Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 36. Pertemuan Papi dan Anak 1


__ADS_3

"Sarapannya kok gak dimakan Nak?" tanya Mommy Lingga, seraya menatap Gerald yang hanya mengaduk-aduk nasi goreng yang ada dihadapannya.


"Aku masih kenyang Oma," Jawab Gerald.


"Oma apakah mami akan sembuh?" tanya Gerald dengan nada sendu seraya menatap Omanya.


"Mami mu akan segera sembuh nak," jawab Mommy Lingga.


"Benar kah?" Tanya Gerald


"Benar sayang, sekarang habiskan sarapannya Oma akan mengantarkan kamu sekolah," ucap Mommy Lingga.


"Iya Oma," ucap Gerald


Kemudian Gerald pun menyantap makanannya dengan tak bernafsu, setelah beberapa suap Gerald pun menyudahi sarapannya. Oma Lingga menghela nafas panjang melihat Cucu nya, dalam hatinya merasa sangat iba.


"Aku suda siap Oma," ucap Gerald.


"Baiklah ayo kita berangkat," ucap Omanya seraya bangkit berdiri diikuti oleh Gerald, menuju halaman mansion dimana mobilnya dan Pak Iwan telah menunggu.


Sesampainya di sekolah Gerald, Mommy Lingga mengantarkan Gerald sampai di depan kelasnya, kemudian berjalan lagi menuju ruang Kepala Sekolah.


"Selamat Pagi," ucap Mommy Lingga.


"Selamat Pagi nyonya," Jawab Kepala sekolah terkejut melihat kedatangan Mommy Lingga, kemudian bangkit berdiri dan menghampirinya.


"Silahkan masuk nyonya," ucap Kepala sekolah dengan penuh hormat.


"Tidak usah Pak Kepala sekolah, saya disini saja," ucap Mommy Lingga.


"Saya kesini hanya ingin mengatakan, saya tidak ingin kejadian kemarin terjadi lagi pada cucu saya," ucap Mommy Lingga dengan nada penuh penekanan dan ancaman, seraya menatap Pak Kepala Sekolah dengan tajam.


"Baik nyonya, maafkan atas keteledoran saya," ucap Pak kepala Sekolah.


"Baiklah Pak kepala Sekolah saya hanya ingin mengatakan itu, tolong awasi semua anak-anak yang bersama cucu saya, dan jangan sampai mereka mengeluarkan kata-kata seperti kejadian kemarin, jika itu terjadi lagi, saya tidak akan segan bertindak," ucap Mommy Lingga dengan nada dingin.


Kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Kepala Sekolah meninggalkan Kepala Sekolah yang termenung menatap kepergian Mommy Lingga seraya berkata.


"Entah apa yang akan terjadi jika besok atau lusa kejadian kemarin terulang lagi,"


Sementara itu Mommy Lingga yang telah berada di halaman Sekolah menatap berkeliling para orang tua Siswa yang mengantarkan anak-anak mereka.Tak lama kemudian beberapa orang pria berpakaian hitam menghampiri Mommy Lingga seraya menunduk penuh hormat.


"Dengar kalian jaga cucu ku, dan ingat jangan sampai mereka semua menyentuh cucu ku atau pun mengeluarkan kata-kata kasar, aku tidak ingin kejadian kemarin menimpa cucu ku untuk yang kedua kalinya, ingat dan camkan itu," ucap Mommy Lingga dengan nada tegas dan penuh penekanan.


"Baik nyonya," ucap Mereka seraya menundukkan kepalanya dengan hormat.


kemudian Mommy Lingga berjalan meninggalkan halaman Sekolah. semua orang Yang berada di sekolah tersebut menatap Mommy Lingga dengan pandangan kagum dan juga menatap heran beberapa pria berpakaian serba hitam yang menyebar di halaman Sekolah dan dua diantaranya melangkah menuju kelas Gerald dan berdiri di depan pintu kelasnya.


"Jalan Pak, langsung ke rumah sakit," ucap Mommy Lingga pada Pak Iwan.


"Baik nyonya," ucap Pak Iwan. Kemudian melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Sementara itu Kanaya yang baru saja selesai di periksa oleh dokter, berkata pada Daddy nya.

__ADS_1


"Lebih baik Daddy pulang saja," ucap Kanaya.


"Jika Mommy mu sudah sampai rumah sakit, Daddy akan pulang," ucap Daddy Ded seraya tersenyum menatap putri kesayangannya.


