
Perjalanan yang panjang dan melelahkan, lebih dari 5 jam, dan aku benar benar tidak tidur, padahal pesawat milik Febby adalah pesawat yang sangat nyaman. sepanjang perjalanan aku terus berdoa dan berdzikir, tidak ada yang bisa aku kerjakan selain itu.
Kami tiba di Rumah Sakit Royal Melbourne, aku mendapat fasilitas ambulance yang sudah disiapkan dari rumah sakit, seorang laki laki yang merupakan Staff nya Om Deddy, om nya Boy sahabat ku, yang seorang Duta Besar Australia menyambut kami. Alhamdulillah kami mendapatkan banyak kemudahan, semua urusan kami di lancarkan.
Dokter Webber sudah menunggu kami di depan pintu UGD, Jam 9 pagi waktu Melbourne.
" Dokter Webber?" Sapa ku atau tepat nya bertanya.
" Yes I'am! Miss Rossa from Jakarta?"
" It' S Me!"
Lalu kami bersalaman, perawat dari rumah sakit sudah membantu mendorong suami ku, suami ku dibawa dalam ruangan UGD dan mulai dengan prosedur rumah sakit Royal Melbourne, Papa dan aku bicara mengenai status dan kondisi suami ku, sementara perawat laki laki dan Puput menemani suami ku.
" Kami akan melakukan CT scan ulang!" ucap dokter Webber
" Lakukan lah yang terbaik Dokt!" jawab ku dan Papa Arga.
Setelah 10 menit, Papa pamit, pesawat Febby masih menunggu di bandara dan saat ini aku berdua dengan Puput.
Hasil CT scan sudah keluar, dan dokter memanggil aku kembali.
" Operasi akan di lakukan selama 3 Jam, setiap operasi pasti berisiko, hal terburuk adalah kami gagal dan kehilangan nya, dan ini bukan hal yang mudah, tapi percaya lah, ini buruk, tapi bukan yang terburuk!"
" Baik dokt!" Jawab ku.
" Ok...silahkan, masih ada waktu 5 menit, temuilah!" Ucap dokter Webber dan aku semakin mendekati suami ku.
" kita di Rumah sakit Royal Melbourne, Mas. Rumah sakit nya kaya Mall di Jakarta, (aku sedikit tersenyum) dokter Webber mau operasi kamu, aku Ama Puput nunggu kamu di luar ruang operasi".
" Semoga ini bukan pertemuan terakhir kita Mas, aku nunggu keajaiban, tapi kalo pun Allah berkehendak lain, aku Ikhlas!"
__ADS_1
Ku usap air mataku, lalu ku cium lagi.
" Ikutin dalam hati mu Mas,... Allah..Allah ...Allahu Akbar " ucapku dengan air mata yang menetes, aku berharap dia mampu mengucapkan dalam hati nya, sebagai kalimat terakhirnya.
" Aku ikhlas...Kamu itu indah buat aku, pergilah, berjuang lah, dan menyerahkan jika kamu lelah!"
Dan dokter Webber menepuk bahu ku.
" Istirahat lah, kamu pasti lelah, akan ku lakukan yang terbaik"
" Terima kasih Dokt"
Mereka pergi mendorong tempat tidur suami ku, Puput memeluk aku saat ini.
" Kita istirahat di kamar dulu ya Mbak!" Ucap Puput, kami berjalan menuju kamar yang nanti akan di pakai oleh suami ku pasca operasi.
" Mbak Ocha tunggu disini, aku kebawah lagi, aku cari makanan buat kita sarapan!" ucap Puput dan aku tersenyum.
Aku duduk di sofa, aku mulai chat di group Sahabat ku, " Mas Aryo udah mulai di operasi, please ga usah koment, gw panik saat Handpone gw bunyi, 3 jam ini mungkin Handphone gw ga aktif, gw mau sarapan Ama Puput, dan thanks you so much, you are My person, love you!"
Biar lah Puput yang nanti Menghubungi Mama Dewi dan Arga, karna setiap suara Handpone berbunyi jantung ku berdetak lebih cemas, perut ku bergerak gerak dan lutut ku terasa ngilu.
Setelah 20 menit, Puput kembali, dengan membawa kopi dan donat, " Aku ga suka sandwich, jadi beli donat Ama roti roti manis doang Mbak!"
" ya ya....makasih banyak put!"
" Makan dong mbak, jangan di liatin doang!"
dan akhirnya aku ambil satu donat dan mulai mengigit nya,setelah mengucapkan Bismillah dalam hati ku.
" Mbak, tidur dulu yah! biar aku yang jaga, Dokter di ruang operasi tau kita ada disini!"
__ADS_1
" Aku mau mandi aja Lah"
Aku membersihkan tubuh ku, Menganti pakaian ku dan mengambil air wudhu, lagi lagi hanya sholat Dan doa yang bisa aku kerjakan.
" Mohon di mudahkan Ya Allah, tolong hentikan kesakitan nya, aku ikhlas, dan terima kasih untuk kesempatan yang telah engkau berikan, saat dia melakukan kesalahan-kesalahan, kau langsung meraih nya kembali, tidak dibiarkan berlarut larut dalam kesalahan nya"
Puput sudah berkali keluar masuk ruangan ini, dia selalu kembali membawa makanan dan minuman. Dan sekarang ini sudah masuk waktu Dzuhur, aku sholat dalam keadaan duduk, kaki ku sedang terasa sangat sakit, mungkin karna aku duduk di lantai terlalu lama, di tambah perut yang bergerak dan terus bergerak.
" Put...bantuin bangun!" pinta ku, dan Puput tertawa
" Berat ya Mbak?"
" iya...ini lagi kesemutan!" Ucap ku dan aku tersenyum.
" Kita ke Deket ruang operasi lagi yuk Put!"
" Makan dulu Mbak, kita harus kuat!" Jawab Puput.
Ya betul, aku harus kuat, perut harus di isi, anak ku perlu makan, dan saat ini aku makan lebih banyak.
Jam 12.30 waktu Melbourne, Pintu Ruangan terbuka, dokter Webber berjalan bersama 2 orang Dokter lain nya. aku langsung berdiri, menunggu berita dari dokter yang melakukan operasi pada suami ku.
" Operasi pasien berhasil, Kami akan memantau nya di dalam selama 2 jam, setelah itu akan kami pindahkan ke kamar perawatan!" ucap dokter Webber dengan wajah yang lelah.
" Alhamdulillah, Terima Kasih dokter!" Ucap ku, tanpa aku pikir panjang, aku memeluknya.
" thanks you so much, dokter Webber, thank you!"
" You'r Wellcome Miss Rossa, 2 jam lagi saya kembali, dan akan saya jelaskan semuanya!" Jawab dokter Webber, Dia menjabat tangan ku, Dan beliau pergi dengan dengan dokter lainnya.
" Ppuuuittttt....denger kan?!" ucap ku dengan tangan yang aku buka lebar, aku siap menerima pelukan dari Puput.
__ADS_1
" Alhamdulillah Mbak..... Alhamdulillah!" Jawab Puput dan kami menangis, tangis ini tangis bahagia
" Thanks Put...thanks loe dah temenin gw selama ini, semoga Allah balas semua kebaikan loe!" Ucap ku dan terus menerus memeluk Puput.