
Setelah perdebatan antara Pak Didik dan bu Dinar mereka masuk ke dalam. Mereka tertawa terbahak -bahak.
Sedangkan pak Didik hanya mendengus kesal.
"Itu tiap hari dad? " Tanya Davira.
"Hem, katanya belok kiri pula." Jawab Daddy.
"Kayak lagu aja." Celetuk Sasa.
"Iya, tapi apa ya kok mendadak pikun." Kata Putra.
"Nih gua sama Vira bisa. " Kata Heri.
πΌπΌπΌπΈπΈπΈ
Awak dewe tau duwe bayangan.
Besok yen wes wayah omah-omahan.
Aku moco koran sarungan.
Kowe belonjo dasteran.
Nanging saiki wes dadi kenangan.
Aku karo koe wes pisahan.
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan.
"Wah iya itu bener. " Kata Sasa.
"Gabut gaes, mau ngapain ini baru jam sembilan lewat. " Kata Davira.
"Mancing." Jawab Putra dan Daddy bersamaan.
"Yok Ahh mancing. Nanti siang bikin mie rebus saja. Sorenya kita bakar ikan." Kata Davira.
"Setuju,Vir kita nanti ke supermarket depan beli sayur dan bumbu. " Kata Sasa.
"Siap boss.Dad minta uang dong. Nanti Vira buatin mie tek tek."Rayu Davira karena ingin minta uang pada daddynya.
" Hadeh kau ini sama persis kayak Dara. "Grutu pak Didik.
" Ya kan Vira anaknya bunda Dara.Masak iya persis daddy kan gak lucu. Yang buat siapa yang mirip siapa. "Celetuk Davira.
" Pletak, pletak, pletak, pletak. "Suara getikan jidat Davira di getok semua orang yang ada disana.
" Awwww sakit tauk. "Kata Davira.
" Disaring woy itu kata-katanya. "Dengus Heri.
__ADS_1
"Salah gua dimana coba. Kan bener gua anak bunda dan ayah yang bikin bunda dan ayah, kan gak lucu jika sifat daddy nurun ke gua. " Kata Davira.
"Aukk ahh capek bicara ma orang model kek luu itu. " Kata Heri.
"Udah mancing aja yuk, Vir ini kartunya belanja apa aja boleh. "
"Yess daddy Sultan black card dong yang di kasih. " Celetuk Sasa.
"Siap dad, makasih. " Kata Davira.
Yang cowok pada mempersiapkan alat pancing. Davira dan Sasa mandi dan bersiap ke supermarket terdekat.
Mereka pergi menggunakan motor sport milik pak Didik.
Pak Didik mendengar deru motor yang dipanaskan menoleh dan bertanya pada Putra dan Heri.
"Itu bocah bisa naik motor sport? "Tanya pak Didik.
" Bisa dad kalau Davira, Di rumah saja punya dad. Sasa yang gak bisa."Jawab Putra.
"Astaga dulu emaknya nyidam apa sih, punya anak perempuan bar bar begitu? " Tanya pak Didik pada dirinya sendiri sambil geleng-geleng melihat kelakuan Davira.
"Mana ku tau dad, kita aja lahir barengan hanya selang beberapa hari saja. Kalau Vira dan Sasa hanya selang pagi dan malam. " Kara Heri.
"Ohh begitu,ya sudah mancing dulu, biar nanti dapat banyak. Dan kalian bisa bawa pulang.
Mereka lalu memancing dan Davira Sasa sudah berada di supermarket.
Mereka jadi memasak mie tek tek.Dikasih sosis bakso telur. Aroma mie tek tek sudah tercium sampai belakang.
"Yuhu makan siang sudah jadi, mari makan dulu. " Kata Sasa.
Mereka lalu makan mie tek tek buatan Davira dan Sasa.
Setelah makan siang dan memberkan yang kotor Davira dan Sasa ikut mancing.
Tak terasa sudah jam tiga sore. Mereka menyudahi mancing dan membersihkan ikan hasil pancingan dan siap untuk dibakar.
Dari gerbang belakang terdengar benda jatuh.
Entah apa itu.
"Bug."
Sontak membuat Davira and the gank menoleh ke sumber suara.
"Aww sakit, lihat saja akan aku ganggu . Akan aku suruh tuyul itu. " Kata bu Dinar.
Tiba-tiba tuyul yang dikatakan bu Dinar muncul dan mengambil uang yang ada di dompet Putra.
Putra yang tahu hanya tersenyum licik menatap teman-teman nya lalu mengangguk.
__ADS_1
"Vir, kok gua merinding ya.Apa disini ada ibu kunti ya? " Tanya Putra pura-pura takut.
"Kita lari dan ngumpet aja yuk gaes." Ajak Sasa.
"Aaaaaa, kaburrrr ada ibu kunti. " Teriak Davira and the gank.
Davira and the gank berlari dan bersembunyi di dekat pintu gerbang belakang.
Davira and the gank tau jika bu Dinar ada disana.
Davira and the gank membuat sandiwara.
"Hihihihihihi aku akan mengajak mu ke dunia ku." Kata Sasa pura-pura kerasukan.
Davira yang sudah menangis lalu meminta tolong ke bu Dinar. Namun bu Dinar juga ketakutan dan langsung memanggil tuyul itu untuk pergi dari situ. Tanpa bu Dinar sadari bu Dinar mbingkar aibnya.
Tiba-tiba Aciel datang dan menarik daster yang dikenakan bu Dinar. Aciel mengganggu bu Dinar sampai bu Dinar buang air kecil tak terasa.
"Ampun ibu kunti ampun, saya tidak akan ganggu mereka lagi. Ampun ibu kunti. " Kata bu Dinar.
Davira and the gank lalu tertawa terbahak-bahak. Putra lalu bilang ke bu Dinar
"Bu kita ini biangnya demit, masak iya mau ibu gangu dengan tuyul. " Kata Putra.
"Kalian manusia atau setan sebenarnya? " Tanya Bu Dinar.
"Kelihatannya seperti apa bu? " Balik tanya Davira.
Bu Dinar sudah tidak bisa menjawab apa pun. Bu Dinar sangat malu dengan kelakuannya sendiri. Sudah membuat gosib yang tidak-tidak dan terakhir menyuruh tuyul untuk mengganggu Davira and the gank.
"Ehh ini palah diintip tetangga sebelah bawa tuyul pula. Sudah ayo anak-anak kita pulang. " Ajak pak Didik.
Mereka lalu masuk dan tertawa lepas lagi.Ikan yang mereka tangkap akan bibakaekan saja karena hari sudah sore dan mereka harus pulang. Mereka tidak jadi makan gara-gara ada yang mengintip.
Davira and the gank lalu bersih-bersih dan pamit pulang.
Mereka sudah sampai rumah bagitu pun kiriman ikan bakar dari daddy mereka.
Sampai rumah mereka minta maaf kepada orang tua. Karena membolos sekolah dan memberi alasan karena tidak masuk dan seharian berada di rumah daddy.
Hanya helian nafas kasar dari orang tua mereka.Meskipun mereka badung dan baru bar, akan tetapi nilai akademik nya membuat orang tua bangga pada mereka.
π»π»π»π»π»π»π»
Siang gaes.
Up lagi ya ini. Semoga tidak bosan.
Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak.
Papayoπππππ
__ADS_1