
Sudah 1 bulan usia anak laki laki ku Rizki, anak ku tumbuh sehat, anak ku selalu menyusu dan menyusu. Dan Alhamdulillah di dalam satu bulan ini aku sudah melaksanakan Umroh pertama ku bersama Abah nya Arga.
Aku masih ikut mengajar di pondok, aku juga sedang proses mengerjakan proyek bersama santri santri untuk pembuatan sedotan dari bambu, dan untuk pekerjaan di Kantor, aku hanya bekerja sampai jam 1 siang, itu pun aku selalu mengajak anak dan istri ku untuk ikut ke kantor.
Seperti hari ini, istriku duduk di ruangan ku, anak ku tertidur di stroller nya dan aku memeriksa laporan pembangunan proyek rumah di Karawang.
" Kalo gerah Lepas aja kerudung mu Cha, ga orang lain kok!" ucap ku ketika melirik istri ku yang sedang mengipasi tubuh nya sendiri dengan kipas tangan nya.
" Ga usah, Masih lama ga Mas?"
" 20 menit lagi, udah bt yah?"
" Lumayan!" jawab nya jujur dan memang aku egois, aku mengajaknya ke kantor, karna aku tidak ingin waktu ku habis di luar tanpa Istri si sampingku.
Aku segera menyelesaikan pekerjaan ku, lebih fokus agar semua cepat selesai, dan syukur lah dalam 20 aku selesai kan dengan baik.
" Ayo sayang, kita pulang!" ucap ku dan istri ku tersenyum, dia merapihkan tas nya, dan aku merapikan meja kerja ku.
" Siapa mau gendong Rizki?" Tanya Istriku
" Aku aja!" jawab ku.
Aku seperti ini saat ini, aku mengendong anak ku, dengan tas baby yang aku selempang kan di bahu ku, istriku membawa tas nya dan tas kerja ku. terlihat aneh untuk laki laki yang bekerja di kantoran, tapi ini hidup ku, aku tidak peduli dengan ucapan orang lain yang tidak tau tentang hidup ku.
" Ke Puput dulu ya Mas!" Ucap Istriku ketika kami sudah di mobil,
" Ada apa ya Cha?"
" Rizki harus imunisasi hari ini!"
" Ya ampun lupa aku!" jawab ku dan segera ku beritahu sopir untuk segera ke rumah sakit.
Kami sampai di rumah sakit Arga sekitar jam 2 siang, Jadwal praktek nya Puput harus nya di mulai Jam 4 sore, tapi karna yang datang adalah Istriku, Puput sudah menunggu kami di ruangan nya.
" Malem ini kalo Rizki rewel ga usah panik ya Mbak!" Ucap Puput setelah menyuntik anak ku dan sekarang anak ku menangis kencang
" Bakal anget ya Put?" Tanya Istriku
" iya, ini aku siapin parasetamol Mbak!" Jawab Puput
" Ok....thanks ya Put!" Ucap Istriku dan aku juga.
" Jangan dulu pulang sayang, Om Arga belom ketemu kamu!" Ucap Puput yang sedang mencium anak ku yang terus menangis
" Arga nya meeting Put, nanti lama, anak ku nangis!"
" Jadi mau pulang?"
" Pulang deh Put, titip salam aja buat Arga Ama Mama, nanti aku Dateng lagi!" Jawab Istriku dan aku hanya bisa iya, aku menunggu Arga tidak masalah, langsung pulang pun lebih baik. Kami langsung berpamitan, langsung kembali ke rumah dan anak ku sedang tertidur saat ini.
" Mau buka puasa Ama apa Mas?"
" Ga usah masak lagi Cha! kamu cape, udah lah, aku bisa makan yang di masak bibi!" jawab ku.
" Ya udah, aku bikin puding dulu bentar!"
Ya seperti itulah Istriku, dia melayani aku dengan sangat baik. aku menemani anak ku yang sedang tertidur di kamar kami, sementara istri ku di dapur.
Jam 5 sore Istriku membangun kan aku, " Mandi Mas, dah sore!"
" heemmmh!" aku tersenyum, ternyata aku yang tertidur, anak ku bangun saja aku tidak tau. aku tersenyum melihat istri ku yang sedang mengendong Rizki.
