
Malam ini istri ku sudah membersihkan tubuh nya, dia memakai baju tidur yang baru di beli nya tadi, terlihat sangat sexy dengan tubuh nya yang semakin berisi. kulit nya semakin putih saja, mungkin karna akhir akhir nya kulit putih nya selalu tertutup baju baju gamis panjang nya.
" Aku pengen deh Cha!" ucap ku, saat ini aku sedang duduk bersandar pada bantal bantal, dan memeluk istri ku yang sedang menjawab chat dari Puput istri nya Arga.
" Ya udah!" Jawab nya dengan sangat enteng.
" Tapi nanti mandi bersih nya gimana?" Tanyaku padanya, Istri ku tertawa, dia mengusap tangan ku.
" Iya Mas, kita belom tanya, luka operasi nya boleh kena Aer ga yah!"
" Berat nih, gini caranya!" Jawab ku dengan tertawa bodoh, padahal tali baju tidur istri ku sudah berhasil aku turunkan.
" Berfungsi syaraf nya Mas?" tanya nya menggoda aku, ketika aku mencium lehernya.
" Iya....udah turn on ini!" Jawab ku dan Istri ku tertawa. aku ikut tertawa dan mengusap apa yang bisa aku usap, meraba apa yang bisa aku raba.
" Gerah ga sih?" tanya Istriku, dan aku menjawab nya " Gak, malah cenderung dingin!"
Istriku turun dari tempat tidur, aku dengan cepat mengikuti langkah nya, dia membuka pintu kulkas, dan berdiri di depan nya.
" Gerah bangettt!" ucap nya
" Ga takut masuk angin Cha?"
" Gak Mas!" dan terus berdiri di depan kulkas.
10 menit dia hanya diam berdiri dengan perut yang menghadap kulkas.
" Addeeemmm, dari tadi kek yah, gini!" ucap nya lagi,
" Udah dulu Cha, jangan terlalu angin, nanti Baby nya masuk angin!"
Dan Istriku Tertawa. " Iya....dikit lagi, bener dah!"
aku menunggu nya terus dan tidak lama dia menggeser tubuhnya dan menutup pintu kulkas.
" Minum dulu Cha!" Aku memberikan botol air mineral setelah membuka tutup botol nya.
Malam ini istri ku mengeluh sakit di pinggang nya, aku melihat sudah jam 1 pagi, dia berjalan terus berjalan, memutari kamar ini.
Sesekali mengeluh dan berucap " aduh!", aku mengikuti setiap jalan nya, berada di samping nya terus.
" Sakit, Sayang!" tanya ku.
" Rasa di tonjok dari dalem itu ku!" Jawab istri ku dia terus berjalan dan sesekali mengusap keringat di kepalanya.
" Ke rumah sakit yah! periksa aja, Deket kok!"
" Besok aja lah, dah malem banget ini!" Jawab Istriku.
Malam ini, istri ku tidak tidur lagi, aku tidak tega melihatnya, di tengah dia merasakan sakit di perut nya, dia memilih sholat walaupun dengan posisi duduk nya. aku juga ikut sholat dengan nya, dengan duduk di lantai, aku mengusap perutnya yang masih tertutup mukena putih nya.
" Masih sakit Cha?"
" Masih, tapi ga sesakit tadi sih!"
" Mau bangun?" tanya ku setelah kami selesai sholat.
" Boleh deh Mas, kaki ku udah pegel juga!"
dan aku membantu nya untuk bangun dan berdiri, lalu kami duduk di sofa, aku mengusap perutnya terus, seperti yang inginkan nya.
Aku terus mengusap perutnya, mengikuti setiap gerakan perutnya, kadang aku tertawa sendiri dan istriku membulatkan matanya.
aku terus mengusap perutnya, kadang ke pinggang nya, sesuai saja dengan petunjuk dari ibu Komandan, lama kelamaan dia tertidur karna lelah dan mungkin rasa mengantuk nya mulai datang, untung saja kami sudah sholat subuh, jadi aku tidak perlu membangunkan nya lagi.
