KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Bertemu


__ADS_3

Setelah perdebatan Davira dan Aciel selesai.


Davira melanjutkan kerjaannya lagi tanpa makan siang.Dengan ditemani secangkir kopi hitam tampa kupu-kupu ya ini. Nanti disangka lagu. Maaf author sedang ruwet ini nyusun kata-kata.


Lanjut ya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Sebagian karyawan sudah bersiap untuk pulang. Heri dan Putra sudah muncul di ruangan Davira ingin mengajak pulang. Namun masih sedikit lagi pekerjaan Davira agar tidak lembur dan bisa menepati janji kepada adik hantunya yang super bawel itu.


"Vir, ayo pulang sudah sore ini." ajak Heri.


"Duluan aja, nanti nyusul tinggal sedikit lagi. " kata Davira.


"Ok lah, tapi jangan lembur lho. Jaga badan jaga kesehatan." kata Putra.


"Iya iya, bawel banget sih kayak emak gua aja." kata Davira.


Heri dan Putra hanya bisa membuang napas kasar. Melihat Davira sudah begini mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Susah diatur dan sangat keras kepala.Tak lama kemudian Davira sudah selesai.


"Akhirnya selesai juga." kata Davira sambil merenggangkan otot-ototnya yang sedikit tegang karena lama duduk.


Melihat kesamping, terlihat sofa kecil dan di situ ada Aciel yang entah sejak dari jam berapa disitu. Tubuh kecil sedikit gemoy itu meringkuk bagai manusia yang sedang tidur. Davira merasa kasihan pada Aciel dari tadi pagi hingga siang sudah kena omelan.


"Emang hantu bisa tidur sepuas itu ya? " cuman Davira.


Davira berkemas, berjalan ke parkiran. Ternyata mobil sudah berada diparkiran kantor. Sungguh baik sekali paman di depan sana. Davira bergegas ke depan gerbang untuk minta kunci.


"Permisi om mau ambil kunci atas nama Vira." kata Davira.


"Ohh iya neng sebentar ya om ambilin dulu. " kata om Sam.


Tak berapa lama om Sam muncul dan menyerahkan kuncinya.


"Terimakasih om, permisi dulu. " kata Davira.


Davira bergegas masuk lagi dan berjalan ke kamar mandi setelah mengambil baju ganti dimobil.

__ADS_1


Sekitar lima belas menit Davira baru selesai mandi. Davira berjalan pelan menuju ruangannya. Sesampai disana Davira melihat Aciel masih tertidur nyenyak sekali hanya saja sudah berubah posisinya.


Berlahan Davira mendekat dan membangunkan Aciel.


"Hey bangun sayang.Katanya mau ke time zone jadi gak nih? " tanya Davira.


Tak berapa lama Aciel terbangun dan melihat disekitar.


"Kakak sudah selesai, ayo kita ke time zone." jawab Aciel.


Davira dan Aciel berjalan beririntan, sesekali Aciel berlari kecil sambil menarik tangan Davira.


"Kak makasih ya sudah turuti Aciel. " kata Aciel.


"Sama-sama." kata Davira.


Davira dan Aciel memasuki mobil dan mereka melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Itu pinta Aciel karena ingin melihat ramainya jalan kota ketika sore hari. Bisa saja Aciel berangkat sendiri dan bermain sendiri, namun Aciel tidak mau begitu. Aciel sangat bahagia sesekali Aciel bersorak gembira.


Dan tak terasa sudah sampai di tempat tujuan. Aciel yang sangat antusias berlari kesana kemari. Tabrak sana sini. Mungkin jika masih ada Aciel akan kena marah orang yang Aciel tabrak tadi.


"Siap kak, Aciel nanti samperin kakak ketika Sudah bosan dan sudah puas bermain.


Sedangkan Davira hanya mengelum senyum dan beranjak ke kedai dekat arena bermain. Davira memesan makanan cukup banyak. Ia ingat sedari siang tadi belum makan.


" Akhirnya makan siang dan sore juga. Sampai lupa jika belum makan. "cuman Davira.


Aciel bermain kesana kemari. Davira makan sambil sesekali menengok Aciel.


Andai kamu masih ada Ciel, pasti kamu lebih senang dan bahagia.


Andai saja kak Vina masih ada, mungkinkah kita akan satu kantor, kita berantem berebut barang. Atau mungkin kakak sudah menikah. Tak terasa bulir bening membasahi kedua pipi Davira.


Perdebatan kecil tadi pagi dan siang mengingatkan Davira pada saudara kembarnya.


Dari beberapa meja dekat Davira terlihat Fauzan tersenyum. Perihal Davira punya teman tak kasat mata Fauzan sudah tau dan Fauzan kebetulan sekali bisa melihat.

__ADS_1


"MasyaAllah bidadari surgaku. " guman Fauzan.


Ingin rasanya Fauzan mendekat namun ia sadar disana ada teman-temannya.


Jam menujukkan pukul tujuh malam. Aciel berlari menghampiri Davira.


"Kak pulang yuk, Aciel sudah capek nih." kata Aciel.


"Masak hantu bisa capek? " kata Davira.


"Ahh, kakak mah gitu." kata Aciel cemberut.


"Iya iya kita pulang yuk. " ajak Davira.


"Ayo kak. " kata Aciel.


Mereka bergegas pulang namun berhenti di warung pinggir jalan dekat rest area. Davira memesan makanan dibawa pulang.


"Tolong aku tolong aku sakit sekali aku tidak jahat aku tidak menggangu kalian. " kata sosok di balik pohon besar.


👋👋👋👋👋👋👋


Sampai jumpa ya up selanjutnya.


Doakan ya supaya kontrak serita ini bisa lulus.


Tetap dukung karya ku ya.


Like


comen


gift


Bye semua👋👋👋👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2