KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Masih Syok


__ADS_3

Keesokan paginya Davira terbangun. Davira melihat sekeliling kamarnya. Disana ada Sasa yang tidur di sampingnya. Mama Putra yang terlelap di tepi ranjang dengan bersandar di pinggiran ranjang. Putra yang di sofa. Heri di karpet bulu sedang meringkuk kedinginan.


"Makasih, makasih banyak. " Hanya itu yang bisa Davira ucapkan.


Ada kejanggalan yang Davira rasakan di dalam gudang itu. Pikiran traveling ke mana-mana. Apakah benar yang dilihat di balik kerangka manusia buatan itu.Seperti ada kekuatan jahat atau semacamnya. Tetapi Davira hanya bisa menerka -nerka.


"Udah bangun Vir? " Tanya Sasa.


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Hingga 5 menit.


Tidak ada jawaban dari Davira.


Pandangan lurus ke arah pintu.


"Vira hey hallo Vira, hey jangan melamun Vir. Hey Vir jangan bikin gua takut Vir. " Sasa berteriak sambil mengguncang lengan Davira.


Davira merasa ada yang menariknya. Perlahan Davira bisa melihat asap tebal.


Davira, mencoba bangkit dari duduknya. Ketika akan turun dari ranjang. Putra dan Heri sudah menahannya.


"Sa, tolong ambilkan air putih. " Titah Putra.


Dengan segera Sasa berlari keluar untuk mengambil air putih.


Sedangkan mama Putra sudah panik.


"Vir, istighfar Vir istighfar. " Kata Heri.

__ADS_1


😱😱😱😱😱😱😱


Dalam lamunan Davira,POV.


"Tempat apa ini." Guman Davira.


"Tolong, tolong aku Tuan. Ampuni aku."


"Paman, tolong lepaskan kakak itu, kau menyakitinya. " Kata Davira.


"Diam kau bocah.Berani mengganggu aku rupanya."


"Dek, pergi dek pergi dari sini."


Ada kilatan putih menyambar tubuh Davira. Davira terpental ke belakang, tepatnya disenderan ranjang. Putra ikut kaget.


"Ayah Vira takut, Ayah cepat pulang. " Racu Davira ketika sudah tidak melamun.


"Vir ada apa? Apa yang lu lamunin Vir? "Tanya Putra.


Tubuh gemetar Davira berangsur mereda. Suhu badan yang tadinya naik lagi sekarang sudah turun. Davira sudah tidak pucat lagi. Davira lalu menceritakan apa yang dialami pas di lap Biologi. Ketika Heri keluar ada yang menarik tangannya dengan kasar. Putra,Sasa,Heri ikut penasaran akan siapa sosok itu.


Yang mereka lakukan hanya berdoa dan mengadakan pengajian bersama, tak lupa Putra memberi tahu Bang Davan dan Bang Amran.Mereka datang tepat waktu.


"Terimakasih bang sudah datang." Kata Davira.


"Sama-sama dek,maaf ya kemarin gua tampar." Kata Davan.


"Tidak apa-apa kak,terimakasih lagi sudah menolongku."Kata Davira menunduk.


Hanya seulas senyum yang Davan balas.


"Sudah,ayo masuk." Kata Davan.

__ADS_1


Pengajian pun telah dimulai, tak lupa mama Putra menghubungi orang tua Davira. Dan orang tua Davira tidak bisa pulang karena pekerjaan baru selesai lusa dan tidak bisa ditinggal.


Hanya bertitip pesan maaf, dan berjanji akan segera pulang cepat. Rasa takut dan cemas telah menyelimuti orang tua Davira.


Mama Putra dan mama Sasa akan menjaga dan bermalam di rumah Davira, begitupun anak-anaknya.


Setelah pengajian Davira, Putra, Sasa dan Heri mencium bau wangi bunga melati. Mereka saling pandang dan berpegangan tangan. Terlihat di ujung gerbang berdiri sosok kakak yang Davira lihat. Kakak itu melambaikan tangannya dan tersenyum bahagia.Wajahnya berseri,tidak seperti kemarin yang Davira lihat, penuh luka dan darah.


"Terimakasih dek,sudah menolong ku." Kata sosok kakak itu.


"Sama-sama Kak, Hati-hati di jalan kak.Semoga kakak ditempatkan di tempat yang indah disana. Titip salam buat paman jahat itu. Besok Vira akan ****** itu paman.Sudah menahan kakak disana. Daaa, kakak. " Teriak Davira panjang lebar dari teras rumah.


Putra, Sasa, Heri sepontan menjitak dahi Davira bersamaan.


"Tak,tak,tak." Suara jitakan di dahi Davira.


"Oww sakit, Kenapa, kalian jitak gua." Tanya Davira.


"Karena kegesrekan mu sudah kembali. Masak iya paman yang tinggal di gugang lap bio mau lu piring, emang bisa?Berani?"Tanya Putra.


"Kan ada kalian.Biar kalian yang piting paman itu." Kata Davira.


"Vira aa."Teriak Mereka bertiga.


"Aaaaa,Bang bantu Vira."Teriak Davira berlari ke arah Davan dan Amran.


Davan dan Amran hanya bisa bergeleng-geleng. Melihat Davira yang ceria dan somplak sudah kembali lagi.


👋👋👋👋👋👋👋


Jangan lupa like dan comen ya.


Terimakasih sudah mampir.

__ADS_1


Salam sayang dari author.


__ADS_2