Tak lama kemudian pintu kamar Kanaya pun terbuka, masuklah mommy Lingga dengan wajah tersenyum menghampiri putrinya.


"Gimana keadaan mu Nay?" tanya mommy Lingga seraya memegang kening Kanaya.


"Baik mom, apakah Gerald sudah sekolah?" tanya Kanaya.


"Sudah, mommy yang mengantarnya," jawab Mommy Lingga.


"Makasih mom, maaf merepotkan," ucap Kanaya.


"Heh, merepotkan? kamu ini ya, mommy ini mommy kamu, dan Gerald cucu ku,tidak ada yang namanya merepotkan, mommy tidak kenal dengan yang bernama merepotkan," ucap Mommy Lingga seraya mendelik kemudian tersenyum menatap putri kesayangannya.


"Jangan mengatakan itu lagi nak, buat mommy kalian adalah yang paling berharga," ucap Mommy Lingga lagi.


"Gerald aman dan tidak akan terjadi lagi kejadian kemarin," ucapnya lagi.


"Daddy gak di sapa nih mom?" tanya Daddy Ded seraya mendengus sebal.


"Eh lupa Dad," ucap Mommy Lingga seraya terkekeh melihat Mimik wajah Daddy Ded. kemudian menghampiri suaminya dan mengulurkan tangannya serta Salim padanya.


"Daddy udah sarapan?" tanya Mommy Lingga.


"Nanti aja di mansion mom," ucap Daddy Ded.


"Hati-hati Dad," ucap Kanaya dan juga Mommy Lingga.


"Daddy yang akan menjemput Gerald," ucap Daddy Ded seraya mengecup kening istrinya kemudian berjalan menghampiri tempat tidur Kanaya kemudian mengecup kening putrinya.


"Ingat jangan kabur dari rumah sakit," ucap Daddy Ded.


"Astaga Daddy, aku sudah tua Dad, aku tidak mungkin kabur dari rumah sakit seperti dulu," ucap Kanaya seraya tersenyum menatap Daddy Ded, Kanaya masih ingat saat dia berusia 15 tahun karena tidak ingin di suntik dan di infus dia kabur dari rumah sakit dengan masih dalam keadaan memakai pakaian rumah sakit sehingga membuat semua orang panik, dan seluruh dokter, sister dan karyawan rumah sakit terkena imbasnya dari amukan Daddy nya.


Sehebat apapun kebencian seorang anak terhadap ayahnya akan selalu ada kerinduan dalam hatinya untuk memiliki orang tua yang utuh, begitu pun dengan Gerald saat melihat temannya di kunjungi oleh ayahnya saat jam istirahat, matanya tak lepas melihat pemandangan ayah dan anak yang sedang bercengkrama, mereka tertawa bahagia, dan saling meledek si ayah merengkuh anaknya, ber tos ria. Gerald menatap sendu pemandangan yang ada di hadapannya itu. tiba-tiba sebuah perasaan sunyi dan hampa menerpa hatinya. Dengan langkah perlahan Gerald pun berjalan memasuki kelasnya dan duduk termenung menatap keluar melalui jendela kelasnya.


"Apakah aku salah jika menginginkan kehadiran Papi?" tanya Gerald dalam hatinya. Tak lama kemudian bell pun berbunyi pertanda jam istirahat telah selesai. Waktu pun terus berjalan Tak terasa saatnya Gerald pulang dari sekolahnya, Daddy Ded telah berada di depan sekolah Gerald,para pengawal yang melihat tuan mereka menunduk hormat, Dengan langkah tegas Daddy Ded menuju kelas Gerald kemudian kedua matanya menatap dua pengawal yang ditugaskan oleh Mommy Lingga untuk menjaga cucunya.


"Opa," Sapa Gerald seraya mengulurkan tangannya dan Salim pada Opa nya.


"Ayo kita pulang," ucap Daddy Ded.


"Iya Opa," jawab Gerald dengan nada lesu. mendengar jawaban cucunya Daddy Ded menatap Gerald.


"Ada apa nak?" tanya Daddy Ded.


"Tidak ada apa-apa Opa," ucap Gerald kemudian memegang tangan Opanya dan menariknya pergi dari depan kelasnya. sesampainya di dalam mobil Gerald menatap Opanya.


"Opa boleh kah mereka tidak mengikuti ku?" tanya Gerald seraya menunjuk para pengawal yang berada di belakang mobil mereka.


