
Mereka masih berbincang. Mengenal satu sama lain, akan tetapi fauzan yang keinginan tahunnya banyak, ia terus mandang Davira. Ada yang beda dari Ketiga sahabatnya.
Fauzan belum tau kalau Davira and the gank adalah anak indigo.
"Sa, mau ikut gak?" tanya Davira.
"Mau kemna Ra? " tanya balik Sasa.
"Ke toilet bentar, terus ke warung depan." kata Davira.
"Gak ahh kau saja. Capek banget ini. Tapi nanti beli kopi atau coklat panas ya."Pinta Sasa.
" Iya. "jawab Davira singkat.
Davira masuk tenda untuk mengambil tas pinggang kecil. Ketika Davira hendak keluar tenda dikagetkan oleh suara kak Fauzan.
" Mau kemna dek? "tanya Fauzan.
" Ke toilet kak, habis itu ke warung sekalian beli kopi dan coklat. "jawab Davira.
" Yaudah yuk bareng aja, tar takutnya kamu nyasar."Kata Fauzan.
"Ahh ya gak lah kak, dah bisa sendiri juga. Dan sudah beberapa kali camping disini." Kata Davira.
"Dah ayo, aku juga mau ke warung. " Kata Fauzan.
Akhirnya Davira hanya bisa pasrah dan berjalan beriringan Fauzan. Davira pamit ke toilet sebentar.Sekitar Lima belas menit Davira baru keluar dari toilet. Tanpa disangka oleh Davira, Fauzan dengan setia menunggu Davira sambil main ponsel.
"Lho kak, kenapa ditungguin. Kan Vira lama. " kata Davira.
__ADS_1
"Gak lama kok, takutnya kamu nanti hilang. " kata Fauzan.
"Ya gak gitu juga kali kak, Vira dah gede lho ini. " kesel Davira.
"Dah ahh ayo jalan, keburu rame nanti. " Kata Fauzan.
Mereka kembali berjalan beriringan, sambil memgobrol.
"Bu, kopinya empat, coklatnya dua ya. " kata Davira.
Sedangkan Fauzan membeli makanan ringan. Sesekali menoleh pada Davira.
"Manis." kata Fauzan tatapi masih bisa didengar oleh Davira.
"Apanya kak yang manis? " tanya Davira.
Fauzan glagapan mau jawab apa, alhasil cuma bisa tersenyum malu.
"Ada apa dek? " tanya Fauzan.
"Ahh enggak kak gak apa-apa. " jawab Davira.
Aroma khas gorengan yang masih panas semakin membuat Davira sekan ingin memakan gorengan itu.
Tanpa diketahui Davira,ada senyum disertai celengan kepala. Fauzan lalu sedikit membungkuk,dan berbisik kepada Davira.
"Kalau mau ambil saja, jangan malu dan jangan ditahan. Itu sangat enak lho dek." Bisik Fauzan.
Seketika Davira salah tingkah.
__ADS_1
"Enggak ahh kak, tar badan ku gemuk." Kata Davira.
"Gak akan dek, sesekali gak apa-apa kan. Ayo kita ambil buat cemilan juga kan. " kata Fauzan.
Davira yang mendapat lampu hijau langsung berbinar dan senang. Dengan cekatan Davira mengambil gorengan dan dimasukkan kedalam wadah kantong plastik.
"Ternyata sesederhana inikah dek, membuat kau tersenyum bahagia." guman Fauzan.
Tanpa sadar Davira memanggila dan merangkul lengan Fauzan.
"Kak, kaka mau yang pisang gak? Cabainya banyak gak kak, atau mau pake sambel kecap? " Tanya Davira antusias.
Fauzan dibikin senam jantung dengan sentuhan lembut dan rangkualan dari Davira. Sejenak Fauzan seakan kehabisan oksigen untuk bernapas.
"Kak, kaka. Ihh kaka mah gitu palah melamun. " tanpa sadar tangan Davira masih metangkul mengan Fauzan.
"Ahh apa dek, tandi tanya apa? " kata Fauzan.
"Itu mas, pacarnya tanya mau gorengan pisang dan sambal atau cabe gak. " jawab ibu-ibu pemilik warung.
Seketika rangkula ditangan Fauzan terlepas, dan mereka salah tingkah.
"Ohh oya bu maaf. Dikasih sambal kecap saja, dan gak usah pakai pisang. " jawab Fauzan.
cie cie benih benih cinta nih.
Lanjut part selanjutnya ya.
Bay...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan giftnya ya .
👋👋👋👋👋👋