-Qur'an Cha, dan menurut satu artikel yang aku pernah baca, anak anak penghafal Al-Qur'an ini adalah anak anak pintar!" Ucap ku lagi
" iya ya Mas, Yang susah di hafal aja, mereka bisa hapal, apalagi yang mudah mudah ya Mas, pantes aja nilai nya bagi bagus!" Ucap Istriku
" Ajarin anak ku juga Mas, biar bisa begitu!" pinta nya kali ini dia menatap mataku
" InsyaAllah, nanti kita sekolah in di sekolah yang agama nya kuat ya Cha, biar ga kaya kita!" Jawab ku dan air mataku menetes.
" Kita nih banyak dosa ya Mas...huhuhuhu!" dan Istriku pun menangis. aku lalu memeluk nya,
" Iya Cha...anak kita harus lebih baik dari kita!" Ucap ku dan Istriku semakin menangis.
" Iya Mas anak kita harus lebih baik, terus temenin aku, terus ada buat aku dan anak aku, aku butuh kamu, jadi imam ku di dunia dan akhirat nanti!" Dan kami semakin menangis.
**********
" Aku bisa jelasin Cha!" Ucap ku dengan sedikit memaksa nya untuk mendengarkan apa yang baru di lihat nya.
Saat Istriku datang, aku sedang dengan klien wanita di ruangan ku, Klien ku memeluk aku, sebagai tanda bahagia bahwa kerja sama akan berjalan. sebetulnya aku sudah menghindar tapi klien ku mungkin sudah biasa dengan peluk memeluk, jadi aku hanya diam saat dia memeluk ku, hanya memeluk dan aku mematung, apalagi pada saat Ocha Istriku datang, tubuh ku semakin kaku. klien ku pergi dan istri ku menangis saat ini.
" Rizki mana Cha?" tanya ku dengan Terus memeluk nya
" Cha... dengerin aku!"
__ADS_1
" Cha....please!"
" Heeyyy denger aku!" nada ku sedikit naik saat ini.
" Mas Aryo bentak aku!" Dia melepaskan pelukannya dan aku bodohhhhhh, iya! memang nada suaraku naik satu oktaf tidak bermaksud membentak,aku hanya ingin di dengar.
" Mas Aryo Jahat!" Ucap nya lagi, dia duduk di sofa dan menangis lagi, aku langsung mendekati nya, aku rangkul bahu nya
" Aku minta maaf Cha, tolong dengerin aku dulu!" Pinta ku lagi
" Aku harus Denger apa sih?" tanya nya pelan dengan Isak tangis nya
" itu tadi ga seperti yang kamu liat Cha, dia itu nama nya Eka, aku ga ada hubungan Ama dia, sumpah Cha!"
" Masss, sekarang denger aku!" Ucap pelan,
" aku harus gimana?" tanya nya
" Aku minta maaf Cha, aku ga macem macem sayang! aku ga bohong cha!" Ucap ku
" kamu nih ngomong apa sih!" ucap nya ketus
" Aku mau jelasin yang tadi kamu liat itu sayang, aku ga ada rasa Ama dia, aku ga suka, aku ga tertarik!" ucap ku dengan Mati gaya saat ini.
" Iya aku tau, perempuan tadi namanya Eka, Mas Tommy tadi bilang, aku ga ada masalah Ama pelukan kamu tadi, aku anggap itu masih normal!" jawab Istriku
" Terus kamu kenapa nangis Cha? Mobil nya Rizki ilang? kamu di razia polisi, atau kenapa sayang?" Tanya ku sekarang yang mulai panik, ternyata tangis Istriku bukan soal pelukannya Bu Eka.
" Aku HAMIL lagi Mas!" ucap nya dengan berlinang air mata, Bagai mendapatkan proyek Milyaran, aku memeluk nya erat, aku cium kening dan pipi nya, aku hapus air matanya dengan bibirku.
" Makasih Sayang, I Love You, Cha!" Ucap ku dengan terus menciumi wajah nya
" Mas Aryo Jahat, Rizki tuh masih kecil, 2 bulan aja baru mau Minggu depan!"
aku tertawa dan terus mencium nya.
" Ga masalah Cha, rezeki buat kita sayang!"
" Aku belom siap!" Jawab nya dengan wajah yang lesu
" bersyukurlah Cha, saat Vero dan Sandri pengen banget punya anak, kamu dikasih kepercayaan lebih!"
" kasian Rizki nya Mas, masih kecil, belom puas aku sayang!" Keluh nya lagi
" Rizki pasti puas dengan semua kasih sayang kamu, kamu ibu yang baik!"
" itu bisa bisa nya Mas Aryo Aja, aku ga percaya ah!" Jawab Istriku lagi, Berdebat dengan istriku memang sangat alot.
" iya...jangan percaya Ama aku, Musyrik Cha, Percaya nya Cukup ke Allah Aja!" Jawab ku dan Istriku Tersenyum
" Kamu seneng Mas?" ucap nya pelan
" Aku bahagia sayang, Thanks you so much Cha!" aku memeluk nya terus dan terus, tidak akan aku biarkan Istriku menangis lagi.
" Awas gila lagi, anak mu mau 2 sekarang!" Ancam Istriku dan memukul dada ku saat ini.
" Gila nya Ama kamu aja yah Cha, Rizki mana Cha?" tanya ku lagi
" Ama Mbak Laras, di ruangan Mas Tommy kayanya!" Jawab Istriku
" Pengen gila di kantor Ama Istriku boleh ga?" Tanya ku menggoda nya
" Boleh....daripada gila Ama cewe Laen, mending Ama aku aja lah!" Jawab nya dengan menantang ku.
" kunci pintunya!" Perintah nya seperti Boss besar, dan aku tertawa, dia sudah melepaskan hijabnya, membuka kancing kancing baju gamis berwarna biru dengan bunga bunga kecil yang senada. aku tertawa
" serius?" Tanya ku
" Iam so serius!"
aku segera mengunci pintu ruangan ku, Istriku sudah sangat siap saat ini, aku langsung memeluknya.
" Aku canda sayang!"
" Tapi aku mau Mas!" Selesai dia mengatakan itu aku mulai menciumi semua tubuhnya, dan semua selesai dengan keringat yang membasahi tubuhnya.
__ADS_1
" Pulang yuks....kita shoping!" ajak ku dan istri ku tertawa.
" kita mandi bersih dulu!" Ajak istri, dan kami pun mandi bersih dengan cepat.