
Setelah prosesi pernikahan selesai dan para Jemaat menyalami mereka dan memberikan ucapan selamat, pada kedua mempelai. Kanaya Dan Edward serta keluarga Bimantara dan juga keluarga Kusuma meninggalkan gereja menuju Hotel Bimantara. Sesampainya di hotel mewah Bimantara mereka memasuki kamar mereka masing-masing, untuk beristirahat mempersiapkan diri untuk acara resepsi pernikahan mereka.
"Bagaimana? apakah kalian sudah memperketat pengamanan?"tanya Kakek Pratama.
"Sudah kek,"ucap Richard.
""Bagaimana dengan penjagaan didepan?"tanya Opa Hendra.
"semua beres kek,"ucap Richard.
"Tenanglah Pa, semua beres jangan kuatir,"ucap Daddy Ded seraya tersenyum smirk.
"Baguslah,"ucap Opa Hendra, seraya menatap wajah Dedi Bimantara yang tersenyum smirk. Dengan tangannya dia mendidik Dedi Bimantara dan Dia sangat mengenal betul di balik senyum itu.
"Dimana Gerald?"tanya Daddy Ded.
"Gerald bersama Kanaya dan Edward."ucap Richard santai.
"Ehh, dan kau membiarkannya mengganggu kedua orang tuanya?"tanya Opa Hendra. seraya menggelengkan kepalanya.
"Biarkan saja Opa,"ucap Richard. Dengan gaya tak acuh.
"Dan kau kapan akan menikahi Cintya?"tanya Opa Hendra.
"Masih lama,"jawab Richard.
"Why?"tanya Opa Hendra.
"Tanyain Cintya,"jawab Richard.
"Cintya kemana?"tanya Mommy Lingga.
"Sedang berkeliling,"jawab Richard dengan nada enteng.
"Berkeliling?"tanya Mommy Lingga. lalu berkata lagi.
"Kau pikir Cintya itu sedang Ronda."
"Iya sedang ronda mom., aku aja sampai di cuekin,"seru Richard ketus.
Mommy Lingga menatap wajah Richard yang kesal kemudian menoleh kearah suaminya yang menatap Mommy Lingga lalu seperti di komando mereka pun tertawa bersama lalu terdengarlah seruan Daddy Ded.
"Sepertinya kita akan segera mengadakan pesta pernikahan lagi dan secepatnya."
"Hahahahaaaa,"Daddy Ded dan mommy Lingga tertawa bersamaan. setelah puas tertawa, Mommy Lingga pun berkata.
"Kita akan menyiapkan lamaran bulan depan. Papa dan Paman Pratama tidak boleh pulang dulu, cucu kalian yang satu ini akan segera meminang Cintya."
"Setujuuuuu,"seru Opa Hendra seraya tertawa senang.
"Kakek juga sangat setujuuuu,"ucap Kakek Pratama.
"Nenek Ayu juga,"ucap Nenek Ayu seraya menaik-turunkan kedua alisnya menggoda Richard.
"Ishh kalian ini semangat banget sih? gimana kalau Cintya nggak mau hayooo,"ucap Richard.
"Tunjukkan pesona Bimantara. "Hahahahahaaa,"ucap Daddy Ded seraya tertawa gembira.
__ADS_1
Mereka semua menggoda Richard yang selalu saja dingin pada wanita. lalu Mommy Lingga menatap Richard dan berkata.
"Adik mu sekarang sudah kembali bersama kita semua dan sekarang sudah memiliki suami, sudah saatnya kamu menikah, janji mu itu sudah tidak berlaku lagi."
Richard menghela nafas panjang lalu menatap mommy nya.
"Akan aku pikirkan mom,"ucap Richard.
"Janji apa?"tanya Opa hendra kepo.
"Janji Richard dulu saat Kanaya menghilang dan belum ditemukan. Richard berjanji tidak akan menikah sebelum Kanaya di temukan,"ucap Mommy Lingga, seraya tersenyum menatap Putra sulungnya.
"Ohh seperti itu, Dan sekarang adik mu telah berbahagia, sudah saatnya kamu juga berbahagia,"ucap Opa Hendra.
"Dan sebenarnya kamu menyukai Cintya bukan? hanya saja kamu terlalu gengsi mengungkapkannya,"ucap Opa Hendra.
Richard hanya menggendikkan bahunya lalu berkata.
"Aku akan menikah jika masalah ini telah selesai dan memastikan semuanya aman."
"Kita tidak akan pernah tahu kapan masalah ini selesai, kita hanya bisa waspada menunggu pergerakan mereka."ucap Opa Hendra
"Aku tahu itu dan aku akan segera mungkin membuat mereka keluar dari persembunyian mereka,"ucap Richard.
