
Davira and the gank kini mereka berada di pusat perbelanjaan. Mereka sibuk memilih-milih makanan ringan.
Mulai dari yang berbunyi kriyuk, biskuit dan bahan untuk dibakar. Davira and the gank suka berbagi dengan teman baru di camping. Diajak bebakaran bareng, makan atau pun sebesar ngopi dan ngeteh sambil menunggu senja tiba.
Dilain tempat juga melakukan hal yang sama. Berbenah sudah siap untuk camping. Dia adalah Fauzan dan Fauzin, mereka hidup dipanti asuhan sejak kecil. Mereka anak dari pemilik panti.
Ada lagi dua gadis cantik seusia Davira dan Sasa mereka juga mengajar dipanti dan mengurus segalanya dipanti. Mereka adalah Ika dan Lia,
Di perjalanan tidak ada suara kecuali deru mesin mobil yang terdengar.Setelah setengah jam mereka sampai di tujuan. Perlengkapan tenda sudah dibawa.Mereka memilih tempat lalu mendirika tenda. Jangan bertanya tenda milik Davira dan Sasa.Mereka tanpa bantuan Putra ataupun Heri.
Setelah tenda selesai mereka memasukkan barang-barang. Sambil menunggu senja,Putra merebus air sedangkan Davira menyiapkan tempat untuk sholat.
Kini warna lembayung sudah mulai berjalan berlahan namun pasti kini matahari mulai tenggelam bagai ditelan danau di depan mereka yang sedang menikmatinya.
Berbagai potret telah diabadikan oleh banyak pengunjung ataupun yang camping.
"Kita sholat dulu yuk." ajak Davira.
"Lats go." jawab Sasa.
Mereka berjalan berempat menuju tempat wudhu.
Tanpa mereka sadari di belakang ada yang mengikuti.
__ADS_1
Davira dan Heri sudah sampai didepan tenda.
"Dek boleh kita menumpang tikar untuk beribadah? " tanya Fauzan.
"Boleh kak silahkan, kita juga masih menunggu teman kita yang lain." kata Davira.
Tidak sengaja Fauzan memandang wajah Davira yang sudah menggunakan mukena, ada desiran aneh yang Fauzan rasakan. Begitupun Davira serasa ada yang memperhatikan. Davira menengok ke samping berjarak dua meter dari Davira berdiri. Davira dan Fauzan saling pandang untuk beberapa detik. Fauzan dan Davira saling pandang, Davira merasakan
ada desiran aneh, buru-buru Davira memutus pandangan itu.
"Ya Allah rasa apa ini? " batin Davira.
"Astaghfirullah tidak semestinya aku memandang seorang wanita yang bukan mahram ku. " kata Fauzan.
"Assalamu'alaikum." sapa Fauzin.
"Wa'alaikumussalam." jawab semuanya.
Mereka memperkenalkan diri ke Davira and the gank. Tidak ingin waktu magrib habis Fauzan memimpin sholat. Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar sangat merdu dan membuat Davira merasakan getaran itu lagi. Setelah selesai sholat Davira melipat mukena.Lalu Davira menawarkan kepada kak Fauzan dan kak Fauzin untuk ikut bergabung menikmati secangkit kopi ataupun teh.
Kak Fauzan mengiyakan.
Lima cangkir kopi dan satu cangkir coklat panas.
__ADS_1
Sasa menyalakan kompor dan Davira membakar sosis roti dan teman-temannya.
Terjadi obrolan seru dari mereka berenam. Davira and the gank dan Dua F.
"Ohh ya kak, jadi kembar itu enak gak sih? " tanya Heri.
"Ehh juned, Vira kan juga kembar. " kata Sasa.
Seketika Davira menghentikan aktifitas bakar sosis. Davira hanya bisa tersenyum namun memendam sesuatu rasa.
"Vir, maafin aku yah, bukan maksud ku mengingatkan mu pada Davina. " kata Heri.
"Udah tidak apa-apa. " jawab Davira.
Kak Fauzan hanya bisa memandang dan menerka-nerka dalam pikirannya. Entah nanti atau besok Fauzan ingin bertanya lebih lanjut tentang Davira. Sepertinya Fauzan ada rasa ketertarikan dengan Davira.
💙💙💙💙💙💙💙
Hai Hai up.
Mampir yuk. Selamat membaca ya.
Mohon maaf ilang-ilang mulu ini. 🙏🙏🙏
__ADS_1