KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
ROSSA 173


__ADS_3

Boy, Melly, Febby, Arif, Arga, Mas Didit dan Mbak Laras tiba jam 1 siang, tentu saja wajah ku dengan riang gembira menyambut Kakak ipar dan semua sahabat ku.


" Tinggal nunggu pulih dari obat bius nya, Thanks alot buat semua bantuan dan dukungan kalian!" Ucap ku


Semua orang tersenyum dan bergiliran memeluk aku, memberikan ucapan selamat tentu nya.


Jam 2 siang, Dokter Webber kembali. Dia mengatakan di depan kami semua, bahwa suami ku dalam kondisi aman, denyut jantung yang normal akan di lakukan serangkaian tes lanjutan dan pengobatan setelah suami ku sadarkan diri.


Suami ku sudah di dorong dengan tempat tidur nya, menuju kamar perawatan dan aku adalah orang yang berbahagia di dunia saat ini.


Kami semua berkumpul, Boy bahkan saat ini memakan banyak pizza yang tadi di bawanya.


" Loe Laper Boy?" Tanya Arga


" Gw tuh ga enak makan dari mulai dapet kabar si Aryo kecelakaan, mungkin berlebihan, tapi setiap gw ngunyah, gw inget Ocha, gimana anak nya, gimana si Ocha, pokok nya pikiran gw terlalu jauh lah!" Jawab Boy dan aku tersenyum, mereka begitu peduli pada ku


" Ya udah makan yang banyak, Boy nya Gw itu ga boleh kurus, nanti pantat nya tepos dan itu ga sexy!" jawab ku dan kami tertawa.


" Bisa becandaaaaa!" seru Arga sambil mengusap kepalaku


" Hehehehehe iya dong!" Jawab ku


20 menit kemudian, Mas Aryo mulai mengerakkan tangan nya dan kami tersenyum, " Mas....Ini Aku!" ucap ku dan dia tersenyum pada ku, aku langsung memeluknya, aku mencium pipi nya, aku terus tersenyum.


dokter Webber yang memang dari 20 menit lalu berada tak jauh dari ruangan, dia Langsung masuk dan menyapa kami


" He's wake up!"


" Ya Wake up!"


Dan dokter langsung memeriksa nya, dengan senter kecil nya, dokter memeriksa mata nya, dan Mbak Laras memeluk aku, kami berbahagia.

__ADS_1


" Can you hear me?" tanya Dokter Webber dan kami diam menunggu Jawaban suami ku


" I can!" Jawab suami ku dan Alhamdulillah kami semua berucap syukur. aku dan Puput lalu duduk di sofa dekat suami ku berbaring.


Boy memeluk dokter Webber


" Thanks dokt, dia adalah keluarga saya!"


dokter Webber Tersenyum dan menepuk bahu boy, " kita tunggu progres nya!" dan pergi meninggalkan kami.


" Gimana Yo, apa yang loe rasain?" tanya Mas Didit.


" Cape!" Jawab nya, dan aku tersenyum.


" Minum Ya Mas!" Ucap ku, aku hendak berdiri namun sedikit sulit, karna sofa ini sedikit rendah, dan aku berat dengan perut ku.


" Tolong Aku Mel, Aku haus!" Ucap Mas Aryo


" Kamu duduk aja Cha!" jawab Mas Aryo, dan air mataku menetes namun dengan cepat aku sembunyikan.


" Ayo Mel, aku haus!" Ucap nya lagi.


Melly terlihat Kaku, dan Arga menatap Wajah ku,


" Ayo Mel, Aryo pengen Minum!" ucap Arga kali ini.


Melly mengambil botol air mineral, dengan sendotan spiral nya dia membantu Suami ku untuk minum.


" Cukup Mas?" Tanya Melly


" Cukup Mel, kamu jangan jauh jauh dari aku, aku pasti butuh kamu!" ucap Mas Aryo, dan aku lemas

__ADS_1


Aku menyenderkan kepala ku di sandaran sofa, aku mengusap perut ku, dan Mas Didit meminta aku untuk minum, ya aku harus minum.


" Perut mu sakit Cha?" Tanya Mas Aryo


" Lagi gerak, bayi ku gerak gerak mlulu!" Jawab ku mencoba ramah.


" Bawa periksa ke UGD Arg, kasian Ocha keringetan itu Arg!"


Aku dan Arga saling menatap lagi.


" Minum lagi Mel!" Pinta nya, Melly menatap ku


" aku aja ya Mas!"


" Melly aja Cha!"


" Please Mel, itu Mas Aryo pengen Minum!" ucap ku pada Melly


dokter Webber datang memeriksa lagi.


" Bagaimana Kondisi Mu?"


" Aku merasa lebih baik!" jawab Mas Aryo


" Yo....Ocha itu bini Loe, Bukan Melly!" Ucap Mas Didit kesal, dan dokter memicingkan matanya


" Ada yang salah?"


" Rossa itu istri loe, bukan Melly lagi!" kali ini Mbak Laras yang bersuara. dan Suamiku diam, wajah lelah nya muncul lagi.


" Jangan di paksakan untuk pasien mengingat ingatan nya, terlalu keras, itu berbahaya, mungkin dia perlu waktu!" Ucap dokter Webber.

__ADS_1


__ADS_2