Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 78. Terkuaknya Teka-Teki 1


__ADS_3

"Biarkan Aku yang menjelaskan padanya,"ucap Pria tua itu. Kemudian Pria itu menatap Wajah Kanaya lalu berkata.


"Kau sangat mirip dengan Oma mu."


"Nama ku Pratama Kasendra, Kakak dari Oma mu Seila Kasendra, Nama sebenarnya Mommy mu adalah Lingga Ayu Kasendra."ucap Pria yang ternyata Pratama Kasendra.


"Wait, Kasendra?"tanya Kanaya.


Seraya menatap Pratama Kasendra lalu menatap Mommy dan Daddy nya, dengan tatapan tak percaya dan di penuhi tanda tanya.


Sementara itu Cintya yang mendengar marga Kasendra membelalakkan matanya tak percaya.


"Tapi bagaimana bisa? bukankah Oma ku bernama Seila tanpa memiliki nama belakang?"tanya Kanaya.


"Kamu benar nak,"ucap Pratama Kasendra.


Kemudian menghela nafas panjang. ingatannya menerawang ke masa lalu dimana saat itu terpaksa Ayahnya dan juga dirinya menyembunyikan Seila.


"Tetapi sebenarnya Oma mu adalah Putri dari Klan Kasendra,"ucap Pratama Kasendra.


"Apa?"tanya Kanaya dan Cintya secara bersamaan.


"Setahu ku Klan Kasendra telah hancur dan seluruh kerajaan bisnis mereka di ambil alih oleh anak kedua mereka, menurut kabar putri mereka menghilang hingga di ketemukan tewas di sebuah jurang dengan tubuh yang tak di kenali lagi,"ucap Kanaya.


"Bagaimana kamu mengetahui semua itu Nay?"tanya Mommy Lingga.


"Aku membaca di sebuah koran lama di Perancis, saat itu aku sedang bertemu dengan salah satu kolega bisnis ku dan mereka adalah para bangsawan Perancis yang kebetulan selalu memakai rancangan ku jika mengadakan jamuan pesta kebangsawanan,"ucap Kanaya, Lalu menoleh pada Cintya.


"Kamu masih ingat Cin? saat kita di undang oleh mereka?"tanya Cintya.


"Ya aku masih ingat salah satu bangsawan yang telah lanjut usia memegang sebuah album dan di dalam album itu terdapat potongan-potongan Koran yang telah di susun secara rapih dalam album tersebut,"jawab Cintya.


"Dan saat itu aku ingat sekali dan sempat bertanya padanya, mengapa dia selalu menatap mu. Dan dia menjawab dalam bahasa Perancis bahwa kau mengingatkannya pada seorang temannya, yang telah meninggal dunia dan itu karena keteledoran dia dan dia sangat menyesali semuanya,"ucap Cintya.

__ADS_1


"Dan saat itu aku hanya tertawa, lalu dia pun tertawa dan memberikan album tersebut,"ucap Kanaya.


Kemudian ingatannya menerawang pada pria tersebut seorang pria yang duduk di kursi goyang tanpa memperdulikan sekelilingnya yang ramai dengan anak, menantu, Cucu yang sedang sibuk memperhatikan desain baju dan juga melakukan pengukuran baju yang akan mereka kenakan.


"Bernie Aubert Beaufort,"ucap Pratama Kasendra.


"Kakek mengenal beliau?"tanya Kanaya yang terkejut mendengar nama bangsawan Perancis yang di katakan oleh kakek Pratama.


"Dia adalah sahabat baik Oma mu,"ucapnya seraya tersenyum miris. lalu menatap Wajah Kanaya yang terkejut menatapnya.


"Kenapa keluarga ini penuh dengan teka teki dan membuat ku bingung menyingkapinya,"ucap Kanaya lagi.


"Apalagi yang kalian sembunyikan?"tanya Kanaya.


"Malam ini akan aku jelaskan semuanya kita akan menunggu kakak mu Richard,"ucap Kakek Pratama.


"Bukankah kak Richard mengetahui segalanya?"tanya Kanaya.


"Ya benar dia mengetahui segalanya tetapi dia tidak tahu kejadian yang sesungguhnya,"ucap Kakek Pratama.


"Sejak Daddy menyuruh orang-orang Daddy menyelidiki para pecundang itu,"ucap Daddy Ded.


"Jadi sebenarnya masa lalu ku adalah jebakan yang disengaja karena masa lalu keluarga kita itu adalah benar?"tanya Kanaya.


