KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
ROSSA 179


__ADS_3

Saat ini aku menangis, menahan rasa sakit ku, sakit atau tepatnya sakit sekali, Suami ku berada di samping ku, memegang tangan ku, mengusap rambut ku, sesekali berbisik lembut dan dia menangis dari tadi.


Dokter wanita dengan rambut pirang sebahu, memakai kacamata memberikan aba aba nya lagi pada ku.


" Follow me"


" one....two...three "


Aku mendorong kuat, tapi tidak berhasil rupanya. dokter mengulang lagi aba aba nya, dia begitu sabar.


" One more!"


" One...two...three....Push right now!"


Dan aku mencoba melakukannya, dengan sisa sisa tenaga, aku berhasil membuat dorongan keluar dan terasa lega setelah sesuatu keluar dari lubang kewanitaan ku, Suara tangis bayi mulai terdengar dan aku lemas, kaki ku sudah jatuh terbaring dan Suamiku mencium pipi ku.


" Baby Boy!" ucap dokternya dengan suara yang riang.


" Thank you Cha! kamu berhasil, kamu dah jadi Mommy saat ini!" ucapnya dengan terus menciumi wajah ku. aku tersenyum dan menghapus air matanya.


10 menit kemudian, dokter yang berbeda membawa bayi kami. " Bayi kalian laki laki, sehat dengan berat 3800 gram, panjang 42 cm!" ucap nya dan memberikan bayi itu pada ku.


" Terima kasih!" Ucap ku dan Suamiku bersamaan. aku mencium pipi bayi laki laki, kulitnya putih seperti aku dan besar untuk ukuran bayi Indonesia, aku tertawa sendiri melihat nya.


Suami ku mengambil bayi dari tangan ku, karna dokter yang berkacamata akan melakukan satu tindakan lagi ucapnya, dan aku hanya bisa pasrah menerima semua tindakan yang akan di lakukan oleh dokter.


Suami ku berdiri dengan mengendong baby ku, Mas Aryo melakukan adzan di kuping baby ku, dan aku tersenyum melihatnya, Suara adzan yang dari awal sudah bergetar dan akhirnya bukan hanya bergetar, Mas Aryo menangis lagi saat melakukan adzan nya. hati ini begitu terharu dan aku ikut menangis saat ini.


" Finished!" Ucap Dokter itu, bahkan aku tidak ingat dan bertanya apa yang di lakukan nya pada ku.


" Tetap lah di sini selama 1 Jam, setelah itu kami akan memindahkan mu ke ruangan perawatan!" ucap nya, dan lagi lagi aku tersenyum dan mengucapkan terimakasih, dokter itu mengulurkan tangannya, dia mengucapkan Selamat atas kelahiran putra kami dan aku memeluk nya.


Suami ku yang sudah selesai dengan Adzan nya pada bayi ku juga mendapat ucapan selamat dari dokternya, lalu dokter itu keluar meninggalkan kami, Mas Aryo terus tersenyum pada ku.


" Ganteng banget Cha!"


" Iya..." Jawab ku


" Padahal Papih nya cuma 3,7!" ucap nya dan aku tertawa mendengar candaan nya itu.


" Ausss Mas!" ucap ku

__ADS_1


" Bentar, kayanya di tas ada botol air deh!" ucap nya, dengan satu tangan, Suamiku mengambil tas ku, mencari botol air dan segera memberikan nya pada ku, aku membuka botol dan mulai meminum nya, cukup banyak karna memang aku sangat haus saat ini.


Satu jam yang cepat berlalu, sekarang aku sudah mengisi satu ruangan cukup besar untuk aku beristirahat beberapa hari kedepan. dokter sudah datang dan memeriksa kondisi ku lagi, aku mengeluh soal air susu yang belum juga keluar, dan dokter menyarankan agar baby ku di susui dengan susu formula dulu, sambil menunggu asi ini keluar. Dokter juga menyarankan untuk aku mengompres nya dengan air hangat dan segera aku lakukan pada saat perawat datang, perawat langsung membawakan semua yang aku butuhkan untuk mulai mengompres payuda**ku, perawat juga membawakan aku beberapa makanan ringan, botol air mineral dan juga buah dalam keranjang. Dan saat kami bertiga, aku, suami ku dan bayi laki laki kami. di ruangan ini juga tersedia box bayi, jadi dokter akan membiarkan bayi kami tidur bersama kami malam ini.


" Sholat Maghrib dulu Mas!"


" 5 menit lagi Cha, aku lagi exciting banget!"


" Sekarang Mas, sini kasih ke aku, atau taro di box aja!" ucap ku


" Aku boboin di box aja Cha, kamu istirahat, dan aku sholat disini!" Jawab suami ku tidak ingin berdebat rupanya. " enak aja mau ngulur ngulur waktu sholat, baru aja di kasih kebahagiaan, mau lupa Ama kewajiban!" gerutu ku dalam hati.