Malam ini anak ku rewel, dia tidak menangis kencang seperti biasanya, dia menangis pelan tapi air mata nya selalu menetes, aku dan istriku tertawa melihatnya.
" Kaya anak gede ya Mas!" ucap Istriku
" Iyyaaa Cha, sedih bener, kayanya terluka banget!" Jawab ku
" Kaya orang putus cinta aja deh!"
" Emang kamu pernah Cha?" tanya ku
" Pernah lah!"
" Kamu emang putus cinta ama siapa Cha?" tanya ku lagi
" Kamu lah....nanya lagi!" Jawab Istriku sewot sekali.
aku tertawa dan mengusap rambut nya,
" Sayang ya Cha Ama aku?"
" Ya gitu deh!" jawab nya dan aku mencium pipi nya saat itu juga.
Sudah jam 12 malam, anak ku belum bisa di tidur kan di tempat tidur, anak ku bangun dan menangis lagi begitu kami berhasil menyimpan nya di tempat tidur.
Dan malam ini kami tidak tidur, aku dan istriku bergantian mengendong Rizki, dia hanya tertidur saat di gendong dan aku menikmati semua nya, aku tidak mengeluh Apalagi istriku, dia sangat sabar dan aku belajar dari nya.
Saat waktunya sahur, aku yang mengendong Rizki anak ku, Istriku sedang menghangatkan masakan, padahal ada bibi yang sudah siap membantu nya, tapi dia menolaknya.
" Biar aku aja, Bi.aku masih bisa, bibi kerjain yang Laen aja!" ucap Istriku dan aku tersenyum mendengarnya. setelah makan sahur istri ku yang menggendong anak ku, aku pergi untuk sholat Subuh berjamaah.
__ADS_1
*********
Rossa Stories
Malam ini ada Sandri dan koh Felix datang ke rumah. untungnya mereka datang di saat anak ku sudah ceria lagi, maklumlah 3 hari yang lalu anak ku, imunisasi, badan anak ku lebih hangat dan sangat rewel.
" Gak ganggu kan Cha?" tanya koh Felix
" ga lah Koh, mana ada istilah ke ganggu!" Jawab ku. Sandri langsung mengendong Rizki, sementara aku langsung meminta bibi untuk membuat minuman untuk Sahabat ku
" Aryo mana Cha?"
" Belom balik, paling bentar lagi!" Jawab ku dan duduk di sofa dengan sandri saat ini.
Baru saja aku selesai bicara, suara motor Mas Aryo sudah terdengar.
" Aryo ngapain sih pake motor, Macem macem aja tuh orang!" Protes Sandri
" Cuma ke Depan doang Sand, ga jauh!" jawab ku
" Nyari penyakit aja, Bapak mu Dek!, kalo dah gede jangan gitu yah sayang" Ucap Sandri pada anak ku dan aku tersenyum, Sandri mungkin masih merasa takut akan kecelakaan nya Mas Aryo.
Mas Aryo masuk ke rumah dan mengucapkan salam, aku mencium punggung tangan nya, dan dia tersenyum melihat Sandri dan Koh Felix yang sudah duduk di sofa.
" Dari tadi Koh?" tanya Mas Aryo dan mereka bersalaman
" Kagak...Aer aja belom ada!" jawab Koh Felix dan aku tertawa
" Lagi bikin Koh!" Jawab ku dengan Tersenyum, dan melipat kembali sajadah yang di bawa suami ku sembarangan. dan minuman pun datang, aku juga meminta satu tambahan kopi untuk suami ku pada Bi Surti
" Tanah di Bandung jadi jual Yo?" tanya Sandri
" Ada apa nih?" tanya ku dengan cepat
" Berapa kemaren mau loe jual?" tanya koh Felix sekarang
" Tujuh!" Jawab Suamiku
" Serius an loe?" Tanya Sandri
" Itu dulu, sekarang kagak, kan dah ga butuh duit sekarang ini!" Jawab ku Lebih cepat
" Bisa gitu yah Yo?!" seru Sandri dan aku tertawa
" Bisa lah!" Jawab ku
" sekarang loe mau jual berapa Yo?" tanya koh Felix, dia memang pengusaha sejati rupanya.
