Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 10. Isakan Kanaya


__ADS_3

"Sore mom, Sore Dad, ucap Kanaya seraya menghampiri kedua orang tuanya yang tengah duduk di taman belakang mansionnya.


"Gerald belum bangun?" tanya Daddy Dad.


"Belum Dad," ucap Kanaya.


"Princess," ucap Sebuah suara.


"Kakak," ucap Kanaya seraya menoleh pada Richard kemudian bangkit berdiri dari kursinya kemudian mereka pun saling berpelukan.


"Gadis bodoh, kenapa kau melarikan diri seperti itu hah?" tanya Richard seraya memelototkan matanya.


"Keadaan yang memaksa Ku kak, maafkan Nay," ucap Kanaya seraya menatap wajah Richard dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa kamu menghindari kakak, saat di GB group?" tanya Richard.


"Maaf kak, sebenarnya aku ingin menemui kalian di saat waktu yang tepat, tetapi saat aku ke butik aku bertemu mommy," ucap Kanaya.


"Tunggu, kamu bertemu dengan Nay di GB Group?" tanya Daddy Ded pada Richard.


"Benar Dad, dan dia memakai topeng, sepertinya niat banget menghindar dari kita," ucap Richard seraya mendelikkan matanya pada Kanaya.


"Maaf kak," ucap Kanaya tanpa memberitahu tujuannya datang ke GB Group.


"Kemana saja kamu selama ini princess?" tanya Richard pada Kanaya setelah mereka duduk di kursi.


Kanaya menghela nafas panjang mendengar pertanyaan kakaknya, matanya menatap kedepan dengan tatapan kesedihan yang mendalam, kemudian Kanaya menceritakan saat mengetahui dirinya hamil, kemudian menemui pria yang telah menghamilinya dan juga setiap cacian dan makian, yang dilontarkan pria itu. Richard dan Daddy Ded mengepalkan tangannya menahan amarah wajah mereka memerah menampakan kemurkaan. sedangkan Mommy Lingga mencucurkan air mata mendengar kisah Kanaya.


"Mengapa kamu tidak menceritakan pada kami Nay?" tanya mommy Lingga seraya terisak.


"Maafkan Nay mom, saat itu Nay tidak bisa menghadapi kalian, Nay malu karena Nay membuat aib dalam keluarga kita," ucap Kanaya.


"Dasar anak bodoh," ucap mommy Lingga seraya menghampiri Kanaya dan duduk disebelahnya kemudian memeluk putri satu-satunya itu.


"Kami mengetahui kamu mengandung Nay, dari alat test kehamilan yang kami temukan di tempat sampah kamar mandi, kami mencari mu kemana-mana tapi kami tidak menemukan mu, kami sangat kuatir kamu masih terlalu muda dengan kehamilan mu dan entah dimana kamu berada, kami tidak bisa membayangkan seperti apa hidup mu Nay," ucap mommy Lingga seraya berurai air mata.


"Sudahlah mom, jangan menangis lagi sekarang Kanaya sudah bersama kalian lagi," ucap Kanaya seraya tersenyum menatap mommy nya kemudian kedua tangannya menghapus air mata mommy Lingga.


"Mamiiiiii..., seru Gerald seraya berlari menuju maminya.


"Gerald jangan lari, nanti kamu jatuh," ucap Mommy Lingga.


"Its ok Oma, aku tidak akan terjatuh," ucap Gerald kemudian mengeryitkan keningnya melihat Oma nya lalu menghampiri mommy Lingga dan mendekatkan wajahnya pada wajah mommy Lingga.


"Mengapa Oma hari ini menangis terus," tanya Gerald.


"Oma tidak menangis," Jawab Mommy Lingga.


"Itu," ucap Gerald seraya menunjuk mata Oma nya dengan rasa ingin tahu.


"Gerald," ucap Kanaya.


"Ok mam," ucap Gerald kemudian, membalikkan tubuhnya ke arah opanya.

__ADS_1


"Selamat sore opa," ucap Gerald.


"Selamat sore cucu ganteng ku,' ucap Opanya.


"Selamat sore..ehhhh bukankah uncle ini yang tadi pagi ya? di perusahaan mommy ku?" tanya Gerald.


"Iya, dan kamu anak yang judes itu kan?" tanya Richard kemudian matanya menatap Gerald, dan beralih menatap Kanaya.


"Gerald pergilah mandi sebentar lagi kita akan keluar membeli perlengkapan sekolah mu," ucap Kanaya.


