
Pukul 4 sore Kanya terbangun dari tidurnya, kemudian mengeluarkan tubuhnya, lalu bangkit berdiri dari kasur.
"Kriuk, kriuk, perutnya berbunyi.
"Aku kelaparan dari semalam perut ku belum terisi makanan," ucapnya. kemudian matanya tak sengaja melihat meja, dan nampan berisi makanan diatasnya. Kemudian melangkahkan kakinya menuju meja itu dan membuka penutup saji kecil.
"Hemm, makanannya sudah dingin." ucapnya lalu menutup kembali makanan tersebut dengan tutup sajinya. Kemudian melangkah kakinya keluar dari kamarnya menuruni anak tangga menuju dapur. sesampainya di dapur Kanaya pun membuka lemari es dan melihat isinya. Kemudian tangannya meraih sayur kangkung dan udang. Dengan cekatan Kanaya pun memotong sayur kangkung tersebut, setelah selesai Kanaya pun membersihkan udang, melepaskan kulit udang dari dagingnya. setelah selesai dia pun meracik bumbu, untuk memasak Kangkung Cah udang kesukaannya. dengan gesit dan cekatan Kanaya memasak, aroma wangi masakan Kanaya memenuhi ruang dapur yang super luas itu.
"Wahhh, sepertinya enak nih," ucap Richard seraya mendekati adiknya.
"Ngagetin aja," ucap Kanaya.
*Hehehe..., kebetulan lewat dapur ehhh.. di suguhkan aroma masakan," ucap Richard seraya nyengir.
"Selesai," ucap Kanaya, kemudian mematikan kompor dan mengambil Piring untuk wadah Sayur setelah meletakkan diatas piring Kanaya pun mengambil piring untuk nya, diikuti oleh Richard.
"Saatnya makan," seru Kanaya. kemudian mengambil nasi, lalu kangkung cah udang. Richard pun melakukan hal yang sama. Kanaya dan Richard makan dengan lahap di meja dapur.
"Mamiiii, aku juga mau," ucap Gerald menghampiri maminya.
"Daddy juga, mommy juga," ucap Daddy Ded dan mommy Lingga. akhirnya mereka pun makan bersama di meja makan dapur yang disiapkan khusus untuk pelayan di mansionnya.
"Wahhhh..., enak mam, udah lama aku gak makan masakan mami," ucap Gerald.
"Besok masak lagi ya mam," ucap Gerald.
"Oke," ucap Kanaya seraya menatap putranya.
"Emang mami kamu suka masak?" tanya Richard.
"Iya uncle, di Perancis mami tiap hari masakin aku," ucap Gerald.
"Wahhh, berarti kamu bisa dong masakin Kakak mu yang ganteng ini tiap hari Nay," ucap Richard seraya mengedipkan matanya.
"Gak boleh uncle udah tua, masak sendiri aja," ucap Gerald seraya mendelikkan matanya pada Richard.
"Pelit," ucap Richard seraya melototkan matanya pada Gerald.
"Biarin wekkkk, mami aku ini," ucap Gerald seraya menjulurkan lidahnya mengejek Richard.
"Mami kamu, adik uncle wekkk," ucap Richard seraya menjulurkan lidahnya pada Gerald.
"Opaaaaaa," teriak Gerald.
"Richard, kamu gangguin anak kecil aja," ucap Daddy Ded.
"Tukang ngadu," ejek Richard.
"Biarin wekkkkk," ucap Gerald.
"Astaga apa kalian gak mau berhenti? Richard jangan gangguin cucu Oma," ucap Mommy Lingga seraya menatap Richard tajam.
"Iya, ngalah deh, ngalah," ucap Richard kemudian bangkit berdiri seraya bersiul.
Kanaya yang melihat tingkah Kakak dan putranya hanya menggelengkan kepalanya.
Sementara itu di rumah sakit Edward yang telah dipindahkan ke VVIP room rumah sakit, terbaring tak berdaya, kedua matanya masih terpejam. Papi Edward yang melihat kondisi putranya menghela nafas panjang, tak lama kemudian handphonenya pun berdering, Dia pun merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya, setelah melihat identitas Penelpon, dia pun mengangkat telpon tersebut.
