
" Handphone ku!" Tanya Istriku dengan kata kata bulat yang sempurna. aku berjalan cepat mencari tas nya dan mengeluarkan handphone nya.
" Mau telphone Mama?"
" Mamah Lagi!" ucap Istri ku dengan kesal nya, dia merebut Handphone dari ku, padahal aku hanya bertanya. dan entah siapa yang akan di hubungi nya. dia menghubungi seseorang dan wajah nya tambah kesal kali ini, dia mengomel sendiri.
" Pake acara ga di angkat lagi!" istriku mengomel lagi. Dan dia terus sibuk dengan Handphone nya. aku duduk di sofa dan terus memperhatikan nya.
" Loe pada ngapain sih! Angel Mana!" suara istri begitu ketus dan dia berjalan berputar putar
" Suruh angkat telepon gw, Ver!"
( Ooohhh istriku tadi sedang menghubungi Angel tapi tidak ter jawab oleh Angel rupanya)
" Mau aku yang telphone, Cha!" Tanya ku baik baik, dia menatap wajah ku tanpa menjawab apa pun. aku langsung menutup wajah ku dengan hijab panjang yang di simpan di dekat sofa.
" Ga lucu!" Dia berkomentar melihat kelakuanku dan aku menahan tawa ku. " galak bener!" ucap ku dalam hati. dan Handphone nya berdering
" Loe kemana aja Angeeeeelll!" ucap nya tanpa Hallo
" Loe boongin gw ngeeeellll!"
" tawa lagi!"
" Sini temenin gw!" ucap nya mulai pelan, malah aku rasa itu sebuah permintaan dari istriku.
" loe jahat" dia meneteskan air matanya, aku berdiri tapi aku takut membuat nya marah.
" gw takut!"
" Masa gitu?" ucap nya dan dia tertawa sekarang
" Ya ya...tau ah! ini sakit Ngellll, Bangetttt!"
" Ada....tapi omongan nya ga guna banget! kesel gw, ga nyambung!" ucap nya, " haaahhh istriku sedang Complaint tentang ku rupa nya, omongan ku ga guna banget, ga nyambung!" aku menahan tawa ku lagi.
" Ogaaahhh gw...cukup ini aja!"
" Otak loe....ngeres aja!"
" Udah ah, ga guna juga ngomong Ama orang yang pikiran nya cuma ngesex doang!" ucap Istriku ketus dan aku tidak tahan menahan tawa ku.
__ADS_1
" Emang denger aku ngomong apa?" tanya nya sinis padaku, dia tidak suka mendengar tawa ku.
" Sex....sex doang, pasti Angel lagi ngomongin sex nya!"
Jawab ku pelan dan sedikit takut
" Sok tau deh!" ucap nya dan aku salah lagi. aku mengambil air minum, aku berikan padanya.
" Minum dulu sayang!"
" Dari tadi Kek, udah tau orang kesakitan, inisiatif dong, ngasih minum!" ucap nya, dia menghabiskan satu gelas sekaligus dan aku tersenyum.
Istriku duduk di pinggiran tempat tidur, aku berdiri di depannya,
" Apa yang harus aku kerjain sayang?" tanya ku dengan lembutnya, dia tidak menjawab nya, istri ku malah menyimpan kepala nya di perut ku. dengan cepat aku mengusap kepalanya, aku memeluk kepalanya, ku cium rambutnya.
" Pasti sakit banget rasanya, Maaf aku selalu nothing!" ucap ku dengan tulus, dan istri ku menangis
" Ini sakit banget Mas, tapi Angel bilang, ini sebanding lurus waktu kita lagi bercinta nya, jadi aku harus nikmatin!" ucap Istriku dan aku tertawa kecil. " Angel .....Angel....emang sex mlulu pikiran nya, kasih kek omongan yang lebih berbobot dan bermutu!" keluh ku dalam hati.
" Iya...mungkin Angel bener, tapi jangan lupa berdoa ya Cha, Istighfar pas sakit nya berasa!" ucap ku sok bijak sekali yah, tapi aku bisa apa saat ini.
" Awwww!" aku meringis, dan mundur sedikit, Istriku yang sedang menyimpan kepala nya di perut ku, mengigit perut ku.
" Ke rumah sakit sekarang!" ucap Istriku dan aku sedikit kaget.
" Serius Cha?"
" Mau aku tinggal disini?" tanya nya begitu saja pada ku. Aku tersenyum dan mengambil tas dan satu kantong besar perlengkapan bayi yang kemarin di beli istriku.
