KENAPA HARUS AKU

KENAPA HARUS AKU
Namaku Aciel


__ADS_3

Suasana pagi hari gaduh sekali. Matahari bersinar menampakkan cahayanya. Suara burung berkicau bersahut sahutan. Siswa siswi hilir mudik naik turun bus membawa barang bawaannya agar tidak tertinggal.


"Her, itu bocil udah tau belum ya kita mau berangkat pagi?" Tanya Putra.


"Ya mana gua tau, lu kira gua bapaknya." Jawab Heri.


"Ya sapa tau lu ditanya sama itu bocil." Kata Putra.


"Kagak tau bambang,sana tanya Vira." Kesel Heri kepada Putra.


"Ya udah lah, gua tanya Vira aja." Kata Putra.


"Ya ampun bambang dudul, gua tadi juga bilang begitu." Amuk Heri.


"Kabur,,,!Ada singa ngamuk." Kata Putra.


Putra berjalan ke bus dan mencari Davira. Dan benar Davira sudah ada disana.


"Vir, itu bocil tau kan kita pulang sekarang? " Tanya Putra.


"Hemmm, dia dah tau." Jawab Davira.


"Dasar cewek es balok. " Omel Putra.


"Gua dengar Putra. " Kata Davira.


"Hehehe, ya maaf Vir." Pinta Putra.


Selang lima belas menit semua siswa siswi sudah berada dalam bus dengan absen lengkap. Tidak ada yang tertinggal.


"Baik anak-anak kita sudah lengkap semuanya. Atau masih ada yang tertinggal di sana? " Tanya pak Deka.


"Yang tertinggal jejak kenangan pak. " Jawab Davira and the gank serempak.


"Sudah-sudah, sebelum berangkat pulang kita berdoa sesuai keyakinan kita masing-masing ya. Berdoa mulai." Perintah Pak Deka.


Semua siswa siswi menunduk dan berdoa.


"Berdoa selesai." Kata pak Deka.

__ADS_1


Bus berlahan meninggalkan penginapan. Siswa siswi memilih untuk memejamkan mata. Faktor kecapekan dan kantuk. Suasana bus hanya terdengar suara deru mesin. Bus berhenti hanya satu kali ketika jam setengah 12.Berlahan namun pasti, Bus sampai di sekolah pukul enam petang.


Banyak kendaraan orang tua siswa dan siswi yang berjajar di sepanjang jalan sekolahan. Ada juga yang parkir didalam. Sedangkan Davira and the gank yang tidak mau berdesakan saat turun memilih untuk turun terakhir.


Siswa siswi bergegas pulang.


"Vir, kita ke rumah lu aja deh." Kata Putra.


"Serah lu aja, lagian rumah lu aja tinggal lima langkah dari rumah gua." Jawab Davira.


Dan tiba-tiba sosok bocil itu nongol tiba-tiba.


"Kak, ini rumah kakak? Besar sekali. " Guman Sosok anak kecil.


"Astaga bocil, bilang dulu napa kalau mau nongol. Dah kayak jalangkung aja. " Grutu Heri.


"Hihihi, jalangkung teman ku kak." Jawab Sosok anak kecil.


Ternyata orang tua Davira sudah menjemput. Mereka langsung menaruh barang- barang dibagasi. Sesampainya dirumah mereka mandi dan sholat, lanjut makan malam.


"Gais gua dah ada nama buat sie bocil itu." Kata Davira tiba-tiba.


"Iya." Jawab Davira.


Tiba-tiba sosok anak kecil itu datang dan duduk di tengah-tengah antara mereka berempat.


"Jadi aku punya nama kak? Terus nama ku siapa kak? " Tanya sosok anak kecil itu.


"Sabar cil sabar. " Kata Heri.


"Ok kakak kasih kamu nama. " Davira enggantung suaranya.


"Kak ihhh kakak gutu, jangan lama-lama. " Kesal sosok anak kecil itu.


"Aciel." Kata Davira.


Begitu bahagianya Sosok bocah itu. Dia mendapat nama dari orang yang baru dia kenal. Jika Aciel masih hidup usia mungkin sekitar 6 tahun 7 tahun.


Davira and the gank sempat tidak percaya jika sosok bayi yang dulunya dibuang oleh orang tuanya dan meninggal karena kedinginan dan kelaparan. Dan mungkin jasadnya sudah entah kemana. Dan bayi tersebut di kehidupan selanjutnya tetap berjalan.

__ADS_1


Kesana kemari mencari jasadnya sendiri. Dan sampai dia lelah mencarinya dan menetap di sana ditemani kakak cantik, itulah yang disebut oleh Aciel. Sosok yang meminta bantuan kepada Davira and the gank.


"Wah nama ku Aciel? " Tanya Aciel.


"Iya, dan suatu saat nanti jika kita berhasil bantu adek untuk ke jalan yang sangat terang dan indah. Adek ajak kakak cantik pulang ikut bersama adek.Kita tidak bisa bantu kakak cantik. " Kata Sasa.


"Siap kak Sa. " Jawab Aciel.


"Oke sekarang Aciel pergi tidur di sana itu tempat sementara Aciel." Kata Davira sambil menunjuk pohon kenanga di sudut rumah.


🌼🌼🌼🌼🌼


Hari demi hari Aciel selalu ikut bersama Davira, kemana pun Davira pergi selalu ikut. Begitupun dengan Putra, Sasa dan Heri.


Aciel justru yang memberi tahu kepada Davira and the gank jika ke suatu tempat yang disana ada sosok yang jahat dan ada sosok yang baik. Dan ketika Aciel bertemu dengan Davina kembali


dan Davira ia sangat senang sekali.


Davina sering mengajak jalan-jalan.


Dan suatu ketika Davira and the gank ingin pergi ke acara ulang tahun tekan sekolahnya. Aciel menangis sejadi jadinya. Melarang Davira and the gank berangkat dengan mobil jemputan dari temannya itu.


"Huwaaa kakak jangan pergi naik itu, kakak jangan pergi ke pesta itu Aciel mohon kak Aciel mohon." Pinta Aciel.


"Kasih penjelasan ke kakak El, kanapa kakak tidak boleh naik itu dan pergi ke pesta? " Tanya Putra.


"Pokoknya gak boleh. " Teriak Aciel.


Bersambung...


πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


......Jangan lupa mampir ya. ......


... Like...


...... Komen......


...... Gift......

__ADS_1


Papayo semuanya


__ADS_2