KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Dihukum


__ADS_3

Sinar bulan berganti sinar matahari yang terlihat malu-malu menampakkan sinarnya.Davira dan Sasa bergegas mandi dan bersiap sekolah.


Di meja makan sudah tertata rapi lauk, nasi dan juga sayur. Tak lupa bunda menyiapkan susu hangat untuk Davira dan Sasa.


"Sarapan dulu nak. " Pinta Bunda.


"Disekolah saja bun. Kita buru -buru." Kata Davira.


Davira meneguk susu hangat dan Sasa pun demikian namun Sasa menyambar roti yang sudah ada dipiring. Sasa kemudian berlari menyusul Davira. Tak lupa Davira dan Sasa berpamitan.


Di depan gerbang sudah ada mobil Putra. Heri pun sudah ada disana dengan muka seperti zombie.


"Gak tidur Her? Muka lu kenapa kek zombie gitu? " Tanya Davira.


"Gak bisa tidur gua mikirin itu secarik kertas dan foto." Jawab Heri.


"Huft,Sama kita juga gelisah,susah terpejam. " Kata Sasa.


"Berangkatat atau ngobrol aja ini? " Tanya Putra.


"Berangkat." Jawab ketiganya.


Namun ketika sudah mau sampai ban mobil nya bocor. Mau dibawa ke bengkel namun jahuh.Dan akhirnya ganti ban sendiri.Putra dan Heri yang mengganti.Davira dan Sasa pun dengan cepat mengambil ban serep yang ada di bagasi belakang.


Kerinagt bercucuran membasahi wajah merek. Setelah selesai mereka melakukan mobil dengan kecepatan tinggi.Kemacetan pun terjadi karena jam kantor. Hanya umpatan demi umpatan yang mereka lontarkan.


Dan apesnya ketika samapai sekolah gerbang sudah tutup. Semakin kesel Davira and the gank.


"Ini mah apes pake banget. Sudah jatuh tertimpa tangga pula." Kata Davira kesel.


"Huwaaaa emak pingin pulang aja gua. Mau lanjutin tidur yang tidak bisa tadi malam. " Teriak Heri.


"Udah jangan pada ngomel kek emak-emak komplek. " Celoteh Putra.


"Bodo! " Jawab ketiganya.


Setelah bernegosiasi oleh pak satpam mereka diperbolehkan masuk ke kelas. Belum sampai masuk ke kelas sudah di hadang oleh pak Didik.

__ADS_1


"Ke ruanga BK sekarang." Titah pak Didik.


"I iya pak." Jawab Davira and the gank.


"Apaes seksi kita hari ini." Kata Sasa.


Davira and the gank masuk ke ruang BK. Mereka ditanya kenapa bisa telat. Mereka menjawab apa adanya tanpa ditambah dan tanpa dikurangi.


Setelah itu Davira and the gank bisa masuk kelas namun jam kedua. Mereka harus menjalani hukuman yang sudah ditetapkan oleh pihak OSIS .


Mereka harus mengelilingi lapangan basket sebanyak tiga kali. Mereka tidak mengistimewak siswa siswi.


Meskipun Davira and the gank adalah siswa siswi yang berprestasi namun hukuman tetap berlaku untuk mereka anggota atau pengurus OSIS.


Davira and the gank akhirnya mulai mengelilingi Lapangan basket.


Panas sinar matahari pagi cukup membuat kerinagat keluar dengan deras.


Mengingat Davira belum sarapan, Sasa menghentikan lari Davira.


"Vir lo pucat sekali, istirahat gih. Tadi juga belum sarapan." Kata Sasa.


"Nanggung satu kali putaran lagi. Dah lah ayok selesaikan." Kata Davira.


Mereka lalu mengikuti Davira berlari satu putaran lagi. Davan dan Amran sebenarnya tidak tega menghukum mereka. Namun mau bagaimana lagi.


Dan saat tiba dititik putaran terakhir mereka langsung terkapar di lapangan. Napas memburu, keringat bercucuran.


"Yuk ke kelas toilet dulu." Ajak Heri.


"Ayok jawab serempak."


Putra dan Heri berjalan terlebih dahulu.Disusul Sasa dan di samping Sasa ada Davira.


"Vir gua lapar banget, kira-kira kekantin sekarang boleh gak ya? " Tanya Sasa


Belum sempat Davira menjawab sudah terjatuh duu.

__ADS_1


Satu detik


Dua detik


Tiga Detik


sampai Sasa mengumpat.


"Vir, kenapa diam sih gua tanya, Kesel kan jadinya. " Cerocos Sasa.


"Vir,,, jawab dong!"Suara kesel Sasa.


Saat Sasa menengok kesamping tidak ada Davira disana. Dan Sasa menoleh kebelakang.


" Vira,,,!"Suara, keras Sasa sampai membuat Putra, Heri, Davan dan Amar menoleh.


"Tolong angkat Vira bawa ke UKS." Perintah Sasa.


Mereka berempat berlari menuju dimana Davira jatuh pingsan.


Davan yang lebih dulu sampai lalu menggendong Davira menuju UKS. Yang lain mengikuti dari belakang.


Amran bertanya kepada Sasa,dan Sasa menjawab apa adanya bahwa Davira belum sarapan.


Tidak berselang lama Davira sadar.


Heri yang sudah membawa sarapan langsung menyuapi Davira. Awalnya menolak suapan Heri,nun karena seisi ruangan UKS tiba-tiba berubah seperti atmosfir Davira pun patuh.


Tak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi. Davira yang sudah tidak pusing. Dan sudah baik-baik saja mereka pulang.


Mereka sudah janjian kumpul di rumah Davira karena disana akan ada orang tua masing-masing.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄


"Jadi beliau adalah....


Nah penasaran kan? Yuk simak episode selanjutnya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


👋👋👋👋👋👋👋👋👋


__ADS_2