"Iya benar Nay,"ucap Mommy Lingga seraya menatap sendu wajah Kanaya.


"Tetapi jika seperti yang mommy katakan dan jika penyerangan yang mereka lakukan kepada ku dan Edward itu sangat murahan dan sangat mudah di lumpuhkan Mereka sangat lemah dan wanita itu apa yang bisa dia lakukan? hanya berusaha menggoda Edward,"ucap Kanaya.


"Kamu mungkin berkata seperti itu karena kamu bisa melumpuhkan mereka Nay, tapi di balik itu ada sesuatu yang dapat mereka lakukan dan membuat keluarga kita hancur,"ucap Kakek Pratama.


"Maksud Kakek Pratama?"tanya Kanaya.


"Berikan,"ucapnya pada Pengawal yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


Kemudian Pria itu menganggukkan kepalanya dan meletakkan beberapa Foto diatas meja, dengan tatapan penuh tanda tanya Kanaya mengambil foto tersebut.


"Bagaimana bisa mereka merekayasa semua ini?"tanya Kanaya dengan dingin dan tajam.


"Astaga bagaimana bisa?"tanya Cintya.


Didalam Foto tersebut terlihat Edward mencium wanita itu, lalu tangan wanita itu bergelayut manja di tangan Edward. dan di dalam sebuah foto lainnya terlihat wanita itu memeluk Edward.


Kemudian sebuah foto lagi menampakkan Kanaya dan juga Wanita itu yang menundukkan wajahnya seolah mereka memperebutkan Edward.


"Kecanggihan Teknologi yang bisa membuat foto-foto tersebut,"ucap Kakek Pratama.


"Awalnya mereka menyergap kalian ingin membawa kalian dan membuat sebuah insiden yang bisa menghancurkan kembali dua buah keluarga, tetapi mereka salah karena kamu tidak selemah adik ku,"ucap Pratama Kusuma. Seraya tersenyum menatap wajah Kanaya.


"Adik ku tidak sekuat diri mu Nay, dia wanita yang sangat lemah lembut kami menjaganya dan memanjakannya, bahkan seekor nyamuk pun tak akan sanggup bertengger di kulitnya,"ucap Kakek Pratama.


"Tetapi kami melupakan satu hal bahwa Duni ini kejam dan orang-orang di luar sana menginginkan semua yang kami miliki, bahkan orang-orang terdekat kami,"ucapnya seraya meghela nafas berat.


"Dia bagaikan kupu-kupu yang cantik dan rapuh, tidak hanya satu atau dua pria yang berusaha mendekatinya tetapi mereka tak mampu mendekat padanya karena kami sangat protektif menjaganya bahkan seekor lalat pun tak kami biarkan hinggap di kulitnya,"ucap Kakek Pratama lagi.


Kedua matanya berkaca-kaca mengingat adik yang sangat di cintainya.


"Dan itu membuat adik kedua ku sangat membencinya, ketika dia mengetahui bahwa ayah mewariskan hartanya pada adik ku,"ucap Kakek Pratama. Seraya menatap Kanaya dengan tatapan sendu.


"Kenapa bisa hanya di berikan pada Oma ku saja?"tanya Kanaya.


"Kau tidak akan bertanya seperti itu jika kau mengenal Oma mu, tapi sangat disayangkan saat kau belum lahir Oma mu sudah tidak ada,"ucap Kakek Pratama.


"Dan aku sangat menyesal ketika mengetahui Oma mu telah meninggal sebelum aku menemukannya,"ucapnya lagi. Lalu dari kedua matanya menetes air mata.


"Seandainya saat itu kami tidak terlambat datang menyelamatkannya, dia masih bersama kami, aku sangat menyesal karena aku terkecoh oleh bajingan itu,"ucap Kakek Pratama seraya terisak.


"Dan saat aku sampai di gudang itu dimana mereka menyekap adik ku, aku sudah tidak menemukannya yang aku temukan hanya sebuah liontin miliknya, dan juga sobekan baju yang di kenakannya dan juga bercak darah. Kami mengerahkan semua orang untuk mencarinya malam itu, dan kami menemukan adik ku di tepi jurang sedang memohon untuk di lepaskan, dan saat kami mendekat dan berusaha menyelamatkannya. Adik kedua ku mendorongnya kedalam jurang."ucap Kakek Pratama.

__ADS_1


Kemudian terisak teringat kembali saat adiknya berteriak dan meminta tolong padanya dan bagaimana dia menyaksikan adiknya jatuh ke dalam jurang yang terjal.


__ADS_2