
satu Minggu kemudian..
di rumah Radit
" pagi mah pah " sapa Radit sambil mencium pipi kedua orang tuanya
"pagi sayang " ucap Hardi dan istrinya dengan senyum manisnya
" aku langsung jalan ya mah pah " sambil berjalan menuju pintu langkahnya terhenti saat ia mendengar suara ibunya memanggil
" nak tunggu sebentar " pinta Alisa
" ada apa mah " tanya Radit
" hari ini tolong kosongkan dulu jadwal mu, bawa calon istri mu ke butik untuk mencari gaun pengantin dan pergi ke toko perhiasan cari cincin kawin sekalian dan jangan ngebantah perintah mama " tegas Alisa
Hardi hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya ia tau kalo sang istri tak bersikap seperti itu Radit akan menolak
" baik lah mah " jawab nya dengan wajah datar
di rumah Hendra...
seperti biasa Hendra Amira dan Aldo sarapan bersama sebelum memulai aktivitas masing-masing
" sayang.. apa hari ini kamu akan keluar? " tanya Hendra
" tidak paman aku sedang malas keluar " jawab Amira
" kenapa ka? ayoo keluar dengan ku " ajak Aldo
" lain kali ya Do hari ini Kaka benar-benar tak Ingin keluar " ucap Amira
" ayoo... lah ka, mumpung aku libur " paksa Aldo dengan wajah memelas
Amira tak pernah bisa menolak permintaan adiknya itu
" hemm... baik lah kau ini seperti anak kecil saja kenapa tak pergi dengan teman-teman mu? " ucap Amira
" males mereka selalu bawa pacar kalo keluar sedangkan aku ga punya pacar aku ga mau jadi obat nyamuk " jawab Nya agak sedikit kesal
" haa.. adik Kaka yang tampan ini engga punya pacar, teman-teman mu saja yang mukanya pas-pasan punya pacar " ucap Nya sambil tersenyum mengejek
" kenapa tak ada yang mau sama kamu?" sambungnya
" iih...mana ada justru cewek-cewek pada ngantri mau jadi pacar ku " jawab nya dengan bangga
" hanya saja belum ada yang bisa buat hati ku deg deg kan kalo liat dia " sambungnya
Hendra yang dari tadi mendengar pembicaraan kedua keponakan nya itu Hanya tersenyum
" o h y a k a n a n t i k i t a k e t o k o b u k u d u l u y a " pinta Aldo
" h e m m . . ." Jawab Amira
saat sedang asik menikmati sarapan tiba-tiba pembantu rumah Hendra datang
__ADS_1
" tuan di depan ada tamu " ucap Nya
" siapa bi " ia heran kenapa ada tamu pagi pagi begini
" d e n r a d i t t u a n d i a n y a r i n o n A m i r a " jawab nya
" o h. . . s u r u h t u n g g u b e n t a r b i " ucap Amira ia sebenarnya bingung kenapa Radit mencarinya
" ada perlu apa dia mencari ku " pikirnya dalam hati
tak lama Amira pun menemui Radit, Radit yang merasa ada seseorang yang berjalan kearahnya pun melihat kearah Amira ia terlihat kagum dengan ke cantikan Amira
" ada apa ka " tanya nya sopan
" ma. .mama menyuruh ku membawa mu ke butik untuk memilih baju pengantin "
" eemmm.. baiklah tp apa boleh aku ajak Aldo"
pinta nya
" Aldo.. siapa? " tanya nya bingung karna kemarin waktu dia dan keluarganya datang ia tak melihat orang lain selain Amira Hendra
" dia adik ku, hari ini aku sudah janji akan keluar dengannya aku tak mau dia marah kalo aku membatalkan janji ku " ucapnya karna ia sangat menyayangi Aldo dan ia sudah berjanji pada kedua orang tuanya akan melakukan apapun untuk membahagiakan Aldo
" tidak masalah " jawab nya singkat
" kalo gitu aku siap-siap dulu " ucap Amira
Radit hanya mengangguk tanda mengiyakan ia memperhatikan Amira yang pergi meninggalkannya
" ternyata selain Pamannya ia juga sangat menyayangi adiknya demi pamannya ia bahkan rela menikah dengan pria yang tak ia kenal kira-kira apa yang akan dia lakukan demi adiknya benar-benar wanita yang menarik " ucapan dalam hati