"Hallo," ucapnya.
__ADS_1
"Hallo tuan, gawat para pemegang saham tiba-tiba menarik sahamnya dari perusahaan kita," ucap Si penelpon yang ternyata adalah Asisten kepercayaannya.
"Sudah ku duga," ucap Papi Edward.
"Maksud tuan?" tanya Asistennya.
"Tidak ada." ucap Papi Edward.
"Aku akan ke perusahaan sebentar lagi," ucap Papi Edward.
Sedangkan di mansion Bimantara. Daddy Ded yang baru saja menerima telpon dari orang kepercayaannya, menyeringai puas, Kemudian berkata.
"Bagus aku akan mentransfer bonus untuk kalian," lalu menutup telponnya.
"Kau sudah berani mengganggu ketenangan putri ku, maka kau pun mendapatkan apa yang seharusnya kau dapatkan 10 tahun yang lalu," Ucap Daddy Ded.
"Dan sisanya karena kau berani mendekati cucu ku," ucap Daddy Ded.
Sementara itu, di perusahaan Kusuma Group, Papi Edward Sedang berbicara dengan Asisten pribadinya, pikirannya kacau hidup perusahaannya dan juga perusahaan putranya di ujung tanduk. Walaupun dia masih memiliki beberapa perusahaan yang tak diketahui oleh orang bahwa dia pemiliknya, akan tetapi Kusuma Group adalah perusahaan warisan dari kedua orang tuanya, dan dia tidak ingin Kusuma Group jatuh bangkrut.
"Jujur saya bingung tuan. Mengapa Bimantara Group menarik sahamnya dari Kusuma Group, kita ketahui bahwa kedua perusahaan ini telah lama bekerja sama dan semuanya baik-baik saja," tanya Asisten pribadi Putra Kusuma.
"Semua ini terjadi karena kesalahan putra ku Gerald," ucap Putra Kusuma, seraya menghela nafas panjang lalu menatap asisten pribadinya.
"Saya tidak mengerti," ucap Asisten pribadi Putra Kusuma.
"Dodi, suatu saat nanti kau akan mengerti. Dan saya akan berusaha mengatasi semua permasalahan ini," ucap Putra Kusuma. kemudian bangkit berdiri dari sofa yang dudukinya dan berlalu meninggalkan asisten pribadinya yang bernama Dodi itu.
Sementara itu di mansion Bimantara Kanaya dan Gerald sedang sibuk bermain halma.
"I'm so lonely broken angel
"I'm so lonely listen to my heart.
"Hallo cin," ucap Kanaya.
"Hallo Nay, aku sudah melakukan apa yang kamu perintahkan," ucap Cintya.
"Bagus," ucap Kanaya.
"Berikan pelajaran padanya," ucap Kanaya.
"Siap bos," jawab Cintya seraya tertawa. kemudian Kanaya pun mematikan Handphone nya.
"Mami akan memberikan pelajaran pada siapa mam?" tanya Gerald.
"Pada teman mami, supaya teman mami itu belajar jadi orang pintar," ucap Kanaya.
"Dan sekarang main halma nya selesai," ucap Kanaya.
"Ok mam," ucap Gerald kemudian membereskan mainannya.
"Mami tunggu di bawah ya," ucap Kanaya kemudian melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju ruang keluarga Menghampiri mommy nya yang sedang menonton Drakor kesukaannya.
...****************...
Keesokan paginya tepat pukul 7 pagi Kanaya menyalakan TV, seketika senyum terulas di bibirnya yang mungil, saat melihat sebuah berita tertangkapnya seorang pengusaha muda pelaku korupsi. Kamera menyorot wajah Eden yang menunduk dan Menutupnya dengan kedua telapak tangannya menghindari sorotan kamera.
"Kau lihat sekarang Eden Kusuma, kau telah berada dalam buih,"Ucap Kanaya, kemudian mematikan TV nya.
__ADS_1
Tak lama kemudian handphonenya berdering, Cintya menelponnya.
