Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 64. Sedikit Kebencian Kanaya


__ADS_3

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 3 sore, Kanaya, Edward dan juga keluarganya, akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion masing-masing kecuali Edward, yang ingin mengantar Kanaya dan juga putranya Edward.


sesampainya di Mansion Bimantara mereka pun keluar dari mobil dan dan berjalan memasuki mansion.


"Sayang.., aku pulang dulu ya,"ucap Edward seraya tersenyum menatap Kanaya.


"Oke, hati-hati ya,"Jawab Kanaya lalu membalas senyuman Edward.


"Hemm, cie, cie cie ada yang berbunga-bunga dari tadi senyum terusssssssss,"Seru Richard menggoda Edward.


"Sirik aja loe,"Ucap Edward seraya mendelik pada Richard.


"Pulang sana kalau mau pulang, gak usah pake nanti,"ucap Richard lagi.


"Hadeuhhhh, kakak ipar luknut,"ucap Edward.


"Eh dimana-mana yang luknut itu adik ipar, Catet ya,"ucap Richard.


"Udah-udah, kalian ini kalau ketemu pasti aja ribut,"ucap Mommy Lingga kemudian melangkahkan kakinya bersama Daddy Ded menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Untuk saat ini gue ngalah ya, soalnya gue cape dan mau istirahat dan loe jangan nyosor adik gue mulu,"ucap Richard dingin lalu melangkahkan kakinya berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Ya udah Nay, aku pulang dulu, besok pagi aku jemput kamu,"ucap Edward. lalu menolehkan wajahnya pada Gerald dan berkata.


"Papi pulang dulu, jaga Mami ya,"ucap Gerald.


"Oke Pi,"jawab Gerald.


"Dan kamu istirahat oke,"ucap Edward lagi.


"Oke Pi,"ucap Gerald. Kemudian Edward pun melangkahkan kakinya menuju mobil yang diparkir nya di halaman mansion. Setelah mobil Edward menghilang dari pandangan mereka, Kanaya dan Gerald pun melangkahkan kaki berjalan menaiki anak tangga seraya bergandengan tangan menuju kamar mereka.Sesampainya di kamar, mereka pun membersihkan tubuh mereka dan berganti pakaian, setelah berganti pakaian, lalu membaringkan tubuh mereka dan akhirnya tertidur pulas


...****************...


Keesokan Paginya Kanaya terbangun, melihat jam di dinding kamarnya.


"Astaga udah pagi aja,"ucapnya seraya bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi setelah menggosok gigi dan membasuh wajahnya, Kanaya pun keluar dari kamar mandi. Berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar Gerald, sesampainya di kamar Gerald Kanaya membuka pintu.


"Loh Gerald kemana?"tanyanya dalam hati seraya melangkahkan kakinya memasuki kamar putranya, setelah memastikan putranya benar-benar tak ada di dalam kamarnya. Kanaya pun melangkah kakinya berjalan keluar kamar menuruni anak tangga, dan terdengarlah suara Gerald yang tertawa cekikikan dari ruang makan. Lalu Kanaya berjalan menuju ruang makan lalu bertanya.


"Kamu kok gak bangunin mami sih Ge?" seraya menarik sebuah kursi dan mendudukinya.


"Mami tidurnya pules banget"jawab Gerald santai.


"Iya Nay, dari semalam Mommy sama Gerald bangunin kamu, tapi gak bangun-bangun, ya udah kita biarin aja ya Ge,"ucap Mommy Lingga.


"Sorry Mom, Nay cape banget,"ucap Kanaya.


"Ya udah kamu duduk, sarapan dari semalem kamu gak makan,"ucap Mommy Lingga.


"Cape atau cape?"tanya Richard menggoda Kanaya.


"Aku beneran cape kak."ucap Kanaya. seraya mengambil roti tawar dan mengolesnya dengan selai strawberry.