" Trus jadi di jual ga?" tanya Sandri
" Loe kok ngebet banget sih?" Tanya ku
" kalo gw terserah Ocha aja sih, urusan gw beres dia yang selesain, jadi anggap aja, itu full punya nya Ocha!" Jawab suami ku
" Jual aja ya Cha, gw tambahin 5!" ucap Sandri
" 5 M?" Tanya ku mempertegas angka 5
" 5 juta lah!" Jawab Sandri dan aku tertawa.
" kalo loe mau beli, mending ga usah loe tambahan 5 juta nya, geli gw!" Jawab ku dan kami tertawa.
" Ya udah, gw bayarin lah Yo!" Ucap Koh Felix
" gw terserah Ocha gw sih!"
" Gimana Cha?" Tanya koh Felix
" Buat apa sih Koh?" tanya ku ingin tau
" Bikin Pabrik lah, kecil kecilan!" Jawab Koh Felix. dan aku tertawa, mana ada pabrik pabrik kecil kecilan di atas tanah yang sangat luas.
" Pabrik apa Koh?" tanya Suami ku sekarang
" Rakit mobil doang, keluarga gw dah dapet license nya!" Jawab Koh Felix
" Masya Allah...hebat banget!" ucap ku dan Mas Aryo
" Ya udah bayarin aja koh, tapi kirim mobil satu ke rumah gw yah!" ucap ku sambil memeluk bahu Sandri.
" Iya gw kirim, built-in langsung dari sono!" jawab Sandri.
" Bener ya....!"
" Kapan sih gw ga bener!" Jawab Sandri Dengan Mencium Rizki anak ku
" Asyyyiikkk Dek, Ade bakal punya mobil sendiri!" Ucap ku dan suami ku tertawa
Setelah itu aku dan Sandri meninggalkan suami kami untuk bisa bicara lebih serius, aku dan sandri masuk ke kamar anak ku.
" Makin kaya dong sand!"
__ADS_1
" Bisnis keluarga Cha, gw pengen nya Koko tuh punya usaha sendiri Cha, ga gini mlulu!" Keluh Sandri sementara aku sedang menyusui Rizki
" Bisnis keluarga aja loe dah idup enak sand! loe aja kurang bersyukur!"
" Loe ga ngerasain jadi gw Cha!" keluhnya lagi
" Ade nya Koko tuh cewe semua 4 biji, 2 dah kawin, 2 masih kuliah, yang dah kawin ini itung untung rugi mlulu, yang belom kawin duit mlulu, loe tau berapa kewajiban Koko tiap bulan buat biaya itu Ade nya yang kuliah di Amerika!"
" Gede banget ya sand?"
" Gede gila, dan Koko tuh ga pernah Complaint kalo Ade nya minta duit di luar jatah bulannya!"
" Hebat dong Sand, Koko yang baik" Puji ku dengan tulus
" Hebat....cuma gak bener juga kali Cha, kita juga pernah kuliah di luar, anak nya bunda Desi juga lagi kuliah di Jerman, dan biaya hidup nya manusiawi!"
" Beda gaya hidup lah Sand! mereka mungkin dah biasa kaya gitu!" Jawab ku mencoba untuk sedikit bijak
" Iya....Ade Ade nya Koko nih, biasa idup enak, laki gw ajaaaaa yang tiap hari kerja, ampir ga punya waktu buat gw!"
" udah ah....ga boleh banyak ngeluh, besok nyalon yuks sand, gw pengen warnain rambut nih, dah ga jelas warna rambutnya!"
" Bayarin gw yah!"
" Siappp, kan gw mau dapet duit 7 M!" ucap ku dan kami tertawa.
" Ajak Mitha, Vero Ama Angel ga Cha?
" Ajak lah si bunda juga, biar seru, besok Sabtu kan?"
" Ok, gw chat deh kita langsung ketemuan di hotel nya Boy ya Cha!"
" Ok, jam 10 aja Sand, kalo pagi kan masih pada repot!"
Sandri langsung menghubungi Sahabat ku via chat nya, besok kami akan me time lah, rasanya sudah lama sekali aku tidak datang ke yang nama nya salon.
Dan jam 10 pagi ini, Suami ku sudah mengantar aku ke Hotel nya Boy, kami hanya melakukan perawatan di sana, walau hanya salon kecil tapi cukup lengkap dan perawatan di hotel ini di layanin oleh para profesional.
