KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Astaga Kenapa Kau Ikut Sih.


__ADS_3

Bunyi tukang sate keliling semakin dekat. Mereka melihat tukang sate itu dan memanggil nya untuk mendekat.Tidak ada satupun orang yang melintasi jalan itu. Bahkan terlihat sepi. Mereka heran kenapa jam segini masih ada yang jualan keliling dan berteriak menjajakan dagangannya.


"Bang satenya." Kata pak Didik.


Penjual sate itu tidak menjawab, justru penjual sate tersebut berlalu begitu saja. Beberapa kali mereka memanggil namun tidak ada sahutan.


Lalu Putra mendekat dan menepuk bahu penjual sate tersebut. Dan ketika Putra memegang pundak penjual sate itu terasa dingin.


Sontak melepas tepukan itu.


Tiba-tiba penjual sate itu menoleh.


"Mau sate berapa? " Penjual sate itu menengok Putra.


Putra yang awalnya ingin menjawab langsung lari ke arah mobil.


"Aaaa muka rata. " Teriak Putra sambil berlari.


Davira and the gank berniat untuk memastikan , namun ketika menoleh sudah tidak ada penjual sate tersebut. Jika diperkirakan tidak jauh ketika grobak itu berjalan lagi.


"Ya Tuhan, itu tadi apa? Cepat sekali hilang. " Tanya pak Didik.


Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang. Bau seperti darah tercampur bau wangi bunga melati.


Davira and the gank beserta pak Didik masuk ke dalam mobil. Mereka dibuat syok terapi ketika mobil bagian depan seperti ada yang menaiki, dan benar disana sudah ada makhluk tak kasat mata sedang duduk menghadap ke Davira and the gank.


Suara lengkingan perempuan terdengar jelas.


Membuat bulu roma berdiri. Meskipun mereka sering melihat makhluk tak kasat mata namun ketika dihadapkan seperti ini ya tetap saja merinding.


Tiba-tiba pak Didik seperi pingsan dan bangun tertawa sangat keras.


"Daddy,,,! " Teriak Davira.


"Hihihihihihi aku akan melepas manusia ini asalkan aku ikut dengan nya. Aku akan temani dia, dia kesepian sendirian tidak ada kawan. " Kata sosok entah apa itu yang sedang merasuki pak Didik.

__ADS_1


"Tidak bisa Daddy punya kami, Daddy tidak bisa tinggal bersamamu. " Kata Sasa.


Mereka berusaha menghubungi orang tuanya. Namun tidak diangkat.


Sebisa mereka membacakan doa. Dan Davira memanggil Aciel. Aciel lalu datang beserta kakek tua.


"Hentikan Sri,ini tidak benar. " Kata kakek tua itu.


"Tidak, dia harus jadi milik ku dan aku harus ikut kemanapun dia pergi. " Jawab sosok Sri itu.


"Astaga kenapa kau ikut sih. " Omel Davira kepada sosok Sri.


"Bocah tengik berani kau dengan ku? " Tantang Sosok Sri.


"Berani sapa takut. " Jawab Davira.


Sosok kakek itu hanya tersenyum terhadap Davira.


Kakek itu lalu mendekat ke Davira.


"Aciel kuat kak, Aciel akan ikut hajar itu hantu centil. " Kata Aciel.


Sasa, Putra dan Heri memegangi pak Didik.


Sedangkan Davira berdoa semampunya agar sosok Sri pergi dari tubuh pak Didik.Untung saja bapak paruh baya yang merawat rumah mommy lewat dan membantu.


Pada akhirnya tepat jam dua belas malam sosok Sri mau keluar dari tubuh pak Didik.


Davira yang kecapekan pada akhirnya memutar lantunan doa lewat ponsel.


"Dasar si Sri hantu centil bikin ilfil." Grutu Sasa.


"Ada apa ini kenapa daddy lemas sekali? " Tanya pak Didik.


"Si Sri dad pingin ikut daddy pulang. " Kata Heri ketus.

__ADS_1


"Siapa itu Sri? " Tanya pak Didik lagi.


"Hantu...! " Jawab Putra.


"Astaga hantu? " Tanya pak Didik lagi.


"Iya buruan pulang capek ini dad, besok ijin gak masuk dad. " Kata Davira.


Pak Didik berpamitan pulang dengan bapak paruh baya itu. Dan akan minta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi.


Davira and the gank menggerutu tak jelas. Sedangkan pak Didik tidak tau menahu. Hanya mengalah saja dan nekat pulang langsung ke rumahnya. Biarkan anak-anak tidur di rumahnya pikirnya. Setelah beberpa saat mereka sampai rumah pak Didik. Pak Didik membangunkan Putra dan Heri. Putra dan Heri bangun dengan malasnya. Mereka tak ingat jika masih ada Davira dan Sasa yang masih tertidur.Putra baru saja ingin merebahkan tubuhnya teringat Davira. Heri lalu berlari keluar menuju mobil. Disana sudah ada pak Didik yang menggendong Sasa.


"Kenpa? Ada yang ketinggalan? " Tanya pak Didik.


"Hehehe ada dad, noh pacar ketinggalan. " Kata Heri.


"Jangan macam-macam, jangan pacaran dulu.Masih piyik kau itu." Nasehat pak Didik.


"Iya iya dad." Kata Heri.


"Yang ada gua seperti daddy jomblo abadi. Tau-tau udah punya anak empat, yang tiga sompalak semua. " Grutu Heri.


"Daddy dengar. Bukan hanya tiga yang somplak, namun semuanya." Kata pak Didik.


Perdebatan sengit dan pamajang pun terjadi. Pada akhirnya mereka capek dan masuk ke rumah minimalis


milik pak Didik. Heri membaringkan Davira di kamar tamu,begitupun dengan pak Didik, membaringkan Sasa disamping Davira. Mereka lalu keluar dan Heri langsung ambruk di sofa mata langsung terpejam. Terdengar dengkuran halus dari Putra dan Heri. Pak Didik lalu berbaring di sofa yang masih kosong. Mereka terlelap hingga fajar pun tiba. Mereka seakan engan untuk bangun. Pak Didik yang kebetulan tidak ada jam ke sekolah membiarkan anak-anak nya terlelap dan memberi kabar ke wali kelas Davira and the gank bahwa Davira and the gank meminta ijin tidak bisa masuk karena kepentinagan keluarga. Tak lupa pak Didik memberi tahu sahabatnya jika anak-anak nya ada di rumahnya.


👻👻👻👻👻


Maaf baru bisa up.


Selamat membaca.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.

__ADS_1


Papayo👋👋👋👋👋👋👋👋


__ADS_2