KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
ROSSA 167


__ADS_3

" Aryo kenapa Cha?" tanya Mbak Laras yang datang sambil berlari, aku masih menangis dan panik saat ini.


" Perawat bilang kondisi nya menurun!"


" Ya Allah, Mbak Ayu Masih di jalan Cha, Bandara macet!"


" Maksud nya Mbak?" tanya ku pada Mbak Laras


" Iya, Mbak Ayu belum ketemu Aryo, Mungkin Aryo nungguin Mbak Ayu, Cha!"


" Pleaasseee Mbak, jangan ngomong gitu!" ucap ku pelan dan tegas, dan pergi meninggalkan nya sendiri. aku berjalan, terus berjalan dan terus menangis menelusuri lorong rumah sakit sendiri. aku ingin sendiri saat ini.


Perlu waktu sendiri, ini yang butuhkan. aku duduk di cafetaria rumah sakit, memesan susu coklat hangat dan aku mengambil handphone ku. melihat galery Handpone dan Tersenyum melihat photo photo Suami ku 4 hari lalu.


Yah, aku sempat mengambil photo photo kebersamaan kami. saat itu kami beristirahat di tempat tidur, hanya mengobrol dan Mas Aryo terus mengusap perut buncit ku.


" Kalo kamu belum pake Hijab, aku pasti minta kamu buat photo ini perut, kaya artis artis gitu!" ucap Mas Aryo dan aku tertawa.


" Pake Photografer Profesional dong Mas?"


" Pake lah, biar bisa ambil photo photo terbaik, trus aku pasang photo yang berukuran besar di kamar kita!"


" Sekarang yuks Mas!"


" Enaakkk aja! ga boleh, ga boleh buka aurat lagi, aku bersyukur kamu bisa jaga aurat mu!"


" Ya udah aku mau tutup aurat ku!" ucap ku sambil menutup baju kimono yang aku pakai saat itu terbuka di depannya.


" Ih, kalo Ada aku, aurat nya di buka buka aja Cha, kamu sexy banget Cha, perut nya Endut, tulangnya ada daging nya, dan ini...ini beneran sexy!"


" Mesun mlulu ih!" protes ku


" Kebutuhan biologis harus di salurkan, di ungkapkan, dan aku melakukan nya dengan istri ku!" Jawab nya waktu itu. aku tersenyum dan mengusap rambut nya.


" Iya Kita halal Mas, dan aku bakal layanin semua kebutuhan biologis mu, sebagai kewajiban ku seorang istri!" jawab ku


" Kamu ga nikmatin ya Cha, masih ilfil ya ma Aku?"


" Soal ilfil itu urusan aku, tapi aku nikmatin kok Mas, aku bahagia dan hormon ku Sekarang lagi meronta ronta !" Jawab ku dan Mas Aryo Tertawa.


Aku tersenyum mengingat kejadian itu, Indah sungguh indah. setelah puas memeriksa Handphone ku, aku teringat satu Handpone yang selalu aku bawa dari tadi pagi. Handphone Milik Mas Aryo, yang dikembalikan oleh Ustadz Zakie melalui Arga.


Aku mulai menekan tombol On Off dan layar yang awal nya gelap berubah terang saat ini. aku memeriksa Handphone nya, Aku lihat chat chat terakhir nya, dan semua tidak ada yang buruk. aku lihat galeri photo nya dan hanya photo aku saja yang tersimpan di galeri handpone nya.


Satu satu notifikasi bermunculan, " Anda belum up date 2 hari ini!" aku memeriksa nya, ternyata hanya catatan, catatan seperti Diary, dasar melankolis! aku tertawa kecil saat ini.


satu catatan terakhir nya.


Mendekati istri ku melahiran, aku semakin takut, aku takut setiap malam nya. aku seperti akan di hadapan kan pada satu kejadian, yang full dengan cerita sedih dan bahagia.


Aku tentunya akan sangat bahagia pada saat istri ku melahiran nanti, aku bisa melihat Baby ku, menggendong nya dan itu pasti sangat membahagiakan.