"Temen kamu si Ratih itu dan perempuan yang satunya kemarin mereka kemana?"tanya Mommy Lingga.

__ADS_1


"Setelah makan siang mereka pamit pulang mom, Nay kasian sama nasib Ratih,"ucap Kanaya.


"Loh kenapa?"tanya Mommy Lingga.


"Tanyain tuh sama Kak Richard,"ucap Kanaya seraya menunjuk Richard dengan dagunya.


"Mereka kan sepupuan Nay,"ucap Richard.


"Sepupuan bukan berarti memiliki sikap yang sama Kak," ucap Kanaya.


"Iya sih kamu benar dan baru kali ini kakak salah bertindak,"ucap Richard seraya menghela nafas panjang.


"Dan kamu pun memiliki hutang penjelasan kepada kami Nay,"ucap Richard seraya menatap Kanaya dengan tajam.


"i know, nanti aja deh jelasinnya kak, lagi malas bahas semuanya kak, kalau di bahas sekarang gak akan kelar, aku harus ke perusahaan dan mempersiapkan pagelaran busana untuk bulan depan kak,"ucap Kanaya.


"Jangan terlalu lelah Nay, bulan depan kamu menikah, sebentar lagi calon mertua mu akan kemari dan membahas pernikahan kalian dan juga orang-orang yang akan kita undang,"ucap Daddy Ded dengan nada tegas.


"Masalah itu Nay ikut aja Ded, tapi usahain pernikahannya yang sederhana aja,"ucap Kanaya.


"Kamu pengennya tahu beres aja,"ucap Richard seraya meledek Kanaya.


"Kalau gitu Nay aja yang persiapkan,"ucap Kanaya dengan nada Santai, seraya menyuapkan Roti kedalam mulutnya.


"Tidak-tidak lebih baik Daddy dan Mommy aja yang siapin,"ucap Daddy Ded seraya menggelengkan kepalanya tak setuju.


"Loh kenapa?"tanya Kanaya.


"Pokoknya Daddy yang siapin dan kamu chard tutup mulut mu, makanya nikah sana biar gak sirik sama adik kamu,"ucap Daddy Ded seraya mendelik pada Richard.


"Kamu bercanda tapi Daddy tidak ada kata bercanda jika menyangkut pernikahan kalian, dan kau cepat lamar Cintya, Daddy beri waktu 3 bulan,"ucap Daddy Ded tegas.


"Hah..!"seru Richard menatap tak percaya pada ultimatum Daddy Ded.


"Daddy gak serius kan?"tanya Richard.


"Nggak,"ucap Daddy Ded seraya menatap Richard lalu berkata lagi.


"Sejak pertama kali melihat Cintya, Daddy menginginkan dia menjadi istri mu, menantu keluarga Bimantara, hanya dia yang bisa menjadi istri mu, dia wanita yang cantik, baik dan yang utama dia memiliki otak yang cerdas dan wanita yang tangguh dengan posisi mu dan juga salah satu pewaris Bimantara, hanya dia wanita yang pantas menjadi istri mu,"ucap Daddy Ded seraya menatap tajam putranya.


"Dan jika kau tidak mencintainya kau adalah pria yang bodoh,"ucap Daddy Ded lagi, lalu melanjutkan ucapannya.


"Jangan sampai kau menyesal ketika dia telah di bawa oleh pria lain ke pelaminan."


"Pria lain?"tanya Richard.


"Apa ada pria yang berani mendekati dia selain aku?"tanyanya lagi.


"Banyak,"ucap Daddy Ded.


"Daddy benar kak, bukan hanya satu pria yang menyukai Cintya,"ucap Kanaya seraya menatap Kakaknya Richard.


"Atau kakak tidak menyukai Cintya tapi menyukai Jeni?"Kanaya.


"Hah., Jeni?"tanya Richard.

__ADS_1


"Iya," ucap Kanaya.


