
Malam ini setelah Arif dan Febby kembali ke hotel mereka, aku tidur bersama baby ku, 2 malam yang sangat indah, aku tidur dengan posisi miring dan menghadap Baby ku, Baby ku tidak suka memakai selimut, aku dan suami ku selalu tertawa melihat tingkah bayi kami ini.
" Gaya nya ga mau di selimutin, padahal kan takut masuk angin ya Cha!" Ucap Mas Aryo dan aku tertawa.
" Ga apa apa Mas, gerah mungkin, kan badan nya gede!" jawab ku dan Mas Aryo Tertawa.
Saat ini aku sudah pandai menyusui baby ku, Posisi duduk aku sudah bisa, sambil tiduran juga aku sudah bisa, Mas Aryo Tertawa melihat aku yang sudah bisa menyusui dengan gaya sambil tiduran.
Tinggal membuka kancing kemeja, baby ku yang menangis malam ini langsung aku susui, dan itu berhasil. tidak perlu aku bangun dulu merapihkan posisi ku terlebih dulu, dan tangis nya langsung berhenti. Setelah puas menyusu, giliran suami ku yang menggendong nya agar tidak gumoh, dan aku melanjutkan tidur ku.
Pagi Jam 9 pagi, Dokter sudah mengijinkan aku pulang, karna memang kondisi ku baik, aku sudah bisa berjalan normal, air susu sudah keluar, dan tidak ada yang perlu di khawatir kan tentunya. Lalu kami bersiap untuk meninggalkan rumah sakit dan kembali ke hotel. Setelah menyelesaikan semua admistrasi, kami langsung kembali ke hotel, sesampainya di hotel, aku meminta suami ku untuk tidur, 3 malam ini tidak nya kurang, dan aku juga aakhawatir atas kesehatan nya.
" Mas Aryo tidur dulu gih, mumpung Ade baby nya tidur, nanti Dzuhur aku bangunin, Aku rapi rapi barang barang kita !" dan akhirnya suami ku setuju, dia tidur di samping Baby kami, eeemmhhh sangat bahagia melihatnya. 2 laki laki ku sedang tidur, dan aku mulai mengemas barang barang kami untuk besok kembali ke Jakarta.
Siang ini aku memesan makanan melalui room service, ingin rasa nya aku makan nasi dan aku memesan Nasi lengkap dengan lauknya. setelah makanan datang, aku mulai membangunkan suamiku untuk sholat Dzuhur lalu makan siang. Ternyata kami tidak bisa makan bersama, kami makan bergantian karna Baby ku bangun dan merengek.
" Beneran cemburuan deh Cha, masa kita ga boleh makan bareng!" Ucap Mas Aryo dan aku tertawa. aku makan terlebih dahulu, dan setelah selesai aku mengendong bayi ku sementara Mas Aryo mulai makan.
Sore Jam 5 kami tertawa berdua, sudah waktunya baby kami mandi, tapi aku belum bisa memandikan baby kami.
" Jangan di bawa ke bathub, ngeri jatoh aku Mas, ga mau aku!" ucap Ku dengan tegas
" Trus gimana dong mandiin nya?"
" Ga usah Mandi, masih wangi kok!" jawab ku asal
" Ga seger Cha, anak ku keringatan mlulu!" Jawab Mas Aryo
" Mandi di darat aja!" Ide ku dan kami tertawa.
Aku belum ada pengalaman untuk ini, dan dengan sedikit ragu ragu aku mulai membasahi tubuh baby ku dengan hand towel, dan sedikit meringis ketika melihat pusar nya, masih di tutup oleh perban.
Baby ku tersenyum ketika aku dan Mas Aryo mencoba membasahi tubuh nya.
" Ga pake sabun?"
" Ga bisa ih!"
" Percuma mandi dong Cha, kalo ga pake sabun!"
" Ga kotor kotoran sih Mas, yang penting ga lengket!" Jawab ku dan Mas Aryo tertawa
" Terserah lah, kamu Mamih nya, aku ikut aja!"
