
Ditepian danau dekat taman kota.Davira and the gank duduk termenung. Melamun dalam pikiran mereka masing-masing. Sudah saatnya mereka memikirkan kisah cinta mereka. Numun sampai saat ini mereka masih membatasi diri. Mungkin karena dulu ada yang bilang jika seorang seperti mereka ini dijauhkan dari kisah asmara.
"Bosan sekali hari ini." Kata Putra.
Sebuah gitar telah Davira petik dan mengalunkan nada yang indah. Membuat suasana yang semakin syahdu untuk mereka.
"Seperti yang sedang kita rasakan ya. Kita menghadapi asmoro ugal ugalan." kata Heri.
πΆπΆπΆπΆπΆ
Gusti, tulung paringono,
Ati sing kuat (ati sing kuat)Kanggo ngadepi asmoro ugal-ugalan.
Davira menyanyikan lagu Jawa dan membuat Sasa terbahak-bahak namun sorot mata berkata lain.Seakan merasa lucu dengan keadaan mereka. Takut mencintai karena sering dihantui bayang-bayang omongan tetangga yang tidak suka.
Pertanyaan demi pertanyaan masih sama seperti dulu dan masih berkaitan dengan mereka yang bisa melihat makhluk tak kasat mata. Ingin rasanya menyudahi semua ini. Ingin seperti orang pada umumnya,namun hanya angan-angan mereka saja.
Sudah lah mungkin ini jalan yang harus mereka lalui tanpa mempedulikan kata-kata orang yang tidak suka.
Suka atau tidak suka harus mereka jalani. Karena makhluk itu pun hidup berdampingan hanya ada dinding pembatas dan tidak semua orang bisa melihat dan merasakan kehadiran mereka.
"Jadi keingat kak Vina. " kata Davira.
Seulas senyum di bibir Davira and the gank. Mereka telah terpejam dan seakan melihat Vina sedang tersenyum kepada mereka. Senyum yang begitu manis yang selama ini mereka lihat.Untaian dia yang telah mereka panjatkan untuk orang yang mereka sayangi. Bahagia disana dan tetap tersenyum di susi Allah.
"Kita harus sudah sedih ini, Ayo kita melanjutkan ada kita yang masih panjang. " kata Sasa.
Semua menoleh kepada Sasa, Hanya sebuah anggukan dari mereka. Mereka lalu bangkit dan terus menggenggam satu sama lain. Mereka pun berkata.
Sampai kapanpun dan apapun keadaan kita kedepannya nanti persahabatan kita akan terus begini. Meski mereka telah hidup dengan keluarga barunya kelak.
"Jodoh tidak ada yang tau." kata Davira.
"Ya Allah jika aku tidak berjodoh dengan dia wanita yang aku sayangi tolong jodohkan ya Allah, jika tidak bisa paksa dia ya Allah." Doa Heri.
Davira dan Sasa hanya bisa menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Sedangkan Putra sudah mengumpat kesal atas doa sahabatnya itu.Seperti biasa mereka akan berdebat berujung salah-salahan dan lapar.
Bahkan dimeja makan pun masih saja berdebat tanpa peduli sekitar ada apa dan siapa dimana.
"Tetaplah seperti ini meski jalan kita berbeda nantinya." cuman Davira.
Mereka melanjutkan makan ditepian jalan dekat rumah. Mereka memesan cukup banyak untuk porsi mereka. Karena Putra telah menghubungi Kak Fauzan dan kak Fauzi. Tak berselang lama yang ditunggupun datang.
"Sudah lama? maaf ya menunggu lama. " kata Fauzi.
Mereka kompak menjawab tidak kak. Sambil menunggu pesanan mereka banyak bercerita terutama Putra yang menceritakan kisah mereka yang bisa melihat dari sedetail mungkin agar Fauzan dan Fauzi tidak menerka nerka tingkah mereka.
"Bosan nih nunggu lama, nyanyi aja yuk." kata Fauzi.
__ADS_1
Sebenarnya Fauzi hanya mengalihkan topik pembicaraan mereka, bagi Fauzi hal seperti itu sudah hal biasa di sekitar mereka. Ada yang percaya ada yang tidak. Bahkan ada yang terkena hujatan.
Antara Ada dan Tiada.
Setiap ku melihatmu
Ku terasa di hati
Kau punya segalanya
Yang aku impikan
Dan anganku tak henti
Sajak tentang bayangmu
Walau kutahu
Kau tak pernah anggapku ada
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan sgala rasa buatmu
Dan anganku tak henti
Sajak tentang bayangmu
Walau kutahu
Kau tak pernah anggapku ada
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi
__ADS_1
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan sgala rasa buatmu
Kan selalu
Ku rasa
Hadirmu
Antara ada dan tiada
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih Aku
Tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan sgala rasa buatmu
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan sgala rasa buatmu
Setelah mereka bernyanyi akhirnya pesanan pun datang.Tanpa bercanda dan tanpa berbicara mereka makan dengan tenang hanya terdengar suara deru mesin kendaraan yang berlalu lalang dan kang julana yang melayani pelanggan.
Sampai disini dulu ya.Bingung juga mau bagaiamana kelanjutan ceritanya. Masih pusing memikirkan bab selanjutnya. Mungkin akan author and kan saja dan berlanjut ke kisah asmara mereka berempat Akan tetapi tunggu dulu ya kawan.
Bye semua ππππ
Tetap stay ya disini mohon maaf sekali lagi.
__ADS_1