
Pukul 7 malam Kanaya pulang ke mansion orang tuanya.
"Tumben Nay pulang jam segini," ucap Mommy Lingga yang sedang duduk di ruang tamu bersama Gerald.
"Iya nih mom banyak yang harus Nay selesaikan di Perusahaan," ucap Kanaya seraya menghampiri mommy Lingga dan Salim padanya kemudian menghampiri Putranya Gerald lalu mengecup pucuk kepala putranya, Gerald pun mengulurkan tangannya, Salim pada mami nya.
"Aku udah dapat sekolah mam," ucap Gerald.
"Kamu Sam Opa cepet banget nemuin sekolah," ucap Kanaya.
" Iya Nay, Gerald sendiri yang pilih, kebetulan tadi kami jalan-jalan dan lewat di sebuah sekolah dan Gerald bilang pengen sekolah di tempat itu, ya udah Mommy sama Daddy kamu, sekalian aja daftarin dia," ucap Mommy Lingga seraya tersenyum menatap cucunya.
"Dimana mom? tanya Kanaya.
"Deket kok gak jauh dari perumahan sebelah," ucap Mommy Lingga.
Kanaya mengeryitkan keningnya kemudian menatap Gerald yang asik dengan permainan game di handphonenya.
"Tak jauh dari perumahan sebelah?" tanya Kanaya dalam hatinya. kemudian menatap Ibunya penuh tanda tanya.
"Mam besok aku ke sekolah gak pake mobil dan supir ya mam," ucap Gerald.
"Hah.., terus itu Pak Iwan, mau di buat nganggur Nak?" tanya Kanaya.
"Terserah mami deh tapi aku mau jalan kaki aja atau naik sepeda ya mam," ucap Gerald.
Kanaya semakin mengeryitkan keningnya seraya menatap mommy nya penuh tanda tanya.
"Dari tadi dia ngomong gitu," ucap Mommy Lingga.
"No," ucap Kanaya.
"Sekolahnya kan deket mam," ucap Gerald.
"Biarin aja Nay," ucap mommy Lingga.
"Mansion kita dengan perumahan sebelah itu kan lumayan jauh belum lagi ke sekolahnya," ucap Kanaya.
"Kamu jangan aneh-aneh deh," ucap Kanaya lagi.
"Gak kok mam, Opa udah beliin aku sepeda kok, jadi bisa pergi dan pulang sekolah naik sepeda," ucap Gerald seraya menatap maminya dengan tatapan memohon.
__ADS_1
"Oke, baiklah," ucap Kanaya.
kemudian bangkit berdiri berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Lalu memasuki walk in Closet melepaskan high heels nya, menyimpannya di tempat khusus koleksi sepatunya, dia pun menuju tempat semua pakaian santainya, kemudian mengambil baju kaos oblong berwarna biru muda serta celana pendek berwarna biru tua dan pakaian dalamnya, tak lupa handuk bersih. kemudian melangkah kakinya menuju kamar mandi. Kanaya pun mengisi bathtub dengan air hangat dan menuangkan sabun cair beraroma terapi, setelah selesai Kanaya memasuki bathub tersebut, merendam tubuhnya yang terasa sangat letih, wangi aroma terapi dan juga air hangat sedikit mampu mengurangi rasa lelahnya, dan membuatnya sedikit rileks dengan santai Kanaya menyandarkan kepalanya pada bathtub, seraya memejamkan matanya.
beberapa menit kemudian Kanaya pun membuka matanya dan bangkit berdiri keluar dari bathtub tersebut berjalan menuju shower lalu membersihkan tubuhnya, setelah selesai membersihkan tubuhnya, Kanaya pun mematikan Shower kemudian mengeringkan tubuhnya menggunakan handuk dan melingkarkan pada tubuhnya, berjalan keluar menuju kamarnya dan memakai pakaiannya serta mengeringkan rambutnya memakai hairdryer. lalu Kanaya pun keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga menuju ruang tamu dimana, Mommy Lingga dan putranya Berada.
"Kamu udah makan Nay?" tanya Mommy Lingga.
"Udah mom, tadi di kantor bareng Cintya.
"Cintya kok gak pernah kesini lagi sih Nay?" tanya Mommy Lingga.
"Takut kali sama Daddy," ucap Kanaya.
"Loh kok takut," ucap Mommy Lingga.
"Tanyain aja Daddy," ucap Kanaya.
"I'm So lonely broken angel
"I'm So lonely listen to my heart
nada dering ponsel Kanaya berbunyi kemudian Kanaya pun merogoh kantong saku celana pendeknya dan mengambil handphonenya, matanya melihat identitas si penelpon.