Dan kami terus tertawa, kami mulai mengeringkan tubuh nya dengan handuk lembut, mulai membalur tubuh nya dengan baby oil yang aku campur sedikit dengan kayu putih, lalu sedikit memoleskan bedak di pipi nya, dan memakaikan nya diapers lalu Jumper nya.
" Yyeeehhhh berhasil!" ucap ku lalu mencium pipi nya.
" biar aku gendong Cha, kamu mau mandi?"
" Mau lah, lengket juga!"
" Kan ga kotor kotoran Cha, kok lengket?"
" Tauuu ahhh!" jawab ku dan Mas Aryo tertawa.
Tidak lama setelah aku selesai membersihkan tubuhku, angel kembali Menghubungi ku, lalu Boy, dan terakhir Sandri.
Jam 7 malam Arif dan febby datang ke kamar hotel ku, kali ini dia membawa banyak makanan lebih, maklum lah, aku ini selalu lapar, jadi saat Febby menanyakan aku ada dimana, jawaban aku yang pertama adalah makanan yang pesan, baru memberitahukan aku sudah di hotel malam ini.
" Sukses Rif?" Tanya ku pada Arif
" Sukses ga Feb?" Tanya balik Arif pada Febby
" Kaya nya ok, soal nya aku kenal Abang, kalo dia ga suka, dia ga akan lama lama ngomong Ama orang Laen!" jawab Febby dan aku menepuk bahu Arif.
" Keren....bangga gw!" ucap Ku dan Arif tertawa.
Karna ada Febby disini, aku dan Mas Aryo memutuskan untuk membeli bingkisan untuk dokter yang telah membantu kami. dan setelah timbang menimbang akhir nya Aku dan Febby yang pergi ke Mall di dekat hotel, sedangkan Arif dan Mas Aryo menjaga Baby kami.
Bukan shoping seperti pada saat aku dan Mas Aryo kemarin ke mall ini, hanya membeli 4 buah Jam tangan, untuk 3 dokter disini dan Arga sebagai kado pernikahan nya.
__ADS_1
Hanya satu jam aku meninggalkan Baby ku, bahkan di dalam 1 jam itu aku bisa ke rumah sakit, menitipkan 3 buah jam tangan pada Receptionist. Karna besok pagi aku khawatir tidak sempat datang lagi ke rumah sakit.
Malam yang panjang, Febby dan Arif sudah kembali, Baby ku sudah tertidur di tempat tidur, Stroller sudah disiapkan untuk besok pagi, barang barang sudah disiapkan dan waktu nya menikmati malam bersama suami ku.
Kami duduk di sofa, Mas Aryo sibuk membalas chat dari Mama ku dan juga ibu nya, dan aku....aku makan, aku makan lagi, dan ini berarti sudah makan besar ke 5 ku, di luar aku mengigit 2 donat, 3 susu kotak dan makan siang Mas Aryo yang tidak di habiskan.
" Makan nya baca doa dulu Cha!"
Kontan aku memukul bahu nya Mas Aryo.
" Ga lucu!"
" lucu tau!"
" Ya udah aku ga susuin anak mu!" jawab ku dan menyimpan kotak makan ku. Mas Aryo tertawa dan mengusap rambutku
"Canda sayang, Ayo Makan yang banyak, nanti kurus!"
dan Aku teriaaaakkkk
" Maksudnya aku tuh Sekarang gemuk?!"
" gakkkk....siapa bilang!" jawab Mas Aryo, dia Tertawa dan mencium pipi ku.
" Sekarang ini kamu tuh lebih sexy dari sebelum hamil, dan itu keren!" ucap nya berbisik, dia merayu aku.
" Serius nih?" Tanya ku
" Serius sayang ku!" ucap nya dengan serius dan terdengar jujur kali ini, dan akhirnya aku tertawa, awas aja berani bilang aku gemuk, puasanya bakal aku tambahin. ucap ku dalam hati.
Malam ini aku tidur bersama 2 laki laki aku sayangi, Suami ku dan juga Anak laki laki ku.
" Kok tidur nya pindah sih Mas?"
" Pengen Deket Mamih Ocha, aku!" Jawab Suamiku dan aku tertawa.