"Ok mam, aku tahu aku tidak boleh mendengar pembicaraan orang tua," ucap Gerald kemudian berlari masuk kedalam mansion, langkahnya terhenti ketika sebuah suara memanggilnya.


"Haiii, anak judes apakah kau tidak mau memeluk uncle mu ini?" ucap Richard.


"Apakah kau uncle ku?" tanya Gerald seraya membalikkan tubuhnya menatap Richard.


"Yes of course," ( ya tentu ) ucap Richard.


"Mam," ucap Gerald menatap Maminya. Kanaya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


"Oke," ucap Gerald kemudian berlari menghampiri pamannya dan memeluknya. Richard memejamkan matanya dan memeluk keponakannya dengan erat.


"Bagaimana kau hidup di negara orang tanpa kami," ucap Richard dalam hati kemudian melepaskan pelukannya, seraya berkata.


"Pergilah mandi," ucap Richard.


"Oke uncle," ucap Gerald kemudian berlari memasuki mansion.


"GB Group memang perusahaan ku, saat aku di Perancis aku bekerja sambil meneruskan kuliah ku, dan membangun perusahaan ini dari nol hingga sampai saat ini,"Ucap Kanaya.


"Tidak juga, sesampainya aku di Perancis aku bertemu seorang teman, dari Indonesia, kami senasib, dia melarikan diri dari keluarganya yang memaksanya menikahi bandot tua hanya untuk bisnis semata," ucap Kanaya ingatannya menerawang mengingat pertemuannya dengan Cintya.


"Lalu kami memutuskan untuk tinggal satu apartement, saat itu aku memiliki tabungan, hasil dari jualan online ku, dan juga uang jajan yang kalian berikan pada ku, uang itu cukup untuk membayar apartement dan juga kehidupan ku sehari-hari dan aku pun bekerja di restaurant cepat saji bersama Cintya, dan juga berjualan online, dari semua hasil uang yang kudapatkan dan ku kumpulkan aku mampu membangun sebuah perusahaan kecil, dan akhirnya berkembang sampai saat ini," ucap Kanaya sendu.


"Lalu bagaiman dengan cucu ku Gerald Nay?" tanya Mommy lingga dengan nada sedih.


"Cintya membantuku menjaganya, kadang jika kami bekerja di jam yang sama kami membawanya ke Restaurant." ucap Kanaya tak terasa air matanya mengalir dari kedua matanya mengingat bagaimana masa-masa sulit saat dia harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan dan merawat Gerald. Daddy Ded menghampiri Kanaya dan duduk di sebelahnya lalu memeluknya dengan erat seraya berkata.


"Maafkan Daddy Nak yang tidak dapat menemukan mu saat itu." mendapatkan pelukan dari Mommy dan Daddy nya dengan penuh kasih sayang tangis Kanaya pun pecah.


"Aku merindukan kalian, tapi aku tidak bisa menemui kalian, aku malu, aku tidak tahu bagaimana menghadapi kalian, aku hanya bisa memandang foto kalian dan mendoakan kalian agar kalian tetap baik-baik saja, aku pernah menghubungi kalian tetapi aku tidak bisa berbicara pada kalian, bagi ku saat itu mendengar suara kalian itu sudah cukup untuk mengobati kerinduan ku pada kalian," ucap Kanaya seraya terisak.


"Aku telah membuat keluarga ini tercemar," ucap Kanaya lagi.


"Sttttt," kau tidak membuat keluarga ini tercemar, ini bukan salah mu Nay, laki-laki bajingan itulah yang membuat mu seperti ini," ucap Daddy Ded seraya merenggangkan pelukannya dan menatap Kanaya.


"Berhentilah merasa bersalah, kau putri ku, princess di keluarga ini, tidak akan ada yang bisa mengubah itu," ucap Daddy Ded. seraya menghapus air mata Kanaya dengan kedua tangannya.


"Sudahlah jangan menangis lagi," ucap Daddy Ded lagi seraya tersenyum lembut dan mengecup kening putrinya.


"Daddy mu benar nak, jangan pernah kamu merasa bersalah atas semua masa lalu mu, kamu adalah korban dari pria brengsek itu," ucap mommy Lingga seraya tersenyum lembut pada putrinya dan mengecup pipi Kanaya.


"Betapa berat beban mu Nay, maafkan kakak mu yang tak mampu melindungi mu," ucap Richard dalam hatinya, seraya menutup matanya menahan kesedihan yang mendalam dan sesak di dadanya mengetahui penderitaan adik kesayangannya.

