KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
ROSSA 165


__ADS_3

Kondisi suami ku saat ini,


Mas Aryo masih belum juga sadarkan diri, alat penunjang hidup nya terpasang di tubuh nya, hidung di pasang selang oksigen dan satu selang di pasang ke dalam mulut nya, rambutnya sudah di cukur habis, kepalanya terbalut perban yang melintas mengelilingi kening sampai pucuk kepalanya. layar monitor yang selalu menyala, berbunyi setiap detik nya dan suami ku hanya terbaring.


Sore ini sekitar jam 4, sudah banyak orang yang berkumpul di sekitar luaran ruang ICU, aku baru selesai dengan sholat Ashar, jadi saat ini Mbak Laras lah yang menunggu Suami ku di dalam ruang ICU.


lebih dari 30 orang anak anak sekolah yang sedang berkumpul kali ini, bapak mertua ku saja cukup kaget melihatnya. aku mengetahui mereka akan menjenguk suami ku, Karna aku tadi pagi aku bertemu dengan Pak Zakie dan beberapa orang yang lainnya.


" Mereka santri dari pondok pesantren Pak!


" Ini Bapak, Bapak nya Mas Aryo!" ucap ku pada Pak Zakie, yang aku baru tau, ternyata anak anak ini memanggil nya Ustad. aku mulai memanggil nya dengan sebutan Ustadz sebagai rasa hormat ku.


Bapak pergi karna harus menjaga ibu juga, dan akhirnya aku sendiri yang harus menemani mereka semuanya.


Aku menceritakan kondisi Mas Aryo saat ini, dan lagi lagi aku mohon bantuan doa dari semua orang untuk kesembuhan suami ku.


sebagian dari anak anak ini meminta ijin pada ku untuk bisa melihat kondisi Mas Aryo secara langsung, aku mencoba bicara dengan Perawat, tapi aku tidak mendapatkan ijin, Akhirnya aku menghubungi Arga, dan tidak lama kemudian Arga datang, karna memang Arga sedang mengerjakan laporan nya di rumah sakit ini.


" Assalamualaikum Pak Zakie!" Sapa Arga dengan mengulurkan tangan nya.


" Waalaikumsalam Mas Arga, Alhamdulillah ketemu lagi kita!" Jawab Ustad Zakie dan aku tersenyum.


" Saya bawa santri santri nih Mas, pengen ketemu ustad favorit nya" Jawab ustad Zakie, aku dan Arga saling bertemu mata, ingin rasanya aku tertawa, Mas Aryo di panggil Ustadz, serius! ga salah denger nih kuping! ucap ku dalam hati, aku rasa Arga pun berpikiran sama dengan ku.


" Iya Om, pengen liat ustadz Aryo Nih!" ucap salah satu santri yang aku perhatikan dari tadi, dia tidak bisa tenang, bergerak ke kiri dan ke kanan terus tubuh nya.


" Jangan panggil Om Dong! Berasa tua Nih!" protes Arga dengan tertawa dan aku tersenyum, dan para santri itu pun ikut tertawa.


" Panggil apa dong? Bapak, Mas?!" Tanya santri santri ini dengan serius kali ini.


" Ustadz dong kaya Aryo, Aryo itu Sahabat saya loh!" Jawab Arga dan aku memukul bahu Arga saat ini.


" Kalo mau di panggil Ustadz, harus ngajar dulu di pondok Om!" Jawab salah satu dari mereka.


" Para santri memanggil ustadz pada guru laki laki nya, semua guru yang memberikan ilmu yang bermanfaat, wajib di panggil Ustadz oleh muridnya!" ucap Ustadz Zakie yang menerangkan mengenai panggilan ustadz di lingkungan pondok nya.


" Emang Ustadz Aryo ngajar apa?" tanya Arga


" Multi media Om, design grafis, banyak lah Om!" Jawab mereka dan aku hampir tidak percaya mendengar nya.