" Percuma kali Deket Deket juga, ga bisa ngapa ngapain!"
Malam ini Baby ku 3 terbangun, dan 3 kali juga Mas Aryo bangun untuk mengendong nya setelah aku susui baby ku. dan karna aku tidak sholat, pagi ini seperti kemarin, aku bangun setelah Mas Aryo selesai sholat subuh.
Aku terlebih dahulu bersiap, Mandi dan Menganti pakaian ku, kami akan pulang ke Jakarta pagi ini. tepat Jam 8 pagi Febby dan Arif sudah tiba, mereka membantu aku membawakan barang barang ku, yang ternyata cukup banyak juga.
Febby sudah menyiapkan banyak makanan untuk kami di pesawat nanti. sungguh aku beruntung bisa mengenal Febby. dan 6 jam kedepan kami akan berada di dalam pesawat, stroller baby ku ikut terpasang karna memang cukup berat untuk terus menggendong Baby ku ini. Jadi pada saat baby ku tidur, aku menidurkan nya di stroller.
Kami tiba di Halim sekitar jam 12 Siang, Supir kantor Mas Aryo sudah menunggu kami, sementara Febby dan Arif akan langsung menuju kantor nya Febby, aku dan Mas Aryo mengucapkan terimakasih untuk semua bantuan Febby pada kami. setelah aku memeluk Febby, kami berpisah.
" kapan di kerjain nya Mas?" tanya ku pada Mas Aryo ketika aku masuk ke dalam mobil Jeep kami, terpasang partisi antara sopir dengan bangku di belakang nya.
" 2 hari lalu, aku minta Didit kerjain ini, aku tau kamu ga nyaman pake sopir, tapi aku butuh sopir buat saat ini, jadi ini doang yang bisa aku kerjain!" Jawab Mas Aryo dan aku tersenyum. saat ini aku sangat butuh privasi lebih di dalam mobil, aku membuka baju ku untuk bisa menyusui bayi ku.
" Ke Rumah sakit Arga dulu Mas!" pinta ku ketika kami sudah siap berangkat, dan suami ku mengikuti semua keinginan ku.
Aku tiba tiba di rumah sakit sekitar jam 2 siang, karna tadi jalanan cukup padat, dengan tas selempang ku, aku berjalan bersama suamiku yang sedang mendorong stroller baby kami, aku langsung menuju ruangan Mama Dewi dan ku ketuk pintu ruangan nya saat ini.
" Assalamualaikum Mah!"
" Waalaikumsalam...Cha....Heeeyyy ayo masuk Sayang!" jawab Mama Dewi, beliau langsung bangun dari duduk nya dan aku mencium punggung tangan nya.
" Sehat Mah?"
" Alhamdulillah, Gimana Kamu sehat Cha, Aryo Ama Baby nya mana?"
" Ga ikut Mah, Ocha tinggal di sana!" Jawab Ku dan Mama Dewi Tertawa.
" lucu ih becandanya, Mana Aryo?" tanya nya lebih tegas kali ini. dan aku tertawa, aku keluar ruangan dulu memanggil suami ku, dan meminta nya untuk Masuk ke dalam ruangan kerja Mama Dewi.
Mama Dewi langsung memeluk Mas Aryo, " Sehat ya Yo! ini Jagoannn nya Mama?" tanya Mama dan langsung beralih pada baby ku yang masih tertidur nyenyak.
Mama Dewi langsung mengendong nya. mencium pipi nya, dan menelpon Arga. aku tertawa.
Tidak lama, Arga sudah datang, dan senyum nya Arga begitu tulus pada ku, " Mamih Ocha....kapan Dateng loe!"
__ADS_1
" Baru aja Dateng, Om Arga!" Jawab ku dan kami tertawa.
Sama seperti Mama Dewi, Arga juga begitu tertarik pada Baby ku.
" Siapa nama nya Cha?" Tanya Mama yang terus tersenyum dan mengendong baby ku
" Boy Rizki Argadhia Wibowo, di panggil nya Rizki Mah!" Jawab Mas Aryo, Arga dan Mama nya tersenyum.