" Mau bawa apa?" Tanya nya dengan kesal
" Belanjaan baby kita!" Jawab ku dengan tas selempang istri ku yang sudah aku pakai saat ini.
" Nanti aja...Bawa tas aku aja, Paham!" Ucap nya lagi, dan aku tertawa, aku mana tau apa yang harus dan tidak harus aku bawa.
Istriku ku berjalan dengan gagah nya, aku berjalan di sampingnya merangkul pinggang nya, semua orang di hotel ini yang berpapasan dengan nya tersenyum dan aku tidak tau apakah istriku membalas senyuman nya atau tidak, aku tidak sanggup menatap wajah nya. Takut tentunya.
" Dengkul ku sekarang lemes!" ucap nya pelan, aku panik, dan meminta nya untuk duduk dulu di lobby hotel, tapi Istriku menolak nya,
" Sakit' nya udah ampir 5 menit sekali, Angel bilang harus di periksa Ama dokter!" jawab nya dan aku harus setuju dengan ucapan.
__ADS_1
Kami tiba di rumah sakit Jam 2 siang, aku sempat melihat jam besar yang berada di dalam ruangan UGD ini. Istriku langsung di tangani oleh dokter dan perawat di sini.
" Boleh saya memilih dokter wanita untuk membantu proses kelahiran nya?" tanya ku pada dokter yang sedang melakukan USG kali ini.
" Ya nanti akan di pegang oleh dokter kandungan wanita, saya hanya dokter jaga!" Jawab dokter itu dan aku merasa bersyukur, Istriku akan di bantu oleh dokter wanita, bukan dokter laki laki.
" Ayo kita pindahkan ke ruang persalinan!" ucap dokter itu lagi. dan saat ini istri ku sudah terbaring dengan sangat lemah. Aku memegang tangan nya ketika tempat tidur ini di dorong masuk ke ruang persalinan. seorang dokter wanita yang menggunakan baju berwarna Pink sudah siap menunggu kami.
" Proses yang cepat!" ucap nya ketika membaca folder besar berwarna hijau. dan Istriku Tersenyum.
" kami akan melakukan induksi juga memasang infus, silahkan di tanda tangani semua proses yang akan kami ambil saat ini!" ucap dokter itu dan aku mulai membacanya. semua dalam bahasa Inggris dan aku setuju, aku di minta untuk segera mengurus ke bagian pendaftaran untuk proses persalinan istri ku.
" Aku pergi sebentar ya Cha, aku ga akan lama!" ucap ku lalu mencium keningnya yang berkeringat. Istri ku hanya tersenyum dan meringis, lalu aku pergi dengan segera menuju tempat pendaftaran, aku mengeluarkan
Pasport ku dan istriku, juga ATM ku untuk di gesek saat ini. setelah selesai aku kembali menuju istri ku.
" Kamu mau lepas kerudung Cha?" tanya ku dengan hati hati
" Boleh Mas? aku panas!" dia bertanya dan mengemukakan alasannya.
" Boleh sayang, di sini semua perempuan kok!" jawab ku dan ku bantu melepas hijab nya yang sudah basah.
10 menit ini, istriku di tinggal oleh dokter nya, istri ku semakin gelisah, keringat nya semakin banyak. aku hanya bisa memegang tangan nya, mengusap keringat nya, dan berdoa dalam hati ku.
" ini tambah sakit!" ucap nya pelan, bahkan terdengar lembut
" Sabar ya Cha, Maafin aku, aku ga bisa apa apa buat bantu kamu!"
" Iya Mas!" Jawab nya dan aku tersenyum, istri ku ternyata menjaga sekali sikap nya, tadi di kamar hotel dia begitu galak pada ku, sekarang ini lembut seperti biasanya, sabar seperti biasa nya, manis seperti ROSSA istriku yang aku kenal selama ini.
Dokter kembali memeriksa Istriku.
" Sakit?"tanya dokter itu.
Dan isteri ku hanya menggagukkan kepalanya, tapi Istri ku memang hebat, dia tidak menjerit-jerit seperti wanita pada umum nya.
" Sepertinya sudah waktu nya!" ucap Dokter itu, dia mulai mempersiapkan dirinya sendiri. Istriku meraih tangan ku.
" Maafin aku ya Mas, If something happen with me, please take care my baby!" Ucap nya pelan dan aku tak bisa membendung air mata ku.
" Insyaallah semua baik baik Cha!" ucap ku dan mencium tangan nya.
__ADS_1
Dokter sudah memakai sarung tangan nya, beberapa perawat datang lengkap dengan sarung tangan nya juga.