" Ya ya...dia cocok jadi Ustadz, orang nya sabar, pinter, Alumnus nya U*, Gelar cumlaude!" Jawab Arga dan lagi lagi aku memukul bahu nya


" Ayo lah, Masuk Ama saya, tapi satu satu yah, nanti saya yang ijin!" Ucap Arga dengan yakin nya.


Mereka mulai memutuskan urutan absen mereka untuk masuk ke dalam ruangan secara bergiliran, dan Arga sudah siap dengan santri dengan absen pertama.


Mereka satu persatu masuk ke dalam ruangan, Arga kembali keluar dan bergabung dengan aku dan santri santri lain nya. sampai akhirnya semua santri berhasil masuk. dan berkumpul kembali sebelum mereka berpamitan. saat ini mereka berdoa singkat dan bersama, di pimpin oleh Ustadz Zakie, sungguh hati ini terasa lebih damai ketika mereka mengucapkan kata " Aamiin, Aamiin dan Aamiin"


" Ini pulang nya ke mana?" tanya Arga dengan sangat ramah, ketika selesai kami berdoa bersama. Arga cepat sekali akrab dengan santri santri ini.

__ADS_1


" Bogor coret Om!" Jawab Santri yang memakai kemeja Koko berwarna coklat


" Bogor coret?" ucap ku dan Arga cukup kaget


" Bogor di kampung Om, Bu, Ga masuk ke peta, ustadz Aryo bilang nama nya itu Bogor coret!"


Aku dan Arga Akhirnya bisa tertawa. " Lucu nya suami ku!" ucap ku dalam hati.


" Saya juga di Bogor loh, di daerah Sentul!" Ucap ku dengan tawa yang masih tersisa sedikit


" Sentul itu ada di peta Bu, kalo kita di belakang nya Sentul, lurus, belok kiri, Terus ke kanan, trus ke kanan, belok kiri lagi terus sampe deh!"


Dan Arga tertawa terbahak bahak


" ok, next time Om Arga ke Bogor Coret!" Ucap Arga


" Mau Jadi Ustadz Om?"


" Ga lah, mau jadi santri dulu, kalo dah pinter baru jadi Ustadz!" Jawab Arga dan aku tersenyum.


Akhirnya mereka pamit, dukungan dari mereka membuat aku semangat, aku harus kuat untuk Suamiku.


" Gw ga nyangka Cha, Aryo hebat bener!" Ucap Arga ketika semua orang sudah pergi


" Gw lebih ga nyangka Arg, gw geli aja, waktu bilang ustadz Aryo!" Ucap ku Jujur


" Aryo beruntung Cha, Andai ini saat terakhir nya, dia udah bergaul Ama orang Sholeh, punya ilmu yang dia kasih, dan jadi amal jariah buat dia!" Ucap Arga, dan aku setuju dengan kata katanya Arga.


" kita belom tentu bisa kaya Aryo, Cha! kita ga tau dalam kondisi apa, nanti waktu terakhir nya hidup kita ini!" Ucap Arga lagi.


Lagi-lagi aku setuju dengan Arga.


Malam Jam 7, Boy dan Angel datang kembali ke rumah sakit, mereka membawakan banyak makanan, dan saat ini mereka bisa melihat kondisi suami ku.


" Badannya ga ada lecet parah ya Cha?" tanya Angel.


" Iya...cuma kayanya kepala nya itu ke bentur, gw belom BAP dari polisi nya!"


" Dibanding tadi siang, malam ini gimana kondisinya Cha?" tanya Boy


" Sama sekali belum ada perubahan!" Jawab ku.


" kalo perlu donor darah lagi, kabarin gw Cha! karyawan di hotel gw, dah gw kondisiin" ucap Boy


" Thanks ya!"


" Anak anak gantian mau masuk, gw keluar yah, keep contact Cha!" ucap Angel dan memeluk aku.


" thank you Soo much Angelica Anastasya!"

__ADS_1


" Heeemmhh" Jawab Angel mengusap perutku. " Mommy Angel, pulang dulu ya Dek, baik baik di dalem sana ya sayang!" dia mengelus perutku.