"Hallo cin," Sapa Kanaya.
"Kamu keperusahaan sekarang Nay." ucap Cintya dengan nada tegang dan panik.
"Ada masalah apa?" tanya Kanaya seraya mengeryitkan keningnya.
"Keamanan perusahaan kita di sabotase orang," Ucap Cintya
"Baiklah aku kesana sekarang," ucap Kanaya. seraya bangkit berdiri dan dengan langkah tergesa mengambil Kunci mobilnya kemudian setengah berlari menuju mobilnya.
"Nay ada apa?" seru Mommy Lingga.
"Kanaya ada urusan mom, titip Gerald," ucap Kanaya tanpa sedikit pun menoleh kearah mommy dan putranya.
"Kemudian Kanaya dengan tergesa membuka pintu mobilnya dan melajukannya dengan kencang, tak lama kemudian Kanaya pun sampai diperusahaan, di parkiran mobil, Cintya pun baru saja Sampai dan memarkirkan mobilnya.
"Nay," ucap Cintya.
__ADS_1
"Ayo," ucap Kanaya seraya berlari.
"Tunggu Nay," seru Cintya.
"Apalagi sih Cin?" tanya Kanaya.
"Muka kamu tuh," Ucap Cintya.
Kemudian membuka pintu mobilnya dan mengambil topeng, serta menyerahkannya pada Kanaya.
"Untung aja di mobil Ku ada stack topeng walaupun cuma satu," ucap Cintya.
kemudian kedua wanita cantik tersebut melangkahkan kakinya memasuki GB Group, menuju lift tak lama kemudian pintu lift pun terbuka, mereka pun memasukinya dan lift pun bergerak naik menuju lantai atas, sesampainya di lantai atas Kanaya dan Cintya setengah berlari keluar dari lift menuju ruang keamanan perusahaan terlihatlah didalam ruangan tersebut tim ahli IT mereka sedang sibuk di depan laptop masing-masing.
"Pak Anto," Seru Kanaya seraya menghampiri kepala IT perusahaannya.
"Bagaimana semua ini bisa terjadi?" Tanya Kanaya.
"Entahlah nona, selama bertahun-tahun belum ada yang berani menyerang perusahaan kita," ucap Pak Anto.
"Bapak minggir," ucap Kanaya dengan dingin dan tajam, tatapannya tak lepas dari layar laptop. Pak Arman pun bangkit dari kursinya kemudian menyingkir, mempersilahkan Kanaya duduk di kursinya.
"Kalian semua perhatikan laptop kalian," seru Kanaya pada semua tim keamanan perusahaannya.
Kemudian Jari jemari Kanaya dengan lincahnya menari diatas keyboard, tatapan matanya fokus pada angka-angka di layar laptop, jemarinya pun tak berhenti menekan setiap tombol keyboard, kemudian sebuah seringai licik terulas di bibirnya seraya berkata.
"Kalian salah mencari mangsa, berani-beraninya kalian mengusik perusahaan ku,"
Dalam hitungan ketiga kalian mundur," seru Kanaya.
1
2
3
Prangngng.., terdengar bunyi seperti kaca yang terjatuh dan tiba-tiba asap pun keluar dari laptop masing-masing, Kemudian terdengarlah sorakan para ahli IT di ruang keamanan GB Group.
"Bersihkan semua ini, dan kembalikan posisi keamanan kita ke semula," ucap Kanaya dengan nada tegas dan dingin.
"Dan besok pagi kalian akan melihat berita bangkrutnya seseorang," ucap Kanaya dengan dingin kemudian melangkah kakinya keluar dari ruangan IT perusahaannya, diikuti oleh Cintya yang selalu saja takjub dengan keahlian Kanaya sedari dulu.
__ADS_1
Waktu pun terus berjalan keesokan Paginya Dunia Bisnis dihebohkan oleh bangkrutnya sebuah perusahaan, dan dinyatakan pailit. Kanaya yang menyaksikan channel berita TV tersebut hanya menyunggingkan senyum kecil diwajahnya dalam hatinya berkata.
"Kau berani mengusik perusahaan ku, maka terimalah akibatnya, aku sudah merasakan sesuatu yang aneh melihat wajah mu yang murahan itu Eden Wijaya Kusuma keponakan Putra Kusuma dan sebentar lagi Kau Edward Kusuma akan merasakan apa yang sepupu mu itu rasakan, tetapi jalan kehancuran mu akan ku perlambat, aku ingin bermain-main sebentar dengan mu, seperti kau mempermainkan hidup ku dulu," ucap Kanaya dalam hatinya kemudian menyeringai seraya menatap layar TV yang ada didepannya.