__ADS_1


"Dengan uang tabungan ku dan hasil dari aku berjualan online rancangan ku sendiri aku mendirikan perusahaan bersama Cintya. dan aku memberi nama perusahaan itu perpaduan nama putra ku dan juga nama keluarga kita, GERALD BIMANTARA," ucap Kanaya. seraya tersenyum mengingat saat dia dan Cintya bersama-sama mendirikan sebuah perusahaan dan juga sebuah butik yang diawali dari tempat yang sangat kecil, hingga seiring berjalannya waktu banyak tender yang mereka dapatkan, dan juga rancangan gaun dan pakaian santai yang di gemari kawula muda laris di pasaran.


"Aku tidak menyangka pemilik perusahaan itu adalah kamu Nay," ucap Richard dengan kagum.


"Darah Bimantara melekat pada adik mu Chard," ucap Daddy Ded.


"Ada yang janggal yang ingin aku tanyakan pada mu Naya," ucap Richard.


"Jika kamu menemui pria brengsek itu, lalu siapa yang kami tangkap?" tanya Richard.


"Entahlah kak," ucap Kanaya seraya mengeryitkan keningnya dengan tatapan penuh tanya pada kakaknya.


Kemudian Richard pun menceritakan yang terjadi 10 tahun yang lalu, dan nasib pria itu sekarang.


"Nay tidak tahu siapa pria yang kakak maksud," ucap Kanaya.


"Dan bolehkah untuk tidak membahas ini lagi?" ucap Kanaya.


"Baiklah kita tutup masalah ini," ucap Richard.


"Tidak Nay, aku akan terus mencari tahu sampai aku menemukan si brengsek yang membuat adik kesayangan ku menderita tidak akan pernah aku ampuni, aku akan menghancurkannya sampai pria brengsek itu merasakan hidupnya sengsara bahkan sampai anak cucunya, aku berjanji pada mu Nay," ucap Richard dalam hati kemudian menatap adik kesayangannya.


waktu pun terus berlalu tak terasa sudah satu Minggu Kanaya dan Gerald tinggal di mansion kedua orang tuanya, Malam Minggu tepat jam 7 malam Kanaya dan keluarganya duduk santai di sebuah Restorant mewah yang terkenal dengan makanan lezatnya.


"Aku akan ke toilet sebentar," ucap Kanaya seraya bangkit dari kursinya.


"Ups Sorry," ucap sebuah suara, seorang pria tampan tak sengaja menabrak Kanaya.


Kanaya hanya menatapnya dingin dan tajam kemudian berlalu dari hadapan pria tersebut.


Tak lama kemudian Kanaya keluar dari toilet tiba-tiba langkah nya terhenti pria yang menabraknya itu menghalangi jalannya, Kanaya menatapnya tajam, kemudian berjalan melewati pria tersebut.


pria tersebut menarik tangan Kanaya sehingga Kanaya menghentikan langkahnya, dan menatap pria itu dengan tatapan tajam, seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Apakah ada yang mengatakan pada anda tuan jika kesopanan anda minus?" tanya Kanaya.


"Maaf, saya hanya penasaran pada anda, anda sangat cantik tetapi anda sangat dingin," ucap Pria tersebut.


"Lepaskan tangan anda, atau aku akan mematahkan tangan anda," ucap Kanaya.


"Wowww..., apa yang bisa anda lakukan cantik?" tanya pria tersebut dengan nada menggoda seraya merapatkan tubuhnya pada Kanaya.


"Kau ingin tahu apa yang akan aku lakukan tuan," ucap Kanaya seraya mendekatkan wajahnya pada telinga pria tersebut dengan suara menggoda, kemudian Kanaya menekuk kakinya dan dengan keras Kanaya menendang Area ******** pria itu dengan lututnya.


"Ahhhhhhh, teriak pria itu seraya melepaskan tangannya yang memegang tangan Kanaya kemudian memegang ***********.


"Itulah yang bisa aku lakukan," ucap Kanaya dengan dingin dan tajam.


"Awas kau perempuan brengsek, kau tidak tahu siapa aku," ucapnya.


"Akan aku tunggu ancaman mu," ucap Kanaya dengan nada tajam dan dingin.


"Cihhhh, pria tak berguna," ucap Kanaya kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali ke meja dimana keluarganya menunggu.

__ADS_1


"Lama banget ke toiletnya Nay?" tanya mommy. Kanaya hanya tersenyum dan menatap mommynya kemudian menyantap kembali hidangan yang ada di piringnya


"Adek Ku telah berubah menjadi dingin," ucap Richard seraya menghela nafas panjang.


__ADS_2