Dan satu persatu sahabat ku masuk bergiliran. lagi lagi mereka membawa makanan dan minuman untuk ku. selepas mereka pulang, makanan sebanyak ini aku berikan pada perawat di ruangan ini, aku hanya mengambil satu yang menarik untuk ku.


Jam 8 malam, setelah aku pikir selesai dengan malam ini, aku salah. perawat datang memberitahukan ada banyak tamu di luar sana.


Dua orang masuk di antar perawat, mengucapkan salam pada ku, dan ku balas juga salam nya.


" Kami dari Majelis Ta'lim di Bogor " Ucap seorang laki laki yang aku taksir berusia 40-45 tahun. dan aku tersenyum sambil menganggukkan kepala ku.


Dengan sedikit tenaga yang aku punya, aku menjelaskan kondisi suami ku saat ini. Alhamdulillah mereka ikut mendoakan kesembuhan suami ku.


Mereka bergiliran masuk melihat kondisi suami ku secara langsung, Mereka memberikan aku semangat dan mengingatkan aku untuk terus berdoa.


" Ustadz Aryo orang yang baik, Insyaallah di berikan kemudahan segala urusan nya, seperti dia membantu memudahkan segala urusan di Majelis Ta'lim kami!"


aku menangis mendengar nya, semoga saja doa orang ini di Kabul kan.


" Semoga ini menjadi salah satu cara Allah untuk menghapus segala kesalahannya di masa lalu"


Dan mendengarkan itu, tangis ku semakin menjadi. seorang wanita yang sudah menggunakan baju gamis dan cadar nya merangkul bahu ku. perasaan yang sangat bercampur aduk, terharu mendengarkan kisah baik suami ku, yang aku sendiri tidak pernah mengetahuinya, bersyukur karna banyak nya doa terbaik untuk suami ku, dan sedih melihat suamiku seperti ini.


Setelah mereka berpamitan, perawat menutup ruangan, dan suami ku sudah tidak bisa di kunjungi lagi untuk malam ini. Aku duduk di samping tempat tidur, ku tatap lagi wajah nya dengan mulut yang sedikit terbuka, karna selang yang masuk ke dalam mulutnya. Wajah nya terlihat lelah, sangat lelah, ku ambil satu tangan nya, ku satukan dengan tangan ku, dan ku simpan di wajah ku.


" Hari ini banyak yang datang jenguk kamu!"


" Ada Bapak, ibu, Mama, Papa, Rissa Ama Rizal juga Dateng loh Mas!


" Boy Ama anak dah datang 2 x Mas!"


" Mas, Kamu kok ga bilang sih kalo kamu ngajar di pondok!"


" Anak santri itu suka banget Ama kamu, mereka bilang, kamu pinter dan cara ngajar kamu itu asyik dan ga bosenin!"


" tapi aku percaya sih, tugas tugas Kampus ku dulu kamu yang sering bantuin kan Mas!"


" Bangun dong Mas, aku kangen pengen ngomelin kamu!" dan aku menangis setelah mengucapkan itu


" Maafin aku ya Mas, ayo bangun Mas, Bangun Sayang!"


" Mas... Mas...ih, bangun Dong Mas!" ku goyang kan tangan nya yang sedang aku genggam, perawat datang hampir berlari, seorang dokter jaga langsung meminta aku keluar, suara dari layar monitor berbunyi lebih cepat dan aku semakin menangis.


Aku berjalan ke luar ruangan, seorang Perawat lagi berlari menuju telphone ruangan, dan perawat lain membantu aku berjalan agar lebih cepat keluar dari ruangan ini. Mata ku terus mengawasi apa yang terjadi pada suami ku di ruangan itu, tapi aku tidak bisa melihat apa pun, kecuali wajah panik para perawat dan dokter!"


" Suami saya kenapa Sust!"


" Kondisi nya sedang menurun Bu, ibu hubungi keluarga yang lain yah!" jawab nya dan mendudukkan aku di kursi luar ruangan. aku menghubungi Mbak Laras, dia ada di ruang perawatan ibu.


" Kesini dong Mbak, Mas Aryo drop!" ucap ku sambil menangis, ku tutup telphone begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2