" ada apa dengan ku? kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh ini sungguh tak nyaman kenapa dia bisa membuat merasakan hal seperti ini " pikir nya dalam hati entah ia menyadari atau tidak perasaan ke Anggun kini mulai berpaling ke Amira
" k a a k u u d a h s i a p a y o j a l a n "
ucap Aldo
" a y o " jawab Amira
saat mereka berjalan langkah mereka terhenti saat melihat Radit tak bergerak dari tempat duduknya dan terus memandangi Amira
" k a d i a k e n a p a " tanya Aldo
" e n t a h l a h " ucap Amira sambil mengangkat bahunya
" ka.. ka Radit.." panggil nya dengan sedikit teriak
panggilan Amira yang bervolume tinggi sontak membuyarkan lamunan Radit
" haa... iya kenapa? " tanya nya aga kaget
" a y o j a l a n " ajak Amira
" o h y a a y o " jawab nya ia tak habis pikir kenapa ia bisa melamun kan Amira
__ADS_1
kini mereka sudah didalam mobil Amira duduk di depan disebelah Radit dan Aldo dibelakang, suasana dalam mobil begitu sepi Radit fokus menyetir, Amira fokus melihat kearah luar jendela mobil sedangkan Aldo fokus dengan game online di ponselnya
" k a a p a k i t a b e n a r - b e n a r
a k a n m e n i k a h ? tanya Amira lembut
" m a u g i m a n a l a g i, apa kamu punya cara untuk menghentikan pernikahan ini? " ucap Radit sambil melirik ke arah Amira
" gimana kalo Kaka minta ka Anggun kembali pasti dia mau " ucap Amira dengan penuh keyakinan
" bagaimana kamu bisa tau kalo dia mau balik dan melanjutkan perjodohan ini? " tanya Radit aga heran
" bukannya dia kabur dari rumah karna tak mau dijodohkan dengan ku " sambungnya
" se.. benarnya ka Anggun.. mengira kalau Kaka masih sama kayak dulu ( pendek dan gemuk)" ucapnya ragu-ragu takut Radit marah
dan jelas saja Radit marah orang yang ia sukai sejak kecil yang ia kira bisa menerima semua kekurangannya dulu justru menolak pernikahan karna takut fisik Radit masih sama seperti dulu
" ka kalo ka Anggun ngeliat ka Radit yang sekarang pasti ia mau kembali dan menikah dengan ka Radit " ucap Amira meyakinkan Radit ia tak tau kalo sekarang Radit sedang marah
" aku gak mau, yang aku mau dia minta maaf dan memohon padaku untuk menikah dengannya " ucapan Radit membuat Amira bingung
" terus kamu tetap ingin menikah dengan ku terus nanti saat ka Anggun kembali dan meminta maaf terus minta kamu menikahinya kamu bakal ninggalin aku dan kembali padanya terus membuatku mendapat gelar janda di usia yang masih muda gitu enak di kamu engga enak di aku " gerutunya dalam hati
tak lama mereka pun sampai Aldo yang merasa kalo mobilnya berhenti langsung menghentikan aktivitas main gamenya ia melihat kearah Radit dan Amira ia bingung dengan dua orang didepannya bukaannya turun malah diam dan memasang wajah masam.
" e h h e e m m m... a d a a p a k e n a p a
g a t u r u n " tanya nya karna tadi ia terlalu fokus main game ia tak mendengar pembicaraan Amira dan Radit
" sepetinya aku melewatkan sesuatu " ucapnya dalam hati
Aldo, Amira dan Radit kini sudah ada didalam butik, Amira memilih gaun pengantin yang cukup sederhana karna mereka sepakat hanya menggelar acara pernikahan yang sederhana dan mengundang keluarga dekat saja
" apa kau sudah dapat bajunya" tanya Radit
" sudah, kaka sendiri " tanya Amira balik
" aku juga sudah " jawab Radit
sebenarnya perbedaan umur Radit dan Amira tidak terlalu jauh Radit berumur 24 tahun sedangkan Amira 19 ke Anggun saja yang baru berumur 21 tahun dia panggil Kaka apa lagi ke Radit.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1
author minta maaf kalo ada kesalahan tulis atau kata mohon dimengerti,
dan jangan lupa like, komen dan dukungannya terimakasih