
Abah nya Arga menarik tangan ku.
" Kamu mau kemana?" tanya nya dengan wajah yang bersih, beliau selalu menjaga wudhu nya.
" Saya mau pergi, Bah!"
" Janji adalah hutang dan hutang itu berat, ingat Janji mu?" tanya Abah pada ku
" saya janji setelah Ocha melahiran akan pergi Umroh, saya akan berdoa di sana, dan memohon agar Ocha bisa membatalkan keputusan nya untuk bercerai dengan saya!"
" Lakukan lah, berdoa disana, Ayo Abah yang Antar!" ucap Abah dan disini lah aku saat ini.
Aku mulai mendengar suara suara orang yang sangat aku kenal, tapi mata ini begitu berat untuk terbuka, saat ini aku hanya mendengar. dan satu yang aku dengar jelas, Ocha Istriku tidak tidur dari beberapa hari lalu, dia sibuk menjaga dan mengurus diriku.
Aku mencoba terus membuka mata ku dan akhirnya berhasil, istri ku langsung memeluk aku, mencium pipi ku dan dia menangis bahagia.
Lalu semua orang menghampiri ku, melihat kondisi ku dengan baik, dan aku tersenyum. istriku duduk di sofa bersama Puput, dia tersenyum, dan terus tersenyum Bahagia.
" apa yang loe rasain Yo?" tanya Didit padaku
" cape!"
" Mas mau minum?" dia langsung berdiri, namun terlihat sangat sulit, perutnya semakin besar, membatasi geraknya, dan langsung aku menolak nya.
" Biar Melly aja, Cha!" jawab ku, aku melihat nya kecewa, tapi aku ingin dia beristirahat, aku tau Ocha sangat lelah, dan biarkan diri ini tidak usah di layanin dulu oleh nya.
Aku meminta Melly untuk menyuapi ku, aku minta Melly untuk membantu aku minum dan aku hanya ingin dia bisa beristirahat, itu saja.
Aku juga banyak meminta makan dan minum, aku harus segera pulih, istriku sudah lelah, dan dia akan melahirkan anak kami, dia cape, dan aku harus semangat untuk sehat dalam waktu dekat.
Malam ini semua nya Sahabatku kembali ke hotel, Melly sudah tertidur, dan dia mencium pipi ku. " Ada aku Mas, aku disini jaga kamu!" ucap nya dan hati ini menangis, aku terus menutup mataku, aku yang pura pura tidur, dan aku ingin dia tidur malam ini.
Istriku sedang mencoba merebahkan badan nya, aku menangis, melihat dia di dalam ruangan yang saat ini redup, dia harus mengusap punggungnya sendiri, dia mengusap kaki nya yang lelah menopang berat tubuh nya.
Aku terus memperhatikan nya, dan lama lama dia tertidur, aku mengusap kepalanya, aku mencium keningnya dan ku ucapkan " I love you sayang, thank you for everything!"
Istri ku mengerakkan badan nya, dan ku usap lagi kepalanya yang saat ini sudah melepaskan hijab nya, dan dia tertidur lagi, begitu dan begitu terus. aku menjaga nya malam ini dengan kondisi yang aku sendiri belum mampu melakukan banyak hal.
Pagi ini dokter datang memeriksa kondisi ku, aku semangat, aku harus semangat dan aku memintanya untuk berbelanja, ini adalah Melbourne, istriku belum pernah kesini, dan waktunya untuk memanjakan istri ku berbelanja dan menghirup udara segar nya.
" Mell...."
" Iya Mas....!"
" Coba liat, anak anak tadi makan apa?"
" Banyak Mas, mau roti, puding atau burger?"
__ADS_1
" Bawa sini deh semuanya, aku lapar!" pinta ku.
dan aku mulai memakan makanan itu satu persatu. tidak lupa aku meminum obat dan vitamin yang disiapkan oleh rumah sakit.
" Mas...!"
" Apa?"
" Ocha itu...!"
" Please Mell!" jawab ku dan kami diam.
Istriku kembali jam 3 sore, banyak belanjaan yang dia beli, aku bahagia melihat nya, dan dia tersenyum melihat kondisiku saat ini, selang infus sudah terlepas dari tangan ku, kateter sudah tidak ada, dan aku duduk dengan bersandar di tempat tidurku.
" Beli apa Cha?"
" Banyak lah! Apa kabar Mas?"
" Baik, kamu dah makan?" aku khawatir dia belum makan, tapi dia bersama sahabat nya, khawatir ku tidak di perlukan tentunya.
" Udah, tadi makan katsuyuki !"
" Bawa buat aku ga?"
" Bawa dong!" dan dia langsung mengambil plastik berisi bento. aku langsung mengambil nya dan saat ini aku sudah bisa makan sendiri, karna infusan sudah tidak menjadi halangan seperti kemarin dan tadi pagi.
Kondisi ku semakin baik, dokter saja yang tadi memeriksa tubuh ku pada jam 5 sore, memuji kemajuan pada diriku, aku semangat, aku semangat, semangat untuk istri ku yang sudah berjuang selama ini.
