Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 32. Curahan Hati Seorang Anak


__ADS_3

"Katakan sekali lagi jika Mami, Oma, Opa dan Uncle tidak akan melakukan apapun pada mereka," ucap Gerald sekali lagi. Seraya menatap Maminya, Oma dan Opa serta Uncle nya.


"Iya kami janji," ucap Mereka bersamaan seraya mengangkat tangan mereka.


kemudian Gerald pun terdiam matanya lurus memandang kedepan, tak terasa air matanya menetes, mengingat kejadian dimana teman sekolahnya menghinanya dengan mengatakan anak haram dan mommynya perempuan murahan.


"Apakah aku salah jika aku mengatakan, bahwa aku tidak memiliki Papi?" tanya Gerald seraya menatap maminya.


Kanaya yang mendengar pertanyaan putranya menatap tak percaya wajah tampan putranya.


"Saat itu teman sebangku Ku bertanya mengenai Papi ku, aku menjawabnya aku tidak memiliki Papi, dan beberapa teman ku mendengar pembicaraan kami, lalu mereka mengatakan pada ku, bahwa ternyata aku adalah anak haram dan anak haram berarti maminya juga perempuan murahan," ucap Gerald.


Kanaya yang mendengar perkataan putranya Sontak terkejut kemudian memeluk putranya dengan erat, kedua pelupuk matanya berurai air mata.


"Aku sangat marah mam, tetapi aku tidak. bisa berkata apapun karena pada kenyataannya aku memang tidak memiliki Papi, maka dari itu mereka menjauhi ku dan tidak ingin berteman dengan ku, hanya teman sebangku ku yang mau berbicara pada ku," ucap Gerald.


"Katakan pada Mami apakah teman mu yang bernama Budi itulah yang menyebarkan cerita itu?" tanya Kanaya.


"Iya mam, itulah sebabnya saat di sekolah, aku memukulnya karena aku sudah tidak tahan lagi dengan ejekannya. Terutama ejekannya pada mami, dengan mengatakan bahwa mami adalah perempuan murahan, aku tidak tahan mendengar perkataan itu mam," ucap Gerald seraya tersedu.


"Hati ku sakit mendengarnya mam," ucap Gerald lagi.


Daddy Ded dan Mommy Lingga serta Richard yang mendengar perkataan Gerald membuat mereka murka, tangan mereka terkepal menahan amarah, wajah mereka memerah, mata mereka nyalang, dalam hati mereka memiliki suatu tekad.


"Mengapa Kamu tidak pernah cerita pada mami tentang semua perlakuan teman mu?" tanya Kanaya.


"Aku takut mami membuat keluarga mereka bangkrut," ucap Gerald. seraya menatap maminya dan berkata lagi.


"Seperti teman ku yang bernama Clark,"


"Siapa Clark?" tanya Daddy Ded.

__ADS_1


"Teman sekelas ku saat di Perancis dulu Opa, waktu itu dia mendorong ku hingga terjatuh dan kepala ku terluka karena terkena batu, dan aku di Jewer oleh ibunya Clark," ucap Gerald.


"Oh dia pantas mendapatkan itu," ucap Daddy Ded.


"Maka dari itu Kejadian di sekolah aku tidak mengatakan pada mami, karena jika aku mengatakannya maka mami, Opa dan Uncle akan membuat orang tua mereka tidak memiliki pekerjaan, lalu teman-teman ku kasihan mereka tidak akan sekolah lagi karena orang tua mereka tidak memiliki pekerjaan lagi," ucap Gerald.


"Astaga terbuat dari apa hati anak mu ini Nay?" ucap Mommy Lingga.


"Dia yang diperlakukan semena-mena oleh temanya tetapi dia juga yang yang membela temannya," ucap Mommy Lingga seraya menatap Cucunya itu dengan tatapan kagum.


"Lalu bagaimana dengan wanita yang menemui mu saat kamu pulang sekolah?" tanya Kanaya.


"Dia menemui ku, hanya memeluk ku saja mam, dan mengatakan bahwa aku tampan seperti putranya." ucap Gerald.


"Dan yang kedua kalinya dia mengatakan jika dia adalah Oma ku juga, dan dia juga mengatakan aku sangat mirip dengan putranya saat kecil," ucap Gerald lagi.


"Lalu apa lagi yang dikatakannya?" tanya Kanaya.


