
Ada cerita tentang masa remaja. Termasuk kisah kasih di sekolah. Banyak anak beranjak remaja ini sudah membuat cerita cinta versi putih abu-abu.
Ada yang cuek, ada yang bucin sekali.
Akan tetapi tidak dengan Davira and the gank, mereka sibuk happy bersama keluarga dan sahabatnya bahkan dengan teman tak kasat mata.
"Bang Aciel ikut ya ke sekolah? " tanya Aciel.
"Hemmm." jawab Heri.
"Idih sombong sekali kau bang?" tanya Aciel.
"Ehh tuyul biasane juga langsung melesat gak pake tanya, Tiba-tiba langsung nongol duduk di meja guru." jawab Putra
"Aciel bukan tuyul! " teriak Aciel.
Aciel selalu ribut dengan Putra ataupun Heri, entah yang memulai duluan siapa. Setiap kali ketemu ada saja yang mereka debatkan.Padahal Aciel jarang banget muncul.
"Udah jangan ribut terus, hari terakhir ujian ini. Senyum dong biar nanti barisan jutaan huruf juga berpihak kepada kita." kata Davira melerai perdebatan Putra dan Aciel.
Aciel yang masih ngambek hilang begitu saja, mungkin sudah berada di sekolah, Davira and the gank berangkat diantar supir.Mereka memasuki ruangan masing-masing.
Bel tanda mulai ujian hari terakhir telah dimulai.Rasa demi rasa telah menjadi satu.Bayang-bayang hasil nanti bagaimana.
"Kenapa jarum jam tidak bisa diperlambat sedikit saja." keluh Heri dalam hati.
"Seakan gua digosting waktu, kenapa lama sekali, dan ini? belum kelar juga. " keluh Sasa.
__ADS_1
Keluhan demi keluhan terdengar.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, semua siswa siswi keluar dengan raut wajah yang sangat tidak bisa diartikan.
👀👀👀👀
"Ke ruangan daddy yuk,capek ini pikiran."ajak Putra.
"Daddy ada di ruang musik." kata Heri.
"Kebetulan sekali." kata Sasa.
Davira and the gank melangkah ke ruang musik.
Mereka berpikir dalam keheningan hanya terdengar langkah kaki mereka.
Ya beberapa minggu lagi adalah hari terakhir mereka di sekolah. Kenangan demi kenangan terukir indah dalam benak mereka. Suka duka telah mereka lalui bersama. Berjuang demi menggapai mimpi yang sempurna. Mimpi yang akan menjadi nyata. Esok jika waktu mengizinkan mereka untuk berkunjung ke sekolah ini lagi, mungkin suasana ruangan akan berbeda. Namun kenangan dan jerit perjuangan akan terasa nyata bagi mereka.
"Dad,,,! " panggil Davira.
"Ucapkan salam Vira. " kata Daddy.
Davira hanya nyengir menunjukkan deretan giginya.
"Assalamu'alaikum daddy." ucap Davira and the gank.
"Wa'alaikumussalam anak-anak daddy. " jawab daddy.
__ADS_1
"Kenapa? ada yang bisa daddy bantu? " tanya daddy.
"Ingin hari ini dipercepat dad,ingin cepat lulus, cari kampus." kata Putra.
"Sabar nak, tinggal menghitung hari saja." kata Daddy.
"Tapi terasa lama dad. " keluh Heri.
"Sekarang begini saja, kalian cari info aja mau masuk kampus mana. Terus isi tuh formulir pendaftaran. " kata daddy.
"Udah! " jawab Davira and the gank.
'Ehh barengan."kata daddy.
"Kalian mau meneruskan di mana? Apakah di kampus yang sama? Dengan jurusan yang sama? " tanya daday.
"Di kampus yang sama dad hanya beda jurusan saja." jawab Davira.
"Sukses selalu buat kalian,minggu depan ada pensi daddy harap kalian bisa pegang amanat ini." kata daddy.
"Siap dad!" jawab Davira and the gank.
Didalam ruang musik terasa dingin, disana juga ada mommy dan Aciel yang sedang bercanda.Daddy terasa nyaman,ternyata ada belahan jiwanya yang telah pergi berada di dekatnya.
👀👀👀👀
hay hay,,,, apa kabar?
__ADS_1
Semoga kalian baik-baik saja.
Jangan lupa mamapir ya, papayo semua👋👋👋👋👋