Jam 7 pagi aku memesan makanan untuk sarapan kami, aku meminta untuk diantar saja ke kamar, aku takut Istri ku masih ingin beristirahat, sedangkan aku harus minum obat pagi ini, jadi aku sarapan terlebih dahulu, aku makan lebih banyak, dan obat yang tidak boleh aku lupakan.
Jam 9 pagi Istriku baru mulai menggerakkan badannya, dia tersenyum dan mengucapkan " Maaf, aku ketiduran Mas, udah siang banget Yah!" Aku tersenyum dan mengusap kepalanya.
__ADS_1
" Ga apa apa Cha, kamu ga tidur semaleman!" Jawab ku,
" Aku udah makan, aku udah minum obat, sekarang kamu pesen makanan yah!"
Dia tersenyum dan akhirnya dia memesan makanan yang membuat nya berselera, aku menemani nya makan dan setelah itu aku membujuk nya untuk pergi ke rumah sakit, aku khawatir siang ini Istri ku merasakan sakit lagi seperti semalam.
Setelah membersihkan diri, kami pergi ke rumah sakit, memeriksa kehamilan Istri ku, dan dokternya mengatakan yang di alami oleh istriku adalah kontraksi palsu, tapi kami harus bersiap apabila kontraksi nya datang lebih rutin. kami juga sempat berbicara dengan dokter Webber, menanyakan mengenai bekas luka operasi ku, dan Alhamdulillah Jahitannya sudah bisa terkena air, karna jahitannya tertutup sempurna dan aku juga tidak memiliki alergi, jadi luka itu cepat kering dan tidak infeksi.
" Ga bener senyum nya!" Ucap Istriku ketika kami keluar dari rumah sakit.
" Apa Cha?" aku pura pura bodoh dengan pertanyaan ku.
" Ya kamu!" ucap Istriku dan aku tertawa, aku memeluk bahu nya sambil berjalan.
" Balik ke hotel atau mau jalan dulu?"
" Balik ke hotel aja deh, kaki ku pegel!"
Dan akhirnya kami kembali ke hotel, kembali ke kamar kami dan istri ku sudah siap dengan remote tv nya. dia menonton drama Korea dari tv cable di hotel ini, semester aku hanya ikut berbaring dan melihat laporan laporan dari Didit.
" Anak anak kantor udah gajian belom sih Cha?"
" udah....aku dah transfer kok!"
" Hemmhh ok, aku lupa hari soalnya!"
Dan Istriku serius lagi dengan Oppa nya,
" Seru yah!"
" Sedih....!" Jawab Istri ku dia mengusap matanya yang berkaca-kaca. aku tertawa, Istriku dan hampir semua Sahabat wanita nya memang biasa menangis dan tertawa pada saat menonton Oppa Oppa itu.
" Aku tenemin yah!"
" Tapi ga boleh nanya, apalagi jadi spoiler!"
" Ya ya....!" jawab ku dan mendekati Istriku yang duduk bersandar pada bantal bantal, memeluk bahu nya dan akan mulai melanjutkan yang kemarin sempat terhenti. Aku mencium rambut lalu menyatukan rambut nya agar tidak menghalangi leher nya.
" Mas...!"
" Ntar dulu, belom konsen!"
" Kamu nonton aja sayang, aku cuma gini doang!"
" Mas.....!"
" Iya sayang!"
" ini episode terakhir season ini, bentar Ya suami ku, abis ini boleh!"
aku tersenyum dan menghentikan cumbuannya, aku menunggu nya menyelesaikan drama Korea nya dan dia menangis.
" Cinta tuh ga gituuuh....jahaaaatt!" Ucap istri ku dia memukul remote tv ke tempat tidur dengan sangat gemas. aku tersenyum dan mengusap tangannya.
" Cuma film!"
" bikin Bt Tapi!"
" Ya udah ga usah di tonton lagi, make it easy!"
" Penasaran!" Jawab Istriku, dia naik ke tubuh ku dan tersenyum.