Tapi aku juga sangat takut. aku takut keputusan istri ku tetap di lakukan nya. Dia ingin berpisah dengan ku, dan rasanya aku tidak pernah sanggup.


Walaupun saat ini istri ku sedang menjalankan perannya sebagai istri, melayani semua kebutuhan ku, tapi tetap saja aku takut, karna aku sadar, aku tau....istriku adalah wanita yang kuat, dia tangguh dan mampu melakukan apa pun tanpa aku.


Ya Allah, jangan biarkan itu terjadi. tolong jaga hati nya untuk ku, tolong jaga hati nya untuk tetap ingin bersama ku. Jangan berikan keraguan di hatinya, dan aku mohon yang terbaik untuk ku dan Istriku.


Ya Rabb yang menguasai hati dan pikiran, aku percayakan semua urusan ku kepada Mu. dan Aku memohon satu kesempatan, untuk bisa hidup lebih dengan istri ku, menjalankan rumah tangga dengan lebih baik lagi, dan membesarkan anak kami agar tidak mengulang semua kesalahan yang pernah kami lakukan.


Ocha... Istri ku.

__ADS_1


Aku sayang kamu Cha,


aku hanya manusia yang jauh dari kata sempurna,


dan sempurna ku semoga hanya bersama mu.


I Love you, Rossalia.


You are My first love


My true love


You Are my person,


My lovely wife


and i love you with all My heart.


Air mataku menetes, suami ku begitu menyesal, suami ku begitu mencintai ku, dan suami ku sedang mengharapkan satu kesempatan untuk berumah tangga lebih baik dengan ku, dan akan aku berikan kesempatan itu, karna aku juga mencintainya, sangat mencintai nya,


Tapi saat ini....apa yang bisa berikan untuk nya!.


Aku terus menangis, menangis karna terlambat mengatakan ini semua nya pada suami ku. harus nya aku mengatakan nya 4 hari yang lalu, minimal pada saat suami ku mengalami kecelakaan ini, dia memiliki semangat hidup, untuk mempertahankan keinginan nya.


Aku kembali ke ruangan ICU, sudah 30 menit aku pergi meninggalkan suami ku, dan saat ini. Sudah Ada Mas Haris yang sedang mengobrol dengan Mbak Laras.


" Semangat Cha!" Mas Haris memeluk ku.


" Thanks Mas!" Jawab ku,


" Mbak ayu di dalem Cha!" Ucap Mbak Laras, dan aku hanya tersenyum.


" Marah ma Gw?" tanya nya tanpa basa basi


" Maafin gw Cha!" Dia memeluk aku dan kami menangis lagi saat ini.


Mbak Ayu sudah keluar dari ruangan ICU, matanya merah dan langkah nya terlihat sangat lemah.


" Cha...!"


" Iya Mbak!"


" Aryo!"


" Iya Mbak!"


dan kami berpelukan.


" Ibu di rawat di lantai 3 Mbak!"


" iya, nanti aku kesana!"


Mas Haris masuk ke ruangan ICU, dan kembali dengan suasana hati yang tidak baik.


Malam ini aku menjaga suamiku yang sedang tertidur, aku berjaga dan aku tidak tidur sama sekali. bunyi suara monitor semakin malam semakin jelas terdengar, dan itu hampir bersamaan dengan suara detak jantung ku.


Pagi ini jam 7 pagi, dokter sudah memeriksa kondisi suami ku, dia mengatakan hal yang kemarin malam terjadi adalah hal yang sangat buruk, dimana kami hampir saja kehilangan nya.


Jam 7.30 Mama ku sudah datang, dia masuk ke ruangan ICU, meminta aku untuk beristirahat dan sarapan. aku meninggalkan suami ku, untuk mengganti pakaian dan sedikit beristirahat di luar ruangan ICU ini.


Sudah banyak orang, Papa, Rissa dan Rizal mereka berkumpul. Sudah datang Mitha, Angel dan suami nya Heri,

__ADS_1


Mbak Ayu, suaminya, dan juga Mbak Laras, semua berkumpul.