" Ada nama gw nya loh!" Ucap Arga dengan Bangga
" Iya...gw sangat menghargai loe, Arg!"
" Sumpah ga nyambung Yo!" Jawab Arga dan aku tertawa. Suami ku hanya senyum, dia pasti sadar diri.
" Biar jadi orang baik, mirip Om Arga!" ucap ku
" Nahhh itu, gw suka tuh!" Jawab Arga, dan aku tertawa. Arga memang terlalu deh, selalu saja menilai aku baik dan suami ku buruk.
Tidak lama setelah itu, Papa Arga datang, Mas Aryo langsung berdiri, dan mencium tangan Papa nya Arga.
" Selamat Yo! Buat kesembuhan kamu dan Jagoan yang udah lahir!"
" Makasih Pah!" Jawab suami ku, aku juga langsung mencium punggung tangan nya Pah. Papah memeluk aku. ada tangis bahagia walau kami tanpa bicara.
" Ini Jagoannya ocha!" ucap Papa
" Iya Pah! Mirip Siapa ya Pah?" tanya Arga
" Mirip Bapak nya, ga ngebuang sedikit juga!" Jawab Papa dan mengelus pipi Baby ku. aku dan Mas Aryo tersenyum, dan suasana semakin ramai karna Puput datang
" telat aku bang, kontrol ruangan dulu!" Ucap Puput pada suami nya, tapi saat ini Puput memeluk aku.
" Gantian Dong Mah, Put Pengen gendong!"
" Ihhhh Dateng Dateng...Mama juga baru gendong Put!" Protes Mama Dewi dan kami tertawa, tawa kami membuat baby ku menangis dan Mama sedikit panik
" Puput sih!" Keluh Mamah lagi dan kami tertawa lagi.
Aku mengendong Baby ku, rupa nya dia haus. Suara tangis nya kencang dan semua orang tertawa.
" Asi kan Cha?" tanya Mama
" Asi Mah!"
" Ya udah gw keluar deh, loe mau pesen apa Cha?" tanya Arga.
" Siomay deh!"
" ok !"
" Ya udah Papa keluar, dah mau Ashar juga, jangan dulu pulang ya Cha!" ucap Papa Arga dan Suami ku tersenyum.
" Aku ke Mesjid ya Cha!"
" Iya Mas!"
30 menit kemudian, 3 laki laki yang tadi keluar bersamaan sekarang sudah datang lagi, aku tersenyum melihat penampilan suami ku.
" Papa yang pakein aku, buat nutup botak nya!" Ucap Mas Aryo dengan merapihkan kembali kopiah putih nya.
" lebih ganteng kan Cha?! tanya Papa dan aku tertawa, iya suami ku terlihat lebih tampan dengan kopiah putih nya. dan ini terlihat lebih baik, dari pada memakai topi yang dari kemarin di pakai nya.
Karna sudah semakin sore, aku pamit untuk Segera pulang, Mereka sebenarnya melarang aku pulang, tapi karna mengingat baby ku dan perjalanan yang cukup jauh, akhir nya ijin pulang keluar dari mereka.
" Akhirnya!" ucap ku dan merebahkan tubuhku di sandaran jok mobil.
" cape ya Cha?"
" Lumayan, Tapi ke hotel Boy dulu ya Mas, jadi sekalian cape nya!"
dan lagi lagi suami ku setuju. kedatangan ku di sambut Sahabat ku, mereka memeluk dan menciumi pipi ku. lalu semua tertuju pada Baby ku, ya semua Sahabat ku ribut, berebut ingin mengendong Baby ku, dan aku saat ini hanya duduk di restoran, memesan makan untuk ku dan suamiku, dan membiarkan Baby ku bersama semua sahabat ku.
__ADS_1
" Mumpung banyak orang yang jaga, Kita makan bareng Mas, gratisan pula, Mari makan yang banyak" ucap ku tanpa malu, Dan suami ku tertawa. " Mamih Ocha paling bisa kalo ngomong!" Jawab Suamiku dan pipi ku terasa panas, malu aku.