
"Ra itu hantu kali, bukan manusia." kata Sasa.
"Diem dudul,nanti dia denger. " kata Davira.
"Pak kita harus bagaimana? Dari tadi kita cuma muter-muter saja. " Kata mbak Atun.
Realita tak sesuai dengan expetasi. Keadaan mendadak hending dan bus berjalan sekakan melambat, padahal kecepatan delapan puluh perjam. Jika dilihat sudah diatas rata-rata ketentuan yang diberlakukan. Namun seakan seperti naik sepeda yang mengayuh kelelahan.
Mendadak dua sosok itu menghilang lagi. Dan pintu bus tidak bisa dibuka. Pramugari sudah berusaha menghubungi induk, namun seakan jaringan ditelan kegelapan malam.
Saat bus itu melintas gedung tua, bus itu berhenti lagi.
Hawa dingin menyelimuti Empat insan yang berada didalam bus, hembusan angin seakan masuk dan merasuk samapi ketulang-tulang.
Tiba-tiba terdengar pintuk terbuka sendirinya.
"Terimakasih untuk tumpangan malam ini. " kata sosok itu sambil mengeluarkan uang dan memberikan kepada pramugarinya.
Mbak Atun diam mematung dan detik selanjutnya jatuh terkulai lemas bagai tak bertulang.
Terdengar suara melengking khas sosok itu.
"Kenapa kalian mengganggu kami, memberhentikan bus ini? " tanya Sasa.
"Karena hanya kalian yang mau memberikan tumpangan pada kami. " kata sosok itu.
"Oke bisa disimpulkan jika kalian juga butuh healing kan? " tanya Davira.
Sasa yang paham hanya bisa tepuk jidatnya sendiri, mendengar perkataan absrut sahabatnya itu.
"Ya kali hantu pingin healing, tinggal teleportasi saja kenapa repot banget numpang bus ini. " Kata Sasa bersungut-sungut.
Seketika sosok itu hilang bak ditelan kabut malam yang tebal. Dibalik itu semua banyak pesan masuk dari ponsel masing-masing.
"Ra sampai mana?Kenapa susah sekali dihubungi? " pesan dari Heri.
"Ehh Curut dimana kau, jangan bikin panik kita semua." kata Putra.
Dan masih banyak lagi panggilan dari mereka.
Pak supir mendapat panggilan dari Ponselnya. Pak Eko menjelaskan secara rinci kejadian yang menimpa mereka dan saat ini posisi bus saat ini berada didalam gedung tua bukan di halte bus.Bantuan pun datang untuk menggantikan pak Eko dan mbak Atun. Bus sudah diambil oleh teman pak Eko dan mbak Atun langsung diantar pulang.
__ADS_1
Sedangakan Davira dan Sasa sudah menghubungi Putra dan Heri untuk menjemput mereka di halte gedung tua tersebut.
Dari kejauhan sosok itu berdiri dan tersenyum kearah Davira dan Sasa. Melambaikan tangannya. Seakan ingin mengucapkan terimakasih.
Saat ini Menunjukkan pukul Sepuluh malam.
Davira dan Sasa ditawari untuk diantar pulang oleh pihak transportasi bus itu. Namun Davira menolak dan berkata akan ada saudara yang menjemput mereka.
Pihak dari mereka berkali-kali mengucapkan maaf atas kejadian yang menimpa mereka.
"Sudah hal biasa Pak kejadian semacam ini terjadi, bahkan naik motor pun bisa mengalami hal ini." Kata Sasa.
"Terimakasih ya kalian memang luar biasa. " kata salah satu dari petugas bus.
Setelah beberapa saat Putra dan Heri telah sampai. Mereka berlari dan menghampiri Davira dan Sasa.
"Kan sudah aku bilang, kita antar. Kejadian semacam ini yang tidak kita inginkan Ra. " kata Heri.
"Udahlah, udah kejadian juga. Yang penting kita enggak kenapa-kenapa. " kata Davira.
"Ya iyalah lha Daviranya justru bilang hantu butuh healing juga. " kata Sasa.
"Ya udah ayo kita pulang. " ajak Putra.
Mereka berpamitan kepada perugas halte yang menemani Davira dan Sasa.
Davira and the gank pulang. Didalam mobil Sasa menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Davira.
Sedangkan Davira terlelap dipangkuan Heri dijok belakang.
"Emang hantu juga pingin healing juga kali ya. " kata Putra sambil mengemudi.
"Entahlah kita juga tidak tau. " Kata Sasa.
"Udah sampai belum, aku lapar sekali. " celetuk Davira.
"Sebentar lagi. " kata Heri.
"Bibi masak apa tadi? Ditelpon saja dulu biar dipanasi makanannya. " kata Davira.
"Masak kesukaan kita, bentar lagi sampai bangun gih. " kata Putra.
__ADS_1
Davira lalu bangkit dari tidurnya dan bersandar pundak Heri.
Sepuluh menit kemudian mereka telah sampai. Bibi sudah menunggu di teras depan.
"Neng bersih-bersih dulu atau mau makan dulu? " tanya bibi.
"Makan dulu saja bi, nanti langsung bersih-bersih dan langsung tidur. " kata Sasa.
"Hadeh dasar jorok kau Sa. " kata Putra.
Dan masih ada canda dan tawa di uang makan. Bibi juga ikut serta makan malam yang kemalaman itu.
Sambil mendenfar certa tentang kejadian tadi.
"Kalau bibi dah pingsan neng. " kata bibi.
"Hahaha bibi aja yang penakut. " kata Heri.
"Sudah-sudah ini terlalu larut malam. Sekarang bereskan piringnya bu dan anak-anak langsung beres-beres terus istirahat." kata paman.
"Siap paman laksanakan. " Kata Davira and the gank.
Mereka berkat lalu masuk kamar masing-masing.
"Hadeh ada-ada ya bu neng Davira, masak gak ada takutnya ngatain hantu healing segala. Berasa punya anak kembar empat ya bu. Punya karakter dan kemauan yang berbeda. Namun mereka kompak sekali. " Kata paman.
"Iya ya pak, sudah dana bapak cek depan dan belakang. Ibu mau beres-beres dulu.
🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️
Selamat malam, Istirahat yang cukup ya reders.
Sampai jumpa dicerita selanjutnya.
Jangan lupa
LIKE
COMEN
VOTE
__ADS_1
GIFT
👋👋👋👋👋👋👋👋