Selesai sholat nya, Mas Aryo mengendong lagi baby kami, dia bershalawat pelan dengan mengayun ayunkan pelan bayi nya.


" Mau kasih kabar sekarang?" tanya Suamiku, dia mencium pipi bayi ku.


" Ga usah, nanti aja pas kita pulang, bawa kejutan!" jawab ku


" Terlalu....!" ucap suami ku dan aku tertawa.


Baby ku begitu tenang di gendong Papihnya, dan Mas Aryo terlihat pandai dalam mengendong bayi, dia sudah berpengalaman, sangat berbeda dengan aku.


" sekarang mules Mas, kaya mau dapet mens hari pertama!"


" Mau aku panggil dokter?"


" Ga deh, tadi kan aku udah tanya, normal katanya dokter"


" Ya udah kamu tidur Cha!"


" Lapeeerrr ihhhh, belom makan malem ini!" jawab ku dan suami ku tertawa,


" Maaffff aku lupa, mau makan apa sayang?"


" apa aja yang bisa di makan, aku lapeeerrrr!" Jawab ku.


" Aku titip anak ku dulu, aku cari makanan ke bawah dulu ya Cha,!" ucap suami ku, dan aku menggendong bayi ku saat ini.


Mas Aryo pergi dan aku terus mencium tangan kecil bayi ku, Iya....bayi ku sangat tampan seperti Papih nya, cool seperti Suamiku, dan saat mencium pipi nya, bayi ku menangis. tangis nya kencang, dan aku panik saat ini, ini tangis pertama nya saat tidak ada orang lain berada dekat di samping ku.


" Nangis nya jangan kenceng kenceng Sayang, Mamih takut, Dek!" ucap ku sambil mencium pipi nya, bukannya berhenti tangis bayi ku semakin kencang saja. dan aku hanya bisa tertawa saat ini.

__ADS_1


" Papih nya cuma beli makan doang, Dek! Mamih nih Laper!" ucap ku lagi, dan Baby ku masih saja menangis, aku mencoba membuka baju ku, dan mencoba untuk menyusui nya, dan aku tertawa lagi, Karna pada saat aku dekatkan Antara baby ku dengan ****** susu, baby ku seperti mulai mengecap nya, mulai mengerakkan bibirnya, tapi karna air susu ku belum juga keluar, bayi ku seperti nya kesal dan menangis dengan mengerakan kepalanya di payuda** ku.


" Kenapa Cha?" Tanya Mas Aryo yang datang dengan membawa bungkusan kertas berwarna coklat.


" kamu jalan, anak mu nangis, aku susuin dia marah Mas, Aer susu nya belom keluar juga!" Jawab ku, dan dengan cepat Mas Aryo mengambil baby ku.


" Aus kaya nya Cha, aku telphone perawat dulu deh, minta susu botol!"


" Iya Mas, kasian itu, nangis nya makin kenceng!"


" Kamu makan Cha, biar aku yang urusin!" ucap Suamiku dan dia menelepon perawat untuk dibuatkan susu formula, aku yang tidak bisa banyak melakukan apa apa, hanya bisa menurut ucapan suami ku, aku mulai makan dan urusan baby ku adalah tugas suami ku saat ini.


Benar saja, tangisan berhenti begitu dia meminum susu nya, bayi ku haus, susu nya langsung habis dan aku tertawa melihat bayi ku, dia sangat cepat menghabiskan susu di botol nya.


" Ati ati gumoh, Mas!" ucap ku


" Iya...ini aku gendong nya agak naek kok Cha!"


" Mass.....!"


" Iya sayang?"


" Kabarin Mama dan orang-orang di Jakarta deh, kirim photonya Mas!"


" Berubah pikiran?" tanya Mas Aryo dengan tersenyum


" Iya....aku yang photo kamu!" ucap ku, dan mengambil handphone di atas meja di samping tempat tidur ku.


Aku mengambil photo terbaik," Aku dah lahir....!" itu lah kata kata yang ada di photo nya dan aku share ke chat ku, aku share pada Bapak, Mama, Rissa adik ku, Arga, Mbak Laras, dan chat group sahabat ku.


Dalam hitungan menit, handphone ku berdering, Angel Menghubungi ku, Lalu panggilan masuk dari Arga, Dan aku tersenyum.


" Aku mau tidur Mas, sini Bayinya, tidur Ama aku!" pinta ku ku dengan menyiapkan ruang kosong di tempat tidur ku saat ini. dan Suami ku mengikuti pintaku saat ini. aku berbaring dengan baby ku.


" Kamu angkat semua telphone Mas!" ucap ku lagi sambil tertawa, karna Handpone ku terus saja berbunyi dan aku belum menjawab nya dari tadi.


" Iya...aku yang jawab Telphone nya, kamu istirahat ya Cha!" Jawab Mas Aryo dan mencium kening aku dan baby ku.


Ok....thanks buat malem ini reader, aku tunggu komentar, like dan Vote nya.


Thanks you.

__ADS_1


__ADS_2