
Davira dan Fauzan sudah sampai ditenda. Mereka langsung bergabung dengan Putra dan yang lainnya.
Sasa sudah menyiapkan gelas untuk kopi dan coklat. Air rebusan juga sudah mendidih. Tak lupa Davira mengambil tempat makan kecil untuk menaruh sambal dan masih ditambah cabe.
Davira dan Sasa sangat cekatan dalam hal ini. Mereka sudah terbiasa.
"Wah ada gorengan kesukaan Vira nih." Cletuk Heri.
"Iya nih, bakal langsung ngedumel ini bocah besok, karena lemak dimana-mana. " imbuh Putra.
"Kalian sedekat ini ya? " tanya Fauzi.
"Iya kak, kita dekat dari orok dan sampai janah nanti. " kata Putra.
"Wau,,, jarang lho ada persahabatan antara cewek dan cowok tidak ada yang jatuh cinta." sambung Fauzan.
"Kita tidak berbakat dalam berpacaran kak, yang kita tau ya main bareng, belajar bareng, kerja pun bareng kak.Dan kita punya prinsip, akan berteman dan menua bersama meski tidak seatap.Rasa sayang bagai saudara kak.Karena orang tua kami pun begitu kak. " kata Sasa panjang kali lebar.
"Dah,,, yuk kita makan dulu. Sudah siap ini. " kata Davira.
"Sesederhana ini dek kamu, Bismillah jika ini yang telah engkau tetapkan."Batin Fauzan.
Mereka makan gorengan dengan canda dan tawa. Saling berebut satu sama lain. Padahal mereka habis makan sosis bakar. Fauzan dan Fauzi yang banyak mendengar Davira and the gank bercerita.Fauzan dan Fauzi sedikit tau tentang mereka. Karena mereka bercerita tentang kisah masa kecil mereka penuh petualang.
"Sudah malam yuk tidur. " kata Heri.
"Tidur saja dulu, belum ngantuk ini. " kata Putra.
"Aku juga mau tidur dulu ya Vir." kata Sasa.
"Iya,duluan saja jangan lupa gosok gigi." kata Davira.
Sasa dan Heri pun kekamar mandi dulu untuk gosok gigi. Tinggal Fauzan, Fauzi, Putra dan Davira. Mereka berbincang.
Tidak lama kemudian Fauzi pamit undur diri karena sudah mengantuk.
Kini Fauzan dan Putra sedang mengobrol. Tak mereka sadari Davira duduk menyendiri di tepian danau tepat di depan mereka berjarak sekitar lima meter.
"Bang tak kesana dulu ya, itu Vira sendiri.Aku harus awasi dan jagain dia. Takut ada apa-apa. " kata Putra.
"Ya udah ayo kita samperin. " Kata Fauzan.
__ADS_1
Mereka berjalan kearah Davira yang sedang melamun. Fauzan mencegah Putra untuk mendekat. Mereka mendengar apa yang telah Davira katakan. Semacam unek-unek. Lama mereka terdiam. Dan tiba-tiba Davira terjatuh dari duduknya. Sintak Fauzan dan Putra berlari.
"Ambil minyak angin, slimut dan buatin teh anget, biar aku yang bawa Vira ke depan tenda satu lagi jangan bangunkan yang lain kasihan mereka. " kata Fauzan.
"Baik bang, makasih atas bantuannya. " kata Putra.
Putra berlari masuk kedalam tenda Davira, mengambil minyak angin dan mengambil slimut untuk Davira. Sedangkan Fauzan membawa Davira dengan hati-hati. Ketika ada yang tanya kenapa. Fauzan bilang ketiduran.
"Bang sudah ku siapkan, taruh tenda apa disini dulu." tanya Putra.
"Disini dulu kasihan Sasa, lagian susah juga kan masuk. " jawab Fauzan.
Berbagai cara Putra dan Fauzan membangunkan Davira. Cukup lama mereka membangunkan Davira.
"Dek, sekhawatir itukah kamu. Aku janji akan membuatmu bahagia tanpa bebanmu itu. " kata Fauzan dalam hati.
Akhirnya Davira sadar, Putra dan Fauzan akhirnya bernapas lega.
"Diminum dulu dek." kata Fauzan.
"Makasih kak. " kata Davira sambil mengambil minum yang disodorkan Fauzan.
"Put, gorengan tadi masih ada gak? " tanya Fauzan.
"Kamu masih lapar, ini makan dulu. Atau mau kaka belikan roti? " tanya Fauzan.
"Gak usah kak, ini saja. " jawab Davira.
"Kau ini ya Vir, sudah ku bilang tidak usah risau tentang jodoh. Dan tidak usah takut jika tidak ada yang mau sama lu karena lu punya kelebihan."kata Putra panjang lebar.
" Udah kasihan Vira nya. "sela Fauzan.
Sedangkan Davira hanya menunduk tidak berani menatap Putra. Putra akan berubah jadi singa lapar ketika terjadi sesuatu dari Davira.
"Dah malam, aku mau tidur. Bang tolong suruh itu orang tidur dan gak usah mikir yang gak penting. " kata Putra sambil berlalu pergi
"Maaf kak. " kata Davira
"Maaf untuk apa dek,kaka sudah tau semuanya." kata Fauzan.
"Jadi kaka gak takut? " tanya Davira.
__ADS_1
"Kenapa harus takut sih dek? " tanya Fauzan.
"Dah sana masuk tenda, istirahat tidur. " kata Fauzan.
"Gak mau kak masih lapar ini, lagian masih jam sepuluh lewat ini. " kata Davira.
"Yaudah yuk beli makanan. " ajak Fauzan.
"Gak usah kak ini saja. Dan ini untuk kaka ini untuk Vira. " kata Davira.
Mereka memakan gorengan yang masih ada. Dan tinggal satu. Davira mengambil gorengan itu lalu membagi jadi dua.
"Ini untuk kaka, ini untuk Vira. " kata Vira.
Fauzan hanya tersenyum dan mengusap kepala Davira.
Davira merasakan nyaman ketika bersama Fauzan.
"Dek, bolehkah aku mengenal mu lebih dekat? " tanya Davira.
"Tanyakan pada orang yang lebih berhak atas diriku kak. " kata Davira.
"Berikan nomer telpon ayahmu. Biar kaka meminta ijin bersilahturahmi ke kediaman mu. " kata Fauzan.
Davira tercenang mendengar perkataan Fauzan.
Akhirnya Davira memberikan nomer telpon ayah.
"Tunggu kaka ya. " kata Fauzan.
Akhirnya mereka berpisah dan masuk tenda masing-masing.
👋👋👋👋👋👋👋👋👋
Hay gass maaf beribu maaf baru up hari ini.
Jangan pergi ya dan jangan lupa dukung karyaku yang masih amatir ini
Like
komen
__ADS_1
Gift