
Aku sholat dalam ruangan ini, sebagian sahabat ku sedang mencari hotel terdekat, dan aku hanya bersama Melly, Mas Aryo tidak ingin di tinggal oleh Melly dan aku menangis dalam sholat ku.
Aku memang tidak bersyukur Yah!!!!, harus nya aku berbahagia, suami ku sudah sadar, dia bisa mendengar, dia bisa melihat, dia bisa bergerak, walaupun harus di bantu oleh orang lain, ini kemajuan yang luar biasa, dan Akhirnya aku sadar kesalahan ku, aku memohon ampunan dan terus menerus mengucapkan rasa terimakasih ku.
" Terima kasih ya Allah, satu kesempatan yang tidak akan aku sia sia kan, terimakasih untuk operasi yang berjalan sangat lancar dan kesempatan hidup suami ku setelah dia berada di titik paling rendah nya!"
" Aku menerima semua ketentuan Mu, terima kasih, dan ajarkan hati ini untuk selalu ikhlas, wajah ini terlalu tersenyum dan jangan biarkan orang terus merasa iba pada ku!" Dan ku akhiri sholat, doa dzikir ku malam ini.
Jam 7 malam waktu Melbourne, Sahabatku sudah kembali, mereka sudah mendapatkan hotel untuk mereka menginap malam ini dan itu tidak jauh dari rumah sakit ini.
" Makan ya Cha, loe belom makan malem!" ucap Arga dan Puput langsung membuka kotak makan untuk ku.
" Ada nasgor loh Mbak, cuma tau deh rasa nya!" ucap Puput dan kami tertawa kecil.
" Aku Mau dong Mel!" Ucap Mas Aryo dan aku langsung membalikkan tubuh ku.
" Mas Aryo Mau nasgor? berdua aku Yah! aku suapin!" Ucap Ku, dia malah tersenyum,
" Kamu makan yang banyak Cha, Melly aja yang suapin aku!"
Jawab Mas Aryo dan aku tersenyum.
" Suapin noh Mell!" Ucap Mas Didit, dia geram sekali.
" Berdua gw Cha, kita dah lama loh ga makan sepiring berdua!" Ucap Boy dan aku tertawa, Boy sedang menghibur ku saat ini, Boy tau, pasti sakit rasa nya di tolak seperti tadi.
" Sini Boy, makan Ma gw!" Ucap ku, aku sudah siap berbagi dengan Boy, Boy saja sudah berjalan menuju sofa mendekati aku.
" Jangan Cha....nanti kamu ga kenyang, Makan sendiri lah, kamu kan lagi hamil itu!" ucap Mas Aryo dan kami tertawa.
" Nih orang mau nya apa Sih?" ucap Arga dengan kesal nya.
" Sabar Bang! ga boleh ngomel!" Ucap Puput pada Suaminya, dan aku tersenyum.
" Dia tuh baru On!" ucap Febby dan aku tertawa menutup mulut ku
" Gw lepas lagi deh Batre nya!" Seru Mas Didit dan aku melempar kan bantal kecil ke Arah nya.
__ADS_1
" Mas Didit Jahat!' ucap ku
" Kesel gw Cha....Dokter kok kerja nya nanggung Banget sih!" Jawab Mas Didit, dia mengembalikan bantal sofa itu pada ku, lalu berjongkok di bawah ku.
" Sabar nya jangan kepalang ya Cha....Sabarnya yang luas, dan gw tau....loe pasti bisa!" Ucap Mas Didit dan aku tersenyum..
" Udah ih, gw pengen makan Mas Dit, jangan drama mlulu!" dan kami pun tertawa kecil.
Dan akhirnya setelah selesai makan, aku menemui dokter, aku tanya apa apa saja yang boleh di makan atau tidak, karna saat ini, Mas Aryo begitu berselera sekali setiap ada diantara kami yang makan atau minum di dekatnya.
Dokter menjawab semua boleh di makan, asal di kunyah dengan cukup lama, dan tentunya konsumsi air putih yang banyak.
Malam ini setelah Sahabat ku ke hotel, aku berdua dengan Melly, kami menjaga Mas Aryo dan duduk di sofa. dengan beberapa bantal, aku merebahkan pinggang ku, pinggang yang semakin sakit dan waktunya merebahkan diri.
Aku Balur pinggang ku dengan kayu putih, setelah itu betis ku, kaki ku sering kram saat ini, jadi aku memijat kecil kaki ku sendiri, walau sulit karna terhalang perut, tapi ku lakukan sebisa ku. aku harus nyaman untuk diriku sendiri.