" Dit, Gw pengen Mandi Dong!" ucap ku sore ini jam 6
" Serius Loe!"
" Iya!" dan Didit membantu aku sampai masuk ke kamar mandi, aku mensucikan diri ku, aku akan sholat mulai Magrib ini.
" Ngapain Arg?" tanya ku ketika aku sudah dengan pakaian bersih ku.
" Sholat lah, dah Masuk Magrib!"
" GW ikut Arg!"
" Gw lagi ga mau jalan jalan, ngapain loe ikut!" Jawab Arga dan aku tersenyum, aku berdiri di belakang nya, aku melakukannya adzan dengan suara kecil namun tetap jelas, dan sekarang aku siap menjadi makmum nya Arga.
Setelah sujud terakhir, Arga juga memimpin berdoa dan aku mengamininya. semua orang yang baru kembali masuk ke ruangan ini kaget melihat aku dan Arga yang sedang duduk dilantai.
" Mass?" Istriku langsung mendekati ku, dia duduk di samping ku dan mencium punggung tangan ku sangat lama. aku tempelkan tangan ku di atas kepalanya.
" InsyaAllah surga buat kamu, istri yang Sholehah dan aku sayang kamu Cha?" ucap ku. istri ku menangis dan memeluk ku, Arga menatap tajam padaku.
__ADS_1
Aku meraih wajah istri ku dengan kedua telapak tanganku, ku cium pipi nya yang cubhi, dan kening nya yang sedikit tertutup hijab panjang nya.
" Mas, Inget aku?"
" Aku inget semua tentang mu!" Jawab ku sedikit berbisik
" Dari kapan Mas?"
" Dari awal aku buka mata ku, senyuman kamu itu semangat hidup ku!" Jawab ku dan istri ku memukul bahu ku, dia berusaha bangun sendiri, tapi dia tidak bisa melakukannya sendiri, dan aku dengan cepat berdiri terlebih dahulu, aku membantu nya bangun dan langsung memeluk nya.
" jaaahhhaaaattt!"
" Maafin aku sayang! aku pengen kamu istirahat biar cuma sebentar doang!"
Dia melepaskan pelukannya.
" Aku Marah...!" Ucap nya ketus.
" ada apa Nih?" Tanya Arif
" Males ngomong gw!" Jawab Istri ku, dia duduk di sofa dan membuka botol minum dengan kasar.
" Kenapa Cha?" Tanya Boy, dia lalu menatap aku.
" Kita di boongin nih orang!" ucap Arga yang sudah selesai dengan sholatnya. dia berbaring di atas tempat tidur ku.
" gw inget kalian semua dengan baik dari awal gw sadar Kemaren?"
" Serius Loe?" tanya Boy dan hampir semua orang berkata serius
" Iya!" Jawab ku
lalu aku berjongkok di bawah istri ku yang masih kesal
" Aku tau kamu cape banget, kamu ga bisa tidur, aku ga mau kamu ngelayanin aku dulu, aku pengen kamu istirahat, dan kamu perlu re charge tenaga mu!" ucap ku dengan menyimpan kepalaku di lutut nya.
" Canda loe konyol Yo!" Didit menarik kerah kaos ku, tapi istri ku menghalangi nya, dia mengelus rambut ku, dan menyatukan kepala kami.
" Minta maaf yang bener!" ucap nya dengan ketus dan tertawa kecil di ujung kalimatnya.
" Aku minta Maaf Sayang, aku minta Maaf! tolong maafin aku!" Ucap ku dan dia memeluk kepala ku, aku mencium perutnya dan perutnya bergerak gerak.
" Baru sadar aja, dah bikin dosa loe Yo!" ucap Mbak Laras, Istri ku tertawa, dia meminta aku berdiri dan memeluk semua orang.
aku memeluk Mbak Laras, mengucapkan terima kasih dan air mata nya menetes, dia bahagia, apalagi aku.
aku memeluk Boy, aku mengucapkan terimakasih atas semua bantuan dan dukungan nya selama ini, lalu Didit, Arif, Arga dan Arga menepuk bahu ku, " gw dah Kawin Ama Puput, jadi loe ga usah peluk bini Gw!" ucap nya dan aku tersenyum.
__ADS_1
Aku tidak memeluk sahabat wanita ku, aku tidak ingin kontak fisik berlebihan dengan yang bukan mahram ku, aku mulai batasi lagi, kemarin juga pada saat Melly membantu aku makan, kami tidak bersentuhan kulit, tidak ada nafsu dan pada saat itu aku betul betul membutuhkan tangan lain untuk membantu aku makan, sekaligus memberikan kerjaan untuk Melly, agar dia tidak terlalu malas menjadi seorang wanita. Aku mengucapkan terima kasih pada Febby, Melly dan Puput, yang dari awal dia menemani istri ku berjuang.
Malam ini Jam 8, semua sahabat ku kembali ke Jakarta, mereka tenang meninggalkan aku dan ocha disini, aku masih harus menjalani tes dan pengobatan beberapa hari ke depan, dan aku terus mengucapkan terimakasih pada semua orang.