
Malam pun berganti dengan fajar yang masih malu-malu untuk menampakkan cahayanya. Putra dan Heri yang tidur di serambi mushola. Davira dan Sasa yang tidak berhenti tadarus dari jam 3 setelah bertemu dengan sosok Pak tua diatas atap tadi. Mereka berharap tidak ada lagi yang mengganggu.
Murid-murid bergegas bangun untuk menjalankan ibadah.
Setelah itu mereka membereskan barang bawaan mereka dan bersiap untuk apel pagi dilanjutkan dengan olahraga santai. Mereka memilih jalan sehat mengelilingi kompleks belakang sekolah, berakhir di pasar tradisional dan dilanjut pulang ke sekolah dan Pulang ke rumah masing-masing. Davira and the gank selalu panitia dan pengurus OSIS harus tiba terlebih dahulu dari teman-teman yang lainnya.
Putra dan Heri yang masih kepikiran akan makhluk tadi malam yang mengganggu mereka.
"Ada apa sih put? " Tanya Davira.
"Masih kepikiran yang tadi malam vir. " Jawab Putra.
"Udah kita berdoa saja, toh kita tidah tau harus berbuat apa. " Kata Sasa.
"Atau kita tanya penjaga sekolah yang sering bermalam disini. " Kata Heri.
"Setuju." Jawab serempak.
Davira and the gank hanya bisa menghelai nafas kasar. Sosok itu benar-benar hanya mengganggu. Putra lalu bertanya kepada penjaga sekolah.
Dan benar penjaga sekolah bercerita awal mulai dia bekerja disekolah ini. Hingga terjadi gangguan dari berbagai mahluk yang tak kasat mata. Banyak guru baru dan karyawan baru tidak percaya akan hal itu justru makhluk itu akan terus menteror. Penjaga dulu juga sering diganggu. Mulai dari di ikuti ketika pulang. Diganggu pada saat beberes gudang.Dan masih banyak lagi kejadian tidak masuk akal.
"Sebenarnya dia ngapain sih her? " Tanya Putra.
"Ya mana gua tau Put." Jawab Heri.
"Kali aja itu makhluk butuh teman gesrek kek lu pada. " Kata Sasa.
"Kayak lu itu gak gesrek saja." Kata Davira.
__ADS_1
"Lha lu kan yang ajarin kita." Kata Sasa.
"Udah mau pada pulang gak nih ngantuk ini. Gta mau tidur ampek sore. Jangan ada yang ganggu, maupun itu dalam bentuk chat atau telpon sekalipun. " Kata Heri.
"Iya iya." Jawab serempak.
Putra dan Heri mengambil tasnya di ruang OSIS. Sedangkan Davira dan Sasa menunggu diparkiran.
"Sa, makhluk itu terasa misterius ya,penuh teka teki. " Kata Davira.
"Iya Vir, jujur gua penasaran." Jawab Sasa.
"Lha iya gimana gak penasaran. Hampir dua tahun kita sekolah disini. Lha baru tadi malam kita lihat itu makhluk. " Kata Davira.
"Iya ya, biasanya kita hanya lihat, kelebihan siswa saat diruang kelas. Ada yang ikut upacara. Di toilet, di kantin, ada yang ikut ujian. " Kata Sasa panjang kaki lebar.
Mereka akhirnya pulang. Putra dan Heri sudah sampai ke parkiran.
"Vir,perasaan kita terakhir ya dimari. " Sasa.
"iya sih, lagian kita dari tadi kita tidak melihat siswa atau orang lewat. " Davira.
"Lha terus itu siapa Vira, Sasa? " Tanya Putra.
"Ya mana gua tau put. " Jawab Davira.
Ketika mereka menoleh kebelakang lagi orang yang berada diparkiran pojok sedak toilet sudah tidak ada. Padahal disana jalan buntu.
"Aaaaaaaa ada setan, kaburrrrrr! " Jerit Davira and the gank.
__ADS_1
Mereka lari sampai pintu gerbang sekolah. Putra dan Heri yang terakhir sampai karena mereka sambil mendorong motor.
"Hufft baru diongin ya Vir, mereka udah muncul aja. " Kata Sasa.
"Iya, mana gak permisi dulu kalau mau nongol.Kan ini jantung belum persiapan. " Kata Davira.
"Eh paok, mana ada setan nongol permisi dulu. Yang ada kita gak jadi takut." Kata Putra.
"Ya barang kali ada setan yang begitu. Kan mereka setan di sekolah. Ya mesti ada sopan dong jika nongol kek tadi." Kata Davira.
"Auk ahh, Lama-lama gua bunuh diri karena kata-kata absrud mu itu vir. " Kata Heri dan Sasa.
"Hos hos hos, capek gua lari pagi-pagi. Mau pulang gak ini?"Tanya Putra.
" Pulang! "Jawab Davira, Sasa, dan Heri.
Mereka langsung pulang dan berpamitan kepada pak satpam dan penjaga sekolah. Sejujurnya mereka masih bertanya dan memikirkan misteri teka teki diruang OSIS. Namun mereka tidak berhak untuk tau tentang hal itu. Asal itu makhluk tidak mengganggu mereka lagi.
👻👻👻👻
Sekian dulu dari saya,Semoga suka.
Jangan lupa
*Like
*Koment
*dan Gifnya
__ADS_1
Papayo