KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Berawal dari Gedruk


__ADS_3

Davira and the gank. Singkat cerita, mereka kini telah lulus kuliah


dan sudah bekerja. Selama masa perkuliahan mereka jalanai tetap ada kejadian horor dan aneh yang mereka lalui.


Suatu hari,Davira and the gank berada di desa cukup ramai dan sangat maju. Dari arah kota harus menempuh jalur darat tidak memakan waktu lama dari arah kota.Tujuan Davira and the gank untuk data statistik.


Peradaban disana sungguh kental akan seni budaya.


Saat Davira and the gank sampai, mereka disambut dengan tarian dan seni budaya Gedruk.


Tari Rampak Gedruk Buto biasanya menjadi kesenian tahunan untuk memeriahkan perayaan tertentu. Buto digambarkan dalam sebuah kostum menyeramkan dengan raut kemarahan. Simbol inilah keyakinan warga Lereng Merapi akan kemarahan sang raksasa. Kerusakan alam, eksploitasi, pembukaan lahan akibat ulah tangan manusia.


Mengingat, Kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Merapi dan Merbabu memang cukup parah. Diakibatkan oleh alih fungsi lahan konservasi menjadi lahan pertanian dan permukiman dan penggunaan pestisida yang berlebihan.


Berkat keunikannya, Rampak Gedruk Buto selalu menyedot masyarakat untuk berdatangan dan menyaksikan. Tak hanya hiburan semata, namun makna kemarahan Buto atau raksasa dipertahankan menjadi sebuah pelajaran menjaga alam.Tradisi dan kebudayaan erat kaitannya dengan ikatan manusia, alam dan pencipta. Keyakinan menghasilkan ritual dalam kultus yang terjaga dalam adat istiadat. Sebuah keunikan Indonesia yang patut dibanggakan. Tersebar di setiap daerah dengan ciri khasnya masing-masing. Begitupula sebuah tradisi di Lereng Gunung Merapi ini. Berdandan ala monster yang rupanya begitu menyeramkan.


Inilah kesenian Tari Rampak Gedruk Buto, lahir di Magelang Jawa Tengah. Berkembang hingga Boyolali, Semarang, bahkan menjamah ke Sleman, Yogyakarta. Para pemerannya menari dengan gerakan tangan dan kaki yang kompak. Cosplay monster dalam Tari Rampak Gedruk Buto ini menjadi ikon dari raksasa yang mendiami Gunung Merapi.Warga Lereng Merapi percaya, melihat kerusakan alam yang merajalela akan memicu kemarahan dari raksasa. Tak hanya sekedar kesenian, makna untuk menjaga alam tercurah pada kesenian unik di Lereng Merapi ini.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Lanjut kecerita.


Kedatangan Tim Davira and the gank disambut hangat oleh pihak desa setempat.


Dijamu dengan hidangan khas daerah sana. Dan pada siang hari ada pertunjukan Seni Gedruk.


"Wah bagus banget ya, kata Nania."


"Iya,kompak sekali mereka. " kata Sasa.


Davira fokus melihat tarian tersebut. Tak terasa waktu sudah menujukkan pukul empat sore, acarapun telah usai. Tim Davira and the gank dipersilahkan untuk beristirahat di rumah salah satu warga yang tidak terpakai dan sering digunakan untuk acara penting di desa sana. Rumah tersebut berdekatan dengan tempat ibadah.


Davira dan Heri yang berangkat.


Naina dan Sasa membersihkan tempat tidur. Sedangkan Putra dan Bagas mencari bahan mentah untuk diolah beberapa hari kedepan karena disana akan tinggal sekitar satu minggu.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Seminggu sudah mereka berada di desa lereng gunung merapi tersebut. Mereka sudah mulai berpamiran dengan warga setempat.

__ADS_1


"Ehh itu sie Bagas kenapa sih Nai? " Tanya Putra.


"Entahlah Put, dari kemarin aneh. Bicara sendiri padahal tidak ada orang lho. " kata Nania.


"Iya, kemarin juga makan krupuk ambil banyak dan ditaruh saja di atas meja, ketika aku bersihkan karena ada semut justru marah- marah dan aku suruh ganti. " kata Davira.


"Entahlah ayo kita tidur saja , perjalanan masih jauh ini. " kata Heri.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Jangan lupa


LIKE


COMEN


VOTE


GIFT

__ADS_1


👋👋👋👋👋👋👋👋👋


__ADS_2