Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 72. Perdebatan Edward Dan Gerald


__ADS_3

Disaat mereka mengobrol dan bercanda, terdengarlah langkah kaki menghampiri mereka lalu berkata.


"Kalian curang." Papi Edward berdiri seraya bertolak pinggang di depan mereka.


Mommy Edward yang melihat suaminya datang dengan wajah cemberut hanya tersenyum simpul dan kemudian tertawa.


"Mulai lagi deh,"ucap Edward seraya menggoda Papinya.


"Opa,"ucap Gerald kemudian bangkit berdiri, lalu mengulurkan tangannya dan menciumnya, begitu pun dengan Kanaya bangkit berdiri dan berjalan menghampiri calon mertuanya, serta mengulurkan tangannya dan menciumnya.


"Papi apa kabar?"tanya Kanaya.


"Baik nak,"jawab Papi Edward memandang Kanaya dengan tatapan tak percaya mendengar perkataan Kanaya dengan menyebutnya Papi.


"Pi, dia istri ku ingat itu..! tuh Mami yang Papi tatap,"ucap Edward seraya menatap Papinya tajam.


"Jangan didengerin Opa,"ucap Gerald seraya mendelikkan matanya pada Edward.


"Idih emang bener kan?"tanya Edward.


"Gak bener,"ucap Edward seraya mencibir pada Papinya.


"Gak bener gimana, emang mami istri Papi dan Oma istri Opa kamu,"ucap Edward seraya mendelik pada putranya.


"Lah kalau Opa gak boleh liat Mami aku, berarti mata Opa harus di tutup dong, heran deh aku sama Papi,"ucap Gerald.


"Astaga kalian ini perasaan dari tadi ribut mulu, mami pusing dengernya,"ucap Kanaya seraya menatap Gerald dan Edward.


"Papi yang mulai mam,"ucap Gerald.


"Gerald yang mulai mam,"ucap Edward.


"Udah diem jangan banyak ngomong, Gerald kembali ke tempat mu, dan Papi kamu juga diem, gak ada yang boleh bicara,"ucap Kanaya.


"Ok mam,"ucap Gerald dan Edward bersamaan, lalu Gerald pun duduk di kursinya kembali, sedangkan Edward kembali menyantap makanan yang ada di piringnya.


Papi Edward dan Mami Edward menatap Edward dan Gerald, dalam benak mereka berkata, dan menertawakan putranya yang tak berkutik ketika Kanaya berbicara.


"Akhirnya Edward mendapatkan pawangnya, sekali Kanaya ngomong langsung diem, hehehee." Kemudian Papi Edward menatap Mami Edward dan tersenyum, seolah-olah mengetahui satu sama lain apa yang ada dalam pikiran mereka. kemudian Papi Edward pun duduk di kursinya, lalu Mami Edward mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan juga lauknya, lalu memberikannya pada suaminya.


"Ge, kamu nginep di sini ya?"tanya Papi Edward.


"Iya Opa, emang tadi aku udah rencana mau nginep di sini,"ucap Gerald.


"Bener nak?"tanya Papi Edward seraya menatap wajah Gerald.


"Iya Opa, bener,"ucap Gerald.


"Yess, Opa ada temennya, nanti kamu tidur sama Opa ya,"ucap Papi Edward.

__ADS_1


"Nggak boleh, Gerald tidur sama Oma,"ucap Gerald.


"Sama Opa,"ucap Papi Edward.


"Sama Oma,"ucap Mami Edward.


"Aku Papinya, jadi Gerald tidur sama aku,"ucap Edward.


"Aku Opa nya jadi cucu ku tidur sama Opa,"ucap Papi Edward.


"Aku, Omanya jadi Gerald tidur sama Oma,"ucap Mami Gerald. baik Opa, Oma dan juga Papi nya tak mau kalah mereka memperdebatkan dengan siapa Gerald akan tidur. Gerald dan Kanaya yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, lalu menopang dagu memperhatikan mereka.


Tak lama kemudian Gerald berkata.


"Stop, Gerald udah gede, jadi harus tidur sendiri,"ucap Gerald dengan nada tegas dan dingin, seraya menatap Opa, Oma dan juga Papinya. Mendengar perkataan Gerald mereka bertiga menoleh dan menatap mimik wajah Gerald.


"Wuiih, wajahnya itu mirip Edward saat seusianya,"ucap Papi Edward dalam benaknya.


Sedangkan Mami Edward dan juga Edward hanya tersenyum menatap Gerald.


"Heran deh kenapa sih orang tua suka banget ngeributin hal kecil,"ucap Gerald.


"Astaga kamu kok ngomongnya kayak orang yang udah gede aja sih?"tanya Edward.


"Idih Papi, aku emang udah gede,"ucap Gerald seraya mendelik pada Papinya.


