Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 103. Rencana Pembebasan Gerald 1


__ADS_3

Sementara itu Gerald yang di sekap di sebuah kamar, kedua netra nya menatap sekeling ruang kamar tersebut.


"sebenarnya apa tujuan mereka menyekap ku?"tanya Gerald dalam benaknya. Kemudian kedua netranya menatap sekeliling ruang itu kembali. seraya berkata dalam benaknya.


"Tempat ini tidak seperti ruang penyekapan, tetapi ini sebuah kamar yang didesain sangat bagus."


seraya menatap Furniture dan desain kamar tersebut, kamar yang di desain modern tampak mewah di pandangan Gerald.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka lalu masuklah seorang pria. Seraya menatap wajah Gerald.


"Mange le..!" (Makanlah )ucap Pria tersebut.


"Oncle, pourquoi m'as-tu enfermé ? S'il vous plait, laissez-moi partir," (Paman kenapa kalian menyekap ku?tolong lepaskanlah aku ),"ucap Gerald.


"Makan lah,"ucap Pria tersebut dingin.( dalam bahasa Perancis)


"Aku tidak akan makan sebelum paman mengatakan pada ku, mengapa aku di sekap disini,"ucap Gerald seraya menatap tajam pria tersebut tanpa rasa takut sedikit pun.


"Jangan membangkang,"ucap pria tersebut.


"Aku tidak membangkang paman jika paman menjawab pertanyaan ku, kalian sudah menyekap ku disini selama dua hari ini, dan orang tua ku pasti mencari ku,"ucap Gerald lagi.


"Orang tua mu tidak akan bisa berbuat apa-apa, buktinya sampai sekarang kau masih berada di kamar ini bukan?"yang Pria itu.


"Anda salah paman Papi dan Mami ku pasti mencari ku begitu juga seluruh keluarga ku,"ucap Gerald.


"Aku tidak perduli, makanlah makanan mu sebelum aku murka,"ucap Pria itu.


"Aku tidak takut pada mu Paman,"ucap Gerald dingin.


"Kau..!"seru pria itu.


"Kau beruntung kau masih anak-anak, jika kau orang dewasa aku sudah menghajar mu habis-habisan,"ucap Pria itu seraya menatap tajam Gerald.


"Dimana pengasuh ku paman?"tanya Gerald. tanpa mengindahkan perkataan pria itu.


"Dia di sekap di ruangan berbeda,"ucap Pria itu.


"Apakah anda memiliki seorang anak paman?"tanya Gerald.


"Apakah kau secerewet ini?"tanya Pria itu.


"Aku akan cerewet jika pertanyaan ku belum di jawab,"ucap Gerald.


"Aku tidak perduli dengan pertanyaan mu,"ucap Pria itu lalu melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu.


"Bagaimana jika yang terjadi pada ku terjadi pada anak anda paman?"tanya Gerald.


Pria tersebut menghentikan langkahnya, seraya menghela nafas panjang. Kemudian membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Gerald. lalu berkata.


"Makanlah, kau membutuhkan makanan itu agar tubuh mu tidak lemas dan kau bisa pergi dari sini." Lalu pria itu pun melangkahkan kaki berjalan keluar dari kamar penyekapan Gerald.


"Bagaimana aku keluar dari sini?"tanya Gerald dalam benaknya. kedua netranya mengedar memandang sekeliling ruangan tersebut.


"Tidak ada celah sedikit pun,"gumam Gerald. Lalu berjalan menuju sebuah jendela dalam kamar tersebut.

__ADS_1


"Jendela ini memakai terali besi dan aku tidak mungkin memasukkan tubuh ku ke dalam terali sekecil ini,"gumam Gerald.


Seraya menghela nafas panjang lalu melangkahkan kakinya ke sebuah meja yang ada dalam ruangan tersebut meraih piring yang berisi makanan untuknya. Lalu menatap sekilas makanan tersebut, meraih sendok dan menyuapkan kedalam mulutnya.


"Mami, Papi, selamatkan aku,"gumamnya.


"Aku harus keluar dari sini dan mencari pengasuh ku,"gumamnya lagi lalu meletakkan sendoknya.


"Entah bagaimana keadaannya sekarang ini, semoga dia baik-baik saja,"gumam Gerald.


Tak lam kemudian Pintu ruang penyekapan terbuka masuklah seorang pria memakai masker.


"Pourquoi ne finis-tu pas ta nourriture?" ( Mengapa kau tidak menghabiskan makanan mu? ) tanya pria itu seraya menatap wajah Gerald.


kemudian melangkahkan kaki berjalan menuju sebuah kursi dan mendudukkan tubuhnya.


"Je suis plein,"( Aku sudah kenyang ) ucap Gerald.


"Siapa anda dan mengapa anda menyekap ku disini?"tanya Gerald ( dalam bahasa Perancis )


"Kau akan tahu jika saatnya tiba nanti,"ucap Pria itu.


"Apa yang kau inginkan dari ku?"tanya Gerald seraya menatap tajam Pria tersebut.