"Tidak ada mam, saat dia menemui ku yang ketiga kalinya dia hanya mengatakan untuk mengijinkannya memeluk ku, lalu dia menangis dan pergi," ucap Gerald.


"Mam boleh kah aku bertanya?" tanya Gerald.


"Apakah aku salah jika aku membenci pria itu?" tanya Gerald.


Mendengar pertanyaan putranya Kanaya menatap Gerald.


"Sebelum mami menjawab pertanyaan mu, katakan pada mami, bagaimana kau bisa mencuri dengar pembicaraan kami?" tanya Kanaya.


"Maafkan aku mam, aku sengaja mendengar pembicaraan mami, Opa dan Oma, aunty Cintya dan juga Uncle Richard,aku hanya ingin tahu mengapa mami selalu bersedih dan selalu menangis ketika aku tertidur dan menatap ku," ucap Gerald seraya menatap maminya.


"Saat itu aku belum tidur mam, Sorry mam, aku hanya ingin tahu apa yang mami tangisi, aku pernah bertanya pada aunty Cintya dan aunty Cintya hanya menjawab suatu saat nanti kalau aku sudah dewasa aku akan mengetahuinya," ucap Gerald lagi. seraya menundukkan wajahnya, tak berani menatap wajah maminya.

__ADS_1


"Dan sejak aku mengetahuinya aku sangat membencinya mam," ucap Gerald lagi, wajahnya tetap menunduk.


Mendengar semua percakapan Kanaya dan Gerald membuat Daddy Ded, Mommy Lingga serta Richard terdiam dalam kesedihan yang mendalam, anak yang baru saja menginjak usia 10 tahun harus menjadi korban masa lalu kedua orang tuanya, masa lalu yang menimbulkan dendam di hati ibunya dan menimbulkan kebencian seorang anak.


"Manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada manusia yang sempurna, terkadang manusia membuat sebuah kesalahan karena ego manusia itu sendiri, kamu berhak membenci siapapun itu, tapi sebaiknya jangan membenci orang itu tetapi bencilah perbuatannya," ucap Kanaya pada Gerald.


"Terkadang manusia harus mendapatkan pelajaran terlebih dahulu agar dapat menyadari kesalahannya. Dan ada juga manusia yang menyadari kesalahannya karena dia menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan. Pada dasarnya semua manusia dilahirkan baik tetapi karena suatu alasan mereka mengganggap perbuatan mereka yang salah adalah benar," ucap Kanaya lagi, seraya menatap wajah Gerald.


Mendengar penjelasan ibunya Gerald termenung memikirkan perkataan maminya kemudian berkata.


"Aku memang tidak membenci pria itu tapi aku membenci perbuatannya," ucap Gerald.


"Dan sangat disayangkan aku adalah anak pria itu," ucap Gerald lagi.


"Dengarkan mami nak, jangan memikirkan hal itu lagi, kamu belum waktunya untuk memikirkan semua itu, jika kamu sudah dewasa kamu akan paham semuanya," ucap Kanaya.


"Sekarang lebih baik kita makan siang apakah Kamu tidak lapar?" tanya Kanaya seraya melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul satu siang.


"Mami mu benar," ucap Mommy Lingga.


"Ayo kita makan," ucapnya lagi. kemudian mereka pun bangkit berdiri dari sofa yang didudukinya dan berjalan menuju ruang makan.


Sementara itu Edward yang telah sampai dibandara Internasional Soekarno Hatta.


"Apakah kita tidak menelpon Tuan dan nyonya Kusuma untuk mengirim seseorang menjemput tuan?" tanya Asisten Edward.


"Tidak usah kita pulang naik taksi saja, kamu cari taksi saya tunggu disini," ucap Edward.


"Baik tuan," ucap Asisten Edward yang bernama Lukas kemudian berlalu dari hadapan Edward dan mencari taksi.


"Setelah 6 bulan meninggalkan Jakarta akhirnya aku kembali lagi," ucap Edward dalam hati.

__ADS_1


"Semoga saja semua berjalan sesuai rencana," ucap Edward lagi dalam hatinya.


Tak lama kemudian taksi pun datang lalu Edward pun memasuki Taksi tersebut sedangkan Asistennya keluar dan mengambil koper milik Edward dan juga kopernya dan memasukkannya kedalam bagasi taksi di bantu oleh sopir taksi. setelah selesai memasukkan koper kedalam bagasi taksi, asistennya pun masuk kedalam taksi, lalu taksi pun melaju.menuju rumah Edward.


__ADS_2