
Bus berhenti di pertamina.Siswa siswi ada yang keluar ke kamar mandi. ada yang beribadah. Ada yang hanya keluar cari angin.
Davira pergi beribadah bersama Sasa. Putra dan Heri menuju mini market membeli minuman dingin.
Setelah selesai mereka, masuk kembali ke dalam bus.
Rasa, kantuk pun melanda para siswa dan siswi.
Mereka terlelap hingga sampai ke tujuan studytour.
"Ayo anak-anak kita turun. Priksa barang bawaan kalian. Jangan ada yang tertinggal di bus ya." Kata pak Deka.
"Iya Pak." Jawab serempak siswa dan siswi.
Davira dan Sasa menuju tempat penginapan yang sudah tersedia. Mereka bergegas mandi. Cukup lama karena mengantri puluhan siswi.
Waktu menujukkan pukul delapan malam. Siswa siswi dan guru makan malam bersama.Davira hanya bengong saja.
Teman tak kasat mata Davira.
"Dasar, om gendut tak tau tempat, kan jadi sempit ini pintu masuk."Grutunya.
" Kenapa sih kak ngomel aja dari tadi."Tanya Davira.
"Noh ada om gendut." Tunjuk Sosok Itu.
"Dari tadi kak, itu mungkin penunggu disini. " Kata Davira.
Sedangkan Putra, Sasa,Heri hanya bengong mendengar Davira bicara. Mereka memang tidak sering melihat teman Davira itu. Terkadang juga melihat dan merasakan kehadiran teman Davira itu.
"Kerjain Heri ahh." Guman teman Davira tak kasat mata.
"Jangan ganggu gua Vina, lu gua piting mau?" Tantang Heri.
"Sadar Heri dudul, gak ada rahang, mana bisa lu piting gua. Pegang aja tembus." Omel Davina.
Putra dan Sasa hanya bisa melotot ke Heri, tak habis pikir. Hantu aja diajak berdebat. Sedangkan Davira jangan ditanya lagi, sudah tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Lu kemana aja sih Vin? Baru nongol, Noh Vira kemarin syok terapi lihat hantu." Tanya Heri.
"Suka-suka gua dong kemana, gua kemarin sedang sibuk. " Jawab Davina.
Setelah perdebatan panjang bersama Vina hantu itu,mereka kembali ke kamar masing-masing.
Davina jarang muncul hanya sesekali saja.Dan ketika Davira sedang emosi tingkat tinggi. Davina lah yang akan menguasai tubuh Davira.
"Vir, gua kok ngrasa ada yang aneh ya di pojokan sana." Kata Sasa.
"Iya pas gua mau makan tadi, makanya kak Vina dateng kan." Kata Davira.
"Udah yuk kita tidur, besok pagi-pagi kita sudah bersiap." Ajak Sasa.
"Ayok." Kata Davira.
Ditengah malam Sasa terbangun, ingin membangunkan Davira namun kadihan.
Dengan terpaksa Sasa keluar sendiri. Sasa berjalan mengendap-endap seperti maling. Lima belas menit kudian Davira menggeliat dan berapa kagetnya tidak ditemukan Sasa di Sebelaunya.
Davira, lalu keluar mencari Sasa, dalam pikiran Davira mungkin saja ke toilet. Dan benar saja disana berdiri Sasa dengan loncat loncat seperti pocong saja.
Sasa yang kaget reflek berteriak.
"Ehh kodok lompat ke jurang makan udang keselek." Suara parah Sasa.
"Hehehe maaf ya udah ngagetin."Kata Davira.
"Hemmm."Jawab Sasa.
"Kenapa nunggu di sini sih Sa?"Tanya Davira.
"Itu Vir ada orang di dalam, dari tadi suara keran dan gemricik air leran gak berhenti. Mana gelap lagi.Kan jadi horor." Jawab Sasa.
"Ya udah kita tunggu aja sebentar."Kata Davira.
Sekitar sepuluh menit tidak ada tanda-tanda orang keluar dari dalam sana. Suara air semakin deras seperti orang cuci muka. Selang beberpa menit suara itu berhenti. Davira dan Sasa sepakat untuk mengetuk pintu tersebut. Tidak ada sahutan dari dalam. Justru pintu itu tidak dikunci dan ketika diketuk terbuka. Sasa bengong dan segera masuk untuk buang hajatnya. Ketika Selesai Sasa menyusul Davira di ujung pintu masuk.
__ADS_1
Tiba-tiba ada seorang perempuan keluar dari dalam kamar mandi yang dipakai Sasa barusan. Sontak membuat Davira dan Sasa membulatkan matanya.
Sosok itu lewat begitu saja, jika diperkirakan akan terlihat jika dari arah kamar mandi, Namun Davira dan Sasa sudah tidak melihat perempuan tersebut.
"Astaga apa itu Vir." Tanya Sasa.
"Entahlah Sa, yuk kita kembali ke kamar lagi." Jawab Davira.
Davira dan Sasa kembali ke kamar. Di tengah perjalanan Davira melihat sosok perempuan tadi melihat ke arahnya dan tersenyum.
Davira hanya sedikit membungkukkan badannya dan ikut tersenyum.
Mereka kembali terlelap. Dan tepat pukul empat dini hari sudah dibangunkan untuk mandi dan beribadah.
"Vir, lu tadi malam bikin gua ngantuk tauk."Kata Heri.
" Lha emang gua ngapain, gua aja tidur bareng Sasa, bangun cuma nyari Sasa di kamar mandi."Kata Davira.
Davira, Sasa, Putra benggong, Davira dan Sasa sempat berpikir apakah sosok perempuan tersebut.
"Her, pas tadi malam lu sama gua lu ngapain aja?" Tanya Davira.
"Lu hanya senyum dan bilang temani lihat bintang ya, habis itu lu lari-lari di lapangan." Jawab Heri.
"Gini ya Her, gua beneran tidak nemuin lo di lapangan, apa lagu lihat bintang dan lari-lari."Kata Davira.
"Apa." Teriak Heri terkejut.
Bersambung..
Jangan lupa ya mampir
... lIKE...
... KOMEN...
... GIFT...
__ADS_1
Papayo semuanya, tunggu up selanjutnya.