KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Merinding tetap kalem.


__ADS_3

"Hah mana tuyul botaknya? " Tanya Davira and the gank serempak.


"Hehehe gak ada kak." Jawab Aciel tanpa berdosa.


"Aciel,,,!" Teriak Davira and the gank.


"Settt,,,! Diam kak jangan kenceng-kenceng. Itu dari tadi kita diperhatikan. " Kata Aciel.


Seketika Davira and the gank terdiam. Mereka saling tatap dan merapatkan duduknya berpegangan satu sama lain. Terdengar suara langkah kaki memasuki rumah Rani. Davira and the gank tengok kanan kiri depan tidak ada orang berjalan.


"Sret"


"Sret"


"Tak"


"Tak"


"Tak"


Suara itu semakin jelas didengar oleh Davira and the gank. Sedangkan Aciel masuk ke dalam rumah Rani.


"Put gua kok takut banget ini." Kata Sasa.


"Serem Sa." Jawab Putra.


"Vir, lu gak takut? " Tanya Heri.


"Kagak! " Jawab Davira.


"Yang bener lu gak takut? " Tanya Heri.


"Iya gak cuma takut Heri dudul,Cuma takut pake banget." Jawab Davira,


Terdengar lagi suara langkah kaki mendekat ke arah Davira and the gank. Mereka hanya komat-kamit baca doa dan mata terpejam.

__ADS_1


"Hay,,,boleh kenalan tidak? " Tanya sosok mbak yang berpakaian serba merah.


Davira merasakan ada yang menyentuh pahunya. Dan terasa dingin dan ada energi yang sangat kuat. Davira gemetar mencoba menahan dan tidak bersuara tidak juga membuka mata.


"Jangan sentuh kakak ku,,,!" Teriak Aciel.


"Diam kau bocah tengil." Kata sosok itu.


Mau tidak mau Davira membuka matanya. Davira langsung syok melihat sosok itu telah mencekik Aciel dan akan membawanya pergi.


"Tunggu, jangan bawa Aciel. Ku mohon lepaskan dia. Kau sebenarnya mau apa? " Tanya Davira.


Sosok itu justru semakin marah dan melempar Aciel ke sembarang arah. Sosok itu mendekat dan ingin menyeret Davira. Namun dengan gesit Heri dan Putra menendang sosok itu. Namun naas tendangannya tembus tidak terkena sosok itu.Ketika sosok itu ingin membawa lari Davira pak Har yang terbangun terkejut. Pak Har kemudian berlari ke arah Putra.Sedangian Davira sudah dicekik dipojokkan ke dinding. Davira membaca doa, begitupun Pak Har dan yang lainnya. Ketika Davira teringat dia membawa tasbih kecil didalam sakunya. Berlahan tangan Davira mengambil dan membaca doa. Seketika sosok itu terpental dan jatuh. Davira pun begitu.Terjatuh dan batuk-batuk.


"Vira,,,! " Teriak Sasa.


Sasa berlari menghampiri Davira.Membantu memapah Davira masuk ke dalam Paviliun. Namun terlambat, paviliun itu menutup sendiri pintunya dan tidak bisa dibuka. Lampu bergoyang kekanan dan kekiri. Angin berhembus kencang. Kertas, buku berterbangan. Sosok itu marah melempar semuanya ke dinding.


"Ayo kita berdoa semampu kita. " Kata pak Har.


"Tapi kak, bagaimana dengan kakak. Aciel tidak mungkin tinggalkan kakak di sini. Dia jahat kak, dia ingin punya teman. Dia ingin kakak semua ikut dia. " Kata Aciel sambil menangis.


"Percaya sama kak ya. Kakak akan baik-baik saja." Kata Heri.


Dengan berat hati Aciel pergi.


Disisi lain sosok itu terus mengamuk melempar barang-barang yang ada di sekitar. Davira and the gank tidak henti-hentinya berdoa berzikir.


Davira melempar tasbih kearah sosok itu.


"Kalian harus ikut aku, kalian harus jadi teman ku. Aku butuh teman aku harus punya teman. " Kata sosok itu.


Tak ada habisnya sosok itu tetep berontak tetap melempar barang-barang.


"Vir itu sosok apa sih? Kuat banget energinya? " Tanya Sasa.

__ADS_1


"Yang jelas tempat tinggal makhluk itu telah dimanfaatkan oleh seseorang. Dia marah ketika tempatnya diusik.Dan kita jadi sasarannya." Jawab Davira.


Rasa kantuk rasa lelah mereka rasakan. Sosok itu tetap menteror Davira and the gank. Dan sosok itu berhenti ketika terdengar suara lantunan doa sebelum azan subuh tiba dari arah masjid terdekat Sosok itu terdiam sesaat dan menghilang begitu saja. Setelah itu keadaan tiba-tiba kembali seperti tadi malam ketika belum ada sosok itu. Kertas, buku dan benda lainnya tetap uruh. Davira and the gank merasa heran kenapa bisa seperti itu. Kejadian itu seperti nyata.


"Sudah tidak usah dipikiran, sekarang kita sholat. " Kata pak Har.


Mereka sholat diimami oleh pak Har. Mereka sholat di gasebo. Sampai tidak terasa setelah sholat ketika zikir mereka tertidur sambil bersender dinding kayu sampai pukul enam pagi. Rani keluar menuju gasebo dan membangunkan Davira and the gank. Sasa yang kaget langsung terbangun dan menatap Rani dari atas sampai bawah.


"Lu kenapa sih Sa? " Tanya Rani.


"Ahh tidak, ehh bentar Ran tadi malam lu gak denger sesuatu gitu? " Tanya Sasa.


"Enggak, emang ada apa sih Sa? " Tanya Rani penasaran.


"Gak Ran, cuma kita tadi malam main catur sampai pagi. Dan kita ribut-ribut. " Kata Davira tiba-tiba bangun.


"Oh oke, dah gih pada mandi terus sarapan habis itu kita selesaikan tugas kita. " Kata Rani.


"Oke Ran. " Jawab serempak.


Davira and the genk merasakan kejanggalan disini terutama kejadian tadi malam. Mereka benar-benar mengalami kejadian itu. Namun ketika ada lantunan azan subuh sosok itu menghilang begitu saja entah kemana.


Setelah mereka mandi bersih-bersih mereka langsung sarapan dan mengerjakan tugas. Tepat pukul Sebelas siang tugas berhasil selesai semua. Tinggal besok digabungin atau dirangkai di sekolah. Davira and the gank beres-beres dan berpamitan pulang tak lupa dia membawa tugas itu yang akan dibawa ke sekolah siang itu juga.Supaya besok tidak kuwalahan membawanya.


Dan ketika mereka kekuatan dari gerbang rumah Rani. Davira and the gank merasa ada yang menarik untuk melihat bangunan di sebelah rumah Rani.


Berapa terkejutnya mereka ketika mereka melihat ke halaman rumah itu. Dibalik jendela lantai atas terdapat sosok perempuan berbaju merah itu tersenyum dan melambaikan tangannya. Sontak membuat Davira and the gank saling tatap dan berkata.


"Aaaa,,,!" Gas cepat Pak Har teriak Davira and the gank.


Davira and the gank tidak akan mau lagi ketika ke rumah Rani untuk menginap. Cukup satu kali dan terakhir kalinya.


"Cukup sekian dan terimakasih untuk kesan pertamanya." Kata Davira and the gank.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Selamat malam semua. Maaf baru up. Jangan lupa tinggalkan jejak. πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2