"Apa yang Ku inginkan dari mu?"tanya Pria tersebut. Seraya menatap Wajah Gerald lalu berkata.


"Aku tidak menginginkan apapun dari mu,"ucap pria itu.


"Lalu mengapa kau menyekap ku disini?"tanya Gerald.


"Karena kau adalah kunci ku,"ucap Pria tersebut.


"Mata itu, seperti aku pernah melihatnya tetapi dimana?"tanya Gerald dalam benaknya.


"Apakah kita pernah bertemu?"tanya Gerald.


Mendapatkan pertanyaan dari Gerald pria itu hanya menaikkan sebelah alisnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Aku seperti pernah melihat kedua mata mu itu, tetapi aku tidak ingat dimana aku pernah melihat mu,"ucap Gerald.


"Pernah atau tidak itu bukanlah urusan mu,"ucap Pria tersebut seraya menyilangkan kakinya. Kedua matanya tak lepas dari wajah Gerald. Lalu pria itu bergumam.


"Seharusnya kau menjadi putra ku, bukan pria itu."


"Sampai kapan kau akan menyekap ku Pama"tanya Gerald.


"Sampai ibu mu datang menjemput mu,"ucap Pria tersebut.


Kemudian bangkit berdiri melangkahkan kaki berjalan keluar dari kamar penyekapan.


...****************...


Kediamam Kanaya Jam 12 siang, kedua orang tua Edward telah sampai di rumahnya.


Mereka semua berkumpul di ruang tamu, begitu pun juga Bernie dan beberapa anak buahnya, semua telah bersiap untuk membebaskan Gerald. Bernie telah mendaptkan informasi tempat penyekapan Edward yang terletak di pedesaan kecil.

__ADS_1


"Apakah kalian sudah siap?"tanya Bernie.(dalam bahasa Perancis )


"Semua sudah menunggu paman,"ucap Richard.


"Tempat ini agak jauh dari sini dan merupakan salah satu desa yang sangat indah di Perancis bernama Moustier Saint Marie ,"ucap Bernie.


"Ya kami tahu tempat itu bukan saja sangat indah tetapi penduduknya pun sangat ramah,"ucap Richard.


"Jam 6 malam ini kita bergerak, kalian bersiaplah,"ucap Bernie.


"Kamu lebih baik di rumah aja Nay,"ucap Daddy Ded.


"No Dad..! aku akan ikut dalam membebaskan putra ku,"ucap Kanaya.


"Yang, Daddy benar biarkan kami yang pergi."ucap Edward.


"Tidak, aku tetap ikut,"ucap Kanaya dengan nada tegas dan dingin.


Mendengar perkataan sang istri. Edward hanya bisa menghela nafas panjang.


Tak lama kemudian nada dering pesan whatsApp Kanaya berbunyi, lalu Kanaya meraih handphonenya yang berada diatas meja. Keningnya berkerut melihat sebuah nomor tanpa identitas, lalu membuka pesan tersebut.


"Siallllllll,"seru Kanaya, seraya mengepalkan tangannya.


"Ada apa?"tanya Edward kemudian meraih handphone sang istri, dan membaca pesan whatsApp yang membuat istrinya murka.


"Bajingannnn,"seru Edward.


Daddy Ded bangkit berdiri dan meraih handphone Kanaya di tangan Edward, Lalu membaca pesan whatsApp tersebut. Saat membaca pesan tersebut rahang Daddy Ded mengeras wajahnya datar dan dingin tatapannya nyalang. Kemudian Daddy Ded berkata.


"Ikuti apa yang diinginkannya aku percaya pada mu Nay, kau putri ku, kau seorang Bimantara." Lalu menatap wajah putrinya dan berkata lagi.


"Kami akan mengikuti mu dari belakang,"ucap Daddy Ded.


"Apa yang dikatakan pesan WhatsApp tersebut?"tanya Bernie.


"Pesan tersebut mengatakan jika ingin Gerald bebas maka Kanaya harus datang sendiri ke tempat yang mereka tentukan,"ucap Daddy Ded.


"Dan jika kita tidak mengikuti apa yang mereka katakan maka cucu ku tidak akan selamat,"ucap Daddy Ded lagi.


"Kita akan merubah rencana,"ucap Kanaya. lalu berkata lagi.


"Paman Bernie bisakah aku meminta bantuan mu?"tanya Kanaya.


"Katakanlah apa yang bisa aku bantu,"jawab Bernie.


"Bisakah aku meminjam anak buah mu yang terlatih untuk menyusup kedalam kelompok mereka bersama dengan anak buah ku?"tanya Kanaya.


"Apapun yang kamu butuhkan, akan aku siapkan,"jawab Bernie


"Terima kasih Paman,"ucap Kanaya.


"Mark, persiapkan anak buah mu untuk menyusup kedalam kelompok mereka,"ucap Kanaya pada Mark.


"Baik nyonya,"ucap Mark.

__ADS_1


"Aku merasa ini hanya jebakan mereka saja,"ucap Kanaya.


Kemudian mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing.


__ADS_2