"Kau sudah lihat berita TV Nay?" tanya Cintya.
"Ya sudah, ini ganjaran bagi orang yang selalu memperalat kelemahan orang lain, aku sangat membenci orang-orang seperti itu," ucap Kanaya.
"Dan sepertinya sekarang ini keluarga Kusuma telah disapu rata oleh keluarga Bimantara." ucap Cintya.
"Maksud mu cin?" tanya Kanaya.
"Apakah kau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Daddy mu?" tanya Cintya.
"Kusuma Group diambang kebangkrutan dan aku yakin ini semua ulah Daddy mu," ucap Kanaya menjawab sendiri pertanyaannya pada Kanaya.
"Oww," ucap Kanaya.
"Astaga hanya itu jawaban mu?" tanya Cintya.
"Lalu aku harus mengatakan apa? jika Daddy sudah melakukannya walaupun aku mengatakan mereka adalah bagian ku, tetap aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku tidak bisa menghalanginya, kekuatan ku tak sebanding dengan kekuatan Daddy dan juga kak Richard," ucap Kanaya.
"Sepertinya saat ini tak ada lagi ampun buat mereka," ucap Cintya.
"Baiklah aku tutup telponnya," ucap Cintya lagi.
kemudian Mereka pun mengakhiri pembicaraan dengan menutup telpon masing-masing. Kemudian Kanaya pun berjalan keluar kamarnya menuju kamar Daddy dan mommy nya. Sesampainya di depan pintu kamar, Kanaya pun mengetuk pintu.
"Tok
"Tok
"Masuk," ucap Mommy Lingga.
Kemudian Kanaya pun membuka pintu kamar, dan memasukinya.
"Daddy kemana mom?" tanya Kanaya. matanya mengedar ke seluruh ruangan kamar Daddy dan mommy nya.
"Daddy mu di ruang kerja, tumben pagi-pagi kamu nyari Daddy?" tanya mommy Lingga.
Kanaya hanya tersenyum kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar, menuju ruang kerja Daddynya, meninggalkan mommy Lingga yang dipenuhi tanda tanya.
Sesampainya di depan pintu ruang kerja Daddy nya Kanaya pun membuka pintu dan terlihatlah Daddynya sedang berbicara dengan seseorang, Kanaya memasuki ruangan tersebut dan duduk di sebuah sofa yang ada di ruangan itu.
"Ada apa Nay?" tanya Daddy Ded, seraya menutup telponnya.
"Tumben kamu kesini?" ucap Daddy Ded.
"Kusuma Group, apa yang Daddy lakukan?" tanya Kanaya, tanpa basa basi.
"Yang seharusnya mereka dapatkan sejak dulu," ucap Daddy Ded.
"Bukankah mereka bagian ku?" tanya Kanaya menatap tajam Daddynya.
"Hemm," Daddy Ded hanya berdehem lalu duduk di sofa.
"Kamu terlalu lambat melakukannya," ucap Daddy Ded enteng.
"Daddy sudah geram dengan mereka, dan kali ini apapun yang kamu katakan, Daddy tidak ingin dengar, Daddy melakukan apa yang seharusnya Daddy lakukan 10 tahun yang lalu," ucap Daddy Ded tegas.
"Masalah ini tidak mudah Dad," ucap Kanaya sebelum melanjutkan perkataannya Daddynya menyela perkataan Kanaya.
__ADS_1
"Daddy tahu itu, dan Daddy tahu apa yang harus Daddy lakukan," ucap Daddy Ded tegas tak ingin ada bantahan lagi dari putrinya Kanaya, dan jika sudah seperti itu sekalipun langit runtuh dihadapan Daddy nya tetap tak ada seorang pun yang mampu membantahnya.
Itulah Deddy Bimantara, dibalik sifatnya yang terkenal ramah dan humoris, seorang pengusaha yang dermawan, tetapi mereka tidak mengetahui satu sisi kejamnya. Deddy Kusuma mampu melakukan apapun demi orang-orang yang dicintainya. Terutama Istri dan kedua anaknya.