Potong rambut, creambath, coloring, spa dan pedicure jadi pilihan kami saat ini. dan selama kami melakukan perawatan, obrolan kami tidak pernah berhenti, mulai dari masalah anak, suami kami dan juga tempat makan yang wajib harus kami kunjungi.
Hampir 5 jam kami melakukan perawatan, wajah boy sudah di tekuk ketika kami datang dengan wajah gembira kami.
" Ga sekalian tunggu tutup aja tuh salon, Nanggung kali baru jam 3!"
" Tadi nya pengen gitu Boy, besok lagi kalo nyalon Ampe tutup deh, dia tutup jam 5 kan!" Jawab Mitha dan kami tertawa, aku segera menggendong bayi ku, suami ku langsung pergi meninggalkan kami, karna Suami ku harus sholat Ashar.
" Terusin aja ngomel nya Dad, ntar malem tidur di kamar Rafa yah!" Ucap bunda Desi mengancam suami nya, dan kami tertawa,
" bukan ngomel sih Bund, ngomong doang!" Jawab nya
" Loe nyebelin tau, berkerut lagi deh muka gw!" Jawab Angel
" Kaya Heri Napa, santaiii gitu, ga usah pasang muka BT!" Seru Vero kali ini, dan memang Heri ini terkenal sabar dalam menghadapi Angel yang cerewet dan ketus.
" Gw bilang apa boy, ga usah koment, nyali loe terlalu gede buat lawan mereka orang!" Seru Heri dan kami tertawa, Boy langsung merajuk istri nya.
" Udah ih, gw ngomong satu kalimat, loe jawab nya pada panjang bener, Wangi deh Bund, rambut nya!"
" Tau Ah!" Jawab Bunda Desi dan aku terkekeh menahan tawaku.
Setelah suami ku kembali, aku langsung berpamitan pada semua semua sahabat ku, Rizki ini kurang bisa menyusu dari botol walaupun botol nya berisi ASI, terkesan kurang puas. karna memang aku jarang sekali meninggalkan nya, malah bisa di bilang hampir tidak sama sekali, belum lagi aku harus menyiapkan buka puasanya suami ku.
" Cha....Senin ke Yogya yah?"
" Kita? atau cuma Mas Aryo doang?" Tanya ku, kami sedang mengobrol di balkon kamar, anak ku sudah tertidur
" kita lah, ibu dah kangen Ama cucu nya, aku harus ke pabrik dulu!"
" Berapa lama Mas? aku harus siapin baju baju soalnya!"
" Kamis pagi kita pulang!" Jawab Suami ku.
******
Senin pagi kami sudah di Bandara, ini adalah Mudik pertama nya anak ku, Banyak bawaan kami, terutama perlengkapan anak ku.
Kami tiba di rumah ibu sekitar Jam 12 Siang, aku sudah memberikan kabar pada Mama, bahwa aku sudah tiba di rumah Ibu, tapi malam ini akan bermalam dulu di sini.
Ibu, Bapak dan Dinda terlihat bahagia dengan kedatangan kami, maklum lah, Rizki adalah adalah cucu laki laki pertama di keluarga nya Mas Aryo, sedangkan untuk keluarga ku, Rizki itu cucu pertama Mama dan Papa ku.
Mbak Ayu, Mas Haris dan anak anak datang sore ini, jadi bisa di pastikan aku ini tidak mengerjakan apapun selain menyusui anak ku, lalu anak ku dibawa lagi oleh Ibu keluar kamar.
" Bobo nya Ama aku ya dek, Ama eyang juga!" ucap Dinda
" Boleh!" Jawab Suamiku, terdengar lembut suaranya, mungkin karna dia biasa berbicara lembut dengan keponakan nya.
" Aku nginep sini Mah!" Pinta Anak anak nya Mbak Ayu
" Boleh!" Jawab Mas Haris dengan senyum nya.
Aku dan Mbak Ayu tiba tiba bertemu pandang, lalu kami tertawa berdua. Jawaban suami kami Sama, dan itu Bahaya.
__ADS_1
" Seneng nya Eyang ini, coba tiap hari cucu cucu eyang kumpul disini, rumah ini pasti ramai!" ucap Ibu mertuaku.