KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Ikhlas Tanpa Batas


__ADS_3

Pagi yang cerah.Tuhan menciptakan pagi hari ini dengan indah, maka mulailah dengan penuh keceriaan dan semangat.


Cukup dengan secangkir kopi dan senyuman manismu berhasil membuat pagi ku menjadi sempurna,lakukan yang terbaik di hari ini.


Entah bagaimana cuaca alam pagi ini, yang pasti aku selalu mendoakanmu semangat pagi.


Tersenyumlah untuk menyambut pagi harimu.


Ku ucapkan selamat pagi pada dunia dengan senyum dan hati yang tulus.


Semoga semangatmu tetap membara dan tidak pernah padam.


Pagi untuk mengganti hal-hal yang bikin penat kemarin dan mengganti kebaikan hari ini.


Selamat pagi buat kamu yang masih banyak gengsinya buat bilang kangen ke aku.Dan untuk mewujudkan impian di pagi yang ceria ini.


lanjut kecerita ya, ini author sedikit melow dan oleng soalnya. 😅😅😅


Davira and the gank sudah menanti kedatangan pak Didik atau Daddy baru mereka.


Ya mereka ingin ke kampung halaman mammy Asih. Banyak bekal yang mereka bawa.


"Kalian kenpa kayak mau kemping sebulan sih? " Tanya Pak Didik.


"Yakan jauh dad,nanti cacing kita pada demo dan mogok makan bagaimana?" Balik tanya Sasa.


"Astaga, ini hanya empat jam lho sampai sana itu.pas makan siang juga sudah sampai. " Kata pak Didik takau kalah.


"Udah sana pada berangkat nanti keburu siang dan pulangnya kemalaman nanti." Kata papa Burhan.

__ADS_1


"Ya udah kita berangakat dulu pa. " Pamit Davira and the gank.


Pak Didik dan Putra duduk di belakang. Heri memilih di pinggir kiri,Davira ditengah dan Sasa di pinggir kanan. Mereka mengoceh bak anak kecil yang menemukan mainan baru.Tak lupa mulut tidak berhenti mengunyah. Tepat jam dia belas siang mereka tiba di pemakaman umum.Disana juga ada penjual bunga.Kedai kopi pun tak jauh dari sana. Hanya menyebrang jalan saja.


Mereka singgah dulu di kedai kopi untuk numpang sholat. Setelah selesai mereka menuju makam dan membeli bunga kesukaan mommy Asih.


Mereka beriringan mengikuti pak Didik. Tibalah mereka di gundukan baru nisan bertuliskan Asih L binti Abdulah.


Terasa sejuk disana meski dibawah terik matahari.Di dekat baru nisan itu terdapat pohon Kamboja yang rimbun.


Mereka bersimpuh di samping batu nisan itu. Isakan lirih terdengar dari mereka. Cukup lama mereka bersimpuh dengan doa mereka masing-masing. Setelah usai mereka bangkit bersamaan dan saling pandang. Mereka tersenyum lalu berjalan ke kedai kopi untuk sekedar duduk menikmati sore hari berganti senja.


Pemilik kedai pun nampak heran dengan pelngggan setia nya itu. Ya pelanggan setia itu adalah pak Didik.Pasalnya jika datang seorang diri dan terlihat murung. Namun ini terlihat ceria. Pemilik kedai hanya membatin saja.


"Mereka siapa, sepertinya anak-anak ini luar biasa."


"Dad dimana rumah mommy? "


"Itu makam mommy. "


"Ya kan daddy bener itu rumah mommy sekarang. "


"Daddy...! " Teriak Davira and the gank.


Daddy mereka hanya katawa terbahak-bahak mendengar protes dari anak didiknya sekaligus anak dari sahabatnya.


"Kalian mau ke rumah mommy? "Tanya pak Didik.


"Tentu." Jawab Davira and the gank.

__ADS_1


"Oke kita kesana, kalian pasti suka. " Kata pak Didik.


"Ayo dad cepetan." Ajak Davira dan Sasa.


Pemilik kedai tambah bingung. Kenapa panggil daddy.


"Kenapa pak? " Tanya pak Didik.


"Ehh itu pak, punten mereka siapa? " Tanya pemilik kedai.


"Anak dari sahabat saya pak, udah aku anggap anak sendiri. " Jawab pak Didik.


"Alhamdulillah, saya lihat tambah terpancar ketampanannya pak, yang ikhlas ya pak. " Kata pemilik kedai.


"Alhamdulillah, saya sudah ikhlas pak,itu juga berkat anak-anak dan sahabat saya." Kata pak Didik.


😇😇😇😇😇


Pak Didik pun membayar dan berpamitan. Mereka lalu menuju ke rumah mendiang Asih.


Sekarang pak Didik sudah ikhlas. Ingin melanjutkan hidupnya tanpa beban rasa sedih, terpuruk dan merasa bersalah.


😇😇😇😇😇😇😇😇


Yee up lagi. Jangan lupa mampir ya.


Dan tinggalkan jejak.


Ikhlas memang tidak mudah,jika kita ikhlas menerima apapun itu akan terasa enek hidup kita.

__ADS_1


Papayo👋👋👋👋👋


__ADS_2