
Keesokan harinya Davira and the gank sudah siap dengan seragam sekolahnya. Mereka berangkat pagi-pagi. Sarapan pun dibawa ke sekolah. Tepat pukul enam pagi mereka sudah berada di sekolah. Mereka menuju kelas dan meletakkan tas dan buku. Mereka bergegas ke ruang musik sebelum yang lain datang. Mereka mencari petunjuk yang lain.
Suasana sepi, belum ada siswa siswi yang lalu lalang.Yang ada hanya karyawan bersih-bersih dan beberapa satpam.
Suasana jam enam pagi terasa seperti jam lima. Mendung namun tidaklah hujan. Terasa sunyi, hanya suara langkah kaki Davira and the gank. Mereka berlahan memegang gagang pintu dan membukanya. Davira and the gank belahan masuk mengitari semua sudut ruangan terutama di ruang peralatan musik bahkan dikolong meja. Mereka bahkan menyapu ruangan tersebut. Jendela yang selama puluhan tahun tidak pernah dibuka. Heri memandang Davira seolah minta persetujuan untuk membuka jendela itu. Hanya anggukan dari Davira.
Jendela yang kuncinya sudah karatan susah untuk dibuka, berlahan Heri dibantu Putra untuk membuka jendela itu. Akhirnya jendela itu bisa terbuka. Hal pertama yang terlihat adalah pemandangan jalan dan taman sekolah. Hawa pengap didalam seakan ingin cepat keliar dan berganti udara yang sejuk segar.Davira sengaja membawa pengharum ruangan aroma lavender. Harum semerbak dari pengharum ruangan terasa begitu harum tertipu angin pagi. Belahan sinar matahari menerobos masuk.
Davira and the gank terus saja mencari petunjuk sekecil apa pun itu.
"Sa ini." Kata Davira menujukkan sesuatu.
Sasa, Putra, Heri mendekat ke benda yang ditemukan Davira.
"Ini kotak kecil berisi apa?" Tanya Sasa.
"Entahlah gua juga gak tau Sa. Kita bawa pulang saja gimana? " Tanya Davira.
__ADS_1
"Ya udah bawa pulang dan tunjukkan keorang tua kita nanti." Jawab Heri.
Namun ketika akan keluar dari ruang musik tersebut
piano kembali berbunyi. Mereka seketika menoleh. Dan benar disana sudah ada sosok yang sama persis seperti difoto.
Sosok itu tersenyum dan tangan sebelah kanan teranagkat menuju ke salah satu alat musik dipojokan. Seakan sosok Asih itu memberi petunjuk ke Davira and the gank.
Davira berjalan berlahan kesalah satu alat musik itu. Dan benar di dalam gitar tua tanpa dawai yang jarang terpakai itu. Dilihat sekilas gitar itu tidak ada apa-apa nya. Namun ketika tangan Davira masuk kedalam lubang gitar tua itu terdapat tempelan kertas kecil. Davira mengambil kertas itu dan membacanya.
"Jika aku pergi dari dunia ini, tetap lanjutkan hidupmu. Semoga kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya."
"Petunjuk baru. " Guman Davira masih didengar Sasa, Putra dan Heri.
Tiba-tiba sosok itu menangis sesenggukan dan hilang begitu saja. Heri langsung mengajak Davira, Sasa dan Putra untuk keluar.
Mereka berjalan keluar dan memasuki kelas. Pokira mereka ke mana-mana.
__ADS_1
Apakah sosok Asih itu meninggal karena memang benar-benar kecelakaan atau ada unsur kesengajaan.
Kenpa sosok Asih tiba-tiba muncul dan kasih petunjuk. Bagaimana kisahnya dengan pak Didik.Jika memang ada unsur sengaja atas kecelakaan itu apa tujuannya.Itu yang ada dipikirkan Davira and the gank.
"Gaes nanti kita kumpulkan bukti, setelah magrib kita ke sekolah lagi. Siapa tau tante Asih mau dateng." Kata Putra.
"Oke siap nanti malam kita kesini. Tetapi kita bawa pak Didik dan menceritakan kejadian demi kejadian ini." Kata Davira.
😱😱😱😱😱😱
Apakah pak Didik mau diajak kesekolah?
Dan apakah pak Didik percaya akan hal ini?
Kita simak episode berikutnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
__ADS_1
Bye👋👋👋👋