" let's go kita tes syaraf mu dulu!"
dan aku tersenyum, aku melepaskan kaos yang aku pakai dan istri ku mulai menyentuh leher ku. hanya dengan sentuhan saja, sudah bisa di pastikan semua syaraf ku berfungsi baik dan normal.
" Buka ya Cha!"
" Hemmmhh buka lah!" Istriku menantang ku dengan senyum nya. dengan nakal nya istri ku mulai menguasai tubuh ku, aku membantu nya agar Istriku lebih bergairah.
__ADS_1
" Baca doanya dulu, sayang!" aku mengingatkan nya, aku pun langsung membaca doa dalam hatiku.
" Udah dari tadi, aku dah siap!" jawab nya dengan galak.
" Awww!"
" sakit Sayang?" tanya ku ketika Aku sudah memasuki nya.
" Hemmh, pelan pelan ih!" protes nya, aku tertawa, dia yang memimpin, dia yang begitu bersemangat, aku hanya mengimbangi nya saja, aku takut apabila terlalu banyak bergerak akan membuat nya kesakitan karna perut nya yang semakin membesar.
" Aku pelan sayang!" ucap ku
" Jangan terlalu pelan juga Tapi!" protes nya dengan galak lagi dan aku tersenyum lalu membantu pinggangnya bergerak, dia tersenyum
" Enak banget sih Mas!" ucap nya dan aku tersenyum, dan aku terus membantu pinggangnya yang bergerak di atas tubuhku, terus bergerak dan sungguh aku sangat menikmati nya.
" aaahhhrrrr aku udah Mas!"
" Serius?"
" Iya...Mas mau di atas?" tanya nya dengan lemas
" Iya iya aku pengen diatas!" jawab ku, dan istri ku bangun dari tubuh ku, sekarang aku lah yang menguasai tubuhnya. desahannya semakin terdengar dan membuat aku semakin bersemangat. dan akhirnya aku mencapai titik kenikmatan dunia. sungguh aku sangat bahagia dan mencintai istri ku. aku berbaring di samping nya.
" Terbukti semua normal!" Jawab Istriku
" Iya....aku bersyukur banget Cha, seperti dapet kesempatan hidup buat kedua kali nya, Makasih ya Cha!" ucap ku lalu menciumi lengannya yang putih.
" mandi yuk Mas!"
" Mau mandi bareng?"
" Mau deh!"
Yesssss.....aku tersenyum dan mencium pipi nya. Mandi yang bukan hanya mandi, kami bercinta lagi di dalam bathub, dan di akhiri dengan mandi bersih kami masing masing.
" Makasih buat hari ini Mas!" ucap nya ketika aku membantu mengeringkan rambutnya yang panjang
" Aku yang harus nya bilang Makasih, sayang! Makasih buat hari ini, kemarin dan hari hari esok!" ucap ku lalu mencium kepala nya.
" Mas...!"
" Iya Cha!"
" Sakit lagi!" ucap nya, dia langsung berdiri
" Usapin lagi pinggang nya!" ucap ku
" Deket kulkas aja, usapin nya!"
Aku mengikuti nya dia berdiri lagi di depan kulkas yang terbuka, aku mengusap pinggang nya.
" Ini sakit!" ucap nya
" Mau ke dokter lagi Cha?"
" aku cuma ngomong!" jawab nya ketus dan aku diam dengan tersenyum. untung saja aku kami tidak berhadapan, jadi istri ku tidak bisa melihat senyum ku kali ini.
5 menit kemudian, dia masih stay di depan kulkas
" Serius ini sakit!"
" Ini masih aku usap Cha!"
" Tauuu, berasa kok! tapi ini sakit!"
" Mau telphone Mama?"
" Ngapain?" Jawab nya dengan membanting pintu kulkas dan berjalan meninggalkan aku, kaget aku! aku menyusulnya berjalan setelah aku sadar, aku Kageettt,
__ADS_1
" Aku harus gimana Cha?"
" duduk di sofa, dan diem, ga boleh berkomentar!"