"Bagaimana mungkin aku menyukai wanita seperti Jeni?"tanya Richard lagi.


"Siapa tahu aja, bukannya kakak pernah menemui Jeni?"tanya Kanaya.


"Kapan?"tanya Richard.


"Waktu pertama kita ketemu di GB Group,"jawab Kanaya.


"Enak aja, kakak kesana tuh mau nemuin temen kakak yang kebetulan kerja disana,"ucap Richard


"Siapa?"tanya Kanaya.


"Direktur GB Group Nay,"jawab Richard.


"Hah.., dia temen kakak? aku udah depak dia dari perusahaan ku, sangat menjijikkan di perusahaan ku ada manusia seperti itu,"ucap Kanaya dingin.


"Loh memang dia kenapa kamu pecat?"tanya Richard.


"Aku tidak mungkin mengatakannya di depan putra ku,"ucap Kanaya dengan nada dingin.


"Its ok mom, aku udah selesai sarapan dan sepertinya sebentar lagi aku harus homeschooling,"ucap Gerald seraya bangkit berdiri lalu mengecup kening Maminya, kemudian melangkahkan kakinya berjalan menuju ruang belajar.


"Apa yang dilakukannya,"ucap Richard dengan nada tegas.


"Dia berani melakukan perbuatan tak senonoh bersama sekertarisnya di atas meja kerjanya dan aku memergokinya dan saat itu juga aku memecat mereka berdua tanpa pesangon,"ucap Kanaya dengan nada dingin.


"Perbuatan tak senonoh bagaimana Nay?"tanya Richard seraya menatap Kanaya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Bercinta diatas meja kerja dengan sekertarisnya itu, sungguh menjijikkan,"ucap Kanaya dingin dengan nada jijik.


"Astaga,"seru Richard dan juga Daddy Ded serta Mommy Lingga.


"Brengsek, kakak nggak nyangka dia bisa seperti itu,"ucap Richard.


"Entah bagaimana aku bisa memiliki karyawan seperti dia,"ucap Kanaya seraya menggelengkan kepalanya.


"Pantesan kemarin dia mengeluh dan mengatakan ingin mencari pekerjaan lain dan meminta kakak untuk mencarikan posisi di perusahaan, tapi dia tidak mengatakan jika sudah tidak bekerja lagi di perusahaan mu, dia hanya mengatakan kalau dia malas dengan bos barunya itu."ucap Richard seraya menggelengkan kepalanya tak percaya dengan ulah temannya itu, kemudian berkata lagi.


"Dan untunglah saat ini tidak ada posisi kosong diperusahaan."


"Syukurlah,"ucap Kanaya lalu berkata lagi.


"Jika dia bekerja di perusahaan Kakak sekertaris mu akan dilalap habis oleh pecundang seperti dia." dengan nada sinis seraya menatap kakaknya.


"Kau benar Nay,"ucap Richard, lalu balas menatap adiknya.


"Jangan katakan pada Kakak kamu masih membenci pria Nay,"ucap Richard seraya tersenyum.


"Aku membenci laki-laki brengsek yang menganggap wanita lemah, dan memperlakukan wanita seperti pelacur,"ucap Kanaya dingin, lalu berkata lagi


"Dan aku membenci wanita yang lemah yang mudah tergoda oleh pria dan yang mau melakukan apapun untuk mendapatkan seorang pria, mereka seperti tak memiliki harga diri, manusia-manusia seperti itu adalah manusia lemah yang tak memiliki moral dan juga otak."


Daddy Ded dan Mommy Lingga yang sedari tadi mendengarkan percakapan kedua anaknya, menggelengkan kepala mereka, dalam benak mereka berkata.

__ADS_1


"Kanaya putri mereka masih memiliki dendam akan masa lalunya walaupun dendam itu telah terkikis tetapi masih ada rasa kebencian dalam hatinya sehingga dia terlalu keras pada dirinya sendiri."


__ADS_2