Melly sudah tertidur terlebih dahulu di sofa sebelah kiri, sedang kan aku di sisi kanan, sofa ini tadi di pindahkan oleh Arga dan Boy, aku yang meminta, supaya mereka mengatur posisi sofa, agar aku bisa dekat suami ku.
Pagi ini dokter dokter memeriksa kondisi Suami ku, Alhamdulillah Suamiku sudah menunjukkan reaksi tubuh yang baik, dengan banyak nya minuman dan makanan yang di konsumsi nya, tubuh nya terlihat lebih segar, dan selang infus akan di angkat siang ini setelah suntikan antibiotik terakhir nya, so....suami ku sehat.
Mengenai ingatan nya, dokter masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan di lakukan di ruangan CT scan.
" Sarapan Cha, anak mu perlu makan!" Ucap nya setelah dia menghabiskan sarapannya
" iya nanti aku makan di kantin!" Jawab ku dengan senyum yang manis.
" Oh iya, kamu kan hamil, kamu belanja deh sana, beli perlengkapan baby, mumpung kamu disini!" ucap nya dengan posisi yang sudah bisa duduk pagi ini.
" Ada ada aja !" jawab ku dalam hati, semua orang tersenyum kecut
" Belanja sana Cha! aku ada Melly kok, ga usah kwatir, Melly jaga aku dengan baik!"
" Aku tuh dah belanja semua kebutuhan baby ku, emang kamu tau ini dimana?" Tanya ku dengan pelan
" Tau lah, aku bisa baca!" Dia mengambil amplop surat di atas meja, dan menunjukkan pada kami
" Tapi masih cerdas loh, Cha!" Ucap Mas Didit dan aku tertawa
__ADS_1
" Cumlaude U* Mas Dit, mahasiswa terbaik no 2!" Ucap Arga dengan tawa nya. dan aku tersenyum
" Kamu tau aku ga Mas?" Tanya Febby tiba tiba dengan memegang tangan Arif yang sekarang menjadi kekasihku.
" Kamu Febby kan!" jawab Mas Aryo
" Diiiaaa inget yang bohai bohai!" seru Boy dan kami tertawa, Febby mengkerucutkan bibirnya.
" kok bisa inget Febby sih Yo?" Tanya Mbak Laras
" Dari tadi kalian ngobrol, aku punya kuping!" Jawab nya dan kami ber Oooooohhhhh ria bersama sama.
" kenal gw ga Yo?" Tanya Boy mengetes tingkat kesadaran suami ku.
" Tau, Boy Kan!"
" Llaaahhh dia tau!" Boy tertawa girang seperti anak kecil.
" Kalian ngomong terus dari tadi, jadi aku tau, ini Arif, ini Febby, ini Puput, ini Boy!" Jawab Suami ku dan kami menggagukkan kepala kami, memang dari tadi kami terus berbicara
" Ayo sana pergi belanja Cha, Ada Mbak Laras, ada Puput, ada Febby, kalian kan suka belanja!" Ucap nya
" Yang gila belanja itu si Melly!" ucap Mas Didit, dan Melly tertawa.
" Melly di sini aja, aku butuh dia, kalian pergilah!" Jawab suami ku.
" Emang gw ada baik nya apa, kocak nih orang!" Jawab Melly dan aku tersenyum
" Loe kan brengsek ya Mell?" ucap Mbak Laras tanpa rasa dosa
" Ya itu dia....gw aja heran!" Jawab Melly dan kami tertawa.
Dan akhirnya aku meninggalkan Melly dan Mas Aryo berdua, aku dan sahabatku pergi untuk mencari sarapan dan berbelas sesuai perintah orang sakit.
Aku memeluk bahu Mbak Laras, " Emang Mbak Laras masih Marah Ama Melly?"
" Kagak sih, itu masa lalu, ga bisa gw hapus, malah jadi rambu rambu biar gw ga begitu lagi!" Jawab Mbak Laras dan aku tersenyum.
__ADS_1
" Hidup harus berjalan ya Mbak, aku bahagia, dan waktunya kita belanja!" ucap ku dengan riang, aku harus bahagia, Suami ku sehat, dan waktu nya memanjakan diri sendiri.
Aku memilih banyak baju bayi, perlengkapan bayi bayi yang lucu, sementara sahabat ku yang lain sibuk berbelanja untuk oleh oleh mereka yang akan pulang malam ini.