"Gede dari mana umur aja baru 10 tahun,"ucap Edward tak mau kalah.


"Lah kapan Papi kayak anak kecil?"tanya Edward.


"Emang kayak anak kecil, Opa, Uncle Richard deket-deket Mami aja gak boleh, di pandang dikit gak boleh,"ucap Gerald.


"Heh, kamu kan masih kecil jadi belum ngerasain punya istri,"ucap Edward.


"Tuh kan lebih ngelantur lagi,"ucap Gerald.


"Astaga kalian ini berhenti gak?"tanya Kanaya.


"Dari tadi berantem aja, makan gak selesai-selesai,"ucap Kanaya, lalu berkata lagi.


"Stop bicara dan habisin makannya, awas aja kalau ada yang bicara lagi."


Mendengar perkataan yang disertai ancaman Edward dan Richard terdiam dan langsung menekuri piring yang ada di depannya dan kembali memakannya.


"Awas kalau gak habis,"ancam Kanaya.


Papi Edward dan Mami Edward tersenyum simpul, melihat Edward dan Gerald yang tak berkutik mendengar perkataan Kanaya. Kemudian Papi Edward pun kembali menikmati makanannya. setelah mereka selesai makan. Mereka pun keluar dari ruang makan dan berjalan menuju ruang Keluarga.


"Gimana Fitting baju pengantinnya?"tanya Mami Edward.

__ADS_1


"Beres kok mam,"ucap Kanaya.


"Oh ya pegawai butik sudah datang kesini belum, buat pengukuran baju?"tanya Kanaya seraya menatap Mami Edward.


"Sudah Nay, tadi pagi,"ucap Mami Edward.


"Syukurlah,"ucap Kanaya.


"Ya udah deh kalau gitu Kanaya pamit dulu,"ucap Kanaya lagi.


"Loh kok pamit sih?"tanya Papi Edward


"Nay, harus kerja Pi,"ucap Kanaya pada Papi Edward.


"Ingat loh Nay, sebentar lagi kamu nikah dan kamu harus jaga kesehatan, jangan sampai kelelahan,"ucap Papi Edward seraya menatap Kanaya.


"Iya Pi, Nay tahu,"jawab Kanaya seraya tersenyum.


"Mam, hari ini libur ajalah, kan ada Tante Cintya,"ucap Gerald seraya menatap Maminya dengan pandangan memohon. Gerald sedari tadi memperhatikan Opa dan Oma nya dari mimik wajah mereka sangat terlihat jelas di mata anak 10 tahun itu, jika Opa dan Omanya menginginkan Maminya tinggal sebentar.


"Tapi mami harus kerja nak,"ucap Kanaya.


"Mam,"ucap Gerald.


"Oke,"ucap Kanaya.


"Yess,"ucap Gerald seraya bangkit berdiri dan meliuk-liukan tubuhnya, dari mulutnya terdengar sebuah lagu k pop yang sangat disukainya.


Semua menatap Gerald dengan tertawa dan terheran mendengar lagu yang dinyanyikannya itu dengan sangat fasih. Setelah lagu K Pop selesai dinyanyikan olehnya. Gerald pun berhenti meliukkan tubuhnya.


"Kamu bisa bahasa Korea nak?"tanya Papi Edward.


"Bisa Opa,"ucap Gerald.


"Bener Nay?"tanya Mami Edward.


"Iya mam, Gerald menguasai tiga bahasa,"ucap Kanaya seraya tersenyum menatap Mami Edward yang terbelalak tak percaya menatap Kanaya lalu beralih menatap Gerald.


"Bahasa apa aja?"tanya Papi Edward.


"Inggris, Perancis dan Korea,"ucap Kanaya.


"Gak ada yang aneh Opa, Oma dan jangan tatap aku seperti itu,"ucap Gerald dengan nada santai.


"Di sekolah ku dulu di Perancis banyak teman-teman ku dari Asia, ada dari Thailand, Jepang, Korea dan masih banyak lagi, aku belajar dari mereka lalu aku meminta mami untuk mencari guru private untuk mempelajari bahasa mereka,"ucap Gerald.


"Wow, kamu hebat nak sekecil ini sudah bisa berbicara dalam beberapa bahasa,"ucap Papi Edward.


"Biasa aja kok Opa, karena aku suka ya aku pelajari,"ucap Gerald seraya tersenyum lebar menatap wajah Opanya.

__ADS_1


Sementara itu di sebuah mobil, yang terparkir dijalan duduk di belakang setir seseorang, tatapan matanya tak lepas memandang pintu pagar mansion Kusuma, dengan tatapan nyalang, dan cengkraman tangannya pada setir sangat terlihat jika rang itu menahan amarah, Lalu dengan geram menghidupkan mobilnya dan menekan pedal gas, sehingga mobilnya melesat dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2