"Sedikit lagi semua selesai,"ucap Richard seraya tersenyum smirk.
Daddy Ded hanya tersenyum menatap Richard lalu berkata.
"Lebih baik kita istirahat karena sebentar malam kita akan kedatangan banyak tamu,"ucap Deddy Ded.
...****************...
Kanaya dan Edward yang saat ini berada dalam sebuah kamar mewah, kamar yang indah, yang di dekorasi seperti kamar putri raja.
"Wahhh, kamarnya bagus mam,"ucap Gerald.
"Kamu suka nak?"tanya Kanaya.
"Suka mam, sangat indah,"ucap Gerald.
"Jika kamu sudah dewasa dan menikah Papi buatin kamar seperti ini,"ucap Edward.
"Masih lamaaaa,"seru Gerald.
"Ya sudah sekarang kamu ganti baju dan istirahat,"ucap Kanaya. seraya menatap wajah putranya.
"Oke mom,"ucap Gerald kemudian berjalan memasuki kamar mandi.
"Aishhh gagal deh,"ucap Edward seraya memeluk Kanaya.
"Gagal?"tanya Kanaya seraya menatap Edward dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Iya gagal honey,"ucap Edward.
"Gagal apaan sih?"tanya Kanaya.
"Gagal makan kamu yang,"ucap Edward, seraya tersenyum sendu kemudian mencium bibir Kanaya dengan lembut.
__ADS_1
"Mamiiii,"seru Gerald.
Mendengar teriakan putranya Edward melepaskan ciumannya dengan cemberut lalu berkata.
"Tuh kan baru aja nyium udah teriak."
"Gara-gara kakak ipar nih nyuruh Gerald ngikut kita,"ucap Edward.
"Aishh kenapa sih? sama anak ngalah kek,"ucap Kanaya.
"Iya yang tapi kan,"ucap Edward.
"Nggak ada tapi-tapian, sekarang mandi terus istirahat, resepsinya sebentar malam,"ucap Kanaya.
"Cium sekali lagi yang,"ucap Edward.
"Nggak ada cium-ciuman,"ucap Kanaya tegas.
Kemudian mengangkat gaunnya yang menjuntai dan mengambilkan handuk buat Gerald, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sesampainya di depan pintu kamar mandi Kanaya mengetuk pintu lalu mengulurkan tangannya memberikan handuk pada Gerald.
...****************...
Sementara itu di seberang jalan di sebuah hotel yang berhadapan dengan hotel Bimantara, seorang pria tua duduk di kursi bersama beberapa anak buahnya.
"Bagaimana keadaan hotel Bimantara?"tanya Pria tua itu.
"Keamanannya sangat ketat dan sangat sulit untuk di tembus, beberapa anak buah kita yang akan kita susupkan berakhir dengan babak belur,"ucap anak buahnya.
"Kecoh mereka,"ucap Pria itu.
"Kami sudah berusaha tuan, tetapi hasilnya nihil, mereka memiliki ahli IT yang sangat hebat, bahkan mungkin saat ini kita berbicara pun merek mengetahuinya,"ucap anak buahnya.
"Sial..!" seru Pria tua itu.
"Aku curiga ada yang membocorkan semua informasi,"ucap Pria tua.
"Tidak mungkin tuan,"ucap anak buahnya.
"Apakah perempuan sialan itu sudah kalian temukan?"tanya Pria tua itu.
"Belum tuan, kedua wanita itu seperti raib di telan bumi,"ucap anak buahnya.
"Bagaimana dengan ke empat pria tak berguna itu?"tanya Pria itu tua.
"Mereka pun sama hilang tak berbekas,"ucap anak buahnya.
"Aku curiga mereka menyanderanya,"ucap anak buahnya lagi, lalu melanjutkan perkataannya.
"Tetapi tempat mereka menyembunyikannya sangat sulit di temukan."
"Bahkan Budiman dan seluruh keluarganya pun tak bisa kita temukan lagi."
"Aku tidak menyangka mereka sangat kuat dan tak mudah ditaklukkan,"ucap Pria itu lagi.
"Mereka semua telah bersatu kembali apalagi dengan adanya pernikahan ini dan Tuan jangan lupa liontin itu,"ucap anak buahnya.
"Kau benar, kita harus memikirkan cara lain yang bisa mengecoh mereka dan sesegera mungkin menghancurkan mereka, dan aku sudah tidak sabar melihat keluarga mereka hancur tercerai berai. Hahahahaaaa,"ucap Pria tua itu seraya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1