"Mereka harus mengikuti mu, kemana pun kamu pergi, ini semua demi kebaikan mu," ucap Daddy Ded seraya menatap Gerald.

__ADS_1


"Aku risih jika mereka terlalu dekat dengan ku, satu sekolah heboh pada om-om yang menyeramkan itu," ucap Gerald seraya menggembungkan kedua pipinya.


Daddy Ded hanya mengucek rambut Gerald kemudian berkata pada supirnya.


"Restaurant seafood pak,"


"Baik tuan," ucap Pak sopir.


Gerald yang mendengar kata seafood berbinar menatap wajah Opanya


"Perut ku jadi lapar Opa," ucap Gerald. Dia sangat menyukai kepiting asam manis.


"Hahahaha," Daddy Ded tertawa mendengar perkataan Cucu nya dan juga mimik yang di buat-buat seolah benar-benar kelaparan.


Tak lam kemudian mobil pun sampai di sebuah restoran Seafood langganan keluarga mereka, dengan tergesa Gerald turun dari mobil diikuti oleh Daddy Ded. Kemudian tangannya menarik tangan Daddy Ded. Daddy Ded hanya tersenyum melihat tingkah laku cucunya itu. Tak lupa Gerald pun memanggil Supir keluarga Bimantara untuk makan bersama mereka.


"Aku pengen di kursi pojok itu Opa," ucap Gerald seraya menunjuk sebuah meja yang berada di pojok belakang, di sebelah meja tersebut terdapat sebuah kolam buatan berisi ikan.


"Ayo," ucap Daddy Ded. kemudian mereka bertiga pun berjalan menuju meja pilihan Gerald, setelah duduk di kursi tak lama kemudian seorang pelayan restaurant menghampiri mereka. Setelah memesan kepiting asam manis, udang tempura dan juga nasi serta minuman dingin. Pelayan pun beranjak pergi dari hadapan mereka.


Tak jauh dari kursi mereka, seorang pria memakai masker di wajahnya,memperhatikan Gerald dari tempatnya duduk, tak lama kemudian Gerald pun bangkit berdiri dan berjalan menuju toilet. Pria tersebut pun bangkit berdiri dan mengikuti Gerald, sesampainya di dalam toilet. Pria itu pun mendekati Gerald dan berkata.


"Boleh aku bicara pada mu?" Mendengar pertanyaan Pria itu Gerald mendongakkan kepalanya menatap pria itu keningnya berkerut.


"Anda siapa?" tanya Gerald.


"Berjanjilah kau tidak akan berteriak," jawab pria itu. Gerald tampak berpikir kemudian menjawab.


"Baiklah sepertinya kau bukan orang jahat," ucap Gerald.


Mendengar perkataan Gerald pria itu pun membuka maskernya dan menatap Gerald dengan tatapan lembut.


"Kau," seru Gerald terkejut.


"Bagaimana kau bisa tahu aku disini dan bagaimana jika Opa dan para pengawal di luar tahu," ucap Gerald lagi.


"Pergilah sebelum mereka tahu," ucapnya seraya memalingkan wajahnya.


"Aku tidak perduli mereka mengetahuinya, bolehkah kita bicara sebentar saja," ucap Pria itu memohon.


"Maaf aku tidak diperbolehkan bicara pada orang asing," ucap Gerald kemudian melangkahkan kakinya keluar dari toilet.


Tetapi langkahnya terhenti ketika pria itu memegang tangannya.


"Aku bukan pria asing, aku Papi mu," ucap Pria itu. pria itu adalah Edward Kusuma yang mengikuti Gerald sejak dari sekolahnya.


"Apa yang anda inginkan ?" tanya Gerald.


"Seperti yang ku katakan aku ingin bicara dengan mu," ucap Edward.


Gerald terdiam sejenak dan menatap Wajah Edward. Seketika sekilas bayangan teman sekolahnya saat bercanda bersama ayahnya di sekolah tadi membuatnya merasakan sesuatu.


"Baiklah, temui aku di taman rumah sakit jam 3 sore, aku akan berusaha menemui anda disana," Ucap Gerald kemudian melangkahkan kakinya keluar dari toilet tersebut. Edward yang mendengar perkataan Gerald seketika senyum merekah menghias wajahnya. kemudian kembali memakai maskernya dan keluar dari toilet tersebut.

__ADS_1


__ADS_2