" Ga tidur Bu Endut?" Ucap Heri yang baru datang hari ini. kami berpelukan dan Maaf bila ini salah, Heri adalah sahabat ku, dan dia sedang menunjuk perasaan bersedih nya untuk ku.


" Kagak Her!"


" Tidur di mobil ya Cha, lumayan adem !" saran Mitha dan aku tertawa kecil.


" Ga pengen Gw Mith!"


" Makan ya, Gado gado, bareng gw yuks!" ajak Angel, aku tau mereka sedang menawarkan satu bantuan untuk ku.


" Ya udah kita makan, tapi bubur ayam Yah! dan akhirnya mereka tersenyum, Angel dan Mitha jalan di samping ku, mereka memeluk bahu ku.


" Kenapa ga pindah ruangan sih Cha?" tanya Mitha


" itu ICU Ngel, situasi terburuk kapan aja bisa terjadi!" jawab ku


" Ini rumah sakit nya Arga, semua bisa aja mungkin, gw ngomong Ama Arga deh, biar Aryo pindah ruangan, at least ada kamar mandi dan sofa buat loe Istirahat Cha, jadi loe bisa sholat tanpa ninggalin Aryo!"


aku tersenyum, Mitha dan Angel memang juara.


Mitha Menghubungi Arga, mengajak nya sarapan, dan kami sarapan bersama.


"loe bener Mith, gw ga kepikiran, gw liat status kamar deh, gw yang ngomong ma nyokap!" ucap Arga


Dan aku bersyukur dalam waktu kurang dari 2 jam, suami ku sudah pindah ke satu ruangan yang cukup besar, nyaman untuk menunggu nya tanpa mengurangi satu pun alat alat kesehatan yang di butuhkan oleh suamiku.


Mama Dewi sudah menginstruksikan satu orang perawat senior untuk menjaga kondisi suami ku.


Dan aku saat ini bisa lebih nyaman menjaga suami ku, aku bisa sholat dan ruangan ini bisa di jenguk oleh para tamu.


" Mama ijinin ini supaya kamu bisa istirahat Cha, bisa makan, jadi jangan kecewain Mama Yah! Ucap Mama Dewi dan aku tersenyum.


Jam 3 sore, 4 orang dokter datang. kami semua keluarga berkumpul, Dokter membacakan hasil lab dan kondisi suami saat ini. banyak bahasa yang aku tidak paham, satu yang aku paham, mereka menyarankan untuk menghentikan pengobatan ini.


Rissa dan Rizal ,mereka mencoba menterjemahkan dalam bahasa sederhana.


" Sebetulnya Mas Aryo ga bisa bernafas sendiri Mbak, itu bantuan alat, jantung nya, hati nya semua di bantu alat alat ini!" ucap Rizal


" Maksudnya Mas Aryo udah ga ada?" tanya ku dengan menangis


" Kasar nya seperti itu Mbak!" Jawab Rissa


" Dokter bilang ada 2-5% kemungkinan hidup Dek!" protes ku


" Itu kemarin Mbak, sebelum Mas Aryo drop tadi malam?" jawab Rissa dia memeluk aku.


" Kamu mau coba ikhlas Cha?" tanya Bapak Mertuaku dan aku langsung menggeleng kan kepala ku.


" Gak Pak, Ocha ga akan setuju dokter angkat semua alat penunjang hidup nya Mas Aryo!"


" Tapi Aryo kasian Cha, dia mungkin cape dengan kondisi nya saat ini!" Ucap Ibu mertua ku.


" Gak Bu, ga hari ini, Ocha yakin Mas Aryo kuat, Mas Aryo bakal bertahan, dia janji temenin Ocha kontrol kandungan Ocha Besok pagi!" jawab ku, dan semua orang menangis saat ini.


Mereka harus menghargai pendapat ku, aku istrinya, sama seperti mereka, aku juga menyayangi nya, lebih dari apa pun. dan tidak hari ini, tidak hari ini untuk memutuskan persetujuan penghentian pengobatan suami ku.


Ayolah di koment dulu,


di like dulu

__ADS_1


dan di vote lagi


biar semangat lah si aku nya.


__ADS_2