
Siang hari terasa begitu panas. Mau keluar rumah pun serasa engan dan bertahan di dalam rumah ditemani jus kesukaan Davira and the gank. Ya mereka sedang berkumpul di rumah Heri. Tepatnya disebelah kanan rumah Davira. Udara panase membuat mereka ingin masuk ke kolam dan berendam."Mungkin akan hujan nanti malam."Kata mereka.
Dan benar saja, ketika jam menunjukkan pukul Tiga sore. Awan hitam bergerombol gerombolan pertanda akan hujan. Davira dan Sasa papit pulang begitupun Putra. Berjanji sehabis Jam tujuh malam berkunjung lagi. Baru sampai rumah hujan lebat pun turun.
Petir seakan berirana bersahut-sahutan.
Dirumah masing-masing Davira and the gank disibukkan dengan kegiatan masing masing.
Hujan pun tak kunjung reda. Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Davira, Sasa dan Putra membawa payung.Mereka ketat Heri lagi dengan membawa banyak cemilan.
"Tepat waktu juga kalian." Kata Heri.
"Iya dong." Jawab Sasa.
"Ini gua bawa sosis bakar." Kata Davira.
"Wah kebetulan juga bawa kentang. " Kata Sasa.
"Gua hanya bawa minuman ini. Kayake pas banget diminum dikala hujan. " Kata Putra.
Heri berlari kedalam mengambil mangkuk dan piring. Davira tak lupa menyisihkan untuk orang tua Heri. Dan menyuruh Heri memberikan kepada orang tuanya.
"Mau ngapain ini, bingung. " Celetuk Sasa di tengah-tengah makan sosis.
"Gaes pernah dengar gak filosofi hujan? " Tanya Davira.
"Pernah." Jawab Putra.
"Pernahkah kita sadar kalau hujan itu turun dan jatuh terus. Dari hal itu kita bisa belajar bahwa hujan tetap mencoba meskipun jatuh berkali-kali. Hujan terus turun tanpa menyerah dan itu bisa menjadi pelajaran yang bagus buat kita. Kita harus selalu kuat dan tabah untuk mencapai sesuatu."Kata Davira.
"Iya jatuh jatuh dan terus saja jatuh. Namun tidak pernah sedikitpun mengeluh pada sang Pencipta. " Kata Sasa.
"Hujan yang membawa air kehidupan untuk kita sehari-harinya. Tidak hanya bagi manusia, tetapi juga untuk seluruh makhluk hidup, baik binatang maupun tumbuh-tumbuhan.
Di sisi lain, banyak orang mengaku sebal ketika menemui hujan. Namun, sebagian lainnya senang-senang saja karena hujan mampu menggali kenangan, baik itu kenangan yang indah atau kenangan yang buruk.
Terlepas dari itu semua, hujan punya makna tersendiri bagi setiap orang. Hujan selalu membawa sejuta makna dalam cerita, bahkan cinta. "Kata Davira.
" Nyanyi yuk."Ajak Heri.
"Ayok." Jawab Davira,Sasa dan Putra.
Ringkasan
HUJAN
__ADS_1
Utopia
Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap takkan berubah
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-ow ...
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-ow ...
__ADS_1
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu di sini
Untukku
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-o-o-ow ...
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu di sini
Untukku
Usai bernyanyi terdengar ribut-ribut di rumah kosong samping Heri. Mode keingin tahuan Davira and the gank on. Mereka naik kursi dan mengintip lewat pagar.
Ternyata sepasang suami istri yang ribut entah kenapa. Yang mereka lihat Sang istri melempar barang-barang sangat suami dan membanting pintu sangat keras dan menguncinya. Sang suami langsung berdiri dan meninggalkan rumah baru tersebut.
Namun ketika Davira hendak turun dari kursi, Davira melihat sekelebat bayangan yang berjalan kearah pohon mangga.
Davira yakin itu bukan manusia.
Davira bercerita ke Heri dan Heri berkata baru seminggu mereka menempati rumah itu.
"Penghuni baru, mari kita kenalan." Guman Davira.
Sasa dan Putra hanya bisa geleng-geleng.
Sedangkan Heri sudah tau dan hanya bisa mendengus kesal.
👻👻👻👻👻
Maaf baru bisa up.
Dan untuk beberapa hari kedepan juga sama.
